Monday, August 19, 2024

Pelajaran dari Lo Kheng Hong

Investasi di Waktu Terburuk: Pelajaran dari Lo Kheng Hong

Lo Kheng Hong, sering dijuluki sebagai "Warren Buffett-nya Indonesia," adalah seorang investor sukses yang terkenal karena pendekatan investasinya yang sederhana namun sangat efektif. Salah satu kutipan terkenal dari Lo Kheng Hong adalah, "Investasilah di Waktu Terburuk." Kutipan ini mungkin terdengar kontradiktif bagi sebagian orang, namun bagi para investor berpengalaman, ini adalah prinsip emas yang mengarahkan mereka menuju kesuksesan finansial.

Memahami Makna "Waktu Terburuk"

"Waktu terburuk" dalam konteks investasi merujuk pada masa-masa ketika pasar mengalami penurunan tajam atau krisis ekonomi. Ini adalah saat di mana banyak investor panik dan menjual aset mereka, menyebabkan harga saham turun drastis. Dalam situasi seperti ini, sebagian besar orang cenderung menghindari pasar, takut kehilangan lebih banyak uang. Namun, bagi Lo Kheng Hong dan investor berpengalaman lainnya, inilah momen yang paling tepat untuk membeli saham.

Mengapa? Karena saat pasar berada di titik terendah, banyak saham yang memiliki fundamental kuat dijual dengan harga murah. Ini adalah kesempatan emas untuk membeli aset berkualitas dengan diskon besar. Dalam jangka panjang, ketika ekonomi pulih, nilai saham-saham ini cenderung naik kembali, memberikan keuntungan besar bagi mereka yang berani berinvestasi di tengah ketidakpastian.

Keberanian Melawan Arus

Investasi di waktu terburuk membutuhkan keberanian dan keyakinan. Ini bukan tentang mengikuti tren atau sentimen pasar, tetapi tentang memiliki visi jangka panjang dan kepercayaan diri terhadap nilai intrinsik dari aset yang dibeli. Lo Kheng Hong sendiri adalah contoh nyata dari keberhasilan strategi ini. Dengan membeli saham-saham perusahaan yang undervalued saat krisis, ia berhasil mengumpulkan kekayaan yang luar biasa.

Sebagai contoh, salah satu langkah investasi Lo Kheng Hong yang paling terkenal adalah pembelian saham PT United Tractors Tbk (UNTR) pada saat krisis ekonomi tahun 1998. Saat itu, harga saham UNTR terjun bebas karena kondisi ekonomi yang memburuk. Namun, Lo Kheng Hong melihat potensi jangka panjang perusahaan ini dan memutuskan untuk membeli dalam jumlah besar. Keputusan ini terbukti sangat menguntungkan ketika ekonomi pulih dan nilai saham UNTR naik tajam.

Mengapa Waktu Terburuk Menjadi Waktu Terbaik?

Ada beberapa alasan mengapa investasi di waktu terburuk dapat menjadi sangat menguntungkan:

  1. Harga yang Murah: Saat pasar jatuh, banyak saham berkualitas yang dijual dengan harga jauh di bawah nilai sebenarnya. Ini memberikan peluang bagi investor untuk membeli aset-aset ini dengan harga yang lebih murah.

  2. Potensi Keuntungan Besar: Ketika ekonomi pulih, harga saham cenderung naik kembali. Investor yang membeli di titik terendah dapat menikmati keuntungan yang signifikan.

  3. Kesempatan untuk Menjadi Kontrarian: Berani membeli saat orang lain menjual adalah salah satu prinsip utama dari investasi kontrarian. Ini memungkinkan investor untuk mengambil posisi di pasar sebelum tren berubah dan mendapatkan keuntungan dari kebangkitan pasar.

  4. Diversifikasi Portofolio: Saat krisis, banyak sektor mengalami penurunan harga. Ini adalah kesempatan untuk mendiversifikasi portofolio dengan membeli aset dari berbagai sektor yang berpotensi tumbuh di masa depan.

Risiko dan Pertimbangan

Meskipun investasi di waktu terburuk memiliki potensi besar, ini juga bukan tanpa risiko. Tidak semua saham yang murah adalah investasi yang baik. Penting bagi investor untuk melakukan riset mendalam dan memahami fundamental perusahaan sebelum membeli. Selain itu, investor juga harus siap menghadapi volatilitas jangka pendek dan memiliki ketahanan mental untuk bertahan selama masa-masa sulit.

Kesimpulan

Kutipan Lo Kheng Hong, "Investasilah di Waktu Terburuk," mengajarkan kita bahwa kesuksesan dalam investasi tidak hanya tentang membeli di waktu yang tepat, tetapi juga tentang berani mengambil risiko saat orang lain ragu. Ini adalah pelajaran tentang keberanian, ketekunan, dan keyakinan pada nilai jangka panjang. Bagi investor yang mampu mengatasi ketakutan dan memanfaatkan peluang di tengah krisis, waktu terburuk dapat menjadi waktu terbaik untuk membangun kekayaan di masa depan.

Monday, July 1, 2024

Petrodollars

Sejarah Penemuan Minyak di Arab Saudi

Penemuan minyak di Arab Saudi adalah salah satu peristiwa paling signifikan dalam sejarah ekonomi modern. Penemuan ini tidak hanya mengubah Arab Saudi menjadi salah satu negara terkaya di dunia, tetapi juga mengubah dinamika ekonomi global. Berikut adalah tinjauan sejarah tentang bagaimana minyak ditemukan di Arab Saudi.


Latar Belakang

Pada awal abad ke-20, sebagian besar ekonomi Arab Saudi masih bergantung pada perdagangan dan pertanian. Namun, dengan meningkatnya permintaan global akan minyak bumi, banyak perusahaan minyak mulai mencari cadangan minyak baru di seluruh dunia. Timur Tengah, dengan formasi geologinya yang menjanjikan, menarik perhatian perusahaan-perusahaan tersebut.


Langkah Awal: Ekspedisi Penelitian

Pada tahun 1933, pemerintah Arab Saudi menandatangani sebuah perjanjian dengan Standard Oil of California (SoCal), yang kemudian dikenal sebagai Chevron. Perjanjian ini memberikan hak kepada SoCal untuk melakukan eksplorasi minyak di wilayah Arab Saudi. Pada tahun yang sama, SoCal membentuk anak perusahaan bernama California Arabian Standard Oil Company (CASOC) untuk menjalankan operasi ini.


Penemuan Dammam No. 7

Meskipun usaha awal CASOC tidak membuahkan hasil yang signifikan, tekad dan kesabaran mereka akhirnya terbayar. Pada tanggal 3 Maret 1938, setelah beberapa tahun melakukan pengeboran tanpa hasil yang memuaskan, CASOC berhasil menemukan minyak dalam jumlah besar di sumur Dammam No. 7, yang terletak di dekat Dhahran. Penemuan ini menandai dimulainya era minyak di Arab Saudi.


Pengembangan dan Ekspansi

Setelah penemuan Dammam No. 7, eksplorasi minyak di Arab Saudi berkembang dengan pesat. Pada tahun 1944, nama perusahaan berubah menjadi Arabian American Oil Company (Aramco), dan perusahaan ini terus memperluas operasi pengeborannya. Aramco menemukan lebih banyak ladang minyak di wilayah tersebut, termasuk ladang Ghawar, yang hingga saat ini merupakan ladang minyak terbesar di dunia.


Dampak Ekonomi dan Sosial

Penemuan minyak membawa transformasi ekonomi yang luar biasa bagi Arab Saudi. Pendapatan dari minyak memungkinkan kerajaan untuk mengembangkan infrastruktur modern, termasuk jalan raya, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas umum lainnya. Minyak juga memberikan Arab Saudi pengaruh yang signifikan dalam politik global, terutama dalam organisasi seperti OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).


Nasionalisasi dan Kendali Penuh

Pada tahun 1980, pemerintah Arab Saudi mengambil alih kendali penuh atas Aramco, yang kemudian diubah namanya menjadi Saudi Aramco. Nasionalisasi ini memungkinkan kerajaan untuk sepenuhnya mengendalikan sumber daya minyaknya dan memaksimalkan keuntungan dari penjualan minyak.


Penemuan minyak di Arab Saudi tidak hanya mengubah nasib negara tersebut tetapi juga memiliki dampak yang luas terhadap ekonomi global. Dari sebuah negara dengan ekonomi yang berbasis pada perdagangan dan pertanian, Arab Saudi berubah menjadi salah satu negara terkaya di dunia dengan pengaruh besar dalam ekonomi dan politik internasional. Penemuan minyak telah memungkinkan Arab Saudi untuk membangun infrastruktur modern dan meningkatkan standar hidup warganya, menjadikannya salah satu kisah sukses terbesar dalam sejarah penemuan sumber daya alam.


Hubungan Minyak di Arab Saudi dengan Pemakaian Dollar Amerika Serikat

Minyak dan dollar Amerika Serikat (USD) memiliki hubungan yang sangat erat dan saling mempengaruhi dalam konteks ekonomi global. Arab Saudi, sebagai salah satu produsen minyak terbesar di dunia, memainkan peran kunci dalam dinamika ini. Artikel ini akan membahas bagaimana minyak di Arab Saudi terkait dengan penggunaan USD dan dampaknya terhadap ekonomi global.


Sejarah Penggunaan Dollar dalam Transaksi Minyak

Pada awal abad ke-20, ketika produksi minyak mulai meningkat, sebagian besar transaksi minyak dilakukan dalam mata uang negara penghasil atau pembeli. Namun, situasi ini berubah pada tahun 1970-an. Krisis minyak tahun 1973 dan kekuatan ekonomi Amerika Serikat menyebabkan USD menjadi mata uang utama dalam perdagangan minyak global. Perjanjian antara Amerika Serikat dan Arab Saudi memainkan peran penting dalam perubahan ini.


Perjanjian Quincy dan Peran Dollar

Pada tahun 1945, Raja Abdulaziz Al Saud dan Presiden Franklin D. Roosevelt menandatangani Perjanjian Quincy di atas kapal USS Quincy. Meskipun perjanjian ini tidak secara eksplisit menetapkan penggunaan USD dalam perdagangan minyak, ini menandai awal dari hubungan dekat antara Arab Saudi dan Amerika Serikat. Pada tahun 1974, setelah krisis minyak, Amerika Serikat dan Arab Saudi mencapai kesepakatan di mana Arab Saudi setuju untuk menjual minyaknya dalam USD sebagai imbalan atas dukungan militer dan perlindungan politik dari Amerika Serikat. Inilah awal mula penggunaan USD secara luas dalam transaksi minyak global, yang dikenal sebagai "petrodollar."


Mekanisme Petrodollar

Petrodollar mengacu pada pendapatan yang diperoleh negara-negara pengekspor minyak dari penjualan minyak dalam USD. Sistem ini memperkuat posisi USD sebagai mata uang cadangan global dan memberikan likuiditas besar pada pasar keuangan Amerika Serikat. Negara-negara pengekspor minyak, termasuk Arab Saudi, menyimpan sebagian besar pendapatan mereka dalam bentuk aset berdenominasi USD, seperti obligasi pemerintah Amerika Serikat.


Dampak Terhadap Ekonomi Global

Pengaruh terhadap Nilai Tukar: Permintaan yang tinggi untuk USD dari perdagangan minyak membantu menjaga nilai tukar USD tetap kuat. Negara-negara membutuhkan USD untuk membeli minyak, yang memperkuat permintaan global untuk mata uang ini.

Stabilitas Ekonomi Amerika Serikat: Aliran petrodollar ke dalam ekonomi Amerika Serikat membantu mendanai defisit anggaran dan memungkinkan pemerintah untuk mengeluarkan lebih banyak obligasi dengan tingkat suku bunga yang relatif rendah.

