Wednesday, April 10, 2024

Mengelola Uang Angpao Lebaran untuk Anak

Mengelola Angpao Lebaran: Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini.

Lebaran, momen yang dinanti-nantikan bagi umat Muslim di seluruh dunia, bukan hanya menjadi waktu untuk berkumpul dengan keluarga, tetapi juga saat di mana banyak anak-anak menerima uang angpao Lebaran. Angpao merupakan hadiah uang yang diberikan kepada anak-anak sebagai bagian dari tradisi dalam merayakan Idul Fitri. 

Namun, menerima angpao juga bisa menjadi kesempatan untuk belajar tentang pengelolaan keuangan sejak dini. Anak perlu diajari bagaimana mengelola uang tersebut. Tujuannya agar uang yang didapat tidak cepat habis atau justru untuk membeli sesuatu dengan boros.

Pentingnya Pengelolaan Keuangan Bagi Anak.

Mengajarkan anak-anak tentang pengelolaan keuangan sejak usia dini memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan finansial mereka di masa depan. Saat mereka menerima angpao pada Hari Raya, itu bisa menjadi kesempatan yang baik untuk mulai mengenalkan konsep-konsep dasar pengelolaan keuangan.

Penting memahamkan akan kebutuhan dan keinginan. Cara yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada anak tentang konsep kebutuhan dan keinginan, hal ini untuk membantu anak agar dapat mengelola angpao sebagaimana kebutuhan yang prioritas.


Penggunaan uang angpao lebaran anak-anak dapat menggunakan prinsip 3S, yaitu Sosial, Saving dan Shopping. Mari kita bahas satu per satu.


SOSIAL.

Pos sosial, terdiri dari berbagi atau zakat, infak dan sedekah. Besarannya adalah sekitar 10%. Uang bisa diberikan untuk membantu teman sekolah yang belum cukup kebutuhan sekolahnya, donasi ke panti asuhan, atau ke panti sosial.


SAVING.

Besaran pos saving adalah sekitar 50%, yang bisa dilakukan dengan menabung, membeli logam mulia, atau membuka deposito. Selanjutnya jika sudah terkumpul, bisa dimanfaatkan untuk membeli atau memenuhi keinginan anak, misal membeli smartphone, beli notebook atau berwisata dengan biaya sendiri.


SHOPPING.

Sisanya 40% baru boleh digunakan untuk belanja apa yang dibutuhkan, atau diinginkan anak saat itu. Ketiga prinsip diatas dapat juga diterapkan untuk mengatur keuangan anak-anak sehari-hari, baik uang saku sekolah ataupun uang hasil bisnis anak-anak.


Menyimpan Sebagian Uang.

Salah satu konsep penting yang bisa diajarkan adalah menyimpan sebagian dari uang yang diterima. Anak-anak dapat belajar bahwa tidak semua uang harus langsung dihabiskan, tetapi sebagian harus disimpan untuk masa depan.

Perlu mengajarkan pengelolaan keuangan yang produktif. Mendapat uang angpao tentu akan menjadikan anak semakin konsumtif, sebab uang yang didapat dianggap sebagai sebuah bonus.


Merencanakan Pengeluaran.

Membuat rencana tentang bagaimana mereka ingin menggunakan uang angpao mereka bisa menjadi pelajaran berharga. Anak-anak dapat belajar tentang prioritas pengeluaran dan bagaimana membuat keputusan yang bijaksana dalam menggunakan uang mereka.

Sangat penting mengajarkan untuk melakukan belanja dengan bijak. Memasuki anak dengan usia sekolah menengah pertama (usia 13-15 tahun) maka perlu pendekatan yang lebih dewasa, anak seusia ini sudah memiliki pilihan yang akan dilakukan dalam setiap belanja.


Memberikan dan Beramal.

Selain menyimpan dan menghabiskan untuk kebutuhan pribadi, anak-anak juga bisa diajarkan tentang pentingnya memberikan dan beramal. Mereka dapat membagikan sebagian dari uang angpao mereka kepada mereka yang membutuhkan atau untuk tujuan amal lainnya.

Ajarkan tentang kemandirian dalam mencari uang. Anak dengan status sekolah menengah atas (rentan usia 16-18) masih menjadi anak kategori remaja atau belum dewasa yang tentu segala kebutuhannya masih menjadi tanggung jawab orang tua. Namun sebagai media pembelajaran anak harus dipahamkan tentang cara mencari uang sendiri. Tentu di usia ini tujuanya bukan untuk memenuhi kebutuhannya, melainkan agar anak mengerti akan kemandirian dalam mencari uang yang tentu tidak mudah.


Langkah-Langkah Praktis dalam Mengelola Angpao Lebaran.

