Monday, March 27, 2023

Buku "The Psychology of Money"

Buku "The Psychology of Money" ditulis oleh Morgan Housel tahun 2020, tentang tentang psikologi dalam mengambil keputusan keuangan dan investasi

Dalam pengambilan keputusan keuangan seringkali dipengaruhi oleh emosi dan persepsi yang tidak rasional, seperti keserakahan, ketakutan, kecenderungan berpikir pendek, dan bias konfirmasi

Morgan Housel menjelaskan sejarah keuangan dan investasi dapat memberikan banyak pelajaran penting bagi kehidupan sehari-hari

Pola pikir yang keliru dapat mempengaruhi keputusan keuangan, dan dapat memengaruhi perilaku keuangan kita

Investasi yang sukses tidak selalu berkaitan dengan kemampuan analitis dan pengetahuan keuangan yang tinggi, melainkan lebih kepada kemampuan untuk mengontrol emosi dan perilaku dalam mengambil keputusan investasi

Morgan Housel menekankan pentingnya kejujuran, kesederhanaan, dan kerendahan hati dalam merencanakan dan mengelola keuangan

Morgan Housel menyajikan pandangan yang menyentuh hati dan mudah dipahami tentang bagaimana psikologi mempengaruhi keputusan keuangan, dan bagaimana kita dapat membangun pola pikir yang sehat dan bijaksana dalam mengelola uang kita

The Psychology of Money sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin belajar lebih banyak tentang psikologi keuangan dan investasi, serta bagaimana mengelola uang dengan bijaksana untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang

Mengapa Butuh Asuransi?

Asuransi adalah sebuah produk keuangan yang dirancang untuk melindungi pemiliknya dari risiko finansial yang mungkin timbul dari suatu kejadian tak terduga, seperti kecelakaan, sakit, atau kematian. Meskipun asuransi bisa memberikan perlindungan finansial yang penting, namun masih banyak orang yang bertanya-tanya apakah asuransi benar-benar perlu atau tidak. Dalam artikel konten video YouTube ini, kami akan membahas perlu atau tidaknya asuransi, dan memberikan beberapa tips untuk memilih jenis asuransi yang tepat.


Mengapa Anda Membutuhkan Asuransi

Ketika Anda membeli asuransi, Anda membayar sejumlah premi kepada perusahaan asuransi untuk melindungi diri Anda dari risiko finansial yang mungkin terjadi di masa depan. Misalnya, jika Anda membeli asuransi kesehatan, maka Anda akan mendapat manfaat dari pemeriksaan kesehatan, pengobatan, dan biaya medis yang mungkin diperlukan di kemudian hari.


Jenis-Jenis Asuransi yang Tersedia

Ada banyak jenis asuransi yang tersedia, seperti asuransi kesehatan, jiwa, kecelakaan, mobil, dan properti. Masing-masing jenis asuransi memiliki manfaat dan perlindungan yang berbeda-beda. Misalnya, asuransi kesehatan akan membayar biaya perawatan medis dan pengobatan, sedangkan asuransi jiwa akan memberikan pembayaran uang tunai kepada ahli waris jika terjadi kematian.


Bagaimana Memilih Asuransi yang Tepat

Sebelum membeli asuransi, Anda harus mempertimbangkan kebutuhan Anda. Pertimbangkan jenis risiko yang ingin Anda lindungi dan seberapa sering risiko tersebut mungkin terjadi. Juga, perhatikan manfaat yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi, premi yang harus dibayar, dan ketentuan polis asuransi.


Perlu atau Tidak?

Penting untuk diingat bahwa setiap orang memiliki kebutuhan keuangan yang berbeda-beda. Jika Anda memiliki keluarga yang bergantung pada penghasilan Anda, maka Anda mungkin membutuhkan asuransi jiwa untuk melindungi mereka jika terjadi kematian. Jika Anda sering bepergian dengan mobil atau motor, maka asuransi kendaraan mungkin diperlukan untuk melindungi Anda dari risiko kecelakaan dan kerusakan kendaraan. Namun, jika Anda memiliki dana darurat yang cukup dan memiliki investasi yang stabil, mungkin Anda tidak memerlukan asuransi yang terlalu banyak.


Kesimpulannya, meskipun asuransi bisa memberikan perlindungan finansial yang penting, Anda harus mempertimbangkan kebutuhan Anda dan jenis asuransi yang tepat sebelum memutuskan apakah asuransi diperlukan atau tidak. Dalam memilih asuransi, pastikan Anda memperhatikan manfaat yang ditawarkan, premi yang harus dibayar, dan ketentuan polis asuransi.

Asuransi Perlu atau Tidak?

Asuransi seringkali menjadi topik yang hangat diperbincangkan di masyarakat. Ada yang berpendapat bahwa asuransi sangat penting dan wajib dimiliki, sementara ada juga yang beranggapan bahwa asuransi sebenarnya tidak perlu dan hanya membuang-buang uang.

Namun, perlu diketahui bahwa kebutuhan akan asuransi dapat bervariasi tergantung pada situasi dan kebutuhan pribadi seseorang. Oleh karena itu, dalam artikel ini, kami akan membahas secara lebih mendalam mengenai kebutuhan akan asuransi dan kapan sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk membeli asuransi.


Pentingnya Asuransi

Asuransi dapat memberikan perlindungan finansial dalam situasi yang tidak diinginkan, seperti sakit atau kecelakaan yang mengharuskan Anda untuk mengeluarkan biaya yang besar untuk perawatan medis. Asuransi juga dapat memberikan perlindungan finansial bagi keluarga Anda jika terjadi kejadian yang tidak terduga seperti kematian atau cacat tetap yang membuat Anda tidak dapat bekerja.

Selain itu, asuransi juga dapat membantu Anda menghindari risiko keuangan yang besar. Dengan membayar premi kecil setiap bulan atau tahun, Anda dapat menghindari risiko keuangan yang besar dan tidak terduga seperti kerusakan properti, kehilangan barang berharga, atau kerugian bisnis.


Kapan Anda Perlu Membeli Asuransi?

