Saturday, December 27, 2014

Kerja Maksimal Uang Minimal

Kerja Maksimal Uang Minimal, Apa yang terjadi?

Menjadi orang yang mapan secara finansial adalah impian banyak orang. Masalahnya, hanya sedikit orang yang benar-benar disiplin mengatur arus uang, selebihnya memilih untuk menerapkan gaya hidup ekstravaganza yang membuat mereka tersiksa di hari menjelang gajian.

Berikut ini beberapa penyebab mengapa nominal pada tabungan Anda tak kunjung meningkat dari bulan ke bulan?

Pengeluaran yang berlebih
Lebih besar pasak daripada tiang, Itulah pribahasa yang tepat bagi keadaan Anda yang lebih besar pengeluaran daripada pemasukan. Anda harus dapat mengendalikan semua pengeluaran yang Anda lakukan.

Menurut Ramit Sethi, Financial Expert, Penulis I will Teach You To Be Rich, dan Rod Ebrahimi, CEO, Ready for Zero, menyarankan untuk Anda memaksakan pemasukan untuk setara dengan gaya hidup berlebihan. Turunkan ekspektasi Anda, sadari bahwa uang yang Anda sia-siakan di waktu sekarang bisa menjadi aset berharga di masa depan.

Kebiasaan buruk
Kebiasaan buruk adalah saat memegang uang lebih Anda menjadi punya hasrat untuk membeli segala sesuatu. Cobalah batasi keinginan Anda untuk membeli barang-barang tak penting yang bukan jadi kebutuhan Anda.

Utang
Kartu kredit bisa jadi pedang bermata dua, di sisi lain banyak promo dan kelebihan yang diberikan oleh kartu kredit, di sisi lain tumpukan utang Anda kian “subur”. Untuk Anda yang belum bisa mengendalikan keuangan, pikir seribu kali untuk membuka kartu kredit.

Terlalu banyak tagihan
Cobalah cek kembali tagihan bulanan Anda. Jika ada biaya yang dapat Anda kurangi tiap bulannya, tak ada salahnya untuk berhenti berlangganan atau mungkin tidak memakai jasa tersebut sama sekali.


Sumber :
BOLDSKY
http://female.kompas.com

Friday, December 12, 2014

Tips Menabung Walau Gaji Pas-Pasan


Bagi sebagian dari kita, menabung dapat menjadi perkara yang sulit. Hal ini dapat terjadi karena kita tidak pandai dalam menyeimbangkan pemasukan dengan pengeluaran. Gaji yang pas-pasan sering kali menjadi alasan kenapa seseorang tidak dapat menabung. Ditambah lagi karena bekerja di luar kota, sebagian dari kita harus menyisihkan gaji untuk membayar uang bulanan rumah kos.

Seharusnya, Anda dapat lebih pandai memutar gaji yang diterima setiap bulannya untuk disisihkan sebagian dan ditabung. Meskipun sekarang gaya hidup semakin maju, bukan berarti Anda harus mengikuti tren dan menghabiskan seluruh gaji bulanan untuk belanja kan Ladies? Inilah tips mudah bagi Anda yang ingin  tetap menabung meski gaji pas-pasan.

Seimbangkan Antara Pemasukan Dan Pengeluaran
Poin ini menjadi poin penting bagi Anda yang ingin tetap menabung dengan gaji pas-pasan. Hitung secara cermat berapa pemasukan Anda setiap bulannya, dan catat seberapa banyak kebutuhan pengeluaran yang dibutuhkan. Lakukan pengeluaran pada hal-hal yang memang Anda butuhkan dan penting.

Belanja
Semua wanita dipastikan menyukai agenda berbelanja. Namun jika Anda tidak mampu mengontrol hasrat berbelanja Anda, jangan heran jika gaji Anda akan cepat habis. Usahakan hanya berbelanja barang-barang yang memang sangat Anda butuhkan. Untuk pakaian, tas dan sepatu,  Anda dapat membelinya dua atau tiga bulan sekali.

Makanan Dan Minuman
Untuk makanan dan minuman, Anda dapat memilih yang enak dan sehat namun harganya terjangkau. Usahakan untuk tidak menghabiskan gaji bulanan Anda hanya untuk berburu kuliner. Meskipun Anda menyukai makanan dan minuman yang ada di restoran berbintang, usahakan untuk makan di tempat yang biasa namun terjamin kebersihan dan kesehatannya. Untuk memanjakan diri Anda pada kuliner, Anda dapat meng-agendakan makan di restoran mewah setidaknya satu bulan atau dua minggu sekali.

