Friday, December 22, 2023

BEBAN BERAT GENERASI SANDWICH

BEBAN BERAT JADI GENERASI SANDWICH. KAMU SALAH SATUNYA?

Pasti Sobat Sikapi sudah familiar kan dengan kata “sandwich’’? Tapi kalau generasi sandwich, apakah kamu sudah pernah mendengar sebelumnya atau baru pertama kali mengetahuinya?

Istilah ini diperkenalkan pertama kali pada tahun 1981 oleh seorang Profesor sekaligus direktur praktikum University Kentucky, Lexington, Amerika Serikat bernama Dorothy A. Miller. Generasi sandwich merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup 3 generasi yaitu orang tuanya, diri sendiri, dan anaknya.

Kondisi tersebut dianalogikan seperti sandwich dimana sepotong daging terhimpit oleh 2 buah roti. Roti tersebut diibaratkan sebagai orang tua (generasi atas) dan anak (generasi bawah), sedangkan isi utama sandwich berupa daging, mayonnaise, dan saus yang terhimpit oleh roti diibaratkan bagai diri sendiri.

Dikutip dari berbagai sumber, generasi sandwich terjadi pada seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki rentan umur dari 30 hingga 40 tahun. Namun ada pula yang menyebutkan rentang umur antara 30 hingga 50 tahun. Namun, seorang Aging and Elder Care Expert (seniorliving.org) bernama Carol Abaya mengkategorikan generasi sandwich menjadi tiga ciri berdasarkan perannya.

1. The Traditional Sandwich Generation

Orang dewasa berusia 40 hingga 50 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua berusia lanjut dan anak-anak yang masih membutuhkan finansial.


2. The Club Sandwich Generation

Orang dewasa berusia 30 hingga 60 tahun yang dihimpit oleh beban orang tua, anak, cucu (jika sudah punya), dan atau nenek kakek (jika masih hidup).


3. The Open Faced Sandwich Generation

Siapapun yang terlibat dalam pengasuhan orang lanjut usia, namun bukan merupakan pekerjaan profesionalnya (seperti pengurus panti jompo) termasuk ke dalam kategori ini.

Jika dilihat dari bebannya saja, dari sini kita sudah bisa merasakan bahwa generasi ini memiliki beban hidup yang cukup bahkan sangat berat. Lantas, mengapa generasi sandwich ini dapat terjadi?

Banyak faktor yang melatarbelakanginya, namun pada umumnya ini terjadi karena kegagalan finansial orang tua. Bukan maksud menyalahkan sepenuhnya, tapi orang tua yang tidak memiliki perencanaan finansial yang baik untuk masa tuanya akan berpotensi besar untuk membuat sang anak menjadi generasi sandwich berikutnya. Dan selanjutnya sang anak akan mengikuti jejak orang tuanya kelak sebagai orang tua yang tidak mandiri di masa tuanya, dan pada akhirnya berlanjut begitu seterusnya.

Bagaimana cara memutus rantai generasi sandwich?

Memutus rantai generasi sandwich bukanlah hal mudah yang dapat dilakukan begitu saja. Perlu konsistensi dan usaha yang lebih besar untuk dilakukan. Tak perlu untuk merasakannya terlebih dahulu. Bagi kamu yang saat ini beruntung karena belum berada di posisi ini, maka tak ada salahnya untuk mengikuti 6 langkah ini agar kamu dan generasi selanjutnya tidak lagi merasakan beban berat ini.


1. Miliki tabungan rencana

Jika kamu merasakan kesulitan untuk menabung, maka memilih tabungan rencana adalah sesuatu yang tepat. Tabungan rencana adalah tabungan dengan setoran rutin secara bulanan yang memiliki fasilitas auto debit dari rekening sumber ke rekening tabungan rencana dan penarikannya dibatasi sesuai ketentuan bank (https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/DetailMateri/421).

Tabungan rencana ini ada banyak jenisnya yaitu pernikahan, Haji atau Umrah, pendidikan, wisata, dan lainnya. Jadi apapun tujuanmu di masa depan, kamu dapat mengelola keuanganmu dengan bijak dan disiplin dengan tabungan rencana. Apalagi tabungan ini juga mendapatkan polis asuransi jiwa yang sesuai dengan ketentuan masing-masing bank.