Meskipun penting untuk memiliki asuransi, tidak semua orang memerlukannya. Kebutuhan asuransi dapat bervariasi tergantung pada situasi kehidupan seseorang. Berikut adalah beberapa situasi di mana Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli asuransi:

Anda memiliki tanggungan keluarga: Jika Anda memiliki orang yang bergantung pada Anda untuk kebutuhan finansial, seperti pasangan atau anak-anak, maka sangat penting untuk mempertimbangkan membeli asuransi jiwa. Asuransi jiwa akan memberikan perlindungan finansial bagi keluarga Anda jika terjadi sesuatu yang tidak terduga dan membuat Anda tidak dapat bekerja atau meninggal dunia.

Anda memiliki hutang atau kewajiban keuangan lainnya: Jika Anda memiliki hutang seperti pinjaman rumah atau mobil, atau kewajiban keuangan lainnya, maka Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli asuransi untuk melindungi diri Anda dari risiko keuangan yang besar jika terjadi sesuatu yang tidak terduga.

Anda bekerja di pekerjaan yang berisiko tinggi: Jika Anda bekerja di pekerjaan yang berisiko tinggi, seperti pekerjaan di bidang konstruksi atau pertambangan, maka Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli asuransi kecelakaan kerja atau asuransi cacat tetap. Asuransi ini akan memberikan perlindungan finansial jika Anda mengalami kecelakaan atau cedera saat bekerja.


Kesimpulan

Asuransi dapat memberikan perlindungan finansial yang sangat penting dalam situasi yang tidak diinginkan. 

Saturday, March 25, 2023

Krisis 1998 di Indonesia dan Dunia: Sejarah, Penyebab, dan Dampaknya

Sejarah Krisis 1998

Krisis 1998 yang terjadi di Indonesia adalah krisis ekonomi yang melanda negara ini pada akhir 1990-an. Krisis ini dimulai pada Juli 1997 ketika Thailand mengalami krisis ekonomi yang kemudian menyebar ke negara-negara Asia lainnya, termasuk Indonesia. Krisis ini mencapai puncaknya pada Mei 1998 ketika Suharto mengundurkan diri sebagai Presiden Indonesia setelah terjadi kerusuhan dan kekerasan di seluruh negeri.

Krisis ini ditandai dengan runtuhnya sistem keuangan Indonesia, melambatnya pertumbuhan ekonomi, peningkatan pengangguran, dan inflasi yang tinggi. Beberapa faktor yang memicu terjadinya krisis ini antara lain praktik korupsi dan nepotisme, defisit anggaran, rendahnya tingkat pendidikan dan infrastruktur, serta kebijakan moneter yang tidak efektif. Dampak dari krisis ini sangat besar terhadap perekonomian dan masyarakat Indonesia, termasuk terjadinya resesi, kebangkrutan bank-bank besar, dan kerusuhan sosial.

Krisis ekonomi 1998 di Indonesia dimulai pada akhir tahun 1997. Pada saat itu, Indonesia mengalami krisis keuangan yang melanda Asia. Krisis ini dimulai di Thailand dan menyebar ke negara-negara lain di kawasan, termasuk Indonesia. Krisis keuangan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan suku bunga di Amerika Serikat, penurunan harga komoditas, dan praktik korupsi dan nepotisme di beberapa negara Asia.

Pada akhir tahun 1997, Indonesia juga mulai mengalami gejala krisis keuangan yang serupa dengan yang terjadi di Thailand. Pada bulan Desember 1997, nilai tukar rupiah mulai merosot, dan bank-bank mulai mengalami kesulitan likuiditas. Pada saat yang sama, banyak perusahaan besar mulai mengalami kesulitan keuangan dan tidak mampu membayar hutang-hutangnya.

Pada bulan Mei 1998, Indonesia memasuki fase krisis yang lebih serius. Nilai tukar rupiah terus merosot, dan inflasi melonjak menjadi lebih dari 70% per tahun. Bank-bank besar seperti Bank Central Asia dan Bank Negara Indonesia mengalami kesulitan likuiditas, dan pemerintah Indonesia tidak lagi mampu mengendalikan situasi keuangan negara.

Krisis ekonomi 1998 mencapai puncaknya pada bulan Juni 1998, ketika Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia mengalami kerusuhan sosial yang parah. Ratusan orang tewas, dan kerusakan properti dan infrastruktur sangat parah. Pemerintah Indonesia akhirnya meminta bantuan internasional dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu memperbaiki kondisi ekonomi dan keuangan Indonesia.

Setelah krisis ekonomi 1998, Indonesia mengalami proses reformasi ekonomi dan keuangan yang signifikan. Reformasi ini mencakup penghapusan subsidi, privatisasi perusahaan milik negara, pengurangan defisit anggaran, dan perbaikan regulasi keuangan dan perbankan. Meskipun proses reformasi ini sulit dan menyakitkan bagi masyarakat Indonesia, tetapi Indonesia akhirnya mampu pulih dari krisis ekonomi 1998 dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil pada tahun-tahun berikutnya.


Penyebab Krisis 1998

Ada beberapa faktor yang memicu terjadinya krisis ekonomi di Indonesia pada tahun 1998. Beberapa penyebab utamanya adalah:

Kebijakan moneter yang tidak efektif: Pemerintah Indonesia pada waktu itu menerapkan kebijakan moneter yang tidak efektif, seperti menaikkan suku bunga yang berujung pada terjadinya krisis likuiditas pada sektor perbankan. Kelemahan kebijakan moneter ini membuat cadangan devisa Indonesia semakin menipis dan sistem keuangan Indonesia semakin rentan terhadap serangan spekulatif.

Defisit anggaran yang besar: Pada akhir 1990-an, pemerintah Indonesia memperbesar defisit anggarannya untuk membiayai proyek-proyek pembangunan, yang mengakibatkan utang luar negeri Indonesia semakin bertambah besar. Hal ini membuat Indonesia semakin rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi global.

Korupsi dan nepotisme: Praktik korupsi dan nepotisme yang merajalela di Indonesia pada waktu itu membuat penggunaan anggaran pemerintah tidak efektif, dan menghambat pertumbuhan ekonomi yang sehat. Pada saat yang sama, kebijakan proteksionis dan tidak transparan juga menghambat masuknya investor asing ke Indonesia.

Rendahnya tingkat pendidikan dan infrastruktur: Rendahnya tingkat pendidikan dan infrastruktur yang kurang memadai membuat Indonesia kesulitan untuk bersaing di pasar global. Indonesia juga kesulitan untuk membangun industri-industri yang inovatif dan mengandalkan ekspor.