Dampak pada Negara-negara Pengekspor Minyak: Negara-negara seperti Arab Saudi memperoleh keuntungan besar dari penjualan minyak dalam USD. Namun, mereka juga menjadi rentan terhadap fluktuasi nilai tukar USD dan perubahan kebijakan moneter Amerika Serikat.


Tantangan dan Perubahan di Masa Depan

Meskipun petrodollar telah mendominasi perdagangan minyak selama beberapa dekade, ada tanda-tanda perubahan di masa depan. Beberapa negara pengekspor minyak mulai mencari diversifikasi mata uang untuk mengurangi ketergantungan mereka pada USD. Selain itu, peningkatan penggunaan energi terbarukan dan perubahan dinamika geopolitik dapat mempengaruhi sistem petrodollar.


Hubungan antara minyak Arab Saudi dan penggunaan USD adalah salah satu pilar utama ekonomi global modern. Perjanjian strategis antara Arab Saudi dan Amerika Serikat telah membuat USD menjadi mata uang utama dalam perdagangan minyak, yang memberikan keuntungan ekonomi signifikan bagi kedua belah pihak. Namun, tantangan dan perubahan di masa depan dapat mengubah dinamika ini, sehingga penting untuk terus memantau perkembangan di sektor energi dan keuangan global.

Thursday, June 13, 2024

Financial Freedom dengan The Four Percent Rule

Rumus The 4 Percent Rule untuk Bebas Finansial.

Pengantar.

Mencapai kebebasan finansial adalah impian banyak orang, dan salah satu cara populer untuk mencapainya adalah dengan menggunakan "The 4 Percent Rule". Rumus ini menawarkan panduan sederhana namun efektif untuk menentukan seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk pensiun dan hidup tanpa khawatir tentang keuangan.


Apa Itu The 4 Percent Rule?.

The 4 Percent Rule adalah aturan yang digunakan untuk menentukan jumlah penarikan tahunan dari tabungan pensiun. Rumus ini menyatakan bahwa jika Anda menarik 4% dari total portofolio investasi Anda di tahun pertama pensiun dan menyesuaikan jumlah tersebut dengan inflasi setiap tahun, Anda kemungkinan besar tidak akan kehabisan uang selama 30 tahun masa pensiun Anda.


Cara Kerja dari konsep The 4 Percent Rule adalah sebagai berikut,


1. Menghitung Total Portofolio.

Tentukan total nilai portofolio investasi Anda. Ini termasuk tabungan, saham, obligasi, dan investasi lainnya.

Menghitung 4% dari Total Portofolio: Kalikan total nilai portofolio Anda dengan 0,04 (4%). Jumlah ini adalah penarikan tahunan Anda.


2. Penyesuaian Inflasi.

Setiap tahun, sesuaikan jumlah penarikan dengan tingkat inflasi untuk menjaga daya beli Anda.

Contoh.

Jika Anda memiliki portofolio investasi senilai 1 miliar rupiah, menurut The 4 Percent Rule, Anda dapat menarik 40 juta rupiah di tahun pertama pensiun. Tahun berikutnya, jika inflasi adalah 2%, Anda akan menarik 40,8 juta rupiah (40 juta + 2%).


Adapun beberapa Manfaat dari The 4 Percent Rule adalah sebagai berikut,

1. Kesederhanaan.

Aturan ini mudah dipahami dan diterapkan, membuat perencanaan pensiun lebih sederhana.


2. Perencanaan Jangka Panjang.

Membantu Anda merencanakan keuangan untuk jangka panjang, memastikan dana pensiun cukup untuk masa pensiun yang panjang.


3. Kedamaian Pikiran.

Menawarkan kerangka kerja yang jelas untuk penarikan dana, mengurangi kekhawatiran tentang kehabisan uang di masa pensiun.


Batasan dan Pertimbangan

Ada beberapa Batasan dan Pertimbangan yang perlu diperhatikan, yaitu,


1. Perubahan Pasar.

Pasar saham dan obligasi dapat berfluktuasi, yang mungkin mempengaruhi portofolio Anda.


2. Tingkat Inflasi.

Tingkat inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat mempengaruhi daya beli Anda.


3. Kebutuhan Individu.

Setiap individu memiliki kebutuhan dan gaya hidup yang berbeda, sehingga aturan ini mungkin perlu disesuaikan.


Kesimpulan.

The 4 Percent Rule adalah alat yang berguna untuk membantu merencanakan pensiun dan mencapai kebebasan finansial. Dengan mengikuti aturan ini, Anda dapat memastikan bahwa tabungan pensiun Anda cukup untuk mendukung gaya hidup Anda tanpa khawatir kehabisan dana. Namun, penting untuk terus memantau investasi dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan pribadi dan perubahan kondisi ekonomi.

Tuesday, June 4, 2024

Risiko Capital Loss dalam Investasi Saham


Memahami Risiko Capital Loss dalam Investasi Saham: Panduan untuk Investor.

Investasi saham memang menawarkan potensi keuntungan yang besar, namun di balik potensi tersebut, ada risiko yang harus diwaspadai oleh setiap investor. Salah satu risiko terbesar adalah capital loss. Apa sebenarnya capital loss dan bagaimana kita bisa menghadapinya? Mari kita bahas lebih lanjut.


Apa Itu Risiko Capital Loss?.

Capital loss terjadi ketika nilai saham yang kita miliki turun di bawah harga beli. Ini berarti kita mengalami kerugian jika menjual saham tersebut. Risiko ini sangat erat kaitannya dengan fluktuasi harga saham yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

1. Kondisi Pasar.

Pasar saham sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global dan domestik. Ketidakstabilan politik, perubahan kebijakan ekonomi, dan kejadian global lainnya bisa menyebabkan fluktuasi harga saham.

2. Kinerja Perusahaan.

Kinerja keuangan perusahaan tempat kita berinvestasi juga berpengaruh besar. Laporan keuangan yang buruk, skandal perusahaan, atau perubahan manajemen bisa menurunkan harga saham.

3. Berita Ekonomi.

Berita tentang ekonomi, baik yang positif maupun negatif, dapat mempengaruhi sentimen pasar. Misalnya, berita tentang peningkatan inflasi atau kenaikan suku bunga dapat menurunkan harga saham.


Dampak Risiko Capital Loss.

Risiko capital loss tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga memiliki implikasi yang lebih luas, antara lain:

1. Kerugian Finansial.

Kerugian ini tentu saja berdampak langsung pada nilai portofolio investasi kita. Semakin besar capital loss, semakin berkurang nilai investasi kita.

2. Psikologis Investor.

Menghadapi kerugian bisa menimbulkan stres dan ketakutan. Hal ini bisa mempengaruhi keputusan investasi kita di masa depan, seringkali membuat kita ragu untuk mengambil langkah yang seharusnya.

3. Keputusan Investasi di Masa Depan.

Investor yang mengalami capital loss cenderung menjadi lebih konservatif dan mungkin menghindari risiko di masa depan, meskipun peluang investasi yang baik muncul.


Cara Menghadapi Risiko Capital Loss.

Walaupun risiko capital loss tidak bisa dihindari sepenuhnya, ada beberapa strategi yang dapat membantu kita mengelolanya:

1. Diversifikasi Portofolio.

Jangan menaruh semua uang di satu jenis saham atau sektor. Diversifikasi portofolio dengan berbagai saham dari sektor yang berbeda bisa membantu mengurangi risiko kerugian besar.

2. Analisis Fundamental dan Teknikal.

Lakukan analisis mendalam terhadap saham yang akan dibeli. Analisis fundamental meliputi kinerja keuangan perusahaan, sedangkan analisis teknikal melibatkan studi pola harga saham.

3. Jangan Panik.

Fluktuasi pasar adalah hal yang biasa. Jangan terburu-buru menjual saham saat harga turun. Evaluasi terlebih dahulu apakah penurunan tersebut bersifat sementara atau permanen.

4. Tetapkan Batas Kerugian.

Tentukan batas kerugian yang dapat diterima sebelum berinvestasi. Ini akan membantu mengambil keputusan yang rasional dan tidak emosional saat harga saham turun.

5. Pendidikan dan Informasi.

Selalu tingkatkan pengetahuan tentang pasar saham dan ikuti berita ekonomi terkini. Investor yang terinformasi dengan baik cenderung membuat keputusan yang lebih baik.


Kesimpulan.

Capital loss adalah bagian dari risiko yang melekat pada investasi saham. Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham dan menerapkan strategi yang tepat, kita bisa mengelola risiko ini dengan lebih baik. Ingatlah bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang, dan menghadapi tantangan seperti capital loss adalah bagian dari proses menuju kesuksesan finansial.

Menghadapi risiko dengan bijak dan tetap tenang dalam mengambil keputusan adalah kunci utama dalam berinvestasi. Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda dalam mengelola investasi saham dan menghadapi risiko capital loss.

Friday, May 17, 2024

Tips Investasi dari Warren Buffett bagi Pemula



Tips Investasi : Nasihat Bijak dari Warren Buffett dan Strategi Praktis untuk Pemula.

Beberapa perekonomian besar dunia kini berada di jurang resesi. Meskipun pasar saham masih belum sepenuhnya terpengaruh, banyak investor merasa cemas untuk masuk ke bursa saat ini. Berinvestasi di masa sulit memang membutuhkan pertimbangan matang. Namun, guru investasi Warren Buffett memberikan beberapa nasihat bijak yang dapat membantu Anda.


Fokus pada Peluang daripada Risiko.

Berinvestasi dalam saham selalu berisiko, dan selama resesi, prospek bisa menjadi lebih menakutkan. Alih-alih terpaku pada risiko, Warren Buffett menyarankan untuk fokus pada peluang yang ada. Saat nilai saham menurun, Anda memiliki kesempatan untuk membeli saham dengan harga lebih murah. Ini adalah waktu yang tepat untuk membangun portofolio yang solid dengan saham-saham berkualitas yang sebelumnya mungkin di luar jangkauan.

Buffett mengatakan, "Meskipun saham yang Anda miliki mungkin kehilangan nilai selama resesi, jangan menjual investasi dengan kerugian. Fokuslah pada peluang untuk menambah saham berkualitas ke portofolio Anda."


Ambil Peluang di Tengah Ketidakpastian.

Menurut Buffett, sangat mudah untuk berinvestasi ketika pasar terus naik. Namun, peluang terbaik sering kali muncul saat pasar bergejolak. Dengan mengambil pendekatan jangka panjang, Anda kemungkinan besar akan mendapatkan hasil yang baik. Jika Anda berani membeli saham selama resesi dan menahan saham tersebut dalam jangka panjang, ada peluang besar untuk mendapatkan keuntungan yang signifikan.

Co-founder Motley Fool, David Gardner dan Tom Gardner, juga memberikan saran berharga. Mereka telah mengungkapkan dua rekomendasi saham baru yang diyakini memiliki potensi besar. Mereka menekankan pentingnya mengambil peluang di tengah ketidakpastian pasar untuk mendapatkan keuntungan jangka panjang.


Manfaat dari Dana Indeks.

Bagi investor yang tidak yakin bagaimana berinvestasi saat ini, Buffett merekomendasikan dana indeks. Dana indeks, seperti S&P 500, memberi Anda eksposur ke 500 perusahaan publik terbesar saat ini. Ini adalah pilihan yang baik bagi mereka yang tidak ingin mengambil risiko memuat saham individu. Dengan berinvestasi di pasar yang lebih luas, Anda mengurangi risiko memilih perusahaan yang berkinerja buruk dalam waktu dekat.


Nasihat untuk Investor Pemula.

Pakar investasi Wall Street memberikan saran penting bagi investor pemula: abaikan emosi Anda. Warren Buffett mengatakan, "Jangan pernah berinvestasi dengan emosi." Mengubah investasi berdasarkan emosi bertentangan dengan prinsip investasi jangka panjang. Sebaliknya, temukan perusahaan yang layak untuk diinvestasikan dan tetaplah dengan mereka.