Membuat Rencana Keuangan.

Bantu anak Anda untuk membuat rencana tentang bagaimana mereka ingin menggunakan uang angpao mereka. Diskusikan bersama mereka tentang prioritas pengeluaran, seperti menyimpan sebagian untuk masa depan, membeli barang yang mereka butuhkan, dan memberikan kepada yang membutuhkan.


Menyimpan dalam Tabungan.

Ajarkan anak Anda untuk menyimpan sebagian dari uang angpao mereka dalam tabungan. Ini adalah kesempatan yang baik untuk mengenalkan mereka pada konsep tabungan dan bagaimana bunga dapat meningkatkan jumlah uang mereka dari waktu ke waktu.

Dorong anak untuk menabung sebagian dari uang angpao Lebaran mereka. Sebelum membelanjakan uang, sebaiknya ajak anak untuk menyisihkan sebagian uang mereka untuk ditabung. Minta anak untuk menyimpan uang mereka di celengan atau wadah lain yang bisa digunakan untuk menyimpan uang. Jika sudah lumayan banyak, ajak buah hati ke bank untuk membuat rekening bank mereka sendiri.


Memberikan kepada yang Membutuhkan.

Ajarkan nilai-nilai kepedulian sosial dengan mendorong anak-anak untuk membagikan sebagian dari uang angpao mereka kepada mereka yang membutuhkan. Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan tentang empati dan membantu mereka memahami bahwa mereka memiliki peran dalam membantu orang lain.

Selain ditabung, Anda juga sebaiknya mengarahkan anak untuk memberikan sebagian uang untuk bersedekah.  Melatih anak-anak untuk membantu orang lain bisa menumbuhkan rasa empati mereka. Buah hati menjadi lebih peka terhadap sesama dan lingkungan mereka. 


Belajar dari Pengalaman.

Peran kita cukup penting dalam membantu anak untuk mengelola uang angpaonya. Menghabiskan uang bukan satu-satunya pilihan bagi anak untuk mengelola uang angpao Lebaran. Cara lain seperti menyimpan, berinvestasi, atau menyumbang untuk amal adalah pilihan lain yang lebih layak dan berguna.

Setelah beberapa waktu, ajak anak Anda untuk mengevaluasi bagaimana mereka mengelola uang angpao mereka. Diskusikan apa yang telah mereka pelajari dan bagaimana mereka bisa meningkatkan pengelolaan keuangan mereka di masa depan.



Menerima angpao saat Lebaran bukan hanya tentang mendapatkan uang tambahan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk belajar tentang pengelolaan keuangan. Dengan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan yang penting dalam mengelola uang mereka sejak usia dini. Ini adalah investasi berharga yang akan membantu mereka membangun fondasi yang kuat untuk kehidupan finansial mereka di masa depan.


Sumber :

https://kumparan.com/beritaanaksurabaya/tips-ajari-anak-kelola-uang-lebaran-agar-tak-boros-22VFuvRXPh7/full

https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7287151/cara-ajari-anak-kelola-thr-lebaran-sesuai-usia-cek-yuk

https://kiaton.kontan.co.id/news/cara-mengajarkan-anak-kelola-uang-angpao-lebaran-biar-tidak-habis-untuk-beli-jajan.

https://www.orami.co.id/magazine/cara-mengajari-anak-mengelola-uang-angpao-lebaran

https://www.liputan6.com/health/read/5267982/selain-bikin-senang-terima-angpao-lebaran-bisa-jadi-momen-ajari-anak-kelola-keuangan

https://www.shilafinancial.com/2018/06/tips-mengelola-uang-lebaran.html

Tradisi Angpao Lebaran: Bagi-bagi Uang Saat Lebaran

Memahami Tradisi Angpao Lebaran: Keajaiban Bagi-bagi Uang Saat Lebaran.

Lebaran, atau Idul Fitri, adalah momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di tengah gemerlapnya momen ini, terdapat satu tradisi yang menjadi ikon khas perayaan ini: "Angpao Lebaran" atau tradisi bagi-bagi uang saat Lebaran. Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul Fitri, yang tidak hanya memiliki makna sosial, tetapi juga religius dan budaya.

Setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan, masyarakat muslim akan merayakan Hari Raya Idulfitri alias Lebaran. Tradisi dan kebiasaan dalam menyambut Hari Kemenangan di Indonesia, sering kali dihabiskan dengan saling bersilaturahmi serta berkumpul bersama keluarga besar.

Saat momen Lebaran, kebanyakan masyarakat Indonesia melakukan mudik atau pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan keluarga besar. Untuk memeriahkan momen tersebut, tidak sedikit orang yang melakukan pula tradisi membagikan angpao Lebaran. 