2. Menyiapkan program pensiun

Sama dengan menabung, Sobat Sikapi akan membayar sejumlah uang yang sudah ditetapkan secara rutin dan hanya bisa diambil ketika memasuki usia pensiun. Program pensiun adalah langkah awal yang baik sebagai bukti sayang kamu kelak kepada anak dan berguna untuk menjamin kehidupan masa tua Sobat sehingga nantinya dapat meminimalisir terjadinya generasi sandwich pada anak Sobat.

Saat ini, program pensiun dapat dimiliki oleh siapapun, tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki program pensiun dari pemerintah. Jika kamu bukan ASN, maka kamu bisa menyiapkan program pensiun dengan mendaftarkan diri ke Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), yang telah dibahas secara lengkap di link: https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10482


3. Miliki asuransi kesehatan

Semakin bertambahnya usia, ketahanan tubuh akan semakin mudah turun yang berimbas pada kesehatan. Hal ini harus benar-benar kamu perhatikan dengan membuat asuransi kesehatan baik untuk diri sendiri, orang tua, maupun anak. Dengan memiliki asuransi ini kamu akan mendapatkan jaminan kesehatan atas rawat inap, rawat jalan, pengobatan untuk gigi, penggantian kacamata, melahirkan sesuai dengan batasan yang dijamin polis.

Kamu bisa memilih untuk memiliki asuransi kesehatan dari pemerintah (BPJS Kesehatan) atau dari swasta. Kamu bisa memilih perusahaan asuransi swasta yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (bit.ly/PerusahaanAsuransi2019 dan bit.ly/AgenAsuransiDes2019).


4. Kurangi gaya hidup konsumtif

Konsumtif atau tidaknya gaya hidup seseorang memang relatif dan tergantung dengan kemampuan seseorang. Namun tidak ada salahnya kita mengurangi gaya hidup konsumtif yang dirasa tidak perlu. Langkah pertama sebelum menguranginya, kamu harus menentukan prioritas dan membedakan antara kebutuhan dan keinginanmu.


5. Menyiapkan dana pendidikan anak

Dana pendidikan anak juga tak kalah penting sebagai upaya memutus mata rantai ini. Dengan asuransi pendidikan, orang tua dapat menyiapkan biaya pendidikan anak untuk masa depan dimulai dari sekarang dan tentu saja ini akan meringankan beban orang tua dikemudian hari.

Sebelum memilih asuransi pendidikan, pastikan kamu memperkirakan perhitungan biaya pendidikan anak secara detail, seperti akan memilih sekolah di mana yang disesuaikan dengan kemampuan finansial. Pilihlah perusahaan asuransi yang telah terdaftar dan diawasi oleh OJK (bit.ly/PerusahaanAsuransi2019 dan bit.ly/AgenAsuransiDes2019).


6. Mengajarkan anak untuk menabung dan belajar mandiri secara finansial

Perilaku gemar menabung harus diajarkan sedini mungkin oleh siapapun. Begitu pula jika kamu memiliki anak, maka segeralah untuk mengajarkan mereka belajar menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga memotivasi untuk membeli kebutuhan mereka dari uang hasil menabung. Hal ini efektif untuk membuat anak menjadi semangat menabung. Selain menabung di celengan, kenalkan anak untuk membuka tabungan di bank yang kini terdapat program khusus anak yaitu Simpanan Pelajar (SimPel) untuk pelajar SD hingga SMA dan Simpanan Mahasiswa & Pemuda (SiMuda) untuk usia 18 hingga 30 tahun (https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20563) .

Jika Sobat Sikapi merupakan salah satu yang sedang mengalami menjadi generasi sandwich, maka tak ada salahnya untuk terbuka dengan orang tua untuk membahas kemampuan memberikan bantuan finansial. Memang pada ajaran agama dan prinsip budaya yang kita anut, anak diajarkan untuk berbakti dan membahagiakan orang tua. Namun, akan menjadi kurang tepat apabila kemudian diartikan jika orang tua yang sudah tidak berpenghasilan dapat dengan bebas menggantungkan diri pada anaknya yang bekerja. Dengan komunikasi yang terbuka, nantinya diharapkan sang orang tua akan mengerti dan tidak terlalu besar menuntut sehingga beban dan tingkat stress anak sedikit berkurang.