Sangat penting belajar sebanyak mungkin sebelum berinvestasi. "Luangkan waktu untuk berinvestasi. Anda tidak akan melewatkan peluang besar jika tidak berinvestasi hari ini," katanya. Ia sendiri membutuhkan waktu dua tahun untuk menemukan gaya investasinya sendiri.


Tips Praktis untuk Berinvestasi.

Berikut beberapa tips praktis berinvestasi, yaitu sebagai berikut: 

1. Pahami Risiko dan Peluang.

Jangan biarkan ketakutan menghentikan Anda dari berinvestasi. Evaluasi peluang yang ada dan ambil keputusan yang didasarkan pada data dan analisis.

2. Diversifikasi Portofolio. 

Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang. Diversifikasikan investasi Anda untuk mengurangi risiko.

3. Gunakan Data Indeks.

Jika Anda tidak yakin dalam memilih saham individu, pertimbangkan untuk berinvestasi dalam dana indeks yang mencakup banyak perusahaan besar.

4. Belajar dan Edukasi Diri. 

Luangkan waktu untuk mempelajari investasi dan pasar saham. Baca buku, ikuti kursus online, dan dengarkan nasihat dari ahli seperti Warren Buffett.

5. Tetap Tenang dan Fokus pada Jangka Panjang. 

Pasar saham bisa bergejolak, tetapi tetaplah fokus pada tujuan jangka panjang Anda. Jangan panik dan jual saham saat pasar turun.


Kesimpulan.

Berinvestasi di masa resesi memang menantang, tetapi dengan strategi yang tepat dan nasihat bijak dari para ahli, Anda dapat mengatasi ketidakpastian dan membangun portofolio yang kuat. Fokus pada peluang, manfaatkan dana indeks, dan terus belajar untuk menjadi investor yang lebih baik. Dengan pendekatan jangka panjang, Anda akan siap menghadapi berbagai tantangan pasar dan meraih kesuksesan dalam investasi Anda.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20200805092551-33-177489/takut-investasi-saat-resesi-simak-saran-jitu-warren-buffett

https://internasional.kontan.co.id/news/cobalah-saran-warren-buffett-ini-jika-masih-takut-berinvestasi

Tuesday, May 14, 2024

The Latte Factor



Faktor Latte: 7 Pelajaran Penting dari Secangkir Kopi.

Konsep Faktor Latte dipopulerkan oleh penulis David Bach. Intinya sederhana: jumlah uang kecil yang kita habiskan secara teratur bisa menelan biaya jauh lebih besar dari yang kita bayangkan.

Meskipun konsep ini sederhana, Faktor Latte telah menimbulkan kontroversi. Seperti yang dilaporkan oleh Mandi Woodruff dari Business Insider, Helaine Olen dalam bukunya, Pound Foolish: Exposing the Dark Side of the Personal Finance Industry, mengkritik Faktor Latte. Beberapa kritikannya antara lain:


Asumsi Bach bahwa harga latte adalah $5 terlalu tinggi. Harga latte sebenarnya lebih murah.

Bach berasumsi bahwa kita bisa mendapatkan keuntungan 10% atau 11% jika menginvestasikan uang tersebut. Olen berpendapat bahwa angka tersebut tidak realistis.

Namun, kritik tersebut kurang memahami inti dari Faktor Latte. Pertama, Faktor Latte bukan hanya tentang latte. Ini tentang pengeluaran kecil lain yang kita keluarkan. Kedua, berdebat tentang tingkat pengembalian investasi hanya mengubah angka, tetapi tidak mengubah pelajaran penting yang bisa kita ambil.


Konsep sederhana ini bisa mengajarkan segala hal yang perlu kita ketahui untuk mencapai kebebasan finansial. Berikut adalah tujuh pelajaran penting yang bisa kita ambil dari Faktor Latte:


1. Bunga Majemuk.

Jumlah uang kecil yang diinvestasikan secara konsisten akan tumbuh menjadi jumlah yang besar. Kita tidak perlu berasumsi $5 sehari dengan pengembalian 11%. Mari kita asumsikan $3,50 sehari dengan pengembalian 6%. Seperti yang ditunjukkan oleh Vanguard dalam sebuah artikel, hasilnya dalam 30 tahun adalah $106.000. Kalkulator ini akan menunjukkan hasilnya berdasarkan asumsi jumlah dan pengembalian yang Anda masukkan sendiri.


2. Waktu.

Dalam artikel tersebut, Vanguard berasumsi kita menginvestasikan $3,50 sehari selama 30 tahun. Apa yang terjadi jika kita memperpanjang waktu tersebut menjadi 40 tahun, atau mempersingkatnya menjadi 20 tahun? Jika kita berhenti menabung dan berinvestasi setelah 20 tahun, kita akan memiliki sekitar $48.000, berbeda sekitar $60.000. Jika kita terus berinvestasi selama 40 tahun, saldo kita akan tumbuh menjadi $209.000, perbedaan lebih dari $100.000. Waktu sangat penting. Pikirkan hal ini ketika Anda mempertimbangkan apakah harus menunggu sampai semua utang terbayar sebelum mulai berinvestasi.


3. Pengembalian.

Olen mengkritik asumsi pengembalian 10%. Ini adalah poin penting karena perubahan 1% saja, dengan cukup waktu, berdampak besar pada kekayaan kita. Vanguard berasumsi pengembalian 6%. Jika kita mengubah asumsi tersebut menjadi 7%, $106.000 berubah menjadi lebih dari $128.000. Pertimbangkan ini saat penasihat keuangan mencoba meyakinkan Anda bahwa biaya 1% itu wajar.


4. Lebih dari Sekedar Latte.

Fokus hanya pada secangkir kopi adalah pemahaman yang salah. Faktor Latte berlaku untuk segala hal, mulai dari biaya kabel hingga kepemilikan mobil. Banyak keluarga bisa menghemat ratusan dolar setiap bulan dengan meninjau tagihan bulanan mereka. Saya menyebutnya metode "One-N-Done" untuk menghemat uang. Jika sebuah keluarga bisa menghemat $250 sebulan, itu bisa menjadi lebih dari $250.000 setelah 30 tahun dengan pengembalian 6%.


5. Kebiasaan.

Beberapa orang mengabaikan Faktor Latte karena mereka ingin "menikmati" hidup. Saya sering mendengar bahwa "hidup itu singkat" dan kita harus "hidup untuk hari ini." Cliché ini memang memiliki kebenarannya. Namun jarang saya mendengar orang berkata, "Hidup itu singkat, saya akan membaca buku bagus" atau "Hidup itu singkat, saya akan menghabiskan waktu bersama keluarga." Untuk beberapa alasan, cliché ini selalu digunakan untuk membenarkan pengeluaran uang. Poinnya adalah kita menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak membuat kita bahagia. Jika kita menjalankan eksperimen dan tidak minum "latte" kita selama 21 hari, saya pikir kita akan menemukan bahwa kita tidak merindukannya sama sekali. Ini berlaku baik untuk secangkir kopi, 500 saluran kabel, atau mobil ketiga.


6. Kontrol.

Saya memperhatikan bahwa banyak orang menolak gagasan bahwa mereka memiliki kontrol atas keuangan mereka. Beberapa merasa nyaman dengan keyakinan bahwa mereka adalah korban dari "sistem" atau "satu persen" atau kelompok lain yang tidak jelas. Hal ini membantu kita menghindari tanggung jawab. Ini bukan berarti bahwa tidak ada hal-hal di luar kendali kita. Terkadang hal baik terjadi, terkadang hal buruk terjadi. Tapi Faktor Latte menunjukkan bahwa kita memiliki lebih banyak kontrol atas nasib keuangan kita daripada yang kita kira.


7. Jumlah Kecil Berarti.

Akhirnya, Faktor Latte menunjukkan kekuatan dari jumlah uang kecil. Setiap dolar yang kita dapatkan mewakili peluang. Tentu saja, kita menghabiskan uang untuk kebutuhan dan keinginan. Tetapi setiap dolar yang bisa kita tabung dan investasikan akan tumbuh jika diberikan cukup waktu. Ini memungkinkan kita membangun kekayaan dengan hampir semua tingkat pendapatan.


Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip dari Faktor Latte, kita dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan membangun masa depan finansial yang lebih kuat.


Sumber :

https://www.forbes.com/sites/robertberger/2017/05/27/the-latte-factor-7-key-lessons-we-can-learn-from-a-cup-of-coffee/?sh=58896c2a774b

Metode Penganggaran dengan Amplop


Metode Penganggaran dengan Amplop.
Solusi Sederhana untuk Mengelola Keuangan.

Mengelola keuangan bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama jika Anda sering kesulitan mengendalikan pengeluaran atau membeli barang secara impulsif. Salah satu metode yang dapat membantu Anda adalah penganggaran dengan amplop. Metode ini sederhana namun efektif, memungkinkan Anda menyisihkan uang secara terorganisir dan terencana. 

Berikut ini adalah beberapa langkah untuk mengatur keuangan menggunakan metode amplop:

1. Tetapkan Kategori dan Batasan Pengeluaran.

Langkah pertama adalah menetapkan kategori pengeluaran untuk anggaran Anda. Pastikan jumlah total untuk setiap kategori pengeluaran tidak melebihi pendapatan bulanan Anda. Cobalah untuk membuat kategori yang umum namun spesifik, seperti tagihan, belanja, transportasi, hiburan, dan sebagainya. Sesuaikan kategori dengan kebutuhan dan situasi spesifik Anda.

Jangan lupa untuk memasukkan pengeluaran yang tidak teratur seperti asuransi, hadiah, dan pajak. Untuk menentukan batasan bulanan yang wajar untuk setiap kategori, periksa kuitansi atau catatan pengeluaran terbaru Anda. Hal ini akan memberi gambaran yang lebih jelas tentang biaya yang akan dikeluarkan setiap bulan.

2. Beri Label pada Setiap Amplop.

Setelah menetapkan kategori pengeluaran, langkah berikutnya adalah memberi label pada setiap amplop. Tuliskan nama kategori dan jumlah anggaran bulanan pada setiap amplop. Misalnya, tuliskan "Belanja - Rp 2.000.000" pada amplop untuk belanja rutin bulanan. Hal ini akan membantu Anda mengalokasikan jumlah uang yang tepat dari setiap gaji ke dalam amplop yang sesuai setiap bulannya.

3. Pisahkan Dana Setiap Bulan.

Setiap kali menerima gaji, pisahkan uang tunai ke dalam amplop sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Pastikan untuk mengecek setiap amplop setelah membayar sesuatu untuk memastikan pengeluaran sesuai dengan anggaran. Anda bisa menggunakan kalkulator penganggaran dan mengikuti aturan 50/30/20 sebagai pedoman, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan investasi.

4. Habiskan Uang dari Amplop yang Sesuai.

Ketika Anda pergi berbelanja atau membayar sesuatu, ambil uang dari amplop yang sesuai. Cobalah untuk tidak menghabiskan uang terlalu cepat. Jika uang di salah satu amplop habis sebelum akhir bulan, jangan menarik uang tunai dari amplop lain atau menggunakan kartu debit atau kredit untuk menutup kekurangan. Ini akan membantu Anda disiplin dalam mengelola pengeluaran.

5. Simpan Sisa Uang Tunai.

Jika Anda berhasil membatasi pengeluaran dan masih memiliki uang sisa di akhir bulan, simpan uang tersebut ke dalam tabungan. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan bunga dan menyisihkan uang untuk pengeluaran yang tidak terduga. Ini juga akan membantu Anda membangun dana darurat dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang.


Metode penganggaran dengan amplop adalah cara sederhana namun efektif untuk mengelola keuangan dan mengendalikan pengeluaran. Dengan menetapkan kategori dan batasan pengeluaran, memberi label pada setiap amplop, memisahkan dana setiap bulan, menghabiskan uang dari amplop yang sesuai, dan menyimpan sisa uang tunai, Anda dapat mengatur keuangan dengan lebih baik dan mencapai stabilitas finansial. Cobalah metode ini dan lihat perubahan positif dalam kebiasaan pengeluaran Anda.