Kombinasi dari faktor-faktor ini mengakibatkan krisis ekonomi yang serius di Indonesia pada tahun 1998. Krisis ini membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan tabungan mereka, dan memicu kerusuhan politik dan sosial di Indonesia. Pemerintah Indonesia dan masyarakat Indonesia secara aktif bekerja keras untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan mencegah terjadinya krisis di masa depan.


Dampak Krisis 1998

Krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 memiliki dampak yang sangat luas dan signifikan terhadap masyarakat dan perekonomian Indonesia. Beberapa dampaknya adalah:

Penurunan pertumbuhan ekonomi: Krisis ekonomi pada tahun 1998 menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga negatif sebesar 13% pada tahun 1998.

Meningkatnya pengangguran: Krisis ekonomi ini juga menyebabkan tingkat pengangguran di Indonesia meningkat secara signifikan, sehingga banyak orang kehilangan pekerjaan dan sulit mencari pekerjaan baru.

Depresiasi mata uang rupiah: Depresiasi rupiah yang tajam pada waktu itu menyebabkan harga-harga barang menjadi lebih mahal, dan menyebabkan inflasi yang tinggi.

Pada tahun 1998, Indonesia mengalami krisis moneter yang menyebabkan depresiasi yang sangat signifikan pada nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sebelum krisis moneter, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sekitar 2.400 rupiah per dolar. Namun, pada puncak krisis, nilai tukar rupiah jatuh menjadi sekitar 16.000 rupiah per dolar, atau mengalami depresiasi sekitar 566,7%. Depresiasi tajam ini berdampak besar pada perekonomian Indonesia, termasuk inflasi yang tinggi dan resesi ekonomi yang parah.

Kebangkrutan bank-bank besar: Banyak bank-bank besar di Indonesia mengalami kebangkrutan akibat krisis ekonomi, yang menyebabkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.

Beberapa bank besar yang bangkrut pada saat itu antara lain:

  • Bank Dagang Negara (BDN)
  • Bank Umum Nasional (BUN)
  • Bank Industri Negara (BIN)
  • Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)
  • Bank Bali
  • Bank Internasional Indonesia (BII)

Penurunan daya beli masyarakat: Dampak krisis ekonomi ini juga membuat daya beli masyarakat menurun, sehingga kehidupan sehari-hari menjadi semakin sulit bagi sebagian besar masyarakat.

Kerusuhan sosial: Krisis ekonomi pada tahun 1998 memicu kerusuhan dan kekerasan di seluruh negeri, yang menyebabkan banyak kerusakan dan korban jiwa.

Dampak krisis ekonomi 1998 di Indonesia sangat berat dan masih dirasakan oleh banyak masyarakat Indonesia hingga saat ini. Meskipun demikian, Indonesia telah melakukan reformasi ekonomi yang signifikan dan berhasil memperbaiki kondisi ekonomi pada periode pasca-krisis. Namun, krisis ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk mengembangkan ekonomi yang lebih kuat dan tahan terhadap perubahan kondisi global.

Krisis ekonomi tahun 1998 di Indonesia tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi dan sosial, tetapi juga berdampak besar secara politik. Beberapa dampak politik dari krisis tersebut adalah:

Keruntuhan rezim Orde Baru: Krisis ekonomi 1998 menjadi pemicu bagi terjadinya keruntuhan rezim Orde Baru, yang telah memerintah Indonesia selama 32 tahun. Akibatnya, pada Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri dan mempercepat proses demokratisasi di Indonesia.

Peningkatan gerakan reformasi: Krisis ekonomi 1998 memicu gerakan reformasi di Indonesia, di mana masyarakat meminta perubahan sistem politik dan reformasi demokratis. Gerakan ini memunculkan aksi protes massal yang dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat, seperti mahasiswa, buruh, dan aktivis masyarakat sipil.

Pemilihan umum yang lebih demokratis: Setelah Soeharto mengundurkan diri, Indonesia mengalami transformasi menuju sistem politik yang lebih demokratis. Pada tahun 1999, Indonesia mengadakan pemilihan umum presiden dan parlemen yang dianggap sebagai pemilihan umum yang lebih bebas dan adil dibandingkan dengan pemilihan sebelumnya.

Munculnya partai politik baru: Setelah reformasi politik, muncul banyak partai politik baru di Indonesia. Beberapa partai politik baru ini memiliki orientasi ideologis dan program reformasi yang berbeda dari partai-partai politik lama.

Kembalinya otonomi daerah: Krisis ekonomi 1998 juga memicu kembalinya otonomi daerah di Indonesia. Setelah reformasi politik, pemerintah Indonesia memberikan kekuasaan yang lebih besar kepada daerah dalam mengelola sumber daya dan kebijakan publik.

Secara keseluruhan, krisis ekonomi tahun 1998 menjadi titik balik dalam sejarah politik Indonesia, di mana terjadi perubahan besar-besaran dalam sistem politik dan demokratisasi di Indonesia.

Friday, March 24, 2023

Apakah Investasi Bitcoin Masih Menguntungkan

Investasi Bitcoin memiliki risiko yang tinggi karena harganya yang sangat volatil dan tidak stabil. Walaupun Bitcoin telah mengalami kenaikan nilai yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, namun perlu diingat bahwa sejarah nilai Bitcoin juga ditandai dengan fluktuasi yang besar. Oleh karena itu, keputusan untuk berinvestasi di Bitcoin harus dilakukan setelah mempertimbangkan dengan cermat risiko dan potensi pengembalian investasi.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keuntungan investasi Bitcoin antara lain:

Fluktuasi harga: Harga Bitcoin dapat berubah dengan sangat cepat dan drastis, bahkan dalam waktu yang singkat. Oleh karena itu, pengguna Bitcoin harus siap dengan risiko yang muncul dan menentukan strategi yang tepat untuk mengelola risiko tersebut.

Regulasi pemerintah: Beberapa negara telah mengeluarkan aturan terkait penggunaan Bitcoin, yang dapat mempengaruhi harga dan penggunaan Bitcoin secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengguna Bitcoin harus memperhatikan peraturan dan regulasi yang berkaitan dengan penggunaan Bitcoin di wilayahnya.

Keamanan: Karena Bitcoin tidak diatur oleh pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan, keamanan dan privasi menjadi tanggung jawab pengguna Bitcoin sendiri. Pengguna Bitcoin harus memastikan keamanan wallet dan kunci pribadi mereka untuk menghindari risiko pencurian atau kehilangan Bitcoin.