Semoga, kamu tidak menjadi generasi sandwich selanjutnya atau bahkan menjadi orang tua (generasi atas) yang dianalogikan sebagai roti penghimpit!


Sumber :

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/20570

Monday, December 18, 2023

Strategi Hidup Frugal

Strategi Hidup Frugal di Tengah Arus Gaya Hidup Sosialita

21 July 2023 10:20

Frugal living bukan berarti memotong pengeluaran bulanan dan membuatmu menderita. Akan tetapi frugal living punya tujuan suci, yakni jalan untuk mencapai tujuan finansial. Frugal living adalah konsep hidup yang fokus pada prioritas keuangan dan mampu mengatur pengeluaran.

Seseorang yang ingin menerapkan gaya hidup frugal harus paham apa tujuan keuangan mereka dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi dalam menjalani gaya hidup ini harus ada visi dan misi hidup, add list impian dan tujuan hidup di masa depan.

Frugal living ini yang menjadi strategi untuk mencapai visi keuangan tersebut. Gaya hidup ini tidak serta merta membuat seseorang dari makan 3 hari sekali menjadi 1 hari saja. Atau secara ekstrim berhemat seperti memotong anggaran bulanan misalnya Rp10 juta menjadi hanya Rp1 juta per bulan.

Ada langkah-langkah yang harus diterapkan dalam menjalani gaya hidup ini. Misalnya saja evaluasi pengeluaran selama ini, membuat prioritas dalam pengeluaran, bahkan dalam frugal living yang hemat kamu juga perlu investasi.

Ada beberapa metode atau strategi yang bisa kamu terapkan dalam menjalani frugal Living. Apa saja? 


Cash is King, Utang Harus Lunas!

1. Evaluasi dan Lacak Pengeluaran

Pertama, kamu harus tahu ke mana perginya uangmu selama sebulan. Pengeluaran apa saja yang selama ini membuat uangmu pergi. Kamu bisa mulai mencatat pemasukan dan pengeluaranmu di aplikasi yang menyediakan fitur anggaran. 

Cobalah dua bulan mencatat setiap pengeluaran, dan kamu bis amelakukan analisis serta pemetaan. Paling mudah adalah bisa mulai memilah berapa % untuk pengeluaran, berapa % untuk menabung, berapa % untuk hiburan, dan berapa % pemasukan anda untuk bayar cicilan.

Catatan ini bisa jadi modal awal untuk mengevaluasi pengeluaran. Setelah itu bisa mulai membangun prioritas pengeluaran dan mulai mencari pengganti dari pengeluaran yang kiranya boros.

Misalnya, pengeluaran paling besar adalah makanan. Kamu bisa mulai memasak untuk menghemat beberapa rupiah dari beli makanan di luar. Jika masak bagimu berat, kamu bisa gunakan jasa katering rumahan yang harganya bisa lebih murah ketimbang membeli makanan.

Atau kamu bisa berinvestasi dengan membeli mesin kopi seharga Rp1 jutaan dan tiap minggu mengeluarkan Rp100-150 ibu untuk membeli kopi bubuk atau kapsul kopi. Sehingga kamu bisa lebih hemat untuk membeli kopi seharga Rp40-50 ribu per gelas.


2. Lunasi atau Refinancing Hutang

Salah satu strategi lain untuk menghemat atau menjalani frugal living adalah mulai melunasi hutang-hutang mulai dari yang kecil. Dari mana uangnya? Bisa dari bonus tahunan atau bahkan merelakan Tunjangan Hari Raya yang dibagikan tiap tahunnya.

Jika belum cukup, kamu bisa melakukan refinancing hutang dengan cara melunasi hutang-hutang dengan bunga besar dengan hutang yang memiliki tingkat bunga rendah.

Misalnya kamu memiliki hutang pinjaman online yang bunga besar dan cicilan besar tiap bulannya. Kmau bisa melunasinya dengan pinjaman produk bank yang memiliki bunga pinjaman jauh lebih kecil sehingga beban tiap bulan tidak besar.