Sumber :
https://www.beautynesia.id/life/5-cara-mengatur-keuangan-menggunakan-amplop-jadi-lebih-hemat/b-288522/6

Saturday, May 11, 2024

Kapan Harus Memiliki Tabungan Rp 100 Juta?



Usia 30 Tahun: Kapan Harus Memiliki Tabungan Rp 100 Juta?.

Usia 30 tahun sering kali dianggap sebagai tonggak penting dalam kehidupan seseorang. Pada masa ini, banyak yang mengharapkan dirinya sudah mapan secara finansial, bahkan memiliki sejumlah tabungan yang cukup untuk berbagai keperluan di masa depan. 

Tapi berapa sebenarnya nominal tabungan yang harus dimiliki saat memasuki usia 30 tahun?.

Seseorang di usia 30 tahun sebaiknya memiliki tabungan minimal sekitar Rp 50-100 juta. Namun, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil dicapai, asalkan ada disiplin dalam menahan pengeluaran.

Sebagai contoh, bagi seorang karyawan dengan gaji Rp 5 juta per bulan, alokasi tabungan sebesar 10% dari penghasilan atau sekitar Rp 500 ribu per bulan bisa menghasilkan tabungan sebesar Rp 54 juta dalam satu tahun, belum termasuk bunga tabungan. 

Begitu juga bagi yang berpenghasilan lebih tinggi, seperti Rp 15 juta per bulan, dengan menabung Rp 10 juta per bulan, dalam waktu 10 bulan saja sudah bisa mencapai tabungan sebesar Rp 100 juta.

Di usia 30 tahun, biasanya seseorang sudah memiliki keinginan untuk berinvestasi. Pilihan investasi bisa bermacam-macam, mulai dari properti, logam mulia, hingga investasi reksadana, saham, atau kripto. Hal ini kembali lagi kepada tujuan keuangan masing-masing individu.

Konsistensi menabung per bulan tanpa digunakan untuk keperluan lain, sebelum usia 30 tahun seorang individu bisa memiliki tabungan mencapai Rp 100 juta. Sebagai contoh, dengan menabung sebesar 30% dari penghasilan seorang karyawan berusia 21 tahun dengan gaji Rp 6 juta per bulan, dalam waktu 10 tahun sudah bisa mengumpulkan tabungan sebesar Rp 240 juta.

Banyak dari mereka lebih memilih untuk bergulat dengan utang-piutang, termasuk pinjaman online. Meskipun memungkinkan, mencapai target tabungan tersebut membutuhkan disiplin dan perjuangan keras, tanpa mengalihkan fokus pada pembelian mobil atau rumah.

Tentu, penting bagi setiap individu untuk memiliki perencanaan keuangan yang matang, sesuai dengan tujuan dan preferensi masing-masing. Dengan langkah-langkah yang tepat, seseorang bisa meraih stabilitas finansial yang diinginkan, bahkan sebelum memasuki usia 30 tahun.



Ketika memasuki usia 30 tahun, ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, terutama terkait dengan finansial. Mengapa? Karena semakin banyaknya kebutuhan finansial yang perlu dipenuhi, seperti cicilan rumah, cicilan kendaraan, hingga tabungan pernikahan. Berikut adalah beberapa tips finansial yang penting untuk diterapkan ketika memasuki usia 30 tahun:


1. Menentukan Antara Membeli atau Menyewa.

Ketika memasuki usia 30 tahun, terutama jika sudah berkeluarga, penting untuk mempertimbangkan apakah akan membeli atau menyewa tempat tinggal. Baik membeli maupun menyewa memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan keputusan ini harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi pribadi.


2. Lunasi Utang.

Usia 30 tahun adalah saat yang tepat untuk mulai melunasi utang, terutama utang yang memiliki bunga tinggi seperti kartu kredit. Metode snowball, di mana utang dengan jumlah terendah dilunasi terlebih dahulu, dapat menjadi strategi yang efektif dalam mengatasi utang.


3. Mulai Tinggalkan Gaya Hidup Paycheck-to-Paycheck.

Tinggalkan kebiasaan hidup dari gaji ke gaji dan mulailah menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung atau diinvestasikan setiap bulannya. Mencatat aliran dana yang masuk dan keluar, serta memotong biaya-biaya yang tidak penting, adalah langkah awal yang bisa dilakukan.


4. Miliki Dana Darurat.

Dana darurat adalah hal yang penting untuk dimiliki pada usia berapapun, termasuk 30 tahun. Dana darurat dapat digunakan untuk keadaan darurat yang tidak terduga, seperti biaya perbaikan kendaraan atau kebutuhan medis mendesak.


5. Diversifikasi Penghasilan.

Mulailah mempertimbangkan untuk memiliki lebih dari satu sumber pendapatan. Dengan memiliki diversifikasi penghasilan, tidak hanya pendapatan akan bertambah, tetapi juga pengalaman dalam berbagai bidang.


6. Pilih Pasangan Hidup dengan Bijak.

Terakhir, penting untuk memilih pasangan hidup yang dapat bekerja sama dalam mengelola keuangan keluarga. Komunikasi yang baik dan kesepakatan tentang tujuan keuangan bersama akan membantu mencegah konflik di masa depan.


Dengan menerapkan tips-tips finansial di atas, diharapkan seseorang dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan mempersiapkan masa depan yang lebih stabil ketika memasuki usia 30 tahun. Ingatlah bahwa perencanaan keuangan yang matang merupakan kunci untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang.


Sumber :

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7325088/usia-30-tahun-sudah-harus-punya-tabungan-berapa

https://koinworks.com/blog/tips-finansial-30-tahun/

Tuesday, May 7, 2024

Seni Mengelola Keuangan dengan Bijak ala Jepang



Teknik Kakeibo: Rahasia Menabung dan Hidup Hemat ala Masyarakat Jepang.

Mungkin kita seringkali terjebak dalam kebiasaan belanja impulsif atau tidak pernah mempertimbangkan kembali sebelum membeli sesuatu. Jika kamu merasa kesulitan menabung dan sering merasa boros, mungkin saatnya untuk mencoba teknik Kakeibo, metode jitu menabung dan mengelola keuangan ala masyarakat Jepang. 

Metode kakeibo dari Jepang menawarkan cara yang sederhana namun efektif untuk mengelola keuangan rumah tangga tanpa perlu aplikasi atau perangkat lunak khusus.

Kakeibo, yang berarti "buku besar keuangan rumah tangga," diciptakan pada tahun 1904 oleh Hani Motoko, seorang jurnalis perempuan terkenal Jepang. Ini melibatkan penggunaan buku catatan dan pena untuk mencatat dan mengamati kebiasaan belanja sehari-hari.

Kakeibo, yang secara harfiah berarti 'seni penganggaran manual', telah menjadi bagian dari budaya keuangan Jepang selama berabad-abad.


Filosofi Kakeibo bertujuan untuk membantu individu dalam mengelola keuangan dengan bijaksana, terutama dalam situasi pandemi seperti Covid-19 yang memaksa segala transaksi dilakukan secara daring.

Kakeibo mendorong untuk fokus pada masa depan, memperhatikan saat ini, dan merenungkan masa lalu dalam mengatur pemasukan dan pengeluaran. Metode ini sangat sederhana dan dapat dilakukan tanpa perangkat lunak khusus, bahkan lebih mudah daripada menggunakan Microsoft Excel.

Ada empat pertanyaan penting yang harus diajukan saat menerapkan konsep Kakeibo: berapa banyak uang yang tersedia, berapa banyak yang dibelanjakan, berapa banyak yang harus disimpan, dan bagaimana cara meningkatkan proses penganggaran.

Salah satu hal terbaik dari Kakeibo adalah membuat seseorang melakukan introspeksi terhadap kebiasaan belanja mereka. Dengan mencatat pengeluaran harian menggunakan pena dan kertas, seseorang dapat mencapai tujuan keuangan jangka pendek dan panjang.

Selain manfaat finansial, Kakeibo juga memberikan keamanan emosional. Dalam dunia yang penuh ketidakpastian, mengendalikan keuangan dapat memberikan kedamaian pikiran.

Mengapa Kakeibo menekankan pencatatan pengeluaran dengan tulisan tangan? Karena menulis dengan tangan memperlambat proses berpikir dan meningkatkan kesadaran. Hal ini juga melibatkan gerakan tangan yang memperkuat otak dalam hal memori, bahasa, dan kognisi.

Dengan penjurnalan manual Kakeibo, setiap orang dapat lebih memperhatikan kebiasaan pengeluaran mereka, sehingga dapat menghargai diri mereka sendiri dengan melakukan penghematan yang lebih baik. Dengan begitu, Kakeibo bukan hanya sekadar metode menabung, tetapi juga merupakan gaya hidup yang mengajarkan kesadaran finansial dan penghargaan terhadap diri sendiri.

Sebelum membeli sesuatu, langkah pertama adalah menanyakan diri sendiri serangkaian pertanyaan, seperti apakah kita benar-benar membutuhkan barang tersebut, apakah kita mampu membelinya, dan seberapa sering kita akan menggunakannya. Ini membantu kita membuat keputusan yang lebih rasional dan menghindari pemborosan.

Salah satu strategi kakeibo adalah membiarkan barang yang ingin kita beli selama 24 jam sebelum benar-benar membelinya. Ini membantu kita memutuskan apakah kita benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya tergoda oleh impuls.

Selain itu, kita juga diajarkan untuk tidak mudah tergoda oleh diskon besar-besaran yang seringkali membuat kita membeli barang yang sebenarnya tidak diperlukan. Melakukan pemeriksaan saldo secara teratur juga membantu kita mengendalikan pengeluaran dan membuat anggaran yang lebih baik.

Penggunaan uang tunai juga direkomendasikan dalam kakeibo, karena hal ini membuat kita lebih sadar akan apa yang kita belanjakan dan membantu kita untuk lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip sederhana ini, kita dapat belajar mengelola keuangan dengan lebih bijak dan membentuk kebiasaan yang lebih sehat secara finansial.


Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk mengelola keuangan menggunakan metode kakeibo:


1. Mencatat seluruh pemasukan.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencatat seluruh pemasukan setiap awal bulan, baik dari pemasukan rutin seperti gaji bulanan maupun penghasilan tambahan. Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk mencatat keuangan dengan cara menulis memakai pena atau pensil di buku agar Anda benar-benar meresapi apa yang Anda catat. 


2. Nabung dulu, baru alokasi dana ke beberapa pos.

Metode Kakeibo menyarankan Anda untuk menyisihkan terlebih dahulu uang yang akan ditabung, baru mengalokasikan sisanya ke beberapa pos pengeluaran. Dalam metode Kakeibo, ada empat kategori pos pengeluaran, sebagai berikut:

Pertama, Survival atau kebutuhan pokok seperti biaya makan, tagihan, cicilan, dan kewajiban lainnya.

Kedua, Optional atau kebutuhan sekunder mencakup hiburan, makan di luar, dan sebagainya.

Ketiga, Culture atau kebutuhan untuk tambahan wawasan, contohnya buku, film, majalah, dan lain sebagainya.

Empat, Extra atau pengeluaran lainnya seperti beli kado untuk ulang tahun teman anak, uang melayat tetangga, dan lain sebagainya.


3. Bertransaksi pakai uang tunai.

Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja.


4. Membuat pengingat di dompet.

Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?". Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja.


5. Tunggu 24 jam sebelum membeli barang.

Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya. Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari penuh untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, belilah barang tersebut.