Sejarah dan Asal Usul.

Asal usul Tradisi Angpao Lebaran berakar dalam budaya Tionghoa, yang awalnya dikenal sebagai "Angpao" atau "Amplop Merah". Angpao adalah amplop merah yang berisi uang, yang secara tradisional diberikan selama perayaan Tahun Baru Imlek atau perayaan-perayaan lainnya dalam budaya Tionghoa sebagai simbol keberuntungan, kesuksesan, dan kebahagiaan.

Terkait sejarah atau awal mula dari tradisi berbagi uang saat Lebaran ini, mengacu dari salah satu sumber, dimulai di Abad Pertengahan. Tepatnya di masa Kekhalifahan Fatimiyah asal Afrika Utara yang mulai membagikan, tidak hanya uang, tapi juga pakaian serta permen pada anak muda serta masyarakat di sana ketika hari pertama perayaan Idulfitri. 

Lalu, di pengujung era Ottoman, kebiasaan berbagi pada hari Lebaran tersebut mengalami beberapa perubahan. Tak lagi memberikan pakaian dan makanan, tapi di masa tersebut hadiah yang diberikan hanya berupa uang tunai serta dibagikan pada lingkup keluarga saja. Inilah yang menjadi asal mula dari tradisi berbagi angpao Lebaran di Indonesia sampai hari ini. 

Di Indonesia, tradisi Angpao kemudian disesuaikan dengan perayaan Lebaran. Hal ini kemungkinan besar terjadi karena adanya interaksi budaya antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat Indonesia yang beragam. Seiring waktu, tradisi ini menjadi semakin umum di kalangan masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan sosial dan latar belakang budaya.


Makna dan Signifikansi.

Tradisi Angpao Lebaran memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat yang melakukannya. Pertama, memberi uang dalam amplop Angpao dianggap sebagai bentuk kedermawanan dan kebaikan hati. Ini adalah waktu untuk berbagi keberkahan dan kebahagiaan dengan orang lain, terutama mereka yang kurang mampu atau membutuhkan.

Kedua, tradisi ini juga mencerminkan semangat persaudaraan dan persatuan dalam masyarakat. Saat menerima Angpao, orang tidak hanya menerima uang, tetapi juga menerima simbol dukungan, cinta, dan perhatian dari keluarga, teman, dan tetangga.

Salah satu manfaat utama dari membagikan angpao Lebaran adalah mengajarkan tentang bagaimana cara mengelola keuangan. Hal ini dikarenakan jenis hadiah ini diberikan dari orang yang telah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri kepada mereka yang masih belum bisa mencari uang sendiri. 


Pelaksanaan Tradisi.

Pelaksanaan tradisi Angpao Lebaran cukup sederhana. Biasanya, anggota keluarga yang lebih tua memberikan Angpao kepada anggota keluarga yang lebih muda, termasuk anak-anak, keponakan, atau cucu. Selain itu, Angpao juga diberikan kepada pembantu rumah tangga, tetangga, atau orang-orang yang membantu selama bulan Ramadan.

Tujuan dari memberi angpao Lebaran adalah menjadi sarana untuk memberi hadiah pada anak dari orang tuanya. Misalnya, jadikan angpao ini sebagai hadiah karena anak telah mampu berpuasa penuh dan tarawih selama Ramadan. Dengan memberi hadiah ini, anak juga nantinya akan merasa lebih terapresiasi dan semangat menjalani puasa Ramadan di tahun-tahun berikutnya. 

Jumlah uang dalam Angpao bisa bervariasi, tergantung pada kebiasaan dan kemampuan finansial masing-masing individu atau keluarga. Namun, lebih dari sekadar nilai moneter, yang penting adalah niat dan keikhlasan di balik pemberian Angpao.


Peran dalam Meningkatkan Kesejahteraan Sosial.

Selain menjadi bagian dari tradisi budaya dan keagamaan, Tradisi Angpao Lebaran juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Bagi mereka yang menerima Angpao, uang tersebut bisa menjadi bantuan yang berarti, terutama dalam konteks perayaan Lebaran, di mana biaya hidup dan persiapan perayaan bisa meningkat.

Tujuan dari saling berbagi angpao Lebaran adalah menunjukkan akan pentingnya berbagi dan bersedekah. Khususnya bagi anak, tradisi ini harapannya mampu menjadi contoh mengenai perbuatan baik kepada sesama. Sehingga, ketika ia telah tumbuh dewasa dan memiliki penghasilan, anak akan lebih tergugah untuk melakukan hal yang sama serta tak ragu untuk menolong sesama.