Dalam hal ini, saya tidak dapat memberikan saran untuk berinvestasi atau tidak di Bitcoin. Namun, sebaiknya Anda melakukan riset yang cermat, mempertimbangkan risiko dan potensi keuntungan, dan menggunakan strategi investasi yang tepat sebelum memutuskan untuk berinvestasi di Bitcoin. Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko yang terkait dengan investasi Bitcoin sebelum memutuskan untuk mengambil langkah tersebut.


Apakah Investasi Bitcoin Masih Menguntungkan

Investasi Bitcoin memiliki risiko yang tinggi karena harganya yang sangat volatil dan tidak stabil. 

Sejak awal kemunculannya, tahun 2009, Bitcoin telah mengalami kenaikan nilai yang signifikan, namun perlu diingat bahwa sejarah nilai Bitcoin juga ditandai dengan fluktuasi yang besar. 

Harga Bitcoin dapat berubah dengan sangat cepat dan drastis, bahkan dalam waktu yang singkat. 

Misalnya tahun 2017, harga Bitcoin naik secara dramatis sebelum akhirnya jatuh kembali dalam waktu singkat.

Tahun 2021, Bitcoin tumbuh secara total hingga 123% ke angka USD 40.000. 

Pertengahan April, harga Bitcoin mencapai harga tertinggi sepanjang masa di atas US$60.000. 

Akhir Januari 2022, Bitcoin terus menurun, menjadi $22.184.

Prediksi harga Bitcoin di tahun 2023 masih bisa naik ke angka $100.000.

Bahkan Tim Draper, memperkirakan dapat mencapai US$250.000

Situs PricePrediction memprediksi harga Bitcoin di tahun 2023 akan mencapai harga rata-rata US$26.405

Sedangkan menurut prediksi WalletInvestor, Bitcoin akan mengalami penurunan lagi di tahun 2023 di angka US$ 10.111

Cara Kerja Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital yang beroperasi di atas teknologi blockchain, yang merupakan sebuah database terdesentralisasi yang mencatat semua transaksi Bitcoin yang pernah terjadi. Berikut adalah penjelasan tentang cara kerja Bitcoin secara umum:

Pembuatan Bitcoin: Proses pembuatan Bitcoin disebut penambangan (mining). Penambangan Bitcoin melibatkan penggunaan komputer yang berpartisipasi dalam memvalidasi transaksi dan menyelesaikan puzzle matematika yang kompleks. Pada akhirnya, penambang yang berhasil menyelesaikan puzzle tersebut akan menerima hadiah dalam bentuk Bitcoin yang baru saja diciptakan. Proses penambangan ini memastikan bahwa jumlah Bitcoin yang tersedia tetap terkendali dan jumlahnya tidak dapat diperbanyak seenaknya.

Transaksi Bitcoin: Setiap kali seseorang melakukan transaksi menggunakan Bitcoin, informasi tentang transaksi tersebut akan dicatat di dalam blockchain. Blockchain adalah database terdesentralisasi yang diisi dengan transaksi Bitcoin yang telah terjadi, dan transaksi yang baru saja terjadi akan ditambahkan ke dalam blok baru. Setiap blok kemudian dihubungkan dengan blok sebelumnya untuk membentuk rangkaian blok yang disebut blockchain.

Verifikasi transaksi: Setiap transaksi Bitcoin yang terjadi harus diverifikasi oleh jaringan pengguna Bitcoin (nodes) yang terhubung ke dalam blockchain. Verifikasi ini memastikan bahwa transaksi tersebut sah dan tidak melanggar aturan atau persyaratan yang telah ditetapkan oleh jaringan. Setelah transaksi diverifikasi, informasi tentang transaksi tersebut akan disimpan ke dalam blok baru dan dihubungkan ke blockchain.

Penyimpanan Bitcoin: Bitcoin disimpan dalam wallet digital, yang biasanya berupa aplikasi atau situs web yang memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima Bitcoin. Setiap wallet memiliki kunci publik dan kunci pribadi yang unik. Kunci publik dapat dibagikan kepada orang lain untuk menerima Bitcoin, sedangkan kunci pribadi harus dijaga kerahasiaannya dan digunakan untuk mengakses Bitcoin yang disimpan dalam wallet.

Pengiriman Bitcoin: Ketika seseorang mengirim Bitcoin ke orang lain, informasi tentang transaksi tersebut akan ditambahkan ke dalam blockchain. Pengirim dan penerima harus menyepakati jumlah Bitcoin yang akan dikirim dan alamat wallet penerima. Setelah transaksi diverifikasi, Bitcoin akan dipindahkan dari wallet pengirim ke wallet penerima.

Itulah cara kerja Bitcoin secara umum. Bitcoin dirancang agar tidak memerlukan pihak ketiga dalam proses transaksi, sehingga proses transaksi bisa lebih cepat, murah, dan anonim. Namun, perlu diingat bahwa Bitcoin juga memiliki risiko, seperti volatilitas harga dan keamanan wallet yang dapat membahayakan pengguna Bitcoin.

Sejarah Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital yang diciptakan pada tahun 2009 oleh seseorang atau kelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto. Bitcoin beroperasi di atas teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi yang aman, cepat, dan anonim tanpa memerlukan pihak ketiga untuk memfasilitasi transaksi tersebut.

Sejarah Bitcoin dimulai pada tahun 2008, ketika Satoshi Nakamoto mempublikasikan whitepaper berjudul "Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System". Whitepaper tersebut menjelaskan konsep dasar Bitcoin, termasuk cara kerja teknologi blockchain, proses penambangan Bitcoin, dan cara transaksi Bitcoin dilakukan.

Pada tanggal 3 Januari 2009, versi pertama perangkat lunak Bitcoin dirilis dan Bitcoin pertama kali dibuat. Pada awalnya, Bitcoin tidak memiliki nilai apapun dan hanya digunakan sebagai alat pembayaran di kalangan komunitas teknologi dan kriptografi.

Namun, seiring waktu, Bitcoin mulai menjadi semakin populer dan nilainya meningkat. Pada tahun 2010, seseorang menggunakan Bitcoin untuk membeli dua pizza dengan harga 10.000 Bitcoin, yang pada saat itu hanya sekitar $30. Pada tahun 2013, nilai Bitcoin melonjak dari sekitar $13 menjadi lebih dari $1.000 dalam waktu kurang dari satu tahun.

