Tuesday, June 22, 2021

Harus Punya 6 Rekening Bank

Pakar Keuangan Sarankan Punya 6 Rekening Bank, Untuk Apa Saja?

Mengatur keuangan menjadi salah satu hal yang diperhatikan setelah pandemi menyerang. Banyak orang baru sadar pentingnya mengelola finansial dengan 'rapi' dan rutin menyisihkan dana darurat setelah tiba-tiba kehilangan penghasilan. 

Seorang pakar keuangan yang pernah masuk Forbes 30 under 30 pun memberikan sarannya. Agar lebih mudah menabung dan merencanakan tujuan finansial, ia menganjurkan untuk punya enam akun terpisah.

Adalah Victoria Devine, penasehat keuangan terkenal asal Australia yang sering memberi masukan tentang masalah keuangan anak-anak muda. Menurutnya, penting untuk mereka memisahkan tabungan agar mudah mengetahui apakah rencana finansial kamu berjalan dengan benar. 

"Sangat pribadi memang terkait jumlah rekening bank tapi secara pribadi aku selalu menyarankan klien punya paling tidak enam jadi mereka bisa memantau budget dan cashflow," ujarnya.

"Dua yang paling penting adalah untuk rekening utama jadi kamu tidak sembarangan menghabiskan semuanya yang ada di rekening dan rekening dana darurat jadi kamu tidak tergoda untuk mengambilnya," kata Victoria.


1. Rekening Utama

Sediakan satu rekening khusus untuk menjadi pusat dari penghasilanmu, terutama untuk kamu yang punya beberapa sumber. Rekening itu seharusnya menjadi tempat berkumpulnya gaji sesaat setelah diterima. Disarankan agar rekening itu tidak punya kartu debit sehingga kamu tidak tergoda untuk memakainya sembarangan. Namun atur agar rekening itu secara otomatis mentransfer atau bisa mengambil uang ke rekening lain yang digunakan untuk membayar berbagai keperluan.


2. Makanan dan Senang-senang

Menurut Victoria, rekening kedua yang perlu dipunya adalah khusus keperluan bulanan seperti makanan, bensin, berbagai tagihan, juga untuk senang-senang. Jika sulit untuk mengira-ngira berapa uang yang dibutuhkan per bulan, kamu mentransfer uang setiap minggunya tentu dengan jumlah yang sudah ditentukan. Victoria sendiri melakukannya setiap hari Kamis.


3. Dana Darurat

Yang tak kalah penting adalah rekening khusus dana darurat. Hal ini sudah banyak disarankan oleh penasehat keuangan tapi tak banyak orang melakukan. Padahal tabungan ini bisa sangat dibutuhkan untuk waktu-waktu darurat seperti diberhentikan dari pekerjaan atau keperluan besar mendadak lain. Dianjurkan agar kamu punya paling tidak jumlahnya cukup untuk bertahan hidup selama tiga bulan tanpa gaji.


4. Tabungan Jangka Pendek

Disarankan pula agar kamu punya tabungan jangka pendek. Rekening ini dimaksudkan untuk menampung tujuan-tujuan finansial dalam waktu dekat, misalnya liburan, hadiah ulang tahun, gadget atau keperluan cukup besar lain. "Akun ini sebaiknya tidak berbiaya dan tinggi bunga," ujar Victoria dilansir Dailymail.


5. Tabungan Jangka Panjang

Sedangkan tabungan jangka panjang dimaksudkan untuk sesuatu yang lebih besar dan akan dipakai di masa depan. Misalnya untuk pernikahan, membeli rumah, pendidikan anak, dan lain-lain.


6. Tabungan Darurat Kedua

Akun rekening lain yang perlu dibuka adalah untuk tabungan darurat kedua. Victoria menggunakan rekening itu untuk hal-hal mendadak tapi kamu tidak bisa ketinggalan, misalnya hadiah pernikahan teman atau saudara, konser, perbaikan rumah, dan lain-lain. Jumlahnya sendiri tidak disebutkan tapi bisa disesuaikan dengan penghasilan dan kebutuhan.


Sumber :

https://wolipop.detik.com/money-hacks/d-5616307/pakar-keuangan-sarankan-punya-6-rekening-bank-untuk-apa-saja

Wednesday, May 5, 2021

Keuangan Rumah Tangga Bermasalah

Ciri-ciri Keuangan Rumah Tangga Bermasalah 

Pandemi Covid-19 membuat banyak perekonomian rumah tangga menjadi tidak sebaik sebelumnya. Anda perlu mengetahui ciri-ciri keuangan rumah tangga yang bermasalah. Maklum, tidak sedikit masyarakat yang kehilangan pekerjaan sekaligus penghasilan utama mereka. 