Sisihkan Sebagian Gaji Untuk Berbisnis
Bagi Anda yang bekerja menjadi pegawai, tidak ada salahnya Anda mencoba menambah peruntungan dengan berbisnis. Sisihkan sebagian gaji Anda untuk memulai bisnis. Bisnis dapat dilakukan dengan cara online, misalnya menjual tas, baju atau sepatu melalui sosial media. Perkembangan teknologi yang semakin pesat, juga perlu Anda manfaatkan dengan merintis bisnis lho guys.

Apabila Anda salah satu wanita yang memiliki gaji pas-pasan, cobalah untuk tidak berkecil hati. Pada dasarnya, Anda masih tetap dapat menabung dengan gaji Anda. Asalkan ada niat yang baik dan kuat untuk menabung, dipastikan suatu saat nanti tabungan Anda akan lebih besar dari orang-orang yang bergaji besar, namun tidak pandai mengelola keuangannya. Selamat menabung ya Ladies?

http://www.vemale.com

Saturday, November 8, 2014

Hemat ala Fresh Graduate


Saat pertama kali bekerja, tentunya Anda tak bisa mengharapkan perusahaan menggaji Anda seperti gaji para manager. Umumnya perusahaan memberikan gaji bagi para fresh graduate sesuai upah minimum regional (UMR).

Masalah muncul ketika Anda bekerja jauh dari rumah. Uang transportasi yang membengkak atau Anda harus kost adalah masalah finansial yang harus dipenuhi sementara gaji Anda harus dibagi untuk hal lain. Ingin berhemat? Beberapa hal kecil ini bisa membantu menghemat uang bulanan Anda lho.


  1. Tak semua perusahaan memberikan uang makan atau menyediakan katering. Bawalah sendiri bekal Anda dari rumah. Memasak sendiri jauh lebih menghemat dan menyehatkan.
  2. Bagilah uang Anda dalam pos-pos tertentu, misalnya: uang bensin, uang makan mingguan, uang belanja bulanan, uang untuk pulsa dan lain-lain. Taatilah penggunaan pos-pos keuangan ini.
  3. Jika Anda tinggal bersama teman di kost atau kontrakan, memasak bersama akan menghemat uang lebih banyak daripada membeli makan sendiri-sendiri.
  4. Manfaatkan promosi toko-toko. Biasanya Anda bisa mendapatkan produk kebutuhan sehari-hari dengan promo "buy 2 get 2" dan sebagaiknya. Manfaatkan hal ini.
  5. Ngopi di coffee shop bisa diganti dengan membuat kopi sendiri di rumah atau ganti kebiasaan dengan minum air putih. It's chep and better for you.
  6. Buatlah rekening berbeda untuk kebutuhan sehari-hari dan tabungan. Ini akan menghindarkan Anda dari godaan memboroskan uang.
  7. Ikutilah asuransi atau jaminan kesehatan. Jika Anda mengalami sakit, setidaknya pengeluaran Anda dapat di-cover dan tidak membuat Anda harus berhutang pada orang lain.
  8. Kumpulkan barang-barang yang masih layak pakai dan buatlah garage sale daripada membuangnya.



Sumber :
http://www.vemale.com

5 Tips Memanage Penghasilan Bagi Karyawan Baru


Salah satu kenikmatan pekerjaan pertama adalah ketika kita bisa mendapatkan penghasilan secara mandiri. Namun mandiri secara penghasilan belum tentu mandiri secara finansial.

Anda punya uang, tapi belum bisa memanagenya, maka Anda perlu belajar untuk lebih teratur dan bijaksana dengan penghasilan Anda. Agar Anda tak mengalami fase yang umum dialami karyawan baru di mana tanggal tengah bulan serasa akhir bulan, Anda bisa mencoba tips berikut ini.

Menabung Sejak Dini
Selagi Anda masih baru, jangan lupa tabung uang Anda. Tak apa meski hanya sedikit, yang penting rutin dan konsisten jumlahnya. Buat prinsip bahwa tabungan itu hanya bisa digunakan dalam keadaan paling genting saja. Anda akan merasakan manfaat tabungan ini ketika setengah tahun sampai usai tahun pertama kerja.

'Me Time' Money
Pastikan Anda punya uang untuk quality time bagi diri Anda sendiri. Gunakan pada saat Anda jenuh. Misalnya untuk memasak, olahraga, belanja dan sebagainya. Uang ini berbeda dengan uang untuk kebutuhan pribadi Anda.

Fokus Pada Kebutuhan
Gaji yang cukup itu adalah gaji yang disyukuri. Dengan demikian Anda perlu menyadari kebutuhan dan kondisi Anda. Tak perlu mengikuti gaya hidup orang lain bila memang tak sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Kalau Anda bisa mendapatkan hidup yang berkualitas dengan cara yang sederhana, why not?