Sejak itu, nilai Bitcoin telah mengalami banyak fluktuasi, tetapi tetap menjadi salah satu mata uang digital yang paling terkenal dan populer. Banyak orang menggunakan Bitcoin untuk berbagai tujuan, termasuk pembayaran online, investasi, dan perdagangan.

Meskipun identitas Satoshi Nakamoto masih misterius, warisan Bitcoin sebagai mata uang digital pionir telah mengubah cara kita memahami dan menggunakan uang.

Thursday, March 23, 2023

Rencana Redenominasi Rupiah di Indonesia

Redenominasi rupiah adalah proses penggantian mata uang yang beredar dengan denominasi yang lebih rendah, misalnya dari seribu rupiah menjadi satu rupiah. Rencana redenominasi rupiah pernah diusulkan oleh Bank Indonesia (BI) pada tahun 2014, dan kembali dibahas pada tahun 2020.

Menurut rencana tersebut, rupiah akan dihapuskan angka tiga digitnya sehingga nominal uang pecahan rupiah akan menjadi lebih kecil. Contohnya, uang pecahan Rp 1.000 menjadi Rp 1, uang pecahan Rp 5.000 menjadi Rp 5, dan uang pecahan Rp 100.000 menjadi Rp 100. Rencana ini bertujuan untuk memudahkan transaksi keuangan serta memberikan efisiensi bagi masyarakat dan pemerintah dalam hal administrasi keuangan.

Namun, rencana ini masih dalam tahap diskusi dan belum ada kepastian mengenai pelaksanaannya. Jika dilakukan, rencana redenominasi rupiah akan membutuhkan waktu dan biaya yang cukup besar, karena seluruh uang rupiah yang beredar di Indonesia harus diganti dengan yang baru.

Beberapa negara yang telah melakukan redenominasi pada mata uangnya antara lain:

Zimbabwe: Pada tahun 2015, Zimbabwe melakukan redenominasi dengan menghapus 12 angka dari mata uangnya, sehingga 1 triliun dollar Zimbabwe menjadi 1 dollar Zimbabwe yang baru.

Turki: Pada tahun 2005, Turki melakukan redenominasi dengan menghapus 6 angka dari mata uangnya, sehingga 1 juta lira Turki menjadi 1 lira Turki yang baru.

Venezuela: Pada tahun 2008, Venezuela melakukan redenominasi dengan menghapus 3 angka dari mata uangnya, sehingga 1.000 bolivar menjadi 1 bolivar yang baru.

Rusia: Pada tahun 1998, Rusia melakukan redenominasi dengan menghapus 3 angka dari mata uangnya, sehingga 1.000 rubel menjadi 1 rubel yang baru.

Brasil: Pada tahun 1994, Brasil melakukan redenominasi dengan menghapus 3 angka dari mata uangnya, sehingga 1.000 cruzeiro menjadi 1 real.

Ada beberapa keuntungan yang dapat didapatkan oleh negara dalam melakukan redenominasi pada mata uangnya, di antaranya adalah:

Meningkatkan efisiensi administrasi keuangan. Dengan menghilangkan beberapa angka pada mata uangnya, negara dapat memudahkan proses administrasi keuangan, baik bagi pemerintah maupun masyarakat. Sebagai contoh, perhitungan pajak atau administrasi keuangan yang membutuhkan penulisan nominal yang panjang dan rumit dapat menjadi lebih mudah dan efisien setelah redenominasi.

Memperbaiki citra dan kepercayaan pada mata uang negara. Redenominasi dapat membantu meningkatkan citra dan kepercayaan pada mata uang negara, terutama jika sebelumnya mata uang tersebut mengalami inflasi tinggi atau tekanan ekonomi yang signifikan.

Meningkatkan keamanan uang. Dalam redenominasi, negara biasanya akan mengeluarkan uang baru yang memiliki fitur keamanan yang lebih canggih untuk menghindari atau mempersulit upaya pemalsuan uang. Selain itu, redenominasi juga dapat membantu memperbarui uang yang lama atau rusak.

Meningkatkan daya saing ekonomi. Redenominasi dapat membantu meningkatkan daya saing ekonomi negara dengan memperbaiki efisiensi administrasi keuangan dan memperkuat citra mata uang negara.

Mengapa Membuat Anggaran Sangat Penting

Membuat anggaran dalam pengelolaan keuangan pribadi sangat penting karena hal ini membantu seseorang untuk memahami bagaimana dia menghabiskan uangnya, mengatur prioritas pengeluarannya, dan merencanakan keuangan untuk jangka panjang.


Pertama

Tentukan Tujuan Keuangan Anda: 

seperti membeli mobil, membayar cicilan rumah, investasi, atau liburan. Tujuan ini akan membantu Anda menetapkan anggaran bulanan yang sesuai.


Dua

Tentukan Pengeluaran Bulanan: 

Catat semua pengeluaran bulanan Anda, termasuk tagihan bulanan, makanan, transportasi, dan pengeluaran lainnya. Perhatikan bahwa pengeluaran ini harus realistis dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tiga

Tentukan Penghasilan Bulanan: 

Catat semua penghasilan bulanan Anda, termasuk gaji, dividen, dan sumber penghasilan lainnya. Pastikan bahwa jumlah penghasilan yang dicatat adalah penghasilan bersih setelah potongan pajak.

Dengan membuat anggaran, seseorang dapat mengetahui kondisi keuangannya secara lebih terperinci dan menyadari jika terdapat masalah dalam pengelolaan keuangannya. 

Hal ini membantu seseorang untuk mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menghindari masalah keuangan yang lebih serius di masa depan.


Dalam membuat anggaran, seseorang belajar untuk mempertimbangkan dan memilih antara pengeluaran yang diperlukan dan yang kurang penting. Hal ini membantu meningkatkan kontrol diri dalam pengeluaran dan menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Secara keseluruhan, membuat anggaran dalam pengelolaan keuangan pribadi sangat penting karena membantu seseorang untuk mengontrol pengeluarannya, menentukan prioritas pengeluaran, merencanakan keuangan jangka panjang, mengetahui kondisi keuangan secara terperinci, dan meningkatkan kontrol diri dalam pengeluaran.

