Sunday, January 29, 2023

Kakeibo, Cara Nabung ala Jepang

6 Tips Nabung Pakai Metode Kakeibo Jepang, Bisa Cepat Kaya!

Menabung adalah salah satu kebiasaan yang perlu dilatih. Memiliki tabungan sangat penting agar siap menghadapi berbagai kemungkinan finansial yang terjadi di kemudian hari. Namun, meskipun sudah mengetahui teorinya, masih banyak orang yang sulit untuk mempraktikkan kebiasaan ini.

Bila Anda masuk ke dalam golongan orang yang susah menabung, Kakeibo mungkin cocok untuk diterapkan. Kakeibo adalah metode menabung ala orang Jepang yang banyak dilakukan oleh para ibu rumah tangga di Jepang. Metode yang memiliki arti 'buku besar keuangan rumah tangga' ini pertama kali diperkenalkan oleh Motoko Hani pada 1904.

Dilansir dari CNBC Make It, hal yang menjadi ciri khas Kakeibo adalah tidak menggunakan teknologi, seperti perangkat lunak anggaran, aplikasi, atau bahkan perangkat lunak Excel. Sebagai gantinya, Kakeibo menggunakan buku dan pulpen alias dicatat secara manual. Hal itu bertujuan agar seseorang dapat memproses dan mengamati kebiasaan pengeluaran keuangannya.

Menurut metode Kakeibo, ketika mencatat keuangan seseorang harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang, seperti kondisi keuangan, skala kebutuhan, fungsi barang, kondisi hati untuk menghindari pembelian impulsif, dan bagaimana perasaan yang mungkin ada setelah membeli barang.

Lantas, bagaimana cara menabung ala orang Jepang yang efektif?


1. Pertimbangkan dengan cermat sebelum membeli barang

Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya.

Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, belilah barang tersebut.


2. Jangan tergoda diskon

Barang diskon memang menjadi salah satu godaan terbesar ketika menabung, terlebih bila diskon tersebut jarang ditemukan. Maka dari itu, pikirkan secara cermat dan lihat apakah barang diskon itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Selain itu, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang itu akan benar dibeli bahkan jika tidak diskon.


3. Sering-sering cek saldo rekening

Sering memeriksa sisa saldo rekening yang tersisa dapat membantu Anda untuk mengontrol keuangan. Sebab, hal itu akan membantu Anda untuk fokus dalam mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan.


4. Bertransaksi pakai uang tunai

Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja.


5. Tulis pengingat di dompet

Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?"

Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja.


6. Hindari lingkungan yang membuat boros

Lingkungan sekitar adalah salah satu pemicu utama keborosan seseorang, seperti media sosial, surel promosi dari berbagai merek, hingga pertemanan. Maka dari itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan melihat postingan barang-barang tidak penting di media sosial hingga membatalkan langganan surel promosi merek.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230126173749-33-408572/6-tips-nabung-pakai-metode-kakeibo-jepang-bisa-cepat-kaya

Thursday, January 19, 2023

10 Dividen Saham Terbesar Tahun 2022

Pembayaran Dividen Bakal Ramai, Ini Daftar 10 Dividen Saham Terbesar Tahun 2022
Kamis, 19 Januari 2023 / 08:22 WIB


Siap-siap berburu dividen saham. Tahun 2023 ini diperkirakan banyak emiten yang akan melakukan pembayaran dividen hasil kerja tahun 2022 dengan jumlah besar. Sepanjang tahun 2022, banyak perusahaan meraih untung besar. Terutama perusahaan di sektor pertambangan batubara, kelapa sawit, dan energi.

Lonjakan harga minyak mentah dunia, batubara, dan CPO mendatangkan keuntungan besar. Walhasil, ada potensi pembayaran dividen yang semakin besar tahun 2023 ini.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2022 juga banyak perusahaan yang meraih untung besar dan melakukan pembayaran dividen jumbo. Rasio pembayaran dividen saham tersebut mencapai di atas 10% dari harga saham saat kebijakan diumumkan.

Berikut daftar 10 emiten saham yang melakukan pembayaran dividen terbesar tahun 2022:


PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

BSSR melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,13 triliun. Yield dividen saham BSSR tahun 2022 adalah 33,59% dengan nilai dividen Rp 972,52 per saham.


PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)

MBAP melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 sebanyak Rp 556,60 miliar. Yield dividen saham MBAP mencapai 21,2%. Lalu nilai dividen per saham MBAP Rp 861,00.


PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

GEMS melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 4,28 triliun. Yield dividen saham GEMS mencapai 19,81%. Nilai dividen per saham GEMS adalah Rp 805,82.


PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 9,49 triliun. Yield dividen saham ISAT sebesar 19,55%. Nilai dividen saham ISAT Rp 248,06.


PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 835,38 miliar. Yield dividen saham PTBA sebesar 18,41%. Nilai dividen saham PTBA Rp688,52 per saham.


PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,52 triliun. Yield dividen saham ITMG sebesar 17,56%. Nilai pembayaran dividen saham PTBA Rp 4.258,00 per saham.


PT Indorama Synthetics (INDR)

INDR melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 sebesar Rp 940 per saham. Yield dividen saham INDR adalah 16,21%.


PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)

MPMX melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 496,30 miliar. Yield dividen saham MPMX sebesar 15,79%. Nilai pembayaran dividen saham MPMX sebesar Rp 180 per saham.


PT Hexindo Adiperkasa (HEXA)

HEXA melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,01 triliun. Nilai pembayaran dividen saham HEXA mencapai Rp 799,07 per lembar. Yield dividen saham HEXA sebesar 15,15% per saham.


PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG)

AMAG melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 250,07 miliar. Nilai pembayaran dividen saham AMAG Rp 50,00 per saham. Dividen yield saham AMAG sebesar 13,81% per saham


Tips investor pemburu dividen saham

Investor mesti cermat dalam mencuil cuan pembayaran dividen saham. Salah satu risiko dari dividen adalah perangkap dividen alias dividend trap.

Dividend trap terjadi ketika harga saham suatu emiten turun karena pembagian dividennya. Seringkali, harga saham akan jatuh pada tanggal ex date dividend.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo menilai, membeli saham hanya karena melihat besaran aspek dividend yield yang tinggi dapat membuat investor terjebak dalam perangkap dividen. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk menggunakan strategi yang tepat ketika memilih saham yang membagikan dividen.

Pertama, jangan hanya terpaku pada dividend yield tinggi. Saat mencari saham pembagi dividen, seringkali investor tergoda untuk memilih saham dengan yield tinggi. Menurut Handiman, pola ini tidak selalu menjadi strategi yang terbaik. 

Sebab, emiten dapat menawarkan dividend yield yang tinggi hanya karena perusahaan tersebut berada dalam siklus bisnis yang menguntungkan, seperti yang terjadi pada emiten di sektor energi saat ini. 

Di sisi lain, ada juga perusahaan yang  mungkin menawarkan dividend yield yang sangat tinggi karena baru saja mendapatkan laba yang luar biasa, yang bisa saja tidak berulang kembali ke depan.

Dividend yield yang tinggi juga dapat tercipta dari penurunan harga saham, seiring dengan prospek perusahaan yang meredup. Dengan demikian, penting bagi investor untuk memahami alasan di balik tingginya dividend yield.

Kedua, cermati rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR). Rasio pembayaran dividen lebih dari 100% tidak selalu menjadi indikator yang baik, karena rasio ini tidak akan berkelanjutan dalam jangka panjang. 

Handiman menilai, tidak ada patokan rasio pembayaran dividen karena besaran dividen akan sangat bervariasi antar sektor. Hanya, saja dividend payout ratio antara 30% sampai 70% dianggap cukup menarik  bagi pemegang saham dan cukup kondusif dalam mendukung pertumbuhan organik/anorganik suatu emiten.

Ketiga, membedah kinerja keuangan emiten, seperti laba, arus kas, utang, ekuitas, dan potensi pertumbuhan. Misalkan, dividen yang sehat akan dibayarkan dari laba perusahaan saat ini, bukan dari laba ditahan. Contoh lainnya adalah sebuah perusahaan akan dapat membayar dividen jika memiliki kas yang cukup dan arus kas yang positif.

Keempat, mencermati konsistensi emiten dalam membagikan dividen. Emiten dengan pertumbuhan laba bersih yang stabil dan/atau rutin dalam kebijakan dividen memiliki potensi pembagian yang lebih jelas.

Kelima, senantiasa berhati-hati saat mengejar saham hanya karena pembagian dividennya. Menurut Handiman, waktu paling berisiko untuk membeli saham adalah ketika perusahaan sudah mengumumkan dividennya. Seringkali, dividend hunter jangka pendek jatuh ke dividend trap karena mereka membeli saham setelah perusahaan mengumumkan dividennya.

Meskipun mungkin tidak menghilangkan risiko dividend trap sepenuhnya, secara umum akan lebih baik bagi investor membeli saham jauh sebelum pengumuman pembagian dividen. 

“Investor harus hati-hati mempelajari potensi dividen saham berdasarkan posisi laba bersih saat ini, kondisi keuangan, dan riwayat pembagian dividen. Namun, jauh lebih bijaksana untuk membeli saham karena potensi dividen jangka panjangnya,” kata Handiman.

Handiman juga menyarankan investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi, yang terdiri dari saham berbagai sektor dan karakteristik bisnis. Saham growth stock bisa menjadi inti dari portofolio. Sementara itu, saham dengan yield dividend tinggi dapat melengkapi susunan portofolio.

Adapun saham pembagi dividen ala Mirae Asset Sekuritas yang bisa untuk investasi jangka panjang diantaranya saham growth stock meliputi ACES, ADMF, AKRA, ARNA, ASGR, BBCA, BBRI, BJBR, BJTM, BMRI, BNGA, CLPI, DLTA, DVLA , EKAD, FISH, ICBP, IFII, INDF, KLBF, LPGI, MEGA, MERK, MFIN, MTDL, MYOR, PBID, POWR, PRDA, SCCO, SIDO, SMSM, TGKA, TLKM, TSPC, dan TOWR.

Lalu saham dengan yield dividend tinggi yakni ADRO, BSSR, GEMS, HEXA, ITMG, MBAP, MPMX, NRCA, PTBA, TOTL, dan UNTR.


Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/pembayaran-dividen-bakal-ramai-ini-daftar-10-dividen-saham-terbesar-tahun-2022

Related Posts