Investasi & Kontrol Belanjamu

3. Manfaatkan Diskon

Manfaatkan diskon-diskon atau potongan bisa jadi pilihan karena harga yang jauh lebih murah ketimbang jika membeli dengan harga normal. Salah satu contoh bisa dilakukan adalah membeli barang saat ada live di media sosial. Sebab harganya biasanya ada diskon hingga puluhan persen.

Atau ketika ada program dari pusat perbelanjaan seperti Transmart Full Day Sale akan dimulai pada 22 Juli 2023 sejak toko buka hingga pukul 22.00 WIB dengan promo-promo menarik diskon hingga 70%. Diskon seharian ini juga akan digelar di seluruh Transmart se-Indonesia.

Diskon ini berlaku untuk sejumlah produk, termasuk kebutuhan rumah tangga, aneka bahan-bahan pokok, hingga barang elektronik dan sepeda listrik.


4. Rencana Makan

Biasanya makanan jadi variabel pengeluaran terbesar dalam anggaran seseorang. Perencanaan makan dapat menghemat uang untuk makanan sekaligus menghilangkan pemborosan. Untuk merencanakan makan secara efektif, buka lemari es, freezer, dan dapur kamu dan lihat apa yang kamu miliki.

Cobalah merencanakan makanan berdasarkan apa yang sudah kamu miliki alih-alih membeli semua bahan. Misalnya, jika Anda memiliki sekotak pasta, bisa rencanakan memakan pasta dan hanya membeli bumbunya.

Makan makanan berdasarkan apa yang sudah kamu miliki menghemat uang dan memaksa Anda untuk menjadi kreatif. Punya sekotak telur dan tomat potong dadu? Buatlah hidangan shakshuka yang terinspirasi dari Timur Tengah. Punya roti dan daging giling? Membuat bakso buatan sendiri.


5. Investasi

Investasi adalah kunci untuk membangun kekayaan dan membuat uang Anda bekerja untuk kamu. Berivestasi bisa diinstrumen yang mampu mengalahkan inflasi untuk melindungi uangmu. Misalnya saja saham, reksa dana, atau Surat Berharga Negara (SBN).

Kamu harus mulai berinvestasi sesegera mungkin, karena waktu merupakan faktor penting untuk membangun'sarang telur yang kokoh' alias kekayaan.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/mymoney/20230720120319-72-455834/strategi-hidup-frugal-di-tengah-arus-gaya-hidup-sosialita?page=all

Tren Gaya Hidup Frugal Living

Mengenal Tren Gaya Hidup Frugal Living

Gaya hidup frugal living telah menjadi tren yang semakin populer di kalangan anak muda. Konsep frugal living berkaitan erat dengan pengelolaan keuangan yang bijaksana dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Dalam artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang tren gaya hidup frugal living dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari bersama kampus swasta terbaik di Bali dan Nusa Tenggara, Institut Bisnis dan Telnologi Indonesia (INSTIKI).

Frugal living berbeda dengan hidup hemat secara ekstrem, civitas INSTIKI. Frugal living memiliki tujuan yang sama, yaitu mengendalikan pengeluaran agar tidak melebihi pendapatan. Konsep ini mengajarkan untuk berfokus pada kebutuhan dasar daripada mengedepankan keinginan konsumtif yang berlebihan. Dengan cara ini, individu dapat membangun kestabilan finansial jangka panjang dan mencapai kebebasan finansial lebih cepat.


Menyusun Rencana

Salah satu aspek penting dalam frugal living adalah pengelolaan anggaran. Dengan menyusun rencana anggaran yang disiplin, seseorang dapat mengidentifikasi area pengeluaran yang dapat dikurangi atau dihilangkan. Misalnya, mengurangi makan di luar, membatasi belanja impulsif, atau mencari alternatif murah untuk kebutuhan sehari-hari.


Gaya Hidup Minimalist

Selain itu, frugal living juga mendorong gaya hidup minimalist. Ini berarti mengurangi kepemilikan barang yang tidak diperlukan dan menghargai apa yang kita miliki. Mengurangi konsumsi barang berarti menghemat uang dan juga berdampak positif pada lingkungan karena mengurangi limbah dan dampak karbon.