Lebih dari itu, tradisi ini juga memperkuat ikatan sosial dalam masyarakat. Melalui tindakan memberi dan menerima Angpao, hubungan antara anggota keluarga, tetangga, dan komunitas menjadi lebih erat dan harmonis. Ini menciptakan lingkungan yang penuh dengan saling pengertian, kebaikan, dan dukungan.


Kenapa orang umumnya bagi-bagi uang saat Lebaran?. 

Ini sebagai semangat berbagi dari orang yang sedang memiliki rezeki lebih di momen itu karena ada Tunjangan Hari Raya (THR) dari tempatnya bekerja. Terlebih dalam Islam memang diajarkan untuk berbagi dan memuliakan satu sama lain.

Pemberian itu juga merupakan semacam hadiah untuk merangsang atau mendorong anak-anak agar mau puasa untuk tahun depan sampai selesai.

Tradisi Angpao Lebaran adalah contoh nyata bagaimana budaya dan nilai-nilai sosial berpadu dalam sebuah perayaan. Di balik kesederhanaannya, tradisi ini memiliki makna yang mendalam dan dampak yang signifikan dalam memperkuat hubungan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari perayaan Lebaran, tradisi ini tidak hanya merayakan momen kemenangan spiritual, tetapi juga mengajak semua orang untuk berbagi kebahagiaan dan berbuat baik kepada sesama. Oleh karena itu, setiap amplop Angpao yang diserahkan tidak hanya berisi uang, tetapi juga berisi harapan akan kebaikan, kemakmuran, dan kedamaian bagi semua yang menerimanya.


Sumber :

https://www.cermati.com/artikel/amp/angpao-lebaran

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-7285759/dari-mana-asal-usul-munculnya-tradisi-bagi-bagi-uang-saat-lebaran

Wednesday, April 3, 2024

Gaji ke-13: Bukan Bonus, Melainkan Hak Buruh

Pada saat bulan-bulan tertentu, ada satu topik yang menjadi pembicaraan hangat di kalangan pekerja: gaji ke-13. Terkadang, ada pemahaman keliru bahwa gaji ke-13 adalah semacam bonus yang diberikan kepada pekerja atas prestasi mereka di tempat kerja. 

Namun, pada kenyataannya, gaji ke-13 bukanlah bonus, melainkan hak yang diamanatkan untuk pekerja. Sehingga, dalam setahun, perusahaan wajib membayarkan gaji ke karyawan sebanyak 13 kali.

Sistem gaji mingguan atau 2 mingguan sebenarnya cukup adil karena dalam satu tahun terdapat 52 minggu, dan pembayaran dilakukan berdasarkan upah per jam. 

Jika dibandingkan sistem gaji bulanan di Indonesia, di mana satu tahun ada 12 bulan dan satu bulan ada empat minggu, maka empat dikali 12 adalah 48. 

Lalu bagaimana nasib 4 minggu sisanya?.

Nah, inilah yang bisa diisi dengan pembayaran THR. Dan atau gaji ke-13. Sehingga perhitungan 13 kali gaji setara dengan gaji 52 minggu. Sehingga penamaan gaji ke-13 adalah penggenapan jumlah minggu dalam satu tahun. Besaran Gaji ke-13 adalah sebesar gaji pokok beserta tunjangan-tunjangan lainnya.

Gaji ke-13 merupakan konsep yang mungkin terdengar baru bagi beberapa orang, terutama bagi mereka yang berada di negara-negara di mana konsep ini belum diterapkan. Namun, di banyak negara, khususnya di Asia dan beberapa bagian Eropa, gaji ke-13 telah menjadi bagian dari sistem pembayaran yang biasa.

Apabila dirunut dari sejarahnya, gaji ke-13 sudah dibayarkan sejak 1979 berdasarkan Instruksi Presiden. Pada 1980-1982, pemberian gaji ke-13 sempat terhenti karena pemerintah telah memberikan tunjangan perbaikan pendidikan. Gaji ke-13 diberikan kembali pada PNS pada Juli 1983.

Konsep dasar dari gaji ke-13 adalah bahwa setiap pekerja seharusnya menerima upah tambahan setiap tahunnya yang setara dengan satu bulan gaji penuh. Hal ini didasarkan pada perhitungan sederhana: satu tahun terdiri dari 52 minggu, dan jika dibagi dengan 4, hasilnya adalah 13. Oleh karena itu, setiap pekerja seharusnya mendapatkan 13 kali pembayaran dalam setahun, bukan hanya 12.

Pentingnya memahami bahwa gaji ke-13 bukanlah sekadar hadiah atau bonus yang diberikan kepada pekerja atas pencapaian tertentu. Sebaliknya, itu adalah bagian dari hak-hak dasar yang harus diberikan kepada setiap pekerja sebagai imbalan atas usaha dan kontribusi mereka terhadap perusahaan atau organisasi tempat mereka bekerja.