Sumber :

https://finansial.bisnis.com/read/20211103/55/1461831/apa-itu-kakeibo-jurus-jitu-nabung-dan-hidup-hemat-ala-jepang

https://www.beautynesia.id/life/mengenal-kakeibo-metode-mengatur-keuangan-ala-jepang-yang-bikin-cepat-kaya-raya/b-289141/3

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230413090513-33-429489/5-tips-menabung-ala-orang-jepang-dijamin-duit-cepet-kumpul

Tuesday, April 30, 2024

Cara Menabung untuk Pensiun

Langkah Bijak demi Ketenangan di Masa Depan.

Pensiun adalah tahap hidup yang harus dipersiapkan dengan matang. Salah satu kunci kesuksesan di masa pensiun adalah memiliki tabungan hari tua yang mencukupi untuk menjalani kehidupan yang nyaman dan sejahtera.

Masa pensiun adalah tahap hidup yang perlu dipersiapkan dengan matang. Namun, memulai menabung untuk pensiun bukanlah hal yang mudah bagi banyak orang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh US News pada tahun 2023, ditemukan bahwa sekitar 41 persen orang dewasa di Amerika Serikat berhenti berkontribusi pada tabungan pensiun pada tahun 2022 karena kenaikan biaya hidup. 

Bahkan, hampir sepertiganya terpaksa menarik tabungan pensiun mereka untuk bertahan hidup.

Bagi generasi milenial, tantangan menabung untuk pensiun mungkin lebih kompleks. Banyak di antara mereka tengah berusaha melunasi utang sambil berinvestasi, sehingga mempersiapkan masa pensiun sering kali dikesampingkan. 

Namun, penting untuk diingat bahwa masa pensiun memerlukan perencanaan yang matang dan tidak boleh ditunda.

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk memulai menabung untuk pensiun,

1. Mulailah sekarang, meskipun Anda belum siap untuk menabung.

Tidak ada waktu yang sempurna untuk memulai menabung untuk pensiun. Meskipun Anda mungkin memiliki beban keuangan lain seperti pelunasan kredit rumah, penting untuk memulai menabung sejak dini. Gunakan fitur-fitur seperti daftar pantauan untuk mengikuti investasi yang Anda minati dan bayar utang berbunga tinggi seperti kartu kredit untuk meningkatkan arus kas.

2. Pilih Produk Tabungan Hari Tua yang Tepat.

Ada berbagai jenis produk tabungan hari tua yang tersedia, seperti reksa dana, asuransi jiwa, dan rencana pensiun. Pilihlah produk yang sesuai dengan profil risiko dan kebutuhan keuangan Anda, serta pastikan untuk memahami semua ketentuan dan manfaat yang ditawarkan oleh produk tersebut.

3. Jangan menunggu.

Semakin cepat Anda memulai menabung untuk pensiun, semakin cepat uang Anda tumbuh. Telitilah berbagai rekening tabungan pensiun dan pelajari berbagai strategi tabungan untuk membuat prioritas masa depan Anda sedikit lebih mudah. Rencanakan untuk memberikan kontribusi rutin agar tetap sesuai rencana dan meningkatkan tabungan pensiun seiring waktu.

4. Tentukan Tujuan Keuangan Anda.

Langkah pertama yang penting adalah menentukan tujuan keuangan Anda untuk masa pensiun. Pertimbangkan gaya hidup yang ingin Anda jalani di masa pensiun, termasuk biaya bulanan yang mungkin Anda butuhkan untuk kebutuhan dasar, rekreasi, perawatan kesehatan, dan lainnya.

5. Hitung Kebutuhan Dana Pensiun Anda.

Setelah menentukan tujuan keuangan Anda, langkah berikutnya adalah menghitung berapa banyak dana pensiun yang Anda butuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Faktor-faktor seperti tingkat inflasi, ekspektasi masa hidup, dan biaya hidup di masa pensiun perlu dipertimbangkan dalam perhitungan ini.

6. Rencanakan Anggaran Keuangan Anda.

Penting untuk membuat rencana anggaran keuangan yang disiplin dan teratur. Tentukan berapa banyak yang Anda sisihkan setiap bulan untuk menabung untuk pensiun, dan prioritaskan menabung sebagai bagian penting dari anggaran Anda.

7. Periksa dan Evaluasi Secara Berkala.

Terakhir, jangan lupakan untuk secara berkala memeriksa dan mengevaluasi kemajuan tabungan hari tua Anda. Sesuaikan rencana investasi dan alokasi aset Anda sesuai dengan perubahan situasi keuangan dan tujuan masa pensiun Anda.


Mengambil langkah kecil hari ini untuk menabung untuk pensiun akan membantu Anda membangun masa depan yang lebih baik dan memperoleh ketenangan di masa pensiun nanti. Ingatlah bahwa persiapan masa pensiun bukanlah tugas yang harus ditunda, tetapi merupakan investasi untuk kesejahteraan Anda di masa depan.

Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda dapat mempersiapkan tabungan hari tua yang cukup untuk pensiun yang sejahtera dan nyaman. Jangan menunda-nunda untuk memulai menabung untuk pensiun, karena semakin cepat Anda memulai, semakin baik persiapan keuangan Anda di masa pensiun nanti.


Sumber :

https://money.kompas.com/read/2024/04/07/182700026/cara-menabung-untuk-pensiun-demi-ketenangan-di-masa-depan?page=all#page2

https://www.manulife.co.id/id/artikel/6-langkah-siapkan-tabungan-hari-tua-untuk-pensiun-sejahtera.html

Sunday, April 28, 2024

Saham Blue Chips vs Income Stocks


Memahami Income Stocks: Alternatif Investasi untuk Pendapatan Pasif.

Di dunia investasi saham, selain Blue Chip Stocks yang dikenal sebagai pilihan yang stabil dan berpotensi pertumbuhan, ada juga kategori lain yang bernama "Income Stocks". 

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan Income Stocks, dan bagaimana karakteristik serta manfaatnya?. 

Saham Income Stocks ini memiliki keunggulan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Income stocks sangat memperhatikan dividen yield yang dibagikan setiap tahunnya. Jenis saham ini lebih cocok untuk investor yang memiliki profil risiko konservatif, atau memiliki target pendapatan dividen stabil untuk kebutuhan pensiun atau dana pendidikan anak.

Mari kita eksplorasi lebih dalam.


Pengertian Income Stocks.

Income Stocks, atau sering disebut juga dengan Dividend Stocks, merujuk kepada saham-saham dari perusahaan yang cenderung membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya secara reguler. Dividen ini merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham, yang biasanya dibayarkan dalam bentuk tunai atau saham tambahan.


Karakteristik Income Stocks.

1. Dividen yang Stabil.

Perusahaan yang menerbitkan Income Stocks cenderung memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten, sehingga mereka mampu membayar dividen secara teratur.

2. Pendapatan Pasif.

Investasi dalam Income Stocks biasanya ditujukan untuk mendapatkan pendapatan pasif, di mana investor dapat mengandalkan dividen sebagai sumber pendapatan tambahan.

3. Risiko yang Rendah.

Kebanyakan perusahaan yang menerbitkan Income Stocks adalah perusahaan mapan dan stabil, sehingga risiko investasi cenderung lebih rendah dibandingkan dengan saham-saham pertumbuhan yang lebih volatil.


Manfaat Investasi dalam Income Stocks.

1. Pendapatan Tetap.

Dividen yang diterima secara teratur dapat memberikan investor sumber pendapatan tetap, yang bisa digunakan untuk biaya hidup, tabungan, atau investasi lainnya.

2. Pertumbuhan Portofolio.

Meskipun tujuan utama dari investasi Income Stocks adalah mendapatkan pendapatan pasif, dividen yang diterima juga dapat digunakan untuk membeli lebih banyak saham, sehingga memperluas portofolio investasi.

3. Perlindungan terhadap Volatilitas Pasar.

Karena kebanyakan perusahaan yang menerbitkan Income Stocks adalah perusahaan mapan, investasi ini cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi pasar yang ekstrem.


Contoh Perusahaan dengan Income Stocks.

Beberapa contoh perusahaan yang dikenal dengan Income Stocks mereka antara lain adalah perusahaan di sektor utilitas (seperti listrik dan air), perusahaan telekomunikasi, perusahaan farmasi, dan perusahaan real estate investment trusts (REITs).

Investasi dalam Income Stocks dapat menjadi alternatif yang menarik bagi para investor yang mencari pendapatan pasif dan perlindungan terhadap volatilitas pasar. Dengan karakteristiknya yang stabil dan dividen yang teratur, Income Stocks dapat menjadi bagian yang berharga dari portofolio investasi yang seimbang dan beragam. Namun, seperti halnya dengan semua jenis investasi, penting untuk melakukan riset dan konsultasi dengan profesional keuangan sebelum membuat keputusan investasi.


Memilih Antara Saham Blue Chip atau Income Stocks: Perbandingan dan Pertimbangan.

Saham Blue Chip Stocks ini banyak dipilih investor karena merupakan saham dari perusahaan yang memiliki reputasi dan kinerja keuangan yang baik. Biasanya investor yang memiliki saham blue chip dapat meraih dividen yang stabil karena emiten yang masuk daftar blue chip rajin membagikan dividen.

Ketika berinvestasi di pasar saham, salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah lebih baik memilih saham Blue Chip atau saham Income Stocks. Keduanya memiliki karakteristik dan manfaat yang berbeda, dan pemilihan tergantung pada tujuan investasi dan preferensi pribadi investor. 

Mari kita telaah lebih dalam perbandingan antara kedua jenis saham ini.


Saham Blue Chip: Investasi untuk Pertumbuhan Jangka Panjang.

Saham Blue Chip adalah saham dari perusahaan-perusahaan besar, mapan, dan terkemuka yang memiliki reputasi yang kuat di pasar. Karakteristik utama saham Blue Chip adalah sebagai berikut:

1. Stabilitas.

Perusahaan-perusahaan Blue Chip biasanya stabil dan tahan terhadap fluktuasi pasar yang besar.

2. Dividen.

Meskipun tidak semua perusahaan Blue Chip membayar dividen, banyak di antaranya yang membagikan dividen secara teratur kepada pemegang saham.

3. Pertumbuhan Jangka Panjang.

Investasi dalam saham Blue Chip sering kali dianggap sebagai investasi jangka panjang, dengan potensi pertumbuhan modal yang stabil dan konsisten.


Pertimbangan dalam Memilih.

Tujuan Investasi.

Jika tujuan utama Anda adalah pertumbuhan modal jangka panjang, saham Blue Chip mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok. Namun, jika Anda mencari pendapatan pasif reguler, saham Income Stocks dapat menjadi alternatif yang menarik.

Tingkat Risiko.

Saham Blue Chip cenderung memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan dengan saham Income Stocks. Jika Anda mencari investasi yang lebih stabil dan kurang rentan terhadap fluktuasi pasar, saham Blue Chip mungkin merupakan pilihan yang lebih tepat.

Diversifikasi Portofolio.

Sebagian besar investor akan mendiversifikasi portofolio mereka dengan berbagai jenis saham, termasuk saham Blue Chip dan Income Stocks, untuk mengurangi risiko dan mencapai tujuan investasi yang beragam.


Pemilihan antara saham Blue Chip dan Income Stocks tergantung pada tujuan investasi, preferensi risiko, dan strategi portofolio masing-masing investor. Saham Blue Chip cocok untuk pertumbuhan modal jangka panjang dan stabilitas, sementara saham Income Stocks cocok untuk pendapatan pasif reguler dan perlindungan terhadap volatilitas pasar. Yang terbaik adalah mempertimbangkan kedua jenis saham ini sebagai bagian dari strategi investasi yang seimbang dan beragam. Sebagai investor, penting untuk melakukan riset yang cermat dan berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum membuat keputusan investasi.

Saturday, April 27, 2024

Vibecession



Ketika Emosi Menggiring Ekonomi.

Di tengah dinamika kompleks perekonomian global, muncul fenomena yang menarik perhatian banyak kalangan: "Vibecession". Istilah ini menggambarkan kondisi di mana perubahan emosi dan persepsi masyarakat memiliki dampak yang signifikan terhadap kinerja ekonomi suatu negara atau wilayah. Mari kita telaah lebih dalam fenomena ini.