Wednesday, March 22, 2023

Pengelolaan Keuangan

Pengelolaan keuangan pribadi adalah salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Tanpa kemampuan untuk mengelola keuangan pribadi dengan baik, seseorang dapat dengan mudah terjerumus ke dalam masalah finansial yang serius. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap orang untuk memiliki pengetahuan yang cukup tentang pengelolaan keuangan pribadi.

Salah satu hal pertama yang harus dilakukan dalam pengelolaan keuangan pribadi adalah membuat anggaran. Anggaran adalah alat yang berguna untuk membantu seseorang mengatur dan mengawasi pengeluarannya. Dengan membuat anggaran, seseorang dapat mengetahui berapa banyak uang yang dimilikinya setiap bulan dan bagaimana uang itu akan digunakan. Anggaran harus disusun dengan cermat, mencakup semua pengeluaran bulanan, termasuk tagihan, biaya makanan, transportasi, dan lain-lain.

Selain membuat anggaran, penting juga untuk menghemat uang. Ada banyak cara untuk menghemat uang, seperti mengurangi pengeluaran bulanan, mencari kesepakatan yang lebih baik untuk produk dan layanan, atau menabung untuk pembelian besar di masa depan. Sebagai contoh, seseorang dapat mengurangi pengeluaran bulanan dengan memotong biaya langganan atau mengurangi penggunaan listrik dan air di rumah. Dalam jangka panjang, tindakan seperti ini dapat membantu seseorang menghemat banyak uang.

Selain itu, penting juga untuk membayar hutang secara teratur. Jika seseorang memiliki hutang, sangat penting untuk membuat pembayaran tepat waktu untuk menghindari denda atau bunga tambahan. Jika seseorang kesulitan membayar hutang, ada beberapa strategi yang dapat membantu. Salah satunya adalah mengkonsolidasikan hutang ke dalam satu pinjaman dengan bunga yang lebih rendah. Ini dapat membantu seseorang membayar hutang lebih cepat dan menghemat uang dalam jangka panjang.

Last but not least, penting juga untuk memiliki tabungan yang cukup. Tabungan adalah dana darurat yang dapat digunakan ketika ada keadaan darurat atau ketika seseorang kehilangan pekerjaannya.

Pengelolaan Keuangan Pribadi

Pengelolaan keuangan pribadi adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu mengatur uang dengan bijak agar dapat memenuhi kebutuhan dan menghindari kesulitan keuangan di masa depan. Berikut adalah beberapa tips tentang bagaimana Anda dapat mengelola keuangan pribadi Anda dengan lebih efektif.

Pertama, buatlah anggaran. Membuat anggaran adalah salah satu hal yang paling penting dalam pengelolaan keuangan pribadi. Dengan membuat anggaran, Anda dapat mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu dan mengalokasikan uang Anda dengan lebih bijak. Pastikan bahwa Anda memasukkan semua sumber pendapatan Anda dan menghitung semua pengeluaran Anda, termasuk pengeluaran rutin seperti sewa, listrik, air, dan pengeluaran non-rutin seperti belanja kebutuhan pribadi.

Kedua, tetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Menetapkan tujuan keuangan adalah cara yang baik untuk membantu Anda fokus pada pengelolaan keuangan pribadi Anda. Tentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, seperti membeli mobil atau rumah, menabung untuk pendidikan anak-anak Anda, atau mempersiapkan pensiun Anda.

Ketiga, hindari utang yang tidak perlu. Utang yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kesulitan keuangan dan stres yang berlebihan. Hindari utang yang tidak perlu dan pastikan Anda membayar utang Anda tepat waktu. Jika Anda membutuhkan pinjaman, pastikan untuk memilih pinjaman yang memiliki bunga rendah dan pembayaran bulanan yang terjangkau.

Keempat, tabunglah sebanyak mungkin. Menabung adalah salah satu cara terbaik untuk mempersiapkan keuangan Anda di masa depan. Mulailah dengan menabung sejumlah kecil uang dari pendapatan Anda setiap bulan. Anda dapat menggunakan rekening tabungan atau rekening deposito untuk menabung. Pastikan Anda memiliki dana darurat yang cukup untuk menghadapi situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau keadaan darurat medis.

Kelima, perhatikan investasi. Investasi adalah cara yang baik untuk meningkatkan kekayaan Anda di masa depan. Jangan hanya bergantung pada tabungan atau deposito, tetapi pertimbangkan untuk menginvestasikan uang Anda pada saham, obligasi atau properti. Namun, pastikan untuk melakukan riset sebelum melakukan investasi dan konsultasikan dengan ahli keuangan terlebih dahulu.

Terakhir, selalu periksa kembali anggaran dan rencana keuangan Anda. Periksa anggaran dan rencana keuangan Anda secara teratur.

Tren Topik Keuangan

topik keuangan apa yang trend dibahas di youtube?

Tren topik keuangan yang dibahas di YouTube dapat berubah seiring waktu, namun pada saat ini beberapa topik keuangan yang sedang populer di platform ini antara lain:

Investasi saham dan cryptocurrency: Banyak channel di YouTube yang membahas tentang investasi saham dan cryptocurrency, mengulas tren pasar, memberikan tips tentang investasi, dan mengulas kinerja saham atau mata uang digital tertentu.

Pengelolaan keuangan pribadi: Topik ini berkaitan dengan cara mengelola keuangan pribadi, termasuk bagaimana membuat dan mengatur anggaran, menghemat uang, membayar hutang, dan membangun tabungan.

Kewirausahaan dan bisnis: Banyak channel di YouTube yang membahas tentang kewirausahaan dan bisnis, termasuk strategi pemasaran, cara memulai bisnis, bagaimana mengembangkan usaha, dan tips tentang manajemen bisnis.

Perencanaan keuangan: Topik ini meliputi perencanaan pensiun, asuransi, investasi jangka panjang, dan perencanaan keuangan untuk masa depan.

Real estate: Ada banyak channel yang membahas tentang real estate, termasuk tentang cara membeli dan menjual properti, investasi real estate, dan strategi untuk membangun portofolio real estate yang sukses.

Perlu diingat bahwa tren topik di YouTube dapat berubah seiring waktu dan populer di berbagai negara atau wilayah masing-masing. Oleh karena itu, dapat bervariasi tergantung pada audiens dan geografisnya.