Salah satu aspek yang menarik dari gaji ke-13 adalah kontribusinya terhadap stabilitas keuangan pekerja. Dengan mendapatkan satu bulan gaji tambahan setiap tahunnya, pekerja memiliki kesempatan untuk merencanakan keuangan mereka dengan lebih baik. Ini dapat membantu mereka untuk mengatasi biaya hidup yang terus meningkat, membayar tagihan, menyisihkan tabungan, atau bahkan merencanakan liburan bersama keluarga.

Gaji ke-13 diberikan sebagai bantuan pemerintah kepada aparatur negara untuk mendukung biaya pendidikan. Yaitu dimana gaji ke-13 ini ditujukan untuk membantu biaya sekolah anak dari masing-masing pegawai.

Namun, meskipun pentingnya gaji ke-13 diakui secara luas, masih ada beberapa perdebatan tentang implementasinya di berbagai negara. Beberapa pengusaha atau perusahaan mungkin merasa terbebani dengan biaya tambahan yang harus mereka bayarkan setiap tahun. Namun, penting bagi pihak-pihak terkait untuk memahami bahwa gaji ke-13 adalah bagian dari hak-hak buruh yang telah ditetapkan dalam hukum dan peraturan ketenagakerjaan.

Selain itu, ada juga argumen yang menyatakan bahwa gaji ke-13 seharusnya diberikan dengan jumlah yang sama persis dengan gaji bulanan biasa, tanpa potongan pajak atau potongan lainnya. Ini karena gaji ke-13 seharusnya memang mencerminkan upah yang sebenarnya yang seharusnya diterima oleh pekerja.

Dalam sebuah masyarakat yang adil dan inklusif, penting untuk mengakui dan menghormati hak-hak dasar para pekerja. Gaji ke-13 bukanlah sekadar insentif atau bonus, melainkan bagian integral dari kompensasi yang seharusnya diterima oleh pekerja atas pekerjaan yang mereka lakukan. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memastikan bahwa gaji ke-13 diakui dan diberikan dengan tepat kepada semua pekerja di seluruh dunia.


Sumber :

https://blog.kini.id/waktu-gajian-terbaik/

https://www.trenasia.com/tren-istilah-apa-itu-gaji-ke-13

https://indonesiabaik.id/infografis/thr-gaji-13-untuk-pns-tni-polri-dll

https://ekbis.sindonews.com/read/436360/34/mulai-dibayar-per-1-juni-begini-sejarah-awal-mula-gaji-ke-13-1621861540?showpage=all&_gl=1*1wjkntu*_ga*Zm9XTVQycWNUQU41SkdUTm9SV08zcmJSa0lIeUpUbTljYW9CbXdnTzhYRTJndHUxcVBuZ3RiLXdIaG9aVlMyMw

Tuesday, April 2, 2024

Mengapa THR Hanya Ada di Indonesia Saja?

Mengapa THR Hanya Ada di Indonesia.

Tunjangan Hari Raya (THR) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kerja di Indonesia. Ini adalah bonus khusus yang diberikan kepada karyawan menjelang perayaan besar agama, seperti Idul Fitri bagi umat Islam dan Natal bagi umat Kristen. 

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah hal yang paling ditunggu para pekerja atau karyawan setiap tahunnya. Pegawai negeri sipil (atau PNS) sampai pekerja swasta akan menerima THR menjelang lebaran Idul Fitri. THR ini merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan pemberi kerja kepada pekerja.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa THR hanya ada di Indonesia dan jarang ditemukan di negara-negara lain. Berikut adalah beberapa alasan yang mungkin menjelaskan fenomena ini:.

1. Tradisi Keagamaan yang Kuat:.

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk yang menganut agama-agama tertentu, seperti Islam dan Kristen. Perayaan-perayaan agama ini memiliki makna yang sangat penting bagi masyarakat. Oleh karena itu, memberikan THR kepada karyawan adalah cara bagi perusahaan untuk mengakui dan menghargai perayaan tersebut dalam kehidupan kerja.


2. Budaya Kekeluargaan yang Kuat:.

Konsep kekeluargaan memiliki tempat yang sangat penting dalam budaya Indonesia. Lebaran (Idul Fitri) dan Natal adalah momen di mana orang-orang bersatu kembali dengan keluarga mereka. THR tidak hanya menjadi apresiasi dari perusahaan kepada karyawan, tetapi juga memberikan mereka kemampuan ekstra untuk merayakan bersama keluarga mereka dengan lebih berkesan.