Dalam kondisi perekonomian yang sedang prihatin ini, sebaiknya Anda mulai memperhatikan keuangan rumah tangga. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), melalui Instagram-nya memberikan informasi tentang masalah keuangan rumah tangga yang perlu diwaspadai. 

Agar terhindar dari masalah di kemudian hari, Anda perlu mengetahui ciri-ciri keuangan rumah tangga yang bermasalah. 

Berikut ini ciri atau tanda keuangan rumah tangga Anda sedang dalam masalah, dirangkum dari Instagram BKKBN: 


Mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan 

Tanda keuangan rumah tangga Anda mulai memburuk adalah mengandalkan utang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Jika Anda mulai merasa kesulitan membeli dan memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga, mencari sumber pendapatan baru bisa menjadi pilihan. Dengan ada pemasukan baru, Anda tidak perlu berutang untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 


Tagihan cicilan utang melebihi batas 

Memiliki utang jika masih dalam taraf yang wajar masih bisa dianggap sehat. Namun, jika tagihan cicilan utang melebihi 30 persen pendapatan rutin, Anda harus mulai berhati-hati. Tagihan yang melebihi 30 persen pendapatan rutin mengindikasikan keuangan seseorang dalam masalah. Segera diskusikan dengan pasangan untuk mulai memperbaiki dan mencicil utang agar tidak melebihi 30 persen pendapatan rutin. 


Aplikasi kredit ditolak 

Mungkin Anda sedang berencana mengajukan pinjaman ke bank untuk modal memulai suatu usaha atau keperluan lainnya. Saat mengajukan pinjaman, pihak bank akan melihat terlebih dahulu kondisi keuangan seseorang apakah dia layak mendapatkan pinjaman kredit atau tidak. Jika pengajuan Anda ditolak, bisa menjadi tanda bahwa keuangan keluarga Anda sedang dalam masalah. 


Besar pasak dari pada tiang 

Anda mungkin pernah mendengar peribahasa ini yang berarti pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Coba cek lagi apakah pengeluaran Anda sudah melebihi pemasukan atau gaji yang didapat.


Sumber :

https://money.kompas.com/read/2021/05/05/083100226/ciri-ciri-keuangan-rumah-tangga-bermasalah?page=all#page2.

Wednesday, April 28, 2021

Warren Buffett tak Tergiur Bitcoin

3 Sebab mengapa Warren Buffett tak tergiur investasi mata uang kripto

Rabu, 28 April 2021 | 06:33 WIB 

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Meski harga mata uang kripto mengalami lonjakan beberapa waktu terakhir, namun, investor kenamaan Warren Buffett tetap tidak tergiur untuk berinvestasi pada aset tersebut. 

Lantas, apa pendapat investor paling terkenal di dunia itu tentang Bitcoin?

"Itu mungkin racun tikus kuadrat," kata Warren Buffett suatu kali seperti yang dilansir Yahoo Finance.

Jika Anda mendengarkan Warren Buffett, cryptocurrency mungkin bukan peluang finansial besar yang Anda impikan, juga bukan satu-satunya cara untuk mendapatkan keuntungan yang mengesankan jika Anda memiliki uang tunai yang ingin Anda masukkan ke pasar. 

“Saya tidak punya Bitcoin. Saya tidak memiliki cryptocurrency, tidak akan pernah," katanya kepada CNBC pada tahun 2020.


Berikut tiga alasan mengapa Warren Buffett tidak mau memilikinya.

1. Mata uang kripto tidak memiliki nilai unik sama sekali

Warren Buffett tidak menyukai Bitcoin karena dia menganggapnya sebagai aset yang tidak produktif.

Warren Buffett memiliki preferensi terkenal untuk saham perusahaan yang nilai - dan arus kasnya - berasal dari memproduksi sesuatu. Tetapi cryptocurrency tidak memiliki nilai nyata, kata Buffett dalam wawancara CNBC pada tahun 2020.

“Mereka tidak mereproduksi, mereka tidak dapat mengirimkan cek kepada Anda, mereka tidak dapat melakukan apa-apa, dan apa yang Anda harapkan adalah ada orang lain yang datang dan membayar Anda lebih banyak uang untuk mereka nanti, tapi kemudian orang itu mendapat masalah,” jelasnya.