Cara Menikmati Salary Anda
Agar Anda bisa menikmati salary yang Anda miliki, minimalisir hutang-hutang. Pilah pilih uang pada klasifikasi kebutuhan Anda, maka Anda akan membiasakan diri untuk disiplin pada keuangan Anda sendiri. Menikmati salary tak harus dengan menghabiskannya. Menjalankan sistem keuangan Anda dengan disiplin bisa membuat Anda jauh dari beban keuangan dan merasa 'bokek' di tanggal tua.

Tujuan Jangka Panjang
Buat sebuah tujuan jangka panjang. Umumnya berupa rencana liburan ke tempat yang jauh atau peluang usaha. Tujuan seperti ini bisa membuat Anda lebih terarah dan punya motivasi dalam menjaga alur keuangan yang Anda miliki.
Yuk lebih bijaksana dengan gaji pertama, agar Anda tak menyesal nantinya. Selamat mencoba dan semoga sukses dengan karir Anda yang baru.


Sumber :
http://www.vemale.com

Tips Mengatur Keuangan Bagi Yang baru Pertama Bekerja


Selamat buat Anda yang baru saja mendapatkan pekerjaan pertamanya. Anda tentu sudah menantikan saat-saat ini dalam hidup Anda, saat Anda akhirnya memiliki penghasilan sendiri.

Ini adalah momen penting dan cukup krusial dalam hidup Anda. Tanpa manajemen keuangan yang baik, impian Anda untuk hidup nyaman di masa yang akan datang akan tetap menjadi impian.


Hati-hati dengan jebakan keuangan

Usia yang masih muda membuat sebagian pekerja baru ini sedikit terlena dan membelanjakan uangnya untuk mengejar tren seperti gadget atau kendaraan terbaru. Mereka juga seringkali kesulitan untuk membedakan keinginan dan kebutuhan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus Anda miliki dan tidak bisa melakukan sesuatu tanpanya seperti makanan, rumah, dan pakaian. Keinginan adalah sesuatu yang ingin Anda dapatkan tetapi tidak terlalu diperlukan seperti berlibur ke luar negeri, mobil mewah, dan makan di tempat yang mewah.


Rencanakan keuangan Anda

Rencanakan keuangan Anda sedini mungkin. Pikirkanlah seberapa banyak Anda harus menabung setiap bulannya, dan berapa banyak untuk diinvestasikan. Sebisanya pertahankan pola hidup hemat ala mahasiswa meskipun Anda telah bekerja, agar Anda memiliki uang tambahan untuk hal-hal lain.

Jangan menganggap Anda terlalu muda atau terlalu dini untuk memikirkan perencanaan keuangan masa depan Anda. Demi impian dan kesuksesan Anda di masa depan, rencanalan keuangan Anda secara bijak mulai dari sekarang.


Sumber :
http://www.vemale.com

Friday, October 3, 2014

Investasi Emas


Menyimpan emas sudah dianggap sebagai investasi paling menjanjikan dan aman – di samping tanah – sejak zaman nenek-kakek kita. Tak salah memang, emas selalu menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin berinvestasi, terutama yang tidak mau memasuki dunia saham atau bisnis yang besar resikonya. Namun sejujurnya, tak ada investasi yang tanpa resiko, termasuk emas. Sebelum Anda memutuskan untuk menengok emas sebagai investasi, kami berikan plus minus dari investasi ini.

Emas memiliki nilai (value) yang tetap, sehingga relatif lebih aman dibandingkan reksadana ataupun saham. Perlu diingat, value bukan berarti harga. Harga emas bisa naik dan turun sesuai dengan inflasi, namun nilainya (bisa diartikan bebas sebagai daya belinya) akan terus mengikuti kenaikan tersebut.

Harga emas juga menggunakan kurs dollar Amerika (USD) sehingga apabila kurs USD naik, harga emas juga naik, begitu juga selanjutnya. Namun, dalam jangka waktu panjang harga emas akan cenderung stabil.

Likuiditas emas juga menjadi nilai plus bagi investasi emas. Emas mudah diperjualbelikan dan digadaikan sehingga dapat menjadi solusi bila ada kebutuhan mendadak atau bila ada lonjakan harga yang drastis secara tiba-tiba.

Investasi emas juga relatif mudah. Sederhananya, investasi ini berbentuk jual beli jangka panjang. Anda memang perlu melihat perkembangan harga pasar, namun Anda tak perlu mengamatinya secara intens dan terus-menerus seperti dalam investasi saham.

Namun demikian, seperti halnya investasi lain, di mana prinsip low risk-low gain, high risk-high gain, investasi emas tidak memberikan margin profit sebesar investasi lain yang lebih agresif seperti properti. Selain itu, penyimpanan emas, terutama dalam ukuran besar, membutuhkan biaya yang cukup besar. Penyimpanan emas yang baik sangat diperlukan agar emas tidak teroksidasi dan berubah warna.

