Saturday, December 21, 2013
Pentingnya Membuat Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan panduan bagi kita untuk mengevaluasi kinerja usaha kita. Terkadang bagi UKM, laporan keuangan bukan merupakan hal yang diprioritaskan dalam berusaha. “Yang penting jalan dulu aja deh”, menurut para pelaku UKM apabila ditanyakan mengenai laporan keuangan.
Sebenarnya dengan laporan keuangan, informasi apa saja yang pelaku UKM bisa dapatkan?
1. Usahaku Untung atau Rugi?
Inilah pertanyaan pertama semua pelaku usaha yang membutuhkan laporan keuangan. Usahaku ini untung atau rugi. Apabila teman-teman UKM mempunyai minimum pencatatan uang masuk dan keluar dari kegiatan usahanya, laporan laba rugi ini bisa dengan mudah dibuat. Cukup dengan menjumlahkan semua penghasilan yang didapat dari penjualan produk atau jasa kita dikurangi dengan semua biaya yang kita keluarkan. Laporan laba rugi ini masih sederhana sekali, cocoknya untuk jasa dan perdagangan sederhana.
2. Usahaku Berkembang Tidak Ya?
Indikator usaha kita berkembang atau tidak, dapat dilihat dari laporan bulan per bulan yang dihasilkan dari laporan laba rugi. Contohnya, apabila penjualan kita meningkat (biasa disebut omzet), maka usaha kita berarti berkembang dari sisi penjualan. Nah sekarang tinggal teman-teman cek juga untuk biayanya. Normalnya adalah total biaya kurang dari total penjualan yang berarti laba/untung. Apabila usaha kita berkembang tetapi masih rugi, dapat dibuat evaluasi kira-kira biaya apa yang mempengaruhi hal tersebut.
3. Perkembangannya Sudah Sesuai Harapan
Terkadang harapan pelaku UKM untuk usahanya sederhana saja. Bisa tidak ya usaha saya ini menggantikan pekerjaan utama saya? Itulah harapan pada umumnya. Pelaku UKM bisa mengevaluasi posisi laba usahanya dan melakukan simulasi apabila ingin berhenti dari pekerjaan utama nya. Normalnya adalah usaha tersebut dapat menutup biaya gaji pemilik dan karyawan dan masih menghasilkan laba. Tetapi jangan langsung diukur dengan gaji yang besar, karena bisa jadi usaha yang kita dirikan masih membutuhkan dana untuk berkembang.
4. Produk atau Jasa Mana yang Paling Menguntungkan
Dengan membagi penjualan berdasarkan kategori, evaluasi yang dihasilkan bisa sampai dengan apakah produk atau jasa mana yang paling menguntungkan. Contoh : apabila kita berjualan pulsa, pulsa dari operator manakah yang lebih untung dan yang manakah yang lebih cepat lakunya. Hal ini dapat dijadikan penentuan strategi, kita akan berfokus pada produk atau jasa yang mana.
5. Apakah Harus Lanjut atau Tutup
Pertanyaan ini biasanya ditanyakan para pelaku UKM yang secara terus menerus menyetor uang untuk tambahan modal usahanya. Dengan laporan keuangan, contohnya setelah Anda memiliki laporan keuangan selama 2 tahun, usaha yang Anda jalankan ternyata omset penjualan belum mencapai target dan biaya yang dikeluarkan tidak bisa dikurangi. Artinya apakah pilihan usaha tersebut akan dilanjutkan atau dihentikan saja. Dengan begitu, penilaian kita lebih obyektif dan bukan berdasarkan perasaan kita pribadi.
Sekian artikel mengenai kegunaan dari laporan keuangan. Semoga dapat membantu pelaku UKM dalam mengembangkan bisnisnya.
Sumber:
http://portalpengusaha.com/
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Inilah pihak yang bertanggung jawab jika fintech kolaps Jumat, 07 September 2018 / 11:34 WIB Pesatnya pertumbuhan perusahaan teknologi (fint...
-
Perbedaan antara BEP dan ROI Dalam dunia bisnis, kita akan mengenal istilah BEP atau Break Even Point dan ROI atau Return of Investment. Pe...
-
3 Cara Jadi 'Sultan' di Umur 25 Tahun 11 September 2021 Masih ingat gaji pertama kamu habis untuk beli apa saja? Handphone baru, fes...
-
Perhatikan! 4 Hal Ini Bukan Sumber Dana Daruratmu Dana Darurat merupakan salah satu pondasi dasar untuk mengukur seberapa sehat keamanan keu...
-
Phapros (PEHA) Saham Farmasi Pelat Merah Paling Murah, Sayang Likuiditasnya Rendah Selasa, 31 Maret 2020 | 09:44 WIB Tidak bisa dipungkiri, ...

No comments:
Post a Comment