Meskipun Bitcoin dimaksudkan untuk memberikan nilai nyata sebagai sistem pembayaran, penggunaannya masih sangat terbatas. Menurut Buffett, nilai Bitcoin berasal dari optimisme bahwa orang lain akan bersedia membayar lebih banyak untuk itu di masa depan daripada yang Anda bayarkan hari ini.


2. Dia tidak menganggap crypto sebagai uang

Sebagai aset yang dapat diperdagangkan, Bitcoin berkembang pesat. Tetapi apakah itu memenuhi tiga kriteria uang? Menurut definisi yang paling umum, uang seharusnya menjadi alat tukar, penyimpan nilai, dan unit akun.

Tapi Buffett menyebutnya sebagai "fatamorgana".

"Itu tidak memenuhi persyaratan sebagai mata uang," kata miliarder itu di CNBC pada tahun 2014. "Ini bukan alat pertukaran yang tahan lama, aset itu bukan penyimpan nilai."

Dia menambahkan bahwa ini adalah cara yang sangat efektif untuk mengirimkan uang secara anonim. Tetapi: "Cek juga merupakan cara untuk mengirimkan uang. Apakah cek bernilai banyak uang hanya karena dapat mengirimkan uang?” tanyanya. 


3. Dia tidak memahaminya

Warren Buffett menjadi salah satu investor paling sukses dalam sejarah dengan tetap berpegang pada saham yang dia pahami.

"Saya mendapat cukup masalah dengan hal-hal yang menurut saya saya ketahui. Mengapa saya harus mengambil posisi long atau short dalam sesuatu yang tidak saya ketahui?” katanya seperti yang dikutip Yahoo Finance.

Tetapi orang-orang suka berjudi, katanya kepada CNBC setelah pertemuan tahunan Berkshire Hathaway 2018, yang merupakan masalah lain dengan aset non-produktif.


Sumber :

https://newssetup.kontan.co.id/news/3-sebab-mengapa-warren-buffett-tak-tergiur-investasi-mata-uang-kripto?page=all

Monday, February 15, 2021

BEP vs ROI

Perbedaan antara BEP dan ROI


Dalam dunia bisnis, kita akan mengenal istilah BEP atau Break Even Point dan ROI atau Return of Investment. 

Pemahaman mengenai kedua hal ini penting bagi para pelaku bisnis karena nantinya diperlukan ketika berhubungan dengan perjanjian kerjasama usaha atau lain-lainnya. Misalnya, ketika Anda membuka franchise atau mengikuti franchise pasti akan menemukan kedua istilah ini. 

Return of Investment merupakan suatu kondisi ketika total keuntungan yang diakumulasikan setiap bulan telah menyentuh nilai investasi yang ditanamkan dalam sebuah bisnis. Dengan kata lain, ROI merupakan suatu kondisi ketika sebuah usaha itu sudah balik modal. 

Misalnya, Anda membuka sebuah bisnis ayam goreng dengan total modal Rp20 juta,  (sewa lokasi selama satu tahun, modal peralatan, dan biaya operasional). Ketika keuntungan Anda yang diakumulasikan setiap bulannya sudah mencapai Rp20 juta, itu sudah disebut sebagai ROI. 

Sementara itu, Break Even Point adalah titik waktu di mana biaya operasional bulanan sama banyaknya dengan total pendapatan bulan tersebut. Pada saat itu, posisi keuangan mendapat keuntungan Nol, tidak lebih dan tidak kurang. 

Break Even Point kemungkinan bisa diraih ketika awal-awal memulai usaha, sementara Return of Investment kemungkinan bisa diraih dalam waktu beberapa bulan. 

Jadi, jelas bahwa BEP bukanlah balik modal, namun yang lebih tepat disebuat balik modal adalah return of investment. 


Sumber :

https://elshinta.com/news/156762/2018/09/28/jangan-salah-ini-perbedaan-antara-bep-dan-roi

Sunday, February 14, 2021

Kiat Parenting Anak Bijak Mengatur Keuangan

Biar anak bijak mengatur keuangan, kiat parenting dari Warren Buffett ini bisa ditiru

Sabtu, 13 Februari 2021 


Kemampuan mengatur uang yang baik sangat penting dimiliki oleh anak. Sebab, kemampuan itu sangat penting, terutama ketika dewasa nanti. 

Meskipun kemampuan mengelola keuangan sangat penting, tidak ada pelajaran resmi di sekolah yang mengajarkan kemampuan ini. 

Karenanya, penting bagi orangtua untuk membekali pengetahuan ini pada anak. Warren Buffett memberikan beberapa tips parenting agar anak pintar mengatur uang.  

Mengutip dari The Motley Fool, Warren Buffet menyarankan, untuk mengajar cara mengatur keuangan sedini mungkin. Anak kecil lebih cepat menangkap dan menyerap informasi.

Itu sebabnya, mengajarkan cara mengatur keuangan bisa lebih mudah saat anak masih kecil dibanding saat remaja. 

Berikut tips parenting agar anak pintar mengatur keuangan dari Warren Buffett:


Mengajarkan anak menabung

Melansir dari CNBC, penting untuk mengajarkan anak tentang perbedaan keinginan dan kebutuhan. Hal ini bisa membantu mereka untuk mengatur keuangan.

Berikan dua wadah untuk anak. Satu untuk tabungan dan satu untuk pengeluaran. Dorong anak untuk membagi uang yang mereka terima ke dua tempat tersebut.

Ajak anak untuk menentukan benda mana yang merupakan keinginan dan kebutuhan. 


Mendorong anak agar menjadi pribadi yang fleksibel

Tips parenting untuk anak selanjutnya adalah membentuk pola pikir anak agar lebih fleksibel. Hal ini penting agar anak tidak terlalu kaku pada suatu keputusan. 

Kelak, anak bisa lebih legowo dalam menerima segala keputusan. Cara ini juga bisa meningkatkan cara berpikir kreatif mereka. 

Ajak anak untuk mendaur ulang sampah seperti botol plastik. Biarkan anak untuk berkreasi dengan sampah tersebut agar kreativitas mereka berkembang. 

Cara ini bisa melatih kreativitas anak sekaligus mendorong anak untuk berhemat dan mencintai lingkungan. 

 

Perbedaan antara harga dan nilai

Harga dengan nilai sering diartikan sama, tetapi sebenarnya ada sedikit perbedaan. Terkadang kita membeli sesuatu dengan harga mahal tetapi tidak sebanding dengan kegunaan atau nilainya. 

Ajak anak untuk melihat daftar harga barang dari beberapa supermarket. Kemudian, minta mereka untuk membandingkan beberapa harga tersebut. 

Bersumber dari CNBC, cara ini bisa melatih anak agar paham tentang teknik beriklan. Mereka juga tahu apa saja yang pantas dan tidak untuk dibeli.


Melatih untuk mengambil keputusan

Tips selanjutnya tentang parenting anak dari Warren Buffett adalah mengambil keputusan. 

Anak kelak akan berada di situasi di mana mereka dihadapkan dengan beberapa pilihan. Penting untuk mereka mengambil keputusan yang terbaik dan berdampak di masa depan.

Buffett menyarankan Anda untuk memberi contoh yang baik. Berikan contoh saat Anda mengambil keputusan, serta efek dari kesimpulan tersebut. 

Semisal, keluarga besar akan mengadakan piknik bersama di akhir tahun, tetapi Anda membutuhkan sebuah laptop untuk bekerja. 

Solusinya adalah dengan menabung untuk membeli laptop. Jika tidak ada laptop, Anda tidak bisa bekerja untuk menghasilkan uang.

Akibatnya, Anda tidak bisa pergi piknik. Piknik masih bisa dipikirkan belakangan karena tidak mendesak.


Sumber :

https://lifestyle.kontan.co.id/news/biar-anak-bijak-mengatur-keuangan-kiat-parenting-dari-warren-buffett-ini-bisa-ditiru-1?page=all

Tuesday, February 2, 2021

Saham Farmasi Pelat Merah

Phapros (PEHA) Saham Farmasi Pelat Merah Paling Murah, Sayang Likuiditasnya Rendah

Selasa, 31 Maret 2020 | 09:44 WIB

Tidak bisa dipungkiri, saham-saham di sektor farmasi belakangan ini menarik untuk dicermati. Sektor farmasi bukan saja defensif. Mereka juga menjadi salah satu andalan dalam melawan pandemi virus corona.