Kreatifitas dan Mandiri

Gaya hidup frugal living juga mengajarkan nilai-nilai seperti kreativitas dan mandiri. Dengan mencari cara alternatif untuk mencapai tujuan atau kepuasan tanpa harus mengeluarkan banyak uang, individu akan mengasah keterampilan dan kemampuan mereka. Misalnya, memperbaiki barang yang rusak daripada membeli yang baru.


Mengurangi Stress

Selain manfaat finansial, frugal living juga berdampak pada kesejahteraan pribadi. Dengan mengurangi stres tentang masalah uang, individu dapat merasa lebih tenang dan bahagia. Mereka dapat fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup, seperti hubungan sosial, kesehatan, dan perkembangan diri.

Tidak hanya itu, gaya hidup frugal living juga membantu mengurangi tekanan pada lingkungan. Dengan membeli produk yang tahan lama, menghindari pemborosan, dan mengurangi sampah, individu dapat berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan planet kita.

Meskipun gaya hidup frugal living memiliki manfaat yang banyak, tentu saja tidak selalu mudah untuk diimplementasikan. Memerlukan komitmen dan kesadaran untuk mengubah pola pikir dan kebiasaan konsumtif. Namun, dengan sedikit kesabaran dan tekad, manfaat jangka panjang yang diperoleh dari frugal living akan sangat berharga.


Sumber :

https://instiki.ac.id/2023/08/03/mengenal-tren-gaya-hidup-frugal-living/

Frugal Living, Hidup Hemat Bukan Pelit

6 Tips untuk Mulai Frugal Living, Hidup Hemat Bukan Pelit! Berikut 6 tips mudah untuk memulai frugal living. Cara hidup hemat, tapi bukan pelit. 

Jumat, 11 Agustus 2023

Banyak orang ingin menjadi kaya dan hidup nyaman tanpa kekurangan dari sisi finansial. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan mengikuti pola hidup hemat atau frugal living saat ini agar menuai hasilnya di masa tua.  

Frugal living merupakan sebuah konsep yang mengutamakan efisiensi dalam penggunaan uang. Seorang menerapkan pola hidup hemat akan memiliki banyak pertimbangan pada setiap biaya yang dikeluarkan. 

Hidup hemat bukan berarti pelit kepada diri sendiri. Untuk menerapkan frugal living, Anda tak harus membeli barang-barang yang murah. Bisa jadi, Anda justru akan lebih memilih barang dengan harga yang harga yang sedikit mahal, namun berkualitas baika agar memberikan manfaat yang paling besar untuk jangka waktu lama.  

Anda tertarik untuk menerapkan pola hidup hemat? Berikut 6 tips mudah memulai frugal living seperti dilansir dari India Times, Kamis (10/8/2023).  6 Tips untuk Mulai Frugal Living 

1. Bedakan "Needs vs Wants" 

Anda harus selalu dapat mengenali perbedaan antara pengeluaran yang diperlukan (needs) dan yang tidak perlu (wants).  Kemampuan untuk membedakan perbedaan dalam pengeluaran Anda sangat penting saat anda mulai menabung. 

Hal ini akan berdampak sehingga pada kehidupan sehari-hari anda. Penting untuk memprioritaskan dan mengurus biaya yang diperlukan terlebih dahulu, misalnya biaya sewa, pembayaran otomatis, pinjaman gaji atau pembayaran uang muka, kebutuhan harian anda, misalnya makanan, bensin, utilitas, obat-obatan, dan pengeluaran apa pun yang terkait didalamnya. 

2. Simpan semua struk belanja  

Simpan kuitansi Anda untuk memudahkan melacak pengeluaran secara nyata. Cobalah mulai buat anggaran atau budgeting. Kegiata ini dapat membantu Anda memantau dan mengelola semua biaya Anda di satu tempat. Saat musim pajak tiba, menyimpan catatan tanda terima dengan hati-hati juga dapat membantu Anda menerima pengembalian pajak yang lebih baik. 