3. Regulasi Pemerintah:.

Di Indonesia, pemerintah telah mengatur bahwa perusahaan wajib memberikan THR kepada karyawan mereka menjelang perayaan agama. Hal ini tertuang dalam UU Ketenagakerjaan Indonesia. Regulasi ini mungkin menjadi salah satu faktor yang mendorong keberadaan THR di Indonesia dan membedakannya dari negara-negara lain di mana tidak ada regulasi serupa.


4. Sejarah dan Konteks Ekonomi:.

Seiring dengan sejarah ekonomi dan perkembangan kelembagaan kerja di Indonesia, tradisi memberikan bonus khusus kepada karyawan menjelang perayaan agama telah berkembang. Kondisi ekonomi dan kebutuhan sosial masyarakat Indonesia mungkin menciptakan kebutuhan akan pengakuan ini dalam bentuk tunjangan tambahan.


5. Peran dalam Mengurangi Ketidaksetaraan Sosial:.

THR juga dapat dilihat sebagai salah satu upaya untuk mengurangi ketidaksetaraan sosial. Dengan memberikan bonus tambahan kepada karyawan menjelang perayaan agama, perusahaan dapat membantu memperbaiki ketimpangan ekonomi yang mungkin ada di antara karyawan mereka.


Sebenarnya, THR bukan hanya ada di Indonesia. Di luar negeri juga ada konsep serupa, tetapi hanya berbeda nama dan konteks pemberian. Dalam penelusuran, negara terawal yang memberikan THR adalah Belanda. 

Sejak 1920, pemerintah mengharuskan setiap perusahaan memberikan tunjangan berupa uang di bulan Mei atau saat musim panas tiba. Insentif itu bukan bernama THR, melainkan holiday allowance. Sesuai namanya, para pekerja di Belanda bakal menerima tunjangan liburan untuk di musim panas.

Di Inggris, terdapat juga konsep serupa. Sejak 1938, pemerintah Inggris mengharuskan para pekerja mendapat tunjangan yang diberikan setiap tahun kepada pekerja dalam rangka liburan. 

Sedangkan sejarah tradisi pemberian THR di Indonesia dari masa ke masa adalah sebagai berikut.

Tahun 1951, Perdana Menteri Soekiman memberikan tunjangan kepada Pamong Pradja (saat ini PNS) berupa uang persekot (atau pinjaman awal) dengan tujuan agar dapat mendorong kesejahteraan lebih cepat. Uang persekot akan dikembalikan ke negara dalam bentuk pemotongan gaji pada bulan berikutnya.

THR kala itu itu diberikan dalam bentuk beras atau sembako serta uang tunai berkisar Rp125 sampai dengan Rp200 atau setara dengan Rp1.100.000-Rp1.750.000 saat ini. Itu semua diberikan agar kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi dan ekonomi bisa bergerak.

Sebenarnya, ada unsur politis yang diselipkan dalam pemberian THR ini; supaya PNS memberikan dukungan kepada kabinet yang sedang berjalan.


Tahun 1952, kaum pekerja/buruh protes dan menuntut pemerintah untuk memberikan tunjangan yang sama seperti pekerja Pamong Pradja.

Tahun 1954, perjuangan terkabul, Menteri Perburuhan Indonesia mengeluarkan surat edaran tentang Hadiah Lebaran guna menghimbau setiap perusahaan untuk memberikan “Hadiah Lebaran” untuk para pekerjanya sebesar seperdua-belas dari upah.

Tahun 1961, surat edaran yang semula bersifat himbauan, berubah menjadi peraturan menteri yang mewajibkan perusahaan untuk memberikan “Hadiah Lebaran” kepada pekerja minimal 3 bulan bekerja.

Tahun 1994, Menteri Ketenagakerjaan mengeluarkan peraturan menteri dengan mengubah istilah “Hadiah Lebaran” menjadi “Tunjangan Hari Raya” atau THR yang kita kenal sampai sekarang. 

Tahun 2016, pemberian THR direvisi! THR dapat diberikan kepada pekerja dengan minimal 1 bulan kerja yang dihitung secara proporsional.


Jadi, meskipun THR mulanya hanya bertujuan politis cara Soekiman mengambil dukungan dari PNS atau ASN, namun hingga sekarang budaya tersebut tetap dilestarikan, bahkan terdapat aturan jelasnya.

Dan THR yang merupakan praktik umum di Indonesia, di negara-negara lain, pengakuan terhadap perayaan agama mungkin diwujudkan dalam bentuk yang berbeda, seperti cuti yang lebih panjang atau perayaan bersama di tempat kerja. Setiap negara memiliki konteks budaya, sejarah, dan kebutuhan sosial yang berbeda, yang membentuk cara mereka memberikan pengakuan terhadap perayaan agama dalam lingkungan kerja.