Dus, sebagian harga sahamnya pun terapresiasi, termasuk trio emiten anggota holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) farmasi. Ketiga anak usaha PT Bio Farma (Persero) yang dimaksud adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Namun, bicara dari sisi valuasi, saham yang paling menarik adalah PEHA, yang kini berstatus anak usaha KAEF. Berdasar harga penutupan kemarin (30/3), price to earning ratio (PER) PEHA hanya 9,47 kali.

Bandingkan dengan INAF yang punya PER lebih dari -65 kali. 

Induk usaha PEHA, yakni KAEF malah lebih parah lantaran punya PER-nya lebih dari -500 kali.

PER PEHA juga lebih murah ketimbang PER sektoral farmasi yang ada di sekitar 16,55 kali.


Dus, tidak heran jika Masrizal A. Syarief menambah kepemilikannya di PEHA. Merujuk keterbukaan informasi yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Maret 2020 malam, Komisaris PT Phapros Tbk itu membeli 60.600 saham PEHA pada 19 Maret 2020.

Sebanyak 21.100 lembar dibeli di harga Rp 700 dan sisanya di harga Rp 740 per saham. Pada penutupan perdagangan Senin, 30 Maret 2020 harga saham PEHA ada di Rp 900. Oh ya, tambahan 60.600 saham tersebut membuat porsi kepemilikan Masrizal A. Syarief bertambah dari 9,07% menjadi 9,08%.

Sayangnya, likuiditas PEHA sangat kering. Jumlah saham beredarnya hanya 840 juta lembar, 34,18% diantaranya berada di tangan investor ritel. Sepanjang bulan ini hingga tanggal 30, jumlah saham yang ditransaksikan hanya 2.250.500 lembar senilai Rp 2 miliar.

Sebagai perbandingan, jumlah saham KAEF yang diperdagangkan pada 30 Maret 2020 saja lebih dari 34 juta lembar senilai sekitar Rp 42,2 miliar.


Sumber :

https://insight.kontan.co.id/news/phapros-peha-saham-farmasi-pelat-merah-paling-murah-sayang-likuiditasnya-rendah

Idx CLEO

Harga saham Sariguna Primatirta (CLEO) cetak rekor tertinggi, ini rekomendasi analis

Kamis, 08 Agustus 2019 / 21:59 WIB

Kamis (8/8) menjadi hari bersejarah bagi PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). Pasalnya, harga saham CLEO mencetak rekor tertinggi sejak emiten air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut melantai di bursa saham.

Pada perdagangan Kamis (8/8), harga saham CLEO ditutup menguat 3,81% ke level Rp 545,00 per saham. Di perdagangan hari sebelumnya, CLEO ditutup pada level Rp 525 per saham. 

Analis Jasa Utama Capital Chris Apriliony kepada Kontan.co.id mengatakan, kinclongnya propek usaha air minum dalam kemasan ditengarai menjadi penyebab harga saham CLEO mencapai rekor tertingginya .

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, CLEO membukukan penjualan bersih sebesar Rp 491,98 miliar di semester I 2019. Jumlah itu naik 11,48% secara year on year. Tahun lalu sendiri CLEO membukukan pendapatan sebesar Rp 362,21 miliar.

Penjualan terbesar disumbang oleh produk dari segmen kemasan gelas yakni sebesar Rp 169,93 miliar. Disusul penjualan air minum dalam botol menjadi penyumbang kedua dengan nilai Rp 161,89 miliar. Sedangkan segmen galon menyumbang pemasukan sebesar Rp 158,38 miliar.

Naiknya pendapatan juga berimbas pada naiknya laba CLEO. Di separuh pertama 2019, CLEO mampu meraup kenaikan laba yang berlipat-lipat. Tak tanggung-tanggung, laba CLEO naik 130,54 % dari laba di tahun lalu yang sebesar Rp 27,73 miliar menjadi Rp 63,93 miliar.

Dengan demikian. Chris menilai harga saham CLEO masih mampu untuk menguat. “Walaupun terlihat secara fundamental cukup tinggi,” lanjut Chris.

Chris memprediksi CLEO mampu bertengger di level 700 per saham.”Hanya saja ada batas cut loss-nya,” sambungnya. Oleh karena itu, Chris merekomendasikan investor untuk buy saham CLEO dengan batas cut loss Rp 480 per saham.


Sumber :

https://investasi.kontan.co.id/news/harga-saham-sariguna-primatirta-cleo-cetak-rekor-tertinggi-ini-rekomendasi-analis?page=2

Related Posts