3. Do It Yourself (DIY) 

Kembangkan kemampuan hemat uang dengan usaha dan kemauan sendiri. Anda dapat mulailah memperhitungkan hal dasar dan simpel yang sering anda gunakan dan menentukan prioritas biaya yang lebih sedikit secara konsisten. Salah satu contoh yang paling mudah adalah dengan memasak dibandingkan membeli.  Anda juga bisa mencuci baju sendiri dibandingkan menitipkan di laundry pakaian. Coba untuk mengolah barang-barang yang tidak terpakai agar bisa digunakan untuk keperluan lain.  

4. Jangan takut nawar 

Cobalah sekali-kali untuk menawar saat berbelanja di pasar. Meski terasa tak tega dengan pedagang, Anda bisa mencoba menawar ketika membeli sebuah barang. Jika penawaran Anda diterima, hal itu akan membuat Anda merasa senang karena dapat menghemat uang.  

5. Reduce, Reuse, Recycle 

Memanfaatkan benda-benda tua dengan mengolahnya untuk digunakan kembali dengan cara baru dan menarik dengan teknik reduce, reuse, recycle. Anda akan terkejut dengan apa yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan kembali barang-barang usang. Alih-alih membuang barang-barang, bangunlah proyek-proyek menarik dengan cara menggunakan kembali barang-barang lama. Kegiatan ini bisa menjadi hal yang menyenangkan apabila dilakukan bersama teman atau keluarga.  

6. Jangan belanja barang yang tak perlu  

Jangan menyepelekan hal mendasar seperti furniture rumah, kebutuhan fashion pria dan wanita, makanan, berbelanja di toko bahan makanan, atau bahkan paket keanggotaan di pusat kebugaran yang jarang Anda pakai.  Anda dapat hidup dengan hemat jika Anda mulai merencanakannya dengan benar hal-hal yang dibutuhkan dan tidak diperlukan agar tidak terjadi pemborosan pengeluaran secara berlebihan.


Sumber :

https://finansial.bisnis.com/read/20230811/55/1683945/6-tips-untuk-mulai-frugal-living-hidup-hemat-bukan-pelit.

Thursday, December 14, 2023

Investasi Generasi Sandwich

Apa Bisa Generasi Sandwich Berinvestasi untuk Masa Depan? 

24 Nov 2022

Senior Area Manager Mirae Asset Sekuritas, Linda Homiya menuturkan banyak faktor yang membuat golongan usia produktif berada di generasi ini.

Sandwich Generation (generasi sandwich) atau generasi terjepit dikenal sebagai kondisi seseorang yang menjadi tulang punggung, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari orang tua, diri sendiri dan keluarga jika sudah menikah. 

Dikutip dari Astra Life bersama Katadata Insight Center pada September 2021, sandwich generation berada di angka 48,7 persen, non-sandwich dengan anak 41,5 persen, dan non-sandwich tanpa anak sebesar 9,8 persen. Senior Area Manager Mirae Asset Sekuritas, Linda Homiya menuturkan banyak faktor yang membuat golongan usia produktif berada di generasi ini. 

Pertama, karena generasi sebelumnya kurang memiliki literasi keuangan sehingga tidak ada tabungan untuk menyiapkan dana pensiun. Kedua, terjadi musibah dalam keluarga. Salah satunya tidak bisa mencari penghasilan lagi sehingga generasi saat ini harus bertanggung jawab. Ketiga, lantaran salah mengambil keputusan finansial seperti investasi bodong hingga gagal dalam dunia bisnis. 

Para generasi sandwich memiliki beban hidup yang cukup bahkan sangat berat. Mereka perlu mengatur keuangannya agar memutus rantai generasi sandwich dan berinvestasi untuk masa depan. Lantas bagaimana caranya? 

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para generasi terjepit perlu memiliki tabungan rencana, menyiapkan program pensiun. Kemudian memiliki asuransi kesehatan, kurangi gaya hidup konsumtif, menyiapkan dana pendidikan hingga mengajarkan anak untuk menabung dan belajar mandiri secara finansial. 

Sementara itu, Linda menuturkan para generasi sandwich harus bisa mengelola pendapatan dan pengeluaran. Memiliki penghasilan lebih besar dibandingkan pengeluaran. "Kita harus punya sumber income yang banyak sehingga nantinya ada sisa untuk di investasikan," kata Linda dalam saluran YouTube Mirae Asset Sekuritas dikutip Tirto, Kamis (24/11/2022). 