Kini ada banyak pilihan untuk investasi emas bila Anda memutuskan untuk melakukannya. Pilihannya mulai dari membeli emas batangan, membeli perhiasan, hingga melakukan cicilan pembelian emas. Pilihan ketiga menjadi hal yang marak dilakukan masyarakat beberapa tahun terakhir. Cicilan dapat dilakukan melalui berbagai lembaga keuangan seperti bank syariah atau lembaga gadai. Bila Anda ingin melakukannya, kami sarankan Anda memperhatikan harga emas yang dijadikan acuan oleh lembaga tersebut (karena setiap lembaga punya pilihan produsen dan harga acuan yang berbeda), uang muka yang dibutuhkan, biaya administrasi, periode cicilan, dan fleksibilitas cara pembayaran. Yang paling penting, pilih skema cicilan sesuai dengan keadaan Anda, jangan memaksakan diri untuk melakukannya. Sekali lagi, investasi tidak boleh mengganggu kehidupan pokok Anda.

Sumber :
http://mywealth.co.id

Investasi Setelah Pensiun


Bagi Anda yang terbiasa aktif dan selalu menyibukkan diri dengan berbagai rutinitas, memasuki masa pensiun bisa membuat Anda merasa terbatasi dalam banyak hal. Tapi jangan khawatir, ada banyak hal baru yang bisa mulai Anda lakukan, dan salah satunya adalah investasi. Investasi memungkinkan Anda untuk tetap produktif di usia lanjut, serta membuat Anda tetap stay up to date dengan informasi terkini untuk kebutuhan investasi Anda.

Jika Anda ingin memulai investasi sekarang, Anda mempunyai banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi seputar produk-produk investasi yang ditawarkan oleh berbagai lembaga keuangan. Anda juga dapat mengurus investasi Anda sendiri secara aktif. Untuk modal awalnya, bisa menggunakan sebagian dari tabungan Anda atau dana pensiun Anda. Tapi ingat, jangan pakai semua tabungan atau dana pensiun Anda ya! Yang paling penting adalah memenuhi kebutuhan hidup Anda sehari-hari. Baru kemudian sisanya Anda alokasikan untuk investasi.

Nah, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan.

1. Lakukan brainstorming

Jangan ragu untuk meminta saran mengenai pilihan investasi, termasuk pada yang lebih muda. Diskusikan ide bisnis atau tren produk investasi terkini serta kondisi ekonomi agar rencana Anda matang dan resiko dapat diminimalisasi. Brainstorming ini dapat dilakukan dengan kawan, anak, kenalan, atau dengan penasehat keuangan.

2. Collaborate!

Anda dapat berkolaborasi dengan pihak lain, baik dari segi dana maupun manajemen investasi. Anda bisa mengajak mantan kolega anda atau bahkan keluarga anda. Dengan kolaborasi, beban Anda akan sedikit berkurang dan kemungkinan investasi Anda berkembang akan semakin besar. Yang penting, pastikan bahwa secara visi, rekan Anda adalah orang yang cocok dengan kebutuhan investasi Anda, dan bahwa Anda dan rekan dapat bekerja sama dengan baik.

3. Pilih investasi yang mudah cair

Likuiditas adalah faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan investasi di masa pensiun. Pilih investasi yang likuid, relatif aman, dan bila memungkinkan memiliki interest yang tinggi. Contoh investasi seperti ini adalah obligasi pemerintah dan deposito yang memiliki hasil yang jelas dan aman. Jangan berinvestasi pada tanah yang sulit dicairkan atau kendaraan yang harganya terus turun.

4. Do your thing

Bila Anda memutuskan untuk membuka bisnis, pilihlah bisnis dimana Anda merasa senang melakukannya, dan Anda merasa yakin akan kemampuan Anda untuk mengelolanya. Kebanyakan pensiunan memilih bisnis properti seperti kos-kosan, agrobisnis, dan transportasi. Namun, Anda juga dapat melakukan hobi anda. Misalnya, Anda dapat membuka taman bacaan bila Anda memiliki koleksi buku yang berlimpah atau membuka kursus piano bila Anda handal dalam memainkannya.

Seberapapun keinginan Anda untuk “menghasilkan uang” setelah memasuki masa pensiun, ingatlah bahwa yang terpenting saat ini adalah berbahagia dan menikmati hidup Anda. Saat anak dan cucu sudah bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, maka yang perlu Anda pikirkan adalah diri Anda dan pasangan saja. Jangan tergoda dengan hasil yang besar dalam waktu singkat, karena pada dasarnya prinsip investasi adalah high risk-high gain, low risk-low gain. Jika Anda ingin mendapatkan hasil yang besar, otomatis resikonya besar. Sementara saat ini Anda tidak terlalu membutuhkan hasil yang besar, dan sebaiknya tidak mengambil investasi yang beresiko besar.

So, enjoy life and enjoy your investment!


Sumber :
http://mywealth.co.id

Related Posts