Tuesday, March 14, 2023

Silicon Valley Bank

Kronologi Runtuhnya Silicon Valley Bank, Bangkrut dalam Waktu 48 Jam

Selasa, 14 Maret 2023 11:29 WIB

Bank yang mendanai start up di lembah Silikon, AS, Silicon Valley Bank runtuh dalam waktu sekejap pada Jumat pekan lalu. Investor kini gelisah tentang apakah tutupnya Silicon Valley Bank atau SVB dapat memicu krisis keuangan yang lebih luas.

Pemerintah federal AS turun tangan dengan menjamin simpanan pelanggan, tetapi kejatuhan SVB terus bergema di seluruh pasar keuangan global. Pemerintah juga menutup Signature Bank, bank daerah yang tertatih-tatih di ambang kehancuran dan menjamin simpanannya.

Sebagai tanda betapa seriusnya para pejabat menangani kegagalan SVB, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin, 13 Maret 2023, bahwa sistem perbankan AS aman. "Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan di atas semua ini," ujar Joe Biden. 


Sejarah Silicon Valley Bank

Didirikan pada 1983, Silicon Valley Bank, sesaat sebelum runtuh, merupakan bank komersial terbesar ke-16 di Amerika. Bank ini memberikan layanan perbankan ke hampir setengah dari semua perusahaan teknologi dan ilmu kehidupan yang didukung usaha AS. Bank SVB juga beroperasi di Kanada, Cina, Denmark, Jerman, Irlandia, Israel, Swedia dan Inggris.

SVB mendapat manfaat besar dari ledakan pertumbuhan sektor teknologi dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh biaya pinjaman yang sangat rendah dan ledakan permintaan layanan digital yang disebabkan oleh pandemi.

Aset bank, termasuk pinjaman, meningkat lebih dari tiga kali lipat dari US$ 71 miliar pada akhir 2019 menjadi US$ 220 miliar pada akhir Maret 2022, menurut laporan keuangan. Setoran membengkak dari US$ 62 miliar menjadi US$ 198 miliar selama periode itu, karena ribuan perusahaan rintisan teknologi memarkir uang mereka sebagai pemberi pinjaman. Jumlah karyawan globalnya lebih dari dua kali lipat.


Mengapa SVB runtuh?

Runtuhnya SVB datang tiba-tiba, setelah 48 jam yang hingar-bingar di mana pelanggan menarik simpanan secara bersamaan. Tapi akar kehancurannya telah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Seperti banyak bank lain, SVB menginvestasikan miliaran ke dalam obligasi pemerintah AS selama era suku bunga mendekati nol.

Namun semua berbalik arah ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif untuk menjinakkan inflasi. Saat suku bunga naik, harga obligasi turun, sehingga lonjakan suku bunga mengikis nilai portofolio obligasi SVB. Portofolio menghasilkan pengembalian rata-rata 1,79 persen minggu lalu, jauh di bawah hasil Treasury 10-tahun sekitar 3,9 persen.

Pada saat yang sama, kenaikan besar-besaran Fed menyebabkan suku bunga kredit lebih tinggi. Itu berarti perusahaan rintisan di bidang teknologi harus menyalurkan lebih banyak uang untuk membayar utang. Pada saat yang sama, mereka berjuang untuk mendapatkan pendanaan modal ventura baru. Itu memaksa perusahaan untuk menarik simpanan di SVB untuk mendanai operasi dan pertumbuhan.


Apa yang Memicu Penarikan Dana Serentak?

Penarikan dana tiba-tiba dipicu pada hari Rabu ketika pemberi pinjaman mengumumkan bahwa mereka telah menjual banyak sekuritas harga rendah dan akan US$ 2,25 miliar saham baru untuk menutup kerugian. Hal itu itu memicu kepanikan di kalangan nasabah, yang menarik uang mereka dalam jumlah besar.

Saham bank anjlok 60 persen pada Kamis dan menyeret saham bank lain turun secar bersama-sama karena investor mulai takut terulangnya krisis keuangan global satu setengah dekade lalu. Pada Jumat pagi, perdagangan saham SVB dihentikan dan menghentikan upaya untuk mengumpulkan modal atau mencari pembeli. Regulator California campur tangan, menutup bank dan menempatkannya dalam kurator di bawah Federal Deposit Insurance Corporation, yang biasanya berarti melikuidasi aset bank untuk membayar kembali deposan dan kreditur.


Bagaimana Nasib Deposan dan Investor?

Regulator AS mengatakan hari Minggu bahwa mereka akan menjamin semua simpanan nasabah SVB. Langkah ini bertujuan untuk mencegah lebih banyak penarikan uang di bank lain dan membantu perusahaan teknologi untuk terus membayar staf serta mendanai operasi mereka. Intervensi tidak sama dengan talangan pada 2008, yang berarti investor di saham dan obligasi perusahaan tidak akan dilindungi.

https://dunia.tempo.co/read/1702324/kronologi-runtuhnya-silicon-valley-bank-bangkrut-dalam-waktu-48-jam


Silicon Valley Bank (SVB) Bangkrut, Berikut Daftar Perusahaan yang Terkena Dampaknya 

15 Maret 2023

SVB Financial Group atau Silicon Valey Bank, bank yang berfokus pada startup, pekan lalu lalu menjadi bank terbesar yang mengalami kegagalan sejak krisis keuangan 2008. Dilansir Reuters pada Rabu (15/3/2023), kebangkrutan SVB mengguncang sistem keuangan global dan mendorong pihak regulator untuk turun tangan mengatasi dampak tersebut. 

Bangkrutnya SVB juga menimbulkan ketakutan tersendiri pada kenaikan suku bunga yang dapat mengekspos kerentanan pada aspek ekonomi global. SVB sendiri merupakan bank yang fokus kepada startup. 

Berikut beberapa daftar perusahaan di seluruh dunia yang memiliki simpanan di SVB:   

Amerika Serikat 

Perusahaan di Amerika Serikat mengungkapkan ada sekitar US$5 miliar deposito dan berbagai fasilitas kredit dengan bank. 

Roblox 

Roblox, perusahaan game online mengatakan bahwa pada 28 Februari, sekiranya 5 persen dari saldo kas dan sekuritas senilai US$3 miliar, atau sekitar US$150 juta disimpan di bank tersebut. 