Sumber :

https://indonesiabaik.id/infografis/sejarah-dibalik-tradisi-pemberian-thr

https://www.cnbcindonesia.com/news/20240322095428-4-524374/sejarah-kemunculan-thr-berasal-dari-negara-ini-bisa-2x-lipat-gaji

https://money.kompas.com/read/2022/04/05/170129526/hanya-ada-di-indonesia-ini-sejarah-dan-asal-usul-adanya-thr?page=all

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20220404213449-532-780227/sejarah-di-balik-tradisi-pemberian-thr

https://www.idntimes.com/business/economy/triyan-pangastuti/apakah-thr-hanya-di-indonesia-ini-penjelasannya?page=all

https://economy.okezone.com/read/2024/03/19/622/2985358/apakah-thr-hanya-ada-di-indonesia?page=2

Sunday, March 31, 2024

Mengenal Profesi Cost Estimator

Sudah Kenal dengan Profesi Cost Estimator? Yuk Kenalan Lewat Artikel Ini!

Dalam suatu proyek konstruksi pastinya perlu untuk menentukan kelayakan dan budget dari suatu proyek yang akan berjalan. Tugas tersebut bukanlah yang mudah untuk dijalankan, mengingat terkadang ada informasi yang masih kurang, seperti gambar desain yang belum lengkap. Profesi yang mengampu tugas tersebut dikenal sebagai Cost Estimator.

Cost Estimator merupakan seseorang yang bertugas untuk melakukan estimasi biaya, menetapkan spesifikasi pekerjaan, mencari harga terbaru bahan, dan membuat alternatif harga. Secara umum profesi Cost Estimator memiliki tugas sebagai berikut.

  • Menganalisa pekerjaan
  • Menetapkan proses produksi
  • Memilih alat dan bahan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan
  • Mencari informasi perkembangan harga bahan
  • Menetapkan harga pokok
  • Memberikan alternatif harga

Pastinya tugas profesi Cost Estimator tidak mudah untuk dilakukan, banyak tantangan yang harus ditaklukkan, sehingga seorang Cost Estimator harus memiliki skill mumpuni. Seseorang bisa menjadi Cost Estimator apabila memiliki keahlian sebagai berikut.

  • Tertarik dengan dunia konstruksi
  • Kuasai proses produksi
  • Mampu menyusun rencana-rencana
  • Update perkembangan harga bahan
  • Memiliki pengetahuan matematika untuk volume dan material
  • Bisa memvisualisasikan gambar kerja dan memberikan solusi untuk masalah yang mungkin terjadi
  • Mampu menuangkan ide proyek menjadi estimasi biaya
  • Tahu tentang kinerja kerja dan operasionalnya
  • Tahu tentang harga-harga yang berkaitan dengan proyek
  • Memiliki kemampuan mengoperasikan komputer
  • Mampu memenuhi tenggat waktu penawaran


Sumber :

https://zamilconsulting.com/cost-estimator/#:~:text=Cost%20Estimator%20merupakan%20seseorang%20yang,bahan%2C%20dan%20membuat%20alternatif%20harga.

Cost Estimator Adalah : Pengertian, Tugas & Tanggung Jawab

Cost estimator adalah – Sebagian dari kita mungkin bingung dengan apa itu cost estimator, yang jelas cost estimator itu merupakan sebuah pekerjaan. Tapi pekerjaan yang bagaimana ya?

Nah gaess, pada kesempatan kali ini kita coba bahas lagi yuk hal seputar dunia pekerjaan, tepatnya cost estimator. Kita akan bahas mulai dari pengertiannya, dan tugas tanggung jawab serta estimasi.

Yuk langsung aja simak penjelasannya dibawah ini,


Apa Itu Cost Estimator?

Cost Estimator adalah seseorang yang mempunyai tugas untuk melakukan analisa terhadap estimasi biaya, menetapkan suatu spesifikasi pekerjaan, mencari informasi terbaru tentang harga bahan dan membuat alternatif harga.

Estimasi biaya adalah hal yang sangat fundamental dalam suatu proyek pekerjaan, dimana akan menentukan kelayakan dan budget pendanaan suatu proyek. Tetapi, kurangnya informasi dan gambar design yang belum lengkap membuat estimasi ini sulit untuk dilakukan. Di sinilah diperlukannya peran dan tugas seorang estimator dalam mengidentifikasi seluruh kebutuhan proyek sehingga akan menghasilkan tujuan dan sasaran proyek yang ditentukan.