Definisi "Vibecession".

"Vibecession" adalah gabungan kata dari "vibe" (suasana atau atmosfer) dan "recession" (resesi ekonomi). Istilah ini merujuk pada situasi di mana perubahan suasana hati, optimisme, atau pesimisme masyarakat mempengaruhi tingkat konsumsi, investasi, dan aktivitas ekonomi lainnya, sehingga berpotensi menyebabkan perlambatan ekonomi atau bahkan resesi.

Tren resesi mood atau yang sekarang disebut sebagai vibe sedang menjadi tren baru di seluruh dunia. Fenomena yang diberi nama vibecession ini sudah dua tahun menghantui hampir semua negara.

Istilah vibecession digunakan untuk menggambarkan sentimen suram warga dunia terhadap perekonomian meskipun data finansial menunjukkan perekonomian sedang baik-baik saja.

Berbeda dengan resesi yang berdasarkan fakta, harga komoditas, dan pertumbuhan ekonomi - resesi mood atau vibecession sepenuhnya disebabkan oleh persepsi.


Dinamika "Vibecession".

Perubahan suasana hati masyarakat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk peristiwa politik, sosial, atau bahkan perubahan tren budaya. Misalnya, hasil pemilihan umum, ketegangan geopolitik, atau bahkan tren media sosial yang viral dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap masa depan ekonomi.

Warga global memang punya banyak alasan untuk pesimistis. Sejak pandemi berakhir, dunia dinaungi kondisi gelap seperti inflasi global dan PHK massal di seluruh dunia. Akibatnya, mayoritas penduduk dunia merasa cemas soal nasib dan kesejahteraan mereka.

Mood ekonomi warga dunia tetap tidak berubah meskipun IMF sudah menyatakan bahwa perekonomian global mendekati "pendaratan mulus" dan laju inflasi sudah terkendali.


Dampak "Vibecession" pada Ekonomi.

"Vibecession" dapat memiliki dampak yang signifikan pada kinerja ekonomi. Jika masyarakat optimis tentang masa depan ekonomi, mereka cenderung untuk menghabiskan lebih banyak dan berinvestasi lebih agresif, yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang kuat. Namun, jika suasana hati masyarakat cenderung pesimis, konsumsi dan investasi bisa melambat, bahkan menyebabkan resesi.

Istilah ini merujuk pada kombinasi antara "vibe" (suasana atau energi) dan "recession" (resesi), yang menyoroti bagaimana suasana hati atau sentimen publik dapat mempengaruhi persepsi tentang keadaan ekonomi.


Contoh-contoh "Vibecession".

Sejarah mencatat beberapa contoh "vibecession" yang signifikan. Salah satunya adalah Krisis Finansial Global tahun 2008, di mana ketakutan dan kecemasan yang meluas di kalangan masyarakat mengakibatkan penurunan drastis dalam kepercayaan konsumen dan investasi, yang kemudian memicu resesi global.

Dan terakhir yang terjadi saat ini, kondisi ekonomi tahun 2024 pasca Pandemi.

Ada beberapa alasan mengapa vibecession bisa terjadi, bahkan ketika perekonomian dunia secara keseluruhan terlihat stabil:

1. Kesenjangan Ekonomi.

Meskipun perekonomian secara keseluruhan dapat tumbuh, tetapi pembagian kekayaan atau peluang tidak merata di antara berbagai segmen masyarakat. Hal ini dapat menyebabkan ketidakpuasan atau ketidakamanan di kalangan mereka yang merasa terpinggirkan atau tidak merasakan manfaat langsung dari pertumbuhan ekonomi.


2. Ketidakpastian Politik.

Ketidakpastian politik, baik di tingkat nasional maupun internasional, dapat menciptakan ketegangan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Hal ini bisa terjadi misalnya karena ketidakpastian kebijakan atau konflik politik yang berlarut-larut.


3. Isu Lingkungan dan Kemanusiaan.

Isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim, bencana alam, atau krisis kemanusiaan seperti konflik bersenjata atau pandemi, meskipun secara langsung mungkin tidak terkait dengan kondisi ekonomi, tetapi dapat menciptakan ketidakstabilan dan kekhawatiran di masyarakat.


4. Pengaruh Media Sosial dan Berita.

Media sosial dan berita sering kali memperkuat atau bahkan memperbesar sentimen negatif di kalangan masyarakat. Berita yang menyoroti ketidakadilan sosial, konflik, atau ketidakstabilan politik dapat mempengaruhi persepsi masyarakat tentang keadaan ekonomi, meskipun data ekonomi yang sebenarnya mungkin menunjukkan pertumbuhan yang stabil.


5. Faktor Psikologis.

Sentimen dan emosi individu dapat memainkan peran besar dalam persepsi mereka tentang keadaan ekonomi. Faktor-faktor seperti kecemasan, pesimisme, atau kekhawatiran tentang masa depan ekonomi dapat mempengaruhi perilaku konsumen dan investor, bahkan dalam kondisi di mana indikator ekonomi makro menunjukkan pertumbuhan yang positif.


Mengelola "Vibecession".

Penting bagi pemerintah dan pelaku ekonomi untuk memahami dan mengelola "vibecession" dengan bijaksana. Langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, meredakan ketegangan, dan membangun suasana hati yang positif dapat membantu mengurangi dampak negatif "vibecession" pada perekonomian.

Dengan demikian, vibecession adalah fenomena di mana suasana hati atau sentimen negatif di kalangan masyarakat bisa bertentangan dengan kinerja ekonomi yang sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor non-ekonomi juga dapat memengaruhi persepsi dan respon terhadap keadaan ekonomi, dan ini penting untuk dipahami oleh para pengambil kebijakan dan analis ekonomi.


"Vibecession" adalah fenomena menarik yang menyoroti hubungan kompleks antara emosi masyarakat dan kinerja ekonomi. Dalam era di mana informasi dan persepsi dapat dengan mudah tersebar melalui berbagai platform, pemahaman yang lebih baik tentang "vibecession" dapat membantu kita mengelola risiko dan membangun fondasi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240410174852-4-529688/fenomena-baru-ekonomi-tumbuh-rakyat-malah-deg-degan-ga-punya-duit

https://tampang.com/berita/gaya-hidup/fenomena-vibecession-ketika-mood-negatif-memengaruhi-pertumbuhan-ekonomi-lzigtapmnzexyotqax

https://www.linkedin.com/posts/muhamadmirzanhasanb_vibeseccion-activity-7184487551406104577-kdhv/

https://www.facebook.com/hashtag/macroeconomic/

https://www.facebook.com/profile.php?id=100075988012039

Friday, April 26, 2024

Tantangan Keuangan Bagi Kelas Menengah Muda : Antara Gaji dan Biaya Hidup


Masa Depan Kelas Menengah Indonesia: Antara Tantangan dan Perlindungan.

Kelas menengah muda seringkali dihadapkan pada tantangan keuangan yang kompleks. Meskipun memiliki gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, mereka sering kali merasa kesulitan untuk mencapai keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran. Apakah itu work-life balance atau mencari pemasukan tambahan, generasi kelas menengah muda menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, seringkali harus menghadapi tekanan finansial yang signifikan.


Generasi "Sandwich" dan "Makan Tabungan".

Bagi banyak kelas menengah muda, penghasilan mereka sebagian besar habis untuk biaya hidup sehari-hari. Meskipun mereka bukanlah masyarakat miskin, namun kecenderungan pengeluaran yang meningkat secara signifikan melebihi pertumbuhan pendapatan menjadi masalah utama. Data menunjukkan bahwa sejak tahun 2012 hingga 2021, pengeluaran kelas menengah muda naik hingga 90%, sementara pendapatan hanya meningkat sebesar 40%. Ini mengakibatkan sisa gaji yang semakin menipis bahkan menjadi negatif, membuat banyak di antara mereka harus bergantung pada tabungan atau bahkan berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Realitas Pengeluaran dan Pendapatan.

Data survei sosial ekonomi nasional menunjukkan bahwa sebagian besar pengeluaran kelas menengah muda terutama untuk kendaraan pribadi dan sewa rumah. Di tengah biaya hidup yang semakin tinggi, banyak dari mereka harus menghadapi kesulitan finansial. Meskipun kelas menengah ini memiliki pendapatan yang cukup, mereka sering kali harus merogoh lebih dalam kocek mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di tengah kenaikan harga-harga yang signifikan.


Solusi dan Tantangan di Masa Depan.

Dalam menghadapi tantangan keuangan ini, banyak kelas menengah muda mencari solusi dengan mencari pemasukan tambahan di luar jam kerja utama mereka. Pekerjaan sampingan atau side hustle menjadi pilihan yang populer, memungkinkan mereka untuk menghasilkan tambahan pendapatan dan meredakan tekanan finansial. Namun, tantangan tetap ada, terutama dengan proyeksi bahwa kondisi keuangan kelas menengah tidak akan membaik di masa mendatang.


Kelas menengah muda menghadapi tantangan yang nyata dalam mengelola keuangan mereka. Meskipun memiliki pendapatan yang cukup, mereka sering kali harus berjuang untuk mencapai keseimbangan antara penghasilan dan pengeluaran. Dengan meningkatnya biaya hidup dan pertumbuhan pendapatan yang lambat, langkah-langkah seperti literasi keuangan dan mencari pemasukan tambahan dapat membantu mereka mengatasi tantangan ini di masa depan.


Di tengah ketidakpastian ekonomi yang semakin menantang, kelompok kelas menengah menjadi sorotan utama. Pemerintah diharapkan untuk segera menghadirkan berbagai program safety net seperti bantuan sosial (atau Bansos) bagi masyarakat kelas bawah. Namun, ironisnya, kelas menengah sering kali tidak mendapatkan perhatian yang sama meskipun mereka merupakan mayoritas di Indonesia.


Ketidaksetaraan Perlakuan: Kelas Bawah vs Kelas Atas.

Ketika ekonomi melambat, pemerintah cenderung memberikan insentif kepada masyarakat kelas atas untuk mendorong belanja, sementara masyarakat kelas bawah mendapat bantuan langsung. Di tengah situasi ini, kelas menengah sering kali ditinggalkan, meskipun jumlah mereka menjadi mayoritas di Indonesia. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa ketidaksetaraan perlakuan ini bisa menjadi bom waktu yang meledak jika tidak segera diatasi.


Keresahan Kelas Menengah: Riset dan Proyeksi.

Keresahan kelas menengah bukanlah isu baru. Beberapa ekonom senior, termasuk Hatib Basri, telah lama mengingatkan akan potensi risiko tekanan dari kelompok ini terhadap stabilitas politik dan sosial. Data menunjukkan bahwa kondisi ini semakin meruncing, terutama dengan fenomena "makan tabungan" yang semakin umum terjadi di kalangan kelas menengah.


Jumlah dan Peran Kelas Menengah di Indonesia.

Data dari Badan Pusat Statistik (atau BPS) menunjukkan bahwa calon kelas menengah dan kelas menengah merupakan mayoritas dari seluruh penduduk Indonesia. Kelas menengah memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional, namun mereka juga rentan terhadap guncangan ekonomi yang bisa membuat mereka turun kelas.


Tantangan dan Upaya Perlindungan.

Tantangan ekonomi yang dihadapi oleh kelas menengah terutama terkait dengan defisit antara pendapatan dan pengeluaran. Meskipun ada upaya untuk mencari penghasilan tambahan, bantuan dari pemerintah sering kali tidak mencapai mereka. Hal ini menjadi masalah serius mengingat kontribusi yang besar dari kelas menengah terhadap perekonomian nasional.


Pelajaran dari Pengalaman Negara Lain.

Pengalaman negara-negara lain, seperti Chile, memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya perhatian terhadap kelas menengah dalam menjaga stabilitas politik dan sosial. Ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi dan kurangnya perlindungan bagi kelas menengah bisa menjadi pemicu gejolak sosial yang serius.