Setelah memiliki penghasilan dan bisa berinvestasi, Linda menyarankan agar para generasi terhimpit memiliki ilmu berinvestasi. Salah satunya menonton tips-tips berinvestasi yang aman. Generasi ini, kata Linda juga harus fokus dalam berinvestasi khususnya investasi dalam jangka panjang. 

"Jadi jangan cuma sebentar. Rutin melakukan setiap bulan, misalnya sudah mendapatkan penghasilan lebih diinvestasikan, belajar," kata Linda. Linda menyarankan agar para generasi roti jepit ini untuk menggunakan saham sebagai instrumen investasi. 

Dia yakin walaupun saham memiliki risiko yang besar bukan berarti tidak bisa berinvestasi. Salah satunya dengan mencari saham yang fundamental. Tidak lupa, sebelum membeli saham perlu memperhatikan laporan keuangan atas saham yang akan dipegang. 

Linda menyarankan agar memilih saham yang rutin membagikan dividen. "Kita bisa lihat secara long term saham ini memiliki kenaikan terus. Bisa cuan capital gain, bisa cuan dividen dari saham tersebut," bebernya. 

Kemudian, Linda menyarankan agar mereka membeli saham saat harga sedang murah. Lalu bisa juga memulainya dengan modal sedikit demi sedikit dan tidak mengharapkan keuntungan tinggi dalam waktu dekat. 

Dia pun tidak menampik generasi terimpit ini sulit untuk membeli saham. Karena itu Linda menyarankan agar mereka bisa berinvestasi di instrumen reksadana yang dinilai lebih fleksibel dan risiko rendah. 

Linda optimistis para generasi terjepit bisa memutus rantai dengan berinvestasi. Dengan cara rajin menabung saham dan memiliki mental yang kuat. "Saya yakin generasi sandwich bisa memiliki keinginan untuk hidup lebih baik lagi, sehingga harus sering-sering belajar dan punya mental yang kuat, rajin nabung saham," pungkasnya.


Sumber :

https://tirto.id/apa-bisa-generasi-sandwich-berinvestasi-untuk-masa-depan-gyW6

Friday, December 8, 2023

Unit Link (lagi)

Beberapa waktu lalu banyak orang yang protes terhadap produk asuransi.

Pada saat proses pemasarannya, para agen memberikan iming-iming keuntungan investasi yang besar kepada nasabah, namun pada prakteknya malah banyak nasabah yang mengalami kerugian.

Produk yang dimaksud adalah sebuah proteksi sekaligus investasi, yang dirasa lebih menguntungkan sehingga banyak konsumen yang tertarik membeli.

Tercatat dalam 10 tahun terakhir, produk ini telah tumbuh 10 ribu persen. 

Banyak konsumen yang terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk yang saat dijelaskan oleh marketing mempunyai 1000 manfaat.

Investasi dan asuransi, belakangan berkembang bukan hanya sebagai produk proteksi, tetapi juga mulai dikombinasikan dengan produk investasi. Produk ini dikenal sebagai unit link.

Dari website resmi ojk.go.id, didefinisikan bahwa Asuransi Jiwa Unit Link adalah kontrak asuransi yang memberikan manfaat perlindungan dengan premi rendah sekaligus investasi. Jenis asuransi ini memberikan manfaat perlindungan asuransi kematian dan investasi sekaligus.

Jadi singkatnya, Unit Link merupakan perkawinan antara 2 produk keuangan, yaitu asuransi jiwa berjangka + reksadana. Ditawarkan melalui polis asuransi jiwa, sehingga menjadikan produk ini BUKAN produk investasi, tapi ada TAMBAHAN fitur berinvestasi.

Reksadana dan Unit Link pada dasarnya adalah produk keuangan yang persis sama. Dana dari para investor akan masuk ke dalam suatu wadah dan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. 

Jadi, jika berbicara resiko dan potensi keuntungan investasi untuk berbagai jenis dana kelolaan dari mulai pasar uang, campuran, hingga saham, akan memiliki akhir sama saja. 

