Saturday, May 25, 2013
Jangan Investasi dengan Perhiasan Emas
Pada dasarnya semua orang perlu berinvestasi, termasuk perempuan bekerja dan ibu rumah tangga. Meskipun ibu rumah tangga bukan penghasil utama keuangan, namun bukan berarti Anda tidak bisa memiliki investasi. Dengan melakukan investasi, perempuan akan memiliki kesiapan yang lebih baik daripada yang tidak berinvestasi sama sekali.
Endy Junaedy Kurniawan, penulis dan pakar investasi emas menjelaskan, kebanyakan ibu rumah tangga memiliki minat yang tinggi dalam membeli perhiasan emas sebagai cara mereka untuk berinvestasi. Pertimbangannya, kalau misalnya punya tabungan Rp 500.000 dan didiamkan beberapa tahun, niscaya uang tersebut akan habis karena dipotong dari biaya administrasi. Beda halnya jika uang tersebut Anda belikan emas. Beberapa tahun kemudian ketika emas tersebut dijual, mereka akan mendapatkan uang tunai seharga lebih dari Rp 500.000. Sebab, harga emas saat dibeli jauh lebih murah daripada saat dijual.
Namun Endy menilai, bahwa emas berbentuk perhiasan tidak dapat dikatakan investasi, karena emas yang dibuat sebagai perhiasan tersebut membutuhkan jasa pembuatan yang biayanya dibebankan kepada si pembeli perhiasan tersebut.
Ketika perhiasan emas tersebut dijual kembali oleh pemiliknya, harga emas akan kembali terpotong, karena pemilik emas juga dikenakan biaya melebur emas oleh pemilik toko emas yang bersangkutan. Lagipula, model perhiasan bisa saja sudah tidak lagi menjadi tren saat Anda menjual perhiasan tersebut.
Hal ini dapat dijadikan alasan bagi pemilik toko emas untuk menurunkan nilai jual perhiasan emas. Oleh karena itu Endy menyarankan, jika memang berniat investasi, sebaiknya belilah perhiasan emas secukupnya, hanya untuk dipakai.
Sebaliknya, emas yang tepat untuk diinvestasikan adalah emas jenis logam mulia (LM) dengan bentuk batangan dan lempeng. Sementara, emas berbentuk koin atau yang dikenal dengan nama dinar juga menjadi pilihan yang tepat untuk diinvestasikan.
Semakin kecil bentuk LM maka nilainya semakin mahal. Contohnya, jika nilai 1 gram LM adalah Rp 550.000, dan Anda membeli LM dengan lempengan 10 gram, bisa saja nilainya menjadi Rp 540.000. Endy menyarankan, sebaiknya jika ingin berinvestasi dengan LM, belilah yang berukuran 5, 10, atau 25 gram, karena harganya cukup ekonomis dan mudah dijual kembali.
Sedangkan dinar memiliki bentuk berupa koin dengan berat 1 koin 4,25 gram. Baik LM maupun koin dinar yang beredar di Indonesia memiliki cap dan stempel PT Antam, Tbk, sebagai produsen kedua jenis emas tersebut.
Sumber : kompas.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Setiap orang mempunyai jumlah tabungan dan investasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan mereka. Literatur di luar negeri mengatakan min...
-
Tips Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga 16-03-2013 diposkan oleh melindacare Setelah menikah tentunya Anda harus dap...
-
Supaya Bisa Menabung Separuh dari Gaji, Ikuti 7 Trik Mudah Ini! Gak sedikit orang beranggapan, kalau ingin menabung tidak perlu mengikuti ...
-
Menyiapkan dana pensiun tergolong unik karena sifatnya yang cukup panjang. Ketika pensiun di usia 55 tahun, artinya dana yang harus diper...
-
Tiga Cara Mengelola Uang untuk Ibu yang Bekerja dari Rumah Bagi seorang perempuan, memiliki profesi dan pekerjaan tidak harus dilakukan di...

No comments:
Post a Comment