Tugas dan Tanggung Jawab Cost Estimator

Beberapa tugas dan tanggung jawab menjadi seorang Ahli Cost Estimator adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai tugas untuk melakukan analisa terhadap pekerjaan untuk menentukan Cost Estimator
  • Menetapkan proses produksi
  • Mempunyai estimasi alat dan bahan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang akan dikerjakan
  • Melakukan penetapan spesifikasi pekerjaan yang diterima
  • Mencari dan menggali informasi terbaru tentang harga bahan
  • Membuat penetapan harga pokok
  • Memberikan alternatif harga


Syarat Untuk Menjadi Ahli Cost Estimator

  • Memiliki ketertarikan dalam bidang bisnis konstruksi
  • Memiliki keahlian proses produksi
  • Mampu membuat estimasi perencanaan
  • Mengetahui perkembangan harga bahan
  • Memiliki kemampuan matematika yang baik karena ada kaitannya dengan perhitungan dan rumus
  • Mampu melakukan visualisasi gambar kerja dan dapat memberikan sebuah solusi untuk beberapa masalah
  • Mampu membuat estimasi biaya
  • Mengetahui kinerja tenaga kerja dan operasional
  • Mengetahui harga yang berkaitan dengan proyek yang dikerjakan
  • Bisa menggunakan komputer


Rata – Rata Gaji Yang Diterima di Indonesia


Kesimpulan

Menjadi seorang cost estimator adalah pekerjaan yang sulit, kita harus bertanggung jawab atas biaya yang kita tentukan karena diperlukan ketelitian yang tinggi untuk pekerjaan ini.


Sumber :

https://blog.szetoconsultants.com/cost-estimator-adalah/

Pekerjaan Seorang Cost Estimator

Begini Pekerjaan Seorang Cost Estimator

Pelajari 4 Keahlian Wajib Seorang Estimator Ini!


Sobat siker, terdapat suatu pekerjaan yang berkaitan dengan estimasi biaya, lho. Pekerjaan ini biasanya disebut dengan cost estimator atau pengestimasi biaya.

Dilansir dari szeto blog, cost estimator merupakan seseorang yang mempunyai tugas untuk melakukan analisa terhadap estimasi biaya, menetapkan suatu spesifikasi pekerjaan, mencari informasi terbaru tentang harga bahan dan membuat alternatif harga.

Estimasi biaya adalah hal yang sangat fundamental dalam suatu proyek pekerjaan, dimana akan menentukan kelayakan dan budget pendanaan suatu proyek.

Namun, kurangnya informasi dan gambar design yang belum lengkap membuat estimasi ini sulit untuk dilakukan. Di sinilah diperlukannya peran dan tugas seorang estimator dalam mengidentifikasi seluruh kebutuhan proyek sehingga akan menghasilkan tujuan dan sasaran proyek yang ditentukan.

Lantas, apa saja tugas dan syarat menjadi seorang cost estimator? Berikut penjelasannya!

Tugas Cost Estimator

  • Menetapkan spesifikasi pekerjaan yang diterima
  • Mencari informasi terbaru tentang harga bahan
  • Memberikan alternatif harga
  • Menetapkan proses produksi
  • Memiliki alat dan bahan sesuai dengan spesifikasi pekerjaan yang akan dikerjakan
  • Menetapkan harga pokok

Selain itu, berikut tugas lain cost estimator antara lain:
  • Menjalin hubungan/jaringan kerja kepada supplier/pabrik untuk mendapatkan informasi update harga, spesifikasi material yang nantinya digunakan untuk keperluan estimasi proposal tender
  • Menerima dokumen/drawing/spec dari atasan, klien atau divisi lain. kemudian melakukan penghitungan / calculation kebutuhan jumlah, spec dan harga material, scope of work, subkontraktor, man hours untuk keperluan biding (tender) berdasarkan dokumen tersebut
  • Melakukan penghitungan MTO (material take off) dan Bill of Quantity (BoQ) untuk keperluan proyek.
  • Estimator membantu membuat surat penawaran (quotation) atau dokumen proposal lain untuk keperluan tender


Syarat Menjadi Cost Estimator

Bila kamu tertarik menjadi seorang cost estimator, berikut syarat yang harus kamu perhatikan antara lain:

  • Memiliki ketertarikan dalam bidang bisnis konstruksi
  • Memiliki keahlian proses produksi
  • Memiliki kemampuan matematika yang baik karena ada kaitannya dengan perhitungan dan rumus
  • Mampu melakukan visualisasi gambar kerja dan dapat memberikan sebuah solusi untuk beberapa masalah
  • Mampu membuat estimasi biaya
  • Mampu membuat estimasi perencanaan
  • Mengetahui perkembangan harga bahan

Sumber :
https://www.siker.id/detail/news/2954/keuangan/begini-pekerjaan-seorang-cost-estimator

Related Posts