Wednesday, June 5, 2013

Pelajaran Keuangan dari Kebiasaan Masa Kecil



Usia dan gaya hidup memang mengubah seseorang. Ingat sewaktu duduk di bangku sekolah, Anda bisa menabung (meski hanya sedikit) karena membawa bekal makanan dari rumah? Ingat juga bagaimana Anda harus bersusah payah menyisihkan uang saku demi membeli barang incaran? 

Lalu saat memasuki dunia kerja, Anda memiliki kartu kredit pertama kali dan berjanji akan menggunakannya dengan bijak karena tahu akibatnya jika bersiap konsumtif dengan uang plastik ini. Namun, berjalannya waktu, janji itu pun terlupakan. Begitu pula pelajaran keuangan lain yang pernah didapat sewaktu kecil. 


Sebelum gaya hidup membuat keuangan makin kacau, ingat kembali pelajaran penting ini:


* Menabung dengan motivasi. 

Di masa anak-anak, Anda mungkin sering membantu ibu mencuci piring atau membantu ayah mencuci mobil demi mendapatkan uang jajan lebih. Uang itu pun tidak benar-benar Anda gunakan untuk jajan, melainkan ditabung untuk membeli mainan atau buku bacaan baru. Sebagian dari Anda mungkin pernah melewati pengalaman ini.

Dari kebiasaan masa kecil ini bisa diambil sebuah pelajaran penting bahwa membeli barang incaran bisa menjadi motivasi besar dalam menabung. Jadi selalu tetapkan tujuan dan rencanakan keuangan saat menerima gaji bulanan atau bonus tahunan. Ini akan membantu Anda menjalani kehidupan sehari-hari dengan tenang dan menjaga keuangan tetap sehat hingga tahun depan. 


* Ada yang lebih murah mengapa harus bayar mahal? 

Butuh hiburan untuk menghilangkan penat? Jika selama ini Anda berpikir hiburan harus didapat dengan biaya mahal, ini saatnya mengubah pola pikir tersebut. Ada banyak kegiatan menghibur yang tidak mahal, bahkan tidak perlu mengeluarkan uang.

Ingat bagaimana sewaktu kecil, Anda merasa senang dan terhibur dengan hanya menonton film kartun kesayangan di televisi? Sekarang Anda pun bisa mendapatkan hiburan serupa. Anda bisa menikmati ragam jenis tayangan berseri di televisi atau lewat keping DVD. Anda juga bisa menikmati tayangan film dan serial dari TV kabel berlangganan dengan pilihan biaya yang semakin terjangkau.


Jadi, Anda tak perlu bersedih saat harus berhemat dengan mengurangi anggaran hiburan. Menciptakan kesenangan juga bisa murah.


* Bekal makanan tak selalu membosankan. 

Sewaktu kecil Anda mungkin tak diberi pilihan untuk membeli makan siang sendiri. Namun, cara ini justru membuat Anda menjadi tahu bahwa isi bekal makan siang dari rumah itu terkadang membosankan. Dulu Anda mungkin tak punya pilihan selain menikmati bekal apa pun yang dibawa dari rumah. Namun, sekarang Anda bisa menentukan sendiri isi bekal makan siang sesuai keinginan.

Membawa bekal makan siang, setidaknya tiga hari dalam seminggu, Anda bisa menghemat banyak pengeluaran. Apalagi jika Anda memasaknya sendiri. 


* Hadiah terbaik tak harus beli. 

Memiliki uang banyak rasanya seperti mimpi sewaktu kecil. Jadi, untuk menghadiahi ayah atau ibu, kita pun berpikir sekreatif mungkin untuk menciptakan hadiah tanpa harus membeli. Entah dengan membuat makanan atau gambar hasil kreasi sendiri. 

Cara ini masih bisa Anda lakukan sekarang. Jika memang tak ada banyak dana untuk menghadiahi orang-orang tersayang, mengapa tidak memberikan hadiah berupa makanan kesukaan atau membuat syal rajutan sendiri? Pasti mereka akan menghargai usaha Anda layaknya mendapatkan hadiah mahal. 


* Teman lebih penting dari uang. 

Mungkin ini sedikit sentimentil, tapi harus diakui bahwa setelah dewasa hubungan Anda dengan uang bisa memengaruhi hubungan pertemanan. Kehadiran uang juga bisa menggantikan keberadaan teman-teman Anda. 

Jika saat anak-anak, kita mungkin lebih memilih bermain dengan teman-teman daripada membantu ibu belanja ke warung (meski ada imbalan upah). Setelah dewasa, kita justru lebih memilih bekerja lembur atau bekerja sambilan di akhir pekan demi tambahan uang dan "mengalahkan" acara pertemuan dengan teman dan keluarga. 


Tak ada yang melarang Anda mencari uang sebanyak-banyaknya, tapi jangan juga melupakan teman dan keluarga yang telah mendukung Anda selama ini. Anda juga bisa mendapatkan hiburan dengan bertemu teman dan keluarga.


Sumber : kompas.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts