Tuesday, December 10, 2019

Pertimbangan Pensiun Dini,

Ingin Pensiun Dini, Pertimbangkan Dulu 4 Hal Berikut

Pensiun dini adalah keinginan banyak orang. Namun, kenyataannya meninggalkan pekerjaan terlalu cepat bisa jadi tak seindah yang kita bayangkan.

Berikut empat alasan kenapa orang harus mempertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk pensiun dini, mengutip Motley Fool.


1. Perlu tabungan untuk menopang hidup lebih lama
Semakin dini pensiun, semakin cepat Anda harus mulai menarik tabungan pensiun dan semakin besar risiko uang akan habis terlalu cepat. Anda harus sangat berhati-hati tentang berapa banyak menarik uang dari rekening pensiun.

Jika tabungan pensiun besar, mungkin Anda bisa mempertahankan saldo pokoknya dan mendapatkan pendapatan bunga yang cukup untuk hidup. Sementara para ahli biasa menyarankan agar Anda bisa menarik 4 persen tabungan dengan aman setiap tahun, tapi ada bahaya besar bisa kehabisan uang jika melakukan ini. Pensiun dini akan memaksa Anda lebih berhemat karena mungkin tidak mudah mendapatkan pemasukan baru untuk menambah saldo di rekening.


2. Pensiun dini mengurangi tabungan jaminan sosial
Kebanyakan orang yang pensiun mengklaim jaminan sosial untuk menambah tabungan. Tetapi, semakin cepat Anda pensiun maka uang jaminan sosial yang diterima akan semakin kecil, terlebih jika dibandingkan dengan mereka yang pensiun pada waktunya.


3. Pengeluaran untuk biaya kesehatan
Sebagian besar perusahaan memberikan jaminan perawatan kesehatan hingga karyawan pensiun. Jadi, jika pensiun lebih cepat Anda akan kehilangan jaminan kesehatan dari perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan uang sendiri untuk asuransi kesehatan atau biaya perawatan ketika membutuhkan. Dan bila tidak punya pemasukan baru maka itu akan menguras uang pensiun juga. Sementara pada umumnya, kesehatan seseorang semakin menurun dan biaya perawatan meningkat seiring bertambahnya usia kita.


4. Anda bisa bosan
Bagi banyak orang, pekerjaan memberikan interaksi sosial dan tantangan mental. Jika meninggalkan pekerjaan lebih awal, Anda akan bosan karena tidak banyak beraktivitas seperti ketika masih bekerja kecuali jika memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana ingin menghabiskan waktu pensiun. Tanpa rencana yang jelas dan kadang rencana juga tak seperti yang diharapkan dalam implementasi, bisa membuat bosan serta tertekan.


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1280689/ingin-pensiun-dini-pertimbangkan-dulu-4-hal-berikut/full&view=ok

Tips Beli Rumah dengan Gaji Rp 5 Juta

Gaji Rp 5 Juta Mau Beli Rumah? Begini Caranya

Rumah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dihindari. Namun, tak mudah untuk memiliki hunian idaman apalagi dengan pendapatan yang terbilang pas-pasan.

Meski sulit, bukan berarti memiliki rumah adalah hal yang mustahil bagi mereka yang berpendapatan pas-pasan. Dengan gaji Rp 5 juta per bulan pun ternyata membeli rumah bisa dilakukan.

Perencana Keuangan dari Financial Consulting Eko Endarto mengatakan pada dasarnya membeli sebuah properti seperti rumah harus disesuaikan dengan pendapatan yang dimiliki. Gaji, Rp 5 juta per bulan bisa memiliki rumah namun dengan sedikit catatan.

"Jadi nggak mungkin dengan gaji Rp 5 juta terus rumah dia harus dekat kantor, pusat kota, nggak bisa. Jadi akan lebih menjauh dari harapan dia. Tapi bukan berarti nggak bisa," kata Eko kepada detikcom, Jumat (22/11/2019).

Eko menjelaskan, dalam membeli rumah, hal pertama yang harus dilihat adalah besaran cicilan atau KPR. Dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diajukan ialah sekitar Rp 2 jutaan atau 20% dari gaji.

"Nah Rp 2 jutaan pasti masih ada untuk rumah Rp 100 jutaan. Cuma memang lokasi nggak akan dekat-dekat kantor, udah pasti. Tapi kalau hanya mencari akses kereta misalnya, itu pasti masih dapat," katanya.

"Apalagi kalau mereka masih muda. Ambil saja yang tenornya 20 tahun, 25 tahun. Nggak masalah. Kan masih muda, apalagi rumah pertama. Rumah pertama itu harus sepanjang-panjangnya, jangan pendek-pendek. Karena nggak diapa-apain, kan mau dipake sendiri kan rumahnya," katanya.

Sementara untuk uang muka atau down payment (DP), calon pembeli juga bisa mencicilnya bila dirasa berat. Dia bilang, calon pembeli harus pintar-pintar berburu rumah yang menawarkan cicilan DP dengan ringan.

"Memang beratnya itu di DP. Mau nggak mau mereka bisa nego dengan pengembangnya. Sekarang kan udah banyak dp bisa diangsur. Ya mau-nggak mau mereka harus nabung untuk dp-nya," tuturnya.


Sumber :
https://finance.detik.com/properti/d-4794180/gaji-rp-5-juta-mau-beli-rumah-begini-caranya

Sunday, December 8, 2019

Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Pembagian Ilmu Ekonomi Menjadi Teori Mikro dan Makro

Perbedaan ekonomi mikro dan makro – Berbicara mengenai istilah pengertian ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari kegiatan manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa dalam upaya mencapai kemakmuran. Secara umum memang seperti itu, namun perlu diketahui dalam ekonomi itu dikenal dengan pembagian ilmu ekonomi / kajian (cabang), yang dikenal dengan ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Baik teori ekonomi mikro dan makro keduanya tidak bisa disamakan, hal ini dikarenakan memang memiliki banyak perbedaan dalam aspek analisis, situasi hingga penerapannya. Sebelum mempelajarinya sebaiknya anda mencatat dari sudur pandang mana keduanya dibedakan. Ini menyangkut kegiatan ekonomi mana saja yang termasuk mikro dan makro.

Rumah tangga konsumsi / individu (rumah tangga dimana sekarang berada) => mikro.
Rumah tangga produksi (perusahaan) => mikro.
Rumah tangga negara (sangat luas cakupannya) => makro.

Apa Sebenarnya Yang Membedakan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro?

Sebelum mengenal lebih dalam pengertian keduanya secara lebih spesifik, maka sebaiknya anda kenali terlebih dahulu beberapa perbadaannya. Manfaat mengetahui perbedaan teori ekonomi makro dan mikro tentu saja akan mempermudah anda memahami karakteristik keduanya.

Harga dan Nilai Komoditas dari Barang
Pengertian komoditas sendiri adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

Jika anda dibingungkan dengan istilah komoditas, begini saja. Komoditas itu produk yang diperjual belikan dan karakteristiknya harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Jadi ya komoditas itu = produk, biar tidak bingung dan malas bacanya.

Ekonomi Mikro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas atau barang tertentu saja. Misalnya harga kopi, harga gula, harga komputer.
Ekonomi Makro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas secara keseluruhan atau agregat. Misalnya indeks harga konsumen (IHK) sebagai agregat harga dan jasa pada suatu negara.

Unit Analisis dan Apa Saja Cakupannya
Unit analisis adalah batasan apa saja yang dianalisa serta dipelajari pada study dan prakteknya. Dengan mengerti mana saja batasan analisis dari ekonomi makro dan mikro maka anda akan mudah membedakannya.

Ekonomi Mikro => Membahas dan menganalisis kegiatan ekonomi secara individual. Maksud dari individual disini adalah bisa anda sebagai rumah tangga konsumsi dan perusahaan sebagai rumah tangga produksi. Misalnya permintaan dan penawaran, pasar, biaya dan laba atau rugi dari suatu perusahaan
Ekonomi Makro => Membahas dan menganalisis agregat perekonomikian secara keseluruhan dalam suatu negara. Misalnya pendapatan nasional, inflasi, deflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro dan Makro
Tujuan analisis dari teori ekonomi mikro dan makro sangat berbeda. Tujuan dari keduanya tentu saja sudah terlihat pada unit analisis apa saja yang dipelajari.

Ekonomi Mikro => Terfokus pada tujuan analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya yang dimiliki agar dapat tercapai kombinasi yang tepat, pengeluaran serendah-rendahnya pendapatan setinggi-tingginya.
Ekonomi Makro => Terfokus pada tujuan analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi yang dilakukan, terhadap perekonomian yang terjadi secara keseluruhan pada suatu negara.


Ekonomi Mikro dan Makro Memiliki Konsep Yang Berbeda
Karena begitu luasnya aspek pada ilmu ekonomi, maka di bagi menjadi dua “cabang” ekonomi mikro dan makro. Keduanya mempunyai konsep dasar yang berbeda. Konsep inilah sebenarnya yang menjadi acuan bagi anda dalam mempelajari baik ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro
Konsep dasar teori ekonomi mikro sebenarnya apa yang anda alami sehari-hari. Baik dalam rumah tangga konsumsi / individu maupun rumah tangga produksi / perusahaan dimana anda bekerja. Konsep ini hanya terdiri dari tiga saja, diantaranya teori produksi, harga dan distribusi.

Teori Produksi => Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
Teori Harga => Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut. Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.
Teori Distribusi => Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya. Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshiper.

Konsep Dasar Ekonomi Makro
Berbeda dengan teori ekonomi mikro, pada makro tidak lagi membahas kepentingan pribadi dan individu termasuk kepentingan perusahaan. Pada bahasan teori ekonomi makro lebih mengarah kepada kepentingan roda perekonomian secara umum pada suatu negara.

Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income) => Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia. Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula. Hal ini berlaku sebaliknya.
Tingkat Pengangguran => Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah. Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.
Inflasi dan Deflasi => Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter. Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga. Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh. Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.


Sumber :
https://thidiweb.com/perbedaan-ekonomi-mikro-dan-makro/

Friday, November 15, 2019

5 Hal Saat Mengatur Keuangan

5 Hal yang Wajib Diketahui Saat Mengatur Keuangan, Tentukan Tujuannya Lebih Dahulu

Saat ini masih banyak orang yang merasa kesulitan setiap kali harus mengatur keuangan mereka. Padahal harusnya hal ini tidak menjadi sulit, apalagi beban jika bisa ditangani dengan benar.

Kondisi keuangan sangat berpengaruh pada kesejahteraan pribadi seseorang. Gak heran kalau saat ini banyak dari mereka yang memilih mengatur keuangan melalui perencana keuangan atau pakar ketimbang mengaturnya sendiri.

Nah berikut ini beberapa pilihan keuangan yang harus dibuat demi mendapatkan kesuksesan finansial di masa mendatang, mengutip laman Liputan6.

1. Tentukan tujuan
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat perencanaan keuangan yang baik, kamu wajib menentukan tujuannya apa. Ada beberapa alasan mengapa kamu perlu membuat tujuan ini.

Pertama, kamu akan tahu arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran keuanganmu. Apa yang akan kamu capai dengan uang tersebut, apakah untuk memperkaya diri atau digunakan untuk keperluan lain. Dengan memiliki tujuan keuangan dapat membantu individu mengikuti tindakan yang sesuai dan memotivasi.

2. Segera buat anggaran
Setelah memantapkan tujuan, kamu harus segera membuat anggaran. Agar semakin jelas kemana saja tujuan uangmu itu. Banyak pakar mengatakan bahwa sebagian besar seseorang tidak bisa mengendalikan keuangan mereka tanpa anggaran.

Untuk itu, mulai sekarang catat setiap transaksi keluar masuk. Ini bisa menjadi panduan informasi keuanganmu selama hal itu terjadi. Meski sederhana, tapi tolong jangan meremehkan keberhasilan catatan anggaran ini ya.

3. Prioritas
Setelah membuat tujuan, mencatatnya di jurnal anggaran, kamu jadi makin tahu mana yang menjadi prioritas dan tidak. Banyak orang keliru menetapkan mana yang menjadi prioritas dan yang bukan. Seringkali banyak juga terjadi kebutuhan dadakan yang hanya merusak jurnal anggaranmu saja.

Maka, sebelum terjadi penyesalan di kemudian hari, ada baiknya kamu tahu mana prioritas dan kebutuhan sesaat. Bedakan keduanya, jangan mudah terpengaruh dengan promosi-promosi di luar sana. Dengan demikian proses pengaturan keuangan menjadi lebih sederhana dan mudah.

4. Jangan habiskan uang dengan percuma
Jangan berpikir bahwa kartu kredit atau produk keuangan lain adalah uang gratis yang bisa kapanpun digunakan. Pikirkan bahwa ke depannya kamu akan membayar semua tagihan-tagihan tersebut.

Belum lagi dengan bunga dikaitkan atas setiap transaksi yang kamu lakukan. Bisa jadi malah hanya akan menghabiskan saldo tabunganmu saja. Pikirkan baik-baik sebelum menggunakan kartu kredit.

5. Tabungan
Hal lebih baik dalam memperlakukan uang adalah dengan menyimpan atau menabungnya. Hal ini tentu baik untuk jangka waktu ke depannya. Jika saat ini kamu merasa belum memiliki pengeluaran berarti, jangan senang dulu. Bisa saja esok, atau beberapa hari ke depan ada terjadi sesuatu, sehingga kamu harus mengeluarkan tabungan tersebut.

Dengan menabung, kamu akan terselamatkan dari masalah keuangan di masa mendatang. Karena tidak ada yang bisa memastikan hidup ini akan terus baik-baik saja bukan?

Nah itu tadi beberapa cara mengatur keuangan yang bisa menyelamatkan kamu dari kebangkrutan. Meski terdengar sepele, namun manfaatnya cukup berpengaruh pada kehidupan finansialmu.

Semoga bermanfaat ya!


Sumber :
https://www3.moneysmart.id/mengatur-keuangan-untuk-hidup-lebih-baik

Monday, October 7, 2019

Waktu yang Tepat Beli Emas

Jangan Tunda Investasi Emas! Ini Waktu yang Tepat Beli Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Harga emas sendiri bergerak fluktuatif setiap harinya. Harga emas dapat sewaktu-waktu menguat ataupun melemah karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Zaenal Muttaqin, Senior Manager bagian Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Senen, mengatakan bahwa tren pembelian emas di Pegadaian meningkat ketika harga emas naik.

"Ada keunikan, masyarakat beli emas ketika emas naik. Biasanya masyarakat berpendapat ketika emas naik, ke depan kemungkinan akan terus naik," ujar Zaenal dalam acara Jewellery Show Galeri24 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Namun demikian, menurutnya, waktu yang tepat memulai investasi emas tidak perlu menunggu momentum harga emas naik atau turun. Dia menilai memulai investasi emas dapat dilakukan kapanpun sepanjang memiliki dana untuk membeli emas.

"Teorinya waktu yang tepat beli emas adalah saat kita punya uang. Jangan ditunda-tunda. Karena godaannya banyak jadi kalau punya uang langsung belikan emas," katanya.

Sementara itu, CEO Pegadaian Galeri24 Arifmon mengatakan dalam beberapa bulan terakhir harga emas mengalami kenaikan di atas rata-rata. Pemicunya adalah ketidakstabilan global.

Menurutnya, ketidakstabilan global saat ini tak lepas dari kebijakan-kebijakan provokatif para pemimpin negara superpower, seperti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu perang dagang antara Amerika Serikat-China.

"Kebijakan Trump membuat dunia tidak stabil. Sejak Trump dilantik harga emas terus naik," kata Arifmon.

Dia menuturkan kenaikan harga emas tidak dapat dipastikan berlangsung sampai kapan. Sepanjang dunia tidak stabil, harga emas diprediksi akan terus naik sebab orang akan mencari instrumen investasi yang bersifat safe heaven.

"Kenaikan harga emas berkolerasi dengan berbagai ketidakstabilan dunia yang dipicu kebijakan para pemimpin negara superpower yang provokatif," katanya.


Sumber :
https://finansial.bisnis.com/read/20191003/55/1155170/jangan-tunda-investasi-emas-ini-waktu-yang-tepat-beli-emas

Thursday, September 19, 2019

Latte Effect

GAYA hidup merupakan sebuah kebutuhan sekunder manusia. Dapat berubah kapan saja sesuai tren. Kotler, ahli manajemen pemasaran mengungkapkan bahwa gaya hidup atau lifestyle menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam beraksi dan berinteraksi.