Perlunya Perhatian Pemerintah.

Untuk mencegah potensi krisis di masa depan, pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih besar terhadap kelas menengah. Ini termasuk upaya untuk menjaga daya beli mereka, serta menangani masalah struktural yang menyebabkan defisit keuangan. Dengan memperkuat perlindungan bagi kelas menengah, Indonesia dapat memastikan stabilitas ekonomi dan sosial yang berkelanjutan menuju masa depan yang lebih baik.


Sumber :

https://youtu.be/bQBqtTGDLSU?si=pQ-Z_PWv0V2twWxq

https://youtu.be/-LsV-sWfiGg?si=8zBq8Lok2F4kLl90

Monday, April 22, 2024

Saham Blue Chip


Saham Blue Chip: Investasi yang Kokoh dan Terpercaya.

Dalam dunia investasi, istilah "Blue Chip" sering kali menjadi sorotan bagi para investor yang mencari kestabilan dan pertumbuhan jangka panjang. Saham Blue Chip merujuk pada saham perusahaan-perusahaan mapan dan terkemuka yang memiliki reputasi yang kokoh, kinerja keuangan yang solid, dan rekam jejak yang terbukti. 

Disini kita akan mengulas secara mendalam tentang apa yang membuat saham Blue Chip menjadi pilihan yang menarik bagi para investor.


Investor konservatif adalah tipe investor yang lebih suka menjaga risiko investasinya tetap rendah. Mereka cenderung mencari cara untuk melindungi modal mereka sambil mendapatkan hasil yang stabil. Investor konservatif seringkali ingin tidur nyenyak di malam hari, tanpa khawatir tentang fluktuasi pasar yang besar-besaran.

Mereka biasanya memiliki preferensi untuk investasi yang relatif aman, seperti instrumen keuangan dengan tingkat risiko yang rendah hingga sedang. Nah, dengan pemahaman tentang tipe investor konservatif ini, sekarang kita bisa melanjutkan dengan pembahasan tentang saham Blue Chip dan saham Dividen, yang merupakan pilihan investasi yang sangat sesuai untuk investor konservatif.


Apa Itu Saham Blue Chip?.

Saham Blue Chip merupakan saham dari perusahaan-perusahaan besar, terkemuka, dan mapan yang memiliki reputasi yang baik dalam industri mereka. Istilah "Blue Chip" pertama kali muncul dari dunia perjudian, di mana chip berwarna biru di meja kasino melambangkan nilai tertinggi. Dalam konteks investasi, saham Blue Chip dianggap sebagai aset yang stabil dan terpercaya, sering kali diidentifikasi dengan karakteristik berikut:

1. Reputasi yang Kuat.

Perusahaan Blue Chip sering kali merupakan pemimpin dalam industri mereka, dengan merek yang dikenal luas dan reputasi yang baik di pasar.

2. Kinerja Keuangan yang Solid.

Saham Blue Chip cenderung memiliki kinerja keuangan yang stabil dan tangguh. Mereka sering kali memiliki pendapatan yang kuat, pertumbuhan laba yang konsisten, dan arus kas yang sehat.

3. Rekam Jejak yang Terbukti.

Perusahaan Blue Chip biasanya memiliki sejarah yang panjang dan terbukti dalam menghasilkan nilai bagi para pemegang saham mereka. Mereka telah bertahan dan berkembang selama bertahun-tahun, menunjukkan kemampuan untuk menavigasi berbagai kondisi pasar.

4. Dividen yang Menarik.

Banyak perusahaan Blue Chip membayar dividen secara reguler kepada pemegang saham mereka. Dividen ini sering kali stabil dan meningkat dari waktu ke waktu, memberikan sumber pendapatan pasif yang menarik bagi investor.


Keuntungan Investasi dalam Saham Blue Chip.

Investasi dalam saham Blue Chip memiliki beberapa keuntungan yang menarik bagi para investor, antara lain:

1. Kestabilan dan Kepercayaan.

Saham Blue Chip cenderung lebih stabil dibandingkan dengan saham dari perusahaan yang lebih kecil atau lebih baru. Mereka menawarkan kepercayaan dan ketenangan pikiran bagi investor yang mencari pertumbuhan jangka panjang.

2. Pendapatan Pasif.

Dividen yang dibayarkan oleh perusahaan Blue Chip dapat menjadi sumber pendapatan pasif yang menarik bagi investor. Dividen ini bisa menjadi tambahan yang berharga bagi portofolio investasi Anda.

3. Pertumbuhan Jangka Panjang.

Meskipun pertumbuhan mungkin tidak secepat saham dari perusahaan rintisan atau sektor-sektor yang lebih baru, saham Blue Chip memiliki potensi untuk pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.


Risiko yang Harus Dipertimbangkan.

Meskipun saham Blue Chip sering kali dianggap sebagai pilihan investasi yang aman, masih ada risiko yang perlu dipertimbangkan oleh para investor. Beberapa di antaranya termasuk:

1. Pembatasan Pertumbuhan.

Saham Blue Chip mungkin tidak menawarkan potensi pertumbuhan yang secepat saham dari perusahaan-perusahaan rintisan atau sektor yang lebih baru.

2. Volatilitas Pasar.

Meskipun lebih stabil daripada banyak saham lainnya, saham Blue Chip tidak terhindar dari fluktuasi pasar yang bisa mempengaruhi nilai investasi Anda.

3. Perubahan Industri.

Meskipun perusahaan Blue Chip memiliki reputasi yang kuat, mereka juga harus beradaptasi dengan perubahan dalam industri dan ekonomi. Perubahan teknologi atau perubahan regulasi bisa memengaruhi kinerja perusahaan.


Menurut analis, sejumlah saham blue chip dengan kinerja mentereng itu layak dipertimbangkan masuk portofolio investasi.

Saham blue chip adalah saham lapis satu di bursa. Saham blue chip biasanya memiliki fundamental kuat dan telah lama terdaftar di bursa. Selain itu, saham blue chip biasanya memiliki kapitalisasi pasar besar hingga ratusan triliun.

Namun, saham blue chip itu bukan hanya memiliki market cap yang besar. Namun, emiten saham blue chip ini juga mampu mencatatkan pendapatan hingga ratusan triliun rupiah.


Saham Blue Chip menawarkan kombinasi yang menarik antara stabilitas, pertumbuhan jangka panjang, dan pendapatan pasif. Bagi investor yang mencari aset yang kokoh dan terpercaya, saham Blue Chip bisa menjadi pilihan yang menarik. Namun, seperti halnya dengan semua investasi, penting untuk melakukan riset yang teliti dan mempertimbangkan tujuan investasi Anda sebelum membuat keputusan. Dengan pendekatan yang hati-hati dan pemahaman yang baik tentang risiko dan potensi imbalan, investasi dalam saham Blue Chip dapat menjadi bagian yang berharga dari strategi investasi Anda.


Sumber :

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40825#:~:text=Saham%20Blue%20Chip%20adalah%20saham,pendapatan%20yang%20stabil%20dan%20konsisten

https://investasi.kontan.co.id/news/inilah-saham-blue-chip-dengan-kinerja-oke-yang-layak-dipertimbangkan-untuk-investasi#:~:text=Saham%20blue%20chip%20adalah%20saham,memiliki%20market%20cap%20yang%20besar.

https://market.bisnis.com/read/20231110/7/1712685/apa-itu-saham-blue-chip-berikut-pengertian-ciri-ciri-dan-contohnya

Saham vs. Bitcoin

Saham vs. Bitcoin: Perbandingan Investasi untuk Pertimbangan Anda.

Dalam era di mana investasi semakin menjadi fokus utama, investor sering kali dihadapkan pada pilihan sulit antara aset tradisional seperti saham dan aset kripto seperti Bitcoin. Keduanya menawarkan potensi keuntungan yang besar, tetapi juga memiliki risiko yang tak terhindarkan. Sebelum membuat keputusan investasi, penting untuk memahami perbedaan dan karakteristik masing-masing. Berikut adalah perbandingan yang mendalam antara investasi saham dan Bitcoin:

Saham.

1. Stabilitas dan Rekam Jejak.

Saham telah menjadi pilihan investasi utama selama berabad-abad dengan rekam jejak yang terdokumentasi dengan baik.

Banyak perusahaan yang telah bertahan dan berkembang selama bertahun-tahun, memberikan kestabilan yang diinginkan oleh investor jangka panjang.


2. Pendapatan Pasif.

Dividen yang dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham adalah sumber pendapatan pasif yang menarik bagi investor.

Dividen ini bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil bahkan ketika pasar sedang bergejolak.


3. Regulasi dan Perlindungan.

Pasar saham diatur dengan ketat oleh otoritas keuangan yang mapan seperti SEC di Amerika Serikat, memberikan tingkat perlindungan bagi investor.

Informasi yang tersedia tentang perusahaan publik juga lebih transparan dan mudah diakses.


4. Ketergantungan pada Kinerja Perusahaan.

Nilai saham sangat dipengaruhi oleh kinerja perusahaan yang mendasarinya.

Berita, laporan keuangan, dan perkembangan industri dapat memiliki dampak signifikan pada harga saham.


Bitcoin.

1. Volatilitas Tinggi.

Harga Bitcoin sangat fluktuatif dan dapat berubah secara dramatis dalam waktu singkat.

Sementara volatilitas ini dapat menjadi peluang bagi trader yang ahli, itu juga meningkatkan risiko bagi investor yang tidak berpengalaman.


2. Tanpa Pendapatan Pasif.

Bitcoin tidak menghasilkan dividen atau pendapatan pasif lainnya.

Keuntungan dari investasi Bitcoin biasanya berasal dari apresiasi nilai aset tersebut.


3. Kebebasan dan Anonimitas.

Transaksi Bitcoin dilakukan secara peer-to-peer tanpa keterlibatan pihak ketiga seperti bank atau lembaga keuangan.

Hal ini memberikan tingkat anonimitas dan kebebasan yang lebih tinggi bagi pemegang Bitcoin.


4. Tidak Terpengaruh oleh Kinerja Perusahaan.

Nilai Bitcoin tidak tergantung pada kinerja perusahaan atau faktor-faktor fundamental yang terkait dengan ekonomi tradisional.

Sebaliknya, harga Bitcoin lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti adopsi pasar, sentimen pasar, dan berita industri.


Pilihan antara investasi saham dan Bitcoin tergantung pada profil risiko dan tujuan investasi Anda. Saham menawarkan stabilitas, pendapatan pasif, dan regulasi yang ketat, sementara Bitcoin menawarkan volatilitas tinggi, anonimitas, dan potensi keuntungan yang besar. Bagi investor yang mencari keuntungan jangka pendek dengan risiko tinggi, Bitcoin mungkin merupakan pilihan yang menarik. Namun, bagi mereka yang mencari pertumbuhan yang stabil dan pendapatan pasif, saham mungkin menjadi pilihan yang lebih sesuai. Penting untuk melakukan riset yang teliti dan berkonsultasi dengan profesional keuangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

Saturday, April 20, 2024

Bitcoin Halving : Sabtu, 20 April 2024


Bitcoin Halving 2024: Persiapan Paling Bullish untuk Harga Bitcoin.

Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, telah menjadi sorotan publik sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2009. Namun, satu peristiwa yang terus mempengaruhi harga dan dinamika pasar Bitcoin adalah "halving". 

Hal ini terjadi ketika hadiah blok Bitcoin yang baru ditambang dipangkas menjadi setengahnya, yang berarti pasokan baru Bitcoin turun secara signifikan.

Bitcoin, mata uang kripto paling populer di dunia, baru saja menyelesaikan halving keempatnya. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi potensi dampak dari halving Bitcoin yang pada hari Sabtu, tanggal 20 April 2024, serta pandangan para ahli dan analis industri kripto.


Konteks Bitcoin Halving.