Roku 

Produsen perangkat streaming ini mengatakan bahwa mereka memiliki sekitar US$487 juta, atau 26 persen dari kas yang disimpan di SVB. 

Buzzfeed 

Perusahaan yang bergerak di media digital ini mengatakan bahwa mereka memiliki kurang lebih US$56 juta dalam bentuk tunai yang disimpan di SVB. 

Sunlight Financial Holding INC 

Penyedia pembiayaan tenaga surya mengungkapkan bahwa sebagian besar kas perusahaan, yaitu US$64 juta dari US$73,2 juta ada di SVB pada 10 Maret. 

Acuityads Holding INC 

Perusahaan teknologi yang berbasis di Kanada itu mengatakan mempertahankan rekening bank AS dengan SVB yang berjumlah US$55 juta dalam bentuk deposito. 

Astra Space INC 

Perusahaan pembuat roket mengatakan uang tunai disimpan di deposito dengan SVB, dengan jumlah sekitar 15 persen dari uang tunai, setara kas, dan surat berharga perusahaan saat ini, pada 10 Maret. 

Cohu INC 

Perusahaan pembuat produk semikonduktor ini mengatakan memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo kurang lebih US$12,3 juta, yaitu sekitar 3,8 persen dari total kas dan investasi perusahaan. 

Rocket Lab USA INC 

Pada 31 Desember, perusahaan pembuat roket itu memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo sekitar US$38 juta, atau sekitar 7,9 persen dari total kas dan setara kas perusahaan serta surat berharga. 

Alkami Technology INC 

Penyedia solusi perbankan digital mengungkapkan memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo sekitar US$3,3 juta, bersama dengan sekitar US$8,3 juta dalam rekening "sweep" yang digunakan oleh SVB untuk membeli aset eksternal. 

Sewing Repair 

Perusahaan yang bergerak pada layanan penataan gaya online mengatakan pihaknya mengantisipasi batas kredit US$40 juta dengan SVB tidak akan tersedia karena keruntuhan bank.   


Eropa 

Ada beberapa perusahaan teknologi dan ilmu kehidupan di Eropa yang mengungkapkan bahwa ada sekitar $190 juta dampak SVB di Inggris dan Amerika Serikat. 

Trustpilot Group PLCs 

Perusahaan Denmark, yang menjalankan platform tinjauan global, mengatakan SVB UK adalah mitra perbankan utamanya, dengan $36 juta disimpan di bank dan saat ini ada sebesar  $18 juta yang sedang ditransfer SVB UK, tetapi masih menunggu konfirmasi. 

Diaseutics 

Perusahaan teknologi dan solusi untuk industri farmasi ini memiliki sebagian besar dari 22,2 juta pound dalam bentuk tunai di akun SVB dan mencoba memindahkan uangnya sebelum penutupan SVB tetapi transaksinya tertunda. 

Zealand Pharmacy 

Perusahaan pengembang obat Denmark memiliki simpanan sebesar 162,6 juta mahkota Denmark ($23,4 juta) di SVB. 

Pharming Group NV 

Perusahaan biofarmasi mengatakan memiliki simpanan $26 juta di SVB A.S. Mereka berharap tidak menganggung kerugian pada simpanannya. 

Kinnevik AB 

Perusahaan investasi yang berbasis di Swedia mengatakan bagian pro rata deposito SVB berjumlah kurang dari $20 juta. 

Alecta 

Dana pensiun Swedia, pemegang saham SVB sejak 2019, memiliki sekitar 1.200 miliar.   

Asia Pacific Nitro Software 

Pembuat perangkat lunak produktivitas Australia Nitro Software Ltd mengatakan bahwa mereka mempunyai sekitar US$12,18 juta dari cadangan kas globalnya yang disimpan di SVB.

https://ekonomi.bisnis.com/read/20230315/620/1637402/silicon-valley-bank-svb-bangkrut-berikut-daftar-perusahaan-yang-terkena-dampaknya.


Sri Mulyani soal Penyebab Bank Silicon Valley Bangkrut: Startup Anjlok!

Selasa, 14 Mar 2023 18:04 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap penyebab bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB). Menurut Sri Mulyani salah satu pemicu bangkrutnya SVB adalah kinerja perusahaan startup anjlok

Sri Mulyani menjelaskan SVB merupakan bank yang sangat khusus. Pendanaan yang dilakukan SVB hanya diberikan kepada perusahaan rintisan atau startup. Nah anjloknya kinerja startup di 2022 pun menimbulkan ancaman bagi bank tersebut.

"Banyak analisa awal yang muncul hari ini sebagai penyebab bangkrutnya SVB ini, karena ini bank yang khusus danai startup dan banyak sekali startup yang alami penurunan kinerja sangat dalam di 2022," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2023).

Anjloknya kinerja startup membuat ancaman penyaluran dana deposito yang dimiliki SVB untuk kredit ke perusahaan startup berkurang. Padahal dana deposito yang terhimpun sangat besar.

Sri Mulyani menjelaskan SVB mengalami kenaikan deposito yang dihimpun dengan sangat pesat. Jumlahnya meningkat 3 kali lipat dalam waktu kurang dari 2 tahun. Dengan kondisi ini neraca keuangan SVB pun akhirnya tertekan.

"SVB alami kenaikan deposito lebih dari 3 kali lipat dalam waktu kurang 2 tahun, deposito yang banyak dan kemudian penyalurannya tertahan karena kinerja startup menurun signifikan menyebabkan neraca keuangan tertekan," jelas Sri Mulyani.

Masalah bertambah ketika himpunan dana deposito yang tak bisa disalurkan ke perusahaan startup di SVB itu diarahkan untuk membeli surat berharga negara AS. Menurut Sri Mulyani, itu bukan pilihan yang tepat.

Pasalnya, investasi surat berharga negara tidak menguntungkan karena suku bunga bank sentral mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Akhirnya, surat berharga negara yang diambil atas nama SVB justru merugikan karena menurun harganya.

"Di sisi lain, deposito yang sangat tinggi itu dibelikan surat berharga negara di AS yang jangka waktunya panjang dan surat berharga negara alami penurunan nilai karena interest rate fed naik, maka harga surat berharganya malah mengalami koreksi," papar Sri Mulyani.

https://finance.detik.com/moneter/d-6618927/sri-mulyani-soal-penyebab-bank-silicon-valley-bangkrut-startup-anjlok.

Related Posts