Hal inilah yang kemudian benar-benar dimanfaatkan pasar. Mereka seakan tahu mengenai kebiasaan yang tengah menjadi tren saat ini. Ya, melepas penat dengan diselingi obrolan ringan seusai jam bekerja selesai di sebuah coffee cafe menjadi pilihan yang sedang diminati saat ini. Kebiasaan untuk duduk dan menikmati waktu luang di cafe kopi dengan ditemani secangkir kopi terus berkembang dengan diiringi pula bertambahnya jumlah kafe kopi di manapun, termasuk di Yogyakarta.

Di Amerika, kebiasaan ini disebut dengan latte effect. Sebuah istilah tentang keborosan kelompok kelas menengah Amerika yang menghabiskan uangnya rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari hanya untuk membeli secangkir kopi daripada menyisakan uang tersebut untuk ditabung (Indonesian Finance Today, 2016). Latte effect berbeda dengan kebutuhan konsumsi anda sehari-hari (makan pagi, siang, atau malam). Bagaimana dengan di Indonesia?

https://krjogja.com/web/news/read/23521/Latte_Effect


Dunia keuangan dan gaya hidup memunculkan istilah baru akhir-akhir ini, istilah yang muncul karena gaya hidup yang berimbas kepada keuangan si pelaku.

Latte effect adalah sebuah kondisi dimana seseorang melakukan pengeluaran (biasanya untuk ngopi) atau pengeluaran untuk cemilan yang dilakukan hampir setiap hari.

Latte effect populer belakangan, karena ada yang terjerat beban hutang atau tidak mampu menabung bukan karena tidak bisa, namun kartu kredit penuh dengan billing tagihan ngopi dan terakumulasi dalam jumlah yang cukup fantastic akhirnya.

https://datapolis.id/the-latte-effect/


Di Amerika Serikat, kebiasaan meminum kopi di kedai-kedai seperti Starbucks melahirkan sebuah istilah ekonomi “The Latte Effect” atau kadang-kadang disebut “Starbucks Effect”. Sebuah istilah tentang keborosan kelompok kelas menengah Amerika yang menghabiskan uangnya rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari hanya untuk membeli secangkir kopi ketimbang menabung. Itu belum termasuk uang yang dikeluarkan untuk membeli makanan kecil teman meminum kopi.

Kebiasaan tersebut membuat khawatir sejumlah perencana keuangan di Amerika bahwa jika uang US$ 3 tersebut dapat diinvestasikan maka bisa memberikan jaminan masa pensiun. Dalam kalkulasi sederhana, tanpa membeli kopi selama sebulan bisa hemat US$ 90 dan setahun US$ 1.080. Bayangkan berapa angka yang bisa diungkit (leverage) dari dana sebesar itu, dengan imbal hasil 8% selama 10 tahun?

https://kauadalahkata.wordpress.com/2011/05/19/the-latte-effect-2/


Latte factor tak hanya berwujud kopi, ia bisa macam-macam, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, hingga biaya transfer antar bank. Setiap orang memiliki latte factor-nya masing-masing.

Survei internal yang dilakukan Bank Permata menunjukkan 9 dari 10 orang menggelontorkan lebih dari Rp900 ribu untuk latte factor setiap bulannya. Pengeluaran latte factor terbesar adalah pada kebutuhan sandang yang sekunder, seperti lipstik, sepatu dan baju—hanya untuk menambah koleksi, tas, syal, aksesori, dan lainnya. Angkanya mencapai 58 persen.

Pengeluaran terbesar kedua tercatat pada taksi atau transportasi online yang mencapai 15 persen. Ini adalah jenis pengeluaran yang bisa dihemat jika menggunakan kendaraan umum massa seperti kereta atau bus.