Halving Bitcoin terjadi setiap 210.000 blok yang ditambang, atau sekitar empat tahun sekali. Dalam halving, hadiah blok yang diberikan kepada penambang Bitcoin dibagi dua. Ini berarti bahwa pasokan baru Bitcoin yang masuk ke pasar berkurang, yang secara historis telah menjadi faktor bullish untuk harga Bitcoin.

Banyak analis percaya bahwa halving Bitcoin yang terjadi setiap empat tahun adalah salah satu faktor paling bullish untuk harga Bitcoin. Ini karena halving mengurangi pasokan baru Bitcoin yang masuk ke pasar, menciptakan lingkungan di mana permintaan yang bertahan atau meningkat dapat mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan.

Halving Bitcoin tidak hanya mempengaruhi harga Bitcoin , tetapi juga dinamika pasar kripto secara keseluruhan. Penurunan pasokan baru Bitcoin dapat menyebabkan kenaikan harga di seluruh pasar, serta mendorong minat baru dari investor institusional.


Perspektif Para Ahli.

Meskipun halving Bitcoin dianggap sebagai peristiwa bullish, para analis berpendapat bahwa dampaknya mungkin tidak langsung terlihat. Harga Bitcoin dapat mengalami fluktuasi dalam waktu dekat setelah halving. Namun, dalam jangka panjang, banyak analis percaya bahwa halving akan mendorong kenaikan harga Bitcoin.

Beberapa analis kripto percaya bahwa halving Bitcoin pada tahun 2024 dapat memiliki dampak signifikan pada pasar. Mereka menyoroti kenaikan minat dari investor institusional, yang dapat menyebabkan lonjakan harga yang besar setelah halving terjadi.

Beberapa ahli memberikan prediksi harga Bitcoin pasca-halving tetap spekulatif dan bergantung pada berbagai faktor pasar yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya.

Tingkat permintaan terhadap Bitcoin juga memainkan peran penting dalam menentukan harga setelah halving. Faktor-faktor seperti adopsi institusional, minat ritel, perubahan regulasi, dan sentimen pasar dapat mempengaruhi permintaan secara keseluruhan.


Tantangan dan Peluang.

Setelah halving, pasar kripto bereaksi dengan cepat terhadap peristiwa tersebut. Harga Bitcoin menunjukkan volatilitas yang meningkat setelah halving. Namun, perlu dicatat bahwa pergerakan harga ini mungkin hanya sementara dan tidak selalu mencerminkan tren jangka panjang.

Bitcoin halving juga dapat memperkenalkan tantangan bagi para penambang Bitcoin. Dengan hadiah blok yang dipangkas menjadi setengahnya, penambang mungkin menghadapi penurunan pendapatan, yang dapat mempengaruhi keberlanjutan operasi mereka.

Hadiah yang diberikan kepada penambang Bitcoin berkurang setengahnya setelah halving. Ini dapat mempengaruhi pendapatan yang diterima oleh para penambang, terutama mereka yang bergantung pada pendapatan dari penambangan Bitcoin.

Halving juga menciptakan peluang bagi para penambang yang bertahan. Dengan kenaikan harga yang mungkin terjadi pasca-halving, pendapatan dari penambangan Bitcoin dapat meningkat secara signifikan.

Pasar kripto, termasuk Bitcoin, dikenal karena volatilitasnya yang tinggi. Hal ini dapat menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan dalam jangka pendek setelah halving, karena para trader dan investor bereaksi terhadap berbagai faktor pasar.


Peristiwa atau berita eksternal, seperti perubahan kebijakan pemerintah terkait kripto, perkembangan teknologi blockchain, atau situasi ekonomi global, juga dapat mempengaruhi prospek Bitcoin setelah halving.


Halving Bitcoin yang keempat telah selesai, dan pasar kripto sedang memantau dengan cermat pergerakan harga Bitcoin pasca-halving. Meskipun fluktuasi harga mungkin terjadi dalam waktu dekat, banyak analis percaya bahwa halving akan memicu kenaikan harga Bitcoin dalam jangka panjang

Bagi para penambang Bitcoin, halving juga berarti penyesuaian dalam pendapatan mereka. Dengan demikian, halving Bitcoin memainkan peran penting dalam perjalanan mata uang digital yang terus berkembang ini.

Bitcoin halving 2024 dipandang oleh banyak pihak sebagai momen yang paling bullish untuk harga Bitcoin . Dengan pengurangan pasokan baru Bitcoin, hal ini dapat menyebabkan kenaikan harga yang signifikan dan menarik minat baru dari investor institusional. 

Meskipun demikian, tantangan juga mungkin muncul bagi para penambang Bitcoin. Dengan demikian, penting bagi para pelaku pasar kripto untuk memperhatikan perkembangan pasar dan beradaptasi dengan perubahan dinamika pasar yang mungkin terjadi.

Tuesday, April 16, 2024

Investasi Apa yang Tepat untuk Dilakukan Jika Terjadi Perang?

Tidak ada yang dapat dengan pasti memprediksi masa depan, termasuk apakah Perang Dunia III akan terjadi. Namun, banyak orang berharap bahwa dengan upaya diplomatik, kerja sama internasional, dan penyelesaian damai konflik, kita dapat mencegah terjadinya konflik yang sedemikian besar. 

Upaya-upaya ini termasuk dialog antar negara, perjanjian perdamaian, dan kerja sama dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim dan kemiskinan. 

Akhir-akhir ini kita disuguhi berita tentang situasi antara Israel dan Iran merupakan salah satu konflik regional yang kompleks dan sensitif. Dikhawatirkan konflik ini menciptakan ketegangan yang signifikan di Timur Tengah, sehingga dapat menjadi perang dunia ketiga.

Terlebih jika konflik dan aliansi meluas secara global, yaitu saat konflik Israel-Iran menimbulkan dampak regional yang serius yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Rusia.

Lalu investasi apa yang tepat untuk dilakukan jika terjadi perang?.


Investasi selama situasi konflik atau perang seringkali menjadi subjek yang rumit dan sensitif. Ketika terjadi ketidakpastian geopolitik yang tinggi atau potensi konflik, investor sering mencari aset yang dianggap aman atau memiliki potensi untuk tumbuh nilainya di tengah-tengah ketidakpastian tersebut. 

Berikut adalah beberapa investasi yang sering dianggap sebagai pilihan selama masa ketidakpastian atau perang,

1. Logam Mulia.

Emas dan perak sering dianggap sebagai perlindungan nilai selama masa ketidakpastian ekonomi atau geopolitik. Investor cenderung membeli logam mulia sebagai bentuk aset safe haven.

2. Obligasi Pemerintah.

Obligasi pemerintah dari negara-negara yang dianggap stabil politik dan ekonominya dapat menjadi pilihan yang lebih aman selama masa ketidakpastian. Obligasi tersebut sering dianggap sebagai aset safe haven karena umumnya dianggap memiliki risiko kredit yang rendah.

3. Saham Defensif.

Saham-saham dari sektor yang dianggap tahan terhadap ketidakpastian ekonomi atau geopolitik sering kali dianggap sebagai pilihan yang lebih aman. Contohnya adalah saham-saham dari sektor utilitas, perawatan kesehatan, atau barang konsumsi yang stabil.

4. Mata Uang Kuat.

Mata uang dari negara-negara yang dianggap sebagai safe haven, seperti Dolar AS, Yen Jepang, atau Franc Swiss, sering dicari oleh investor selama masa ketidakpastian.

5. Komoditas.

Selain logam mulia, beberapa komoditas lain seperti minyak mentah dan bahan makanan mungkin juga meningkat nilainya selama konflik atau perang karena potensi gangguan pasokan.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap investasi memiliki risiko sendiri, dan tidak ada jaminan bahwa investasi di atas akan memberikan hasil yang diinginkan selama masa ketidakpastian atau perang. Selalu bijaksana untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan atau melakukan riset yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.

Mengapa emas dan perak merupakan investasi yang paling tepat saat terjadi perang dunia ke 3?.

Emas dan perak sering dianggap sebagai investasi yang paling tepat selama periode perang atau ketidakpastian yang tinggi karena beberapa alasan,

Safe Haven Assets.

Emas dan perak sering dianggap sebagai aset safe haven, yang berarti mereka cenderung mempertahankan nilai atau bahkan meningkat nilainya selama masa ketidakpastian ekonomi atau geopolitik, termasuk selama perang dunia.

Perlindungan terhadap Inflasi.

Perang dunia sering menyebabkan inflasi karena meningkatnya pengeluaran pemerintah untuk keperluan militer dan infrastruktur, serta gangguan pasokan. Emas dan perak sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi karena keduanya memiliki nilai intrinsik yang tetap.

Kekuatan Instrumen Aset.

Emas dan perak telah digunakan sebagai bentuk uang dan simpanan nilai selama ribuan tahun. Kedua logam ini dikenal karena kestabilan nilai intrinsiknya, yang membuatnya menjadi pilihan investasi yang menarik selama periode ketidakpastian ekstrim.

Permintaan yang Kuat.

Selama masa ketidakpastian atau perang, permintaan terhadap emas dan perak sering meningkat karena investor mencari perlindungan terhadap risiko dan volatilitas pasar lainnya.

Keterbatasan Pasokan.

Pasokan emas dan perak memiliki keterbatasan alami yang sulit untuk diperluas dengan cepat, yang dapat menyebabkan peningkatan nilai selama periode permintaan yang tinggi.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko, dan harga emas dan perak juga bisa mengalami fluktuasi. Selalu bijaksana untuk melakukan riset yang cermat dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun, terutama selama masa ketidakpastian ekstrem seperti perang dunia.

Lalu mengapa saham defensif merupakan investasi yang paling tepat saat terjadi perang dunia ke 3?.

Saham defensif sering dianggap sebagai investasi yang potensial saat terjadi perang dunia karena karakteristik tertentu yang membuatnya relatif lebih stabil daripada saham-saham lainnya. Berikut adalah beberapa alasan mengapa saham defensif bisa dianggap sebagai investasi yang tepat selama periode perang dunia,

Stabilitas Pendapatan.

Saham-saham defensif berasal dari sektor-sektor yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti makanan, minuman, perawatan kesehatan, atau utilitas. Permintaan terhadap produk dan layanan dari sektor-sektor ini cenderung tetap stabil selama masa ketidakpastian ekonomi atau perang, karena mereka merupakan kebutuhan dasar.

Tingkat Dividen yang Konsisten.

Banyak saham defensif memiliki kecenderungan untuk membayar dividen yang relatif stabil dan teratur kepada pemegang sahamnya. Dividen yang terus-menerus dapat memberikan pendapatan pasif kepada investor bahkan selama periode volatilitas pasar.

Kinerja Relatif Stabil.

Saham-saham defensif sering memiliki kinerja yang lebih stabil dibandingkan dengan saham-saham dari sektor-sektor yang lebih siklikal atau berisiko selama masa ketidakpastian. Ini karena permintaan terhadap produk dan layanan dari sektor-sektor defensif cenderung kurang dipengaruhi oleh fluktuasi ekonomi atau politik.

Lindung Nilai terhadap Inflasi.

Beberapa saham defensif memiliki kemampuan untuk menyesuaikan harga produk mereka dengan tingkat inflasi, yang dapat membantu melindungi nilai investasi dari penurunan daya beli selama periode inflasi yang tinggi, seperti yang mungkin terjadi selama perang dunia.

Relatif Rendahnya Volatilitas.

Saham-saham defensif cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah daripada saham-saham lainnya, yang dapat mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar yang tajam selama masa ketidakpastian ekstrem.


Meskipun saham defensif bisa dianggap sebagai investasi yang lebih stabil selama periode perang dunia, tetaplah diingat bahwa tidak ada investasi yang benar-benar bebas risiko. Selalu bijaksana untuk melakukan riset yang cermat, diversifikasi portofolio, dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum membuat keputusan investasi.


Related Posts