Lalu ada biaya membeli makanan dan minuman ringan yang mencapai 11 persen. Sementara untuk kopi setiap pagi menghabiskan 9 persen dari total pengeluaran latte factor masing-masing responden. Ada pula biaya untuk membeli air mineral, rokok, hingga biaya administrasi bank.

https://tirto.id/latte-factor-pengeluaran-kecil-yang-membuat-bokek-cilW


The Latte Factor: Why You Don't Have to Be Rich to Live Rich
You are richer than you think!
Learn my three secrets to financial freedom.
The Latte Factor, a fast, easy read reveals how anyone—from millennials to baby boomers—can still make their dreams come true.

https://www.thelattefactor.com/

Thursday, August 22, 2019

Perencanaan Keuangan Keluarga

Sejak awal menikah, suami dan istri yang usianya sudah mendekati 40 tahun harus segera melakukan perencanaan keuangan keluarga. Ada satu pos pengeluaran yang mesti dipersiapkan dengan matang segera setelah kelahiran buah hati, yakni dana pendidikan anak. "Pasutri sudah harus memikirkan sisa masa produktifnya dengan menghitung selisih waktu bekerja dengan masa pensiunnya," kata Mike Rini Sutikno, financial planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Business and Advisory.

Kalau saat menikah sang istri berusia 35 tahun dan suaminya 38 tahun, lalu setahun kemudian mereka memiliki keturunan, sisa waktu bekerja 15 sampai 20 tahun akan menjadi terasa sempit untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Untuk mengakali keadaan tersebut, pasutri sebaiknya memilih investasi yang dapat menghasilkan nilai tambah. Dana pendidikan jangka pendek bisa ditempatkan di reksa dana syariah.

Jatuh tempo reksa dana minimal lima tahun sejak mulai berinvestasi. Reksa dana cocok untuk tabungan investasi karena memiliki risiko negatif yang lebih minim. Proses pencairannya juga lebih mudah dan aman. "Ketika orang tua membutuhkan biaya pendidikan anak, tabungan investasi sudah bisa cair sesuai tempo perjanjian," tutur Mike.

Pos berikutnya yang harus disiapkan dengan cermat ialah dana pensiun. Saat sudah berkeluarga, alokasi bujet untuk pos ini menjadi lebih besar karena akan mencakup uang penjamin masa pensiun suami dan istri. Sesuaikan produk investasi agar dapat mendukung kondisi keuangan keluarga. Contohnya, dengan memilih investasi saham jangka panjang yang temponya antara 10 hingga 15 tahun. "Investasi dalam bentuk properti, seperti tanah atau bangunan, bisa menjadi pilihan bentuk investasi untuk dana pensiun," jelas Mike.

Dana pensiun teramat penting keberadaannya mengingat orang tua yang terlambat menikah memasuki akhir masa produktifnya saat usia anaknya masih remaja. Dengan memiliki dana pensiun, orang tua tak akan kebingungan membiayai keperluan pribadi dan dana pendidikan anaknya. "Pisahkan investasi dana pensiun dengan dana pendidikan anak," ucap Mike memberi saran.

Untuk menunjang kemapanan keuangan di masa depan, pasutri yang telat menikah mesti cepat mengubah pola hidup. Segeralah beradaptasi dengan kehidupan berkeluarga. Jika semasa lajang Anda sering jajan ke kafe atau belanja, ada baiknya porsinya dikurangi dan dananya dialokasikan untuk keperluan rumah tangga.

Disiplin keuangan pun perlu ditingkatkan. Orang tua harus segera mulai menyiapkan uang kas keluarga. Selain itu, dana darurat juga perlu dihitung besarannya.

Di lain sisi, menikah di usia tak lagi muda juga memiliki kelebihan kalau semasa melajang pasutri mampu merencanakan keuangan dengan disiplin tinggi. Andaikan, sebelum menikah mereka sudah memiliki tabungan dan investasi yang cukup, dananya bisa langsung dialokasikan untuk keuangan keluarga.

Masa lajang idealnya memang menjadi waktu untuk menabung lebih besar. Hal itu sangat mungkin mengingat orang belum memiliki keluarga yang mesti ditanggung kehidupannya. Dengan kondisi finansial yang mapan, begitu menikah ia tidak akan terlalu pusing mengenai keuangan rumah tangganya.


Sumber :
https://republika.co.id/berita/njjqx810/perencanaan-keuangan-keluarga

Related Posts