Namun, suatu produk yang dijual independen dan harus dibandingkan dengan suatu produk lain, tentu saja ada fitur-fitur penting yang akan sangat membedakan dan bisa berdampak terhadap rencana keuangan Anda.

Membeli produk unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung kita raih. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi kita dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset kita.

Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Produk ini memang memiliki minat yang tinggi dari publik lantaran asuransi unit link membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian berkembang, dan memberikan manfaat melalui pembayaran klaim dan dana hasil investasi.

Namun unit link sejatinya tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Kekurangan dari unit link lainnya adalah konsumen tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. 

Karena unit link berbeda dengan produk investasi seperti reksa dana. 

Juga berbeda jika kita mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, karena nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.

Anda harus sadar, meski setoran premi asuransi hanya berdurasi 7 hingga 10 tahun, namun biaya asuransi akan terus terdebit dari rekening hingga polis tidak berlaku. Sehingga, ada kemungkinan investasi Unit Link Anda akan terambil secara otomatis oleh porsi asuransi untuk bayar premi.

Biaya yang tinggi pada polis unit link sehingga kita jangan berharap akan meraih investasi optimal di lima tahun pertama. Pasalnya, di periode tersebut, hasil investasi kita akan dikurangi dengan biaya akusisi. 

Oleh karena sebelum memutuskan membeli produk unit link, pastikan pilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi kita. Misalnya, nasabah konservatif jangan memilih unit link dana saham yang berisiko tinggi, sebaliknya nasabah agresif jangan memilih unit link pendapatan tetap yang memberi imbal hasil rendah.

Jadi, Seperti solusi finansial lainnya, asuransi dapat mendukung kebutuhan Anda sekaligus dapat disesuaikan dengan rencana masa depan Anda. Dalam memilih asuransi, Anda bukan hanya memperhitungkan berapa jangka waktu polis, melainkan Anda perlu memperhatikan manfaat dan risiko-risiko yang mungkin terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman. 

Sebagai contoh, pemahaman atas risiko investasi pada Polis unit link bisa jadi baru Anda pahami ketika Polis sudah lama issued. 

Untuk memahami risiko investasi tersebut dapat ditanyakan dan dikonfirmasikan kembali sebelum Anda menyetujui ilustrasi dan memutuskan untuk membeli Polis.

Sekali lagi, Apapun yang Anda pilih, pastikan sesuai dengan kebutuhan Anda dan Anda memahami seluruh ketentuan dalam Polis sebelum menyetujui untuk membeli produk Asuransi tersebut.

Friday, December 1, 2023

Kenapa Harus Nabung Saham?

Kenapa harus nabung saham?

Kenapa harus nabung saham?

Jika kita mengingat kembali di jaman dulu, harganya dulu gak segini, tapi kenapa sekarang semakin mahal tapi yang didapatkan hanya sedikit?  Coba diingat lagi 5 sampai 10 tahun yang lalu jika kita bawa uang Rp100,000 ke minimarket, kira-kira sudah bisa belanja apa saja? Lalu bandingkan dengan jaman sekarang?

Itu lah akibat dan dampak yang ditimbulkan oleh inflasi.

Inflasi.

Menurut Badan Pusat Statistik, rata rata inflasi Indonesia selama 5 tahun terakhir ini mencapai 3.5% per tahun. Namun di sektor yang lain, inflasi yang terjadi di masyarakat bahkan bisa lebih tinggi, misal biaya pendidikan anak dan biaya kesehatan, setiap tahunnya bisa naik mencapai 10-15%, bahkan lebih. 

Data inflasi Indonesia pada awal bulan Desember 2023 diumumkan mengalami kenaikan secara bulanan dan tahunan. Inflasi Indonesia bulan November 2023 tercatat naik 0,38% secara bulanan dan 2,56% secara tahunan.

Inflasi November tahun ini dikarenakan melonjaknya sejumlah harga bahan pangan. Inflasi naik karena meningkatnya sejumlah harga pangan, terutama gula, cabe rawit merah, bawang putih, dan rokok.

Data inflasi tahun 2023 masih lebih baik dibandingkan tahun 2022 lalu, dimana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat Indeks Harga Konsumen atau IHK Indonesia sepanjang 2022 mengalami inflasi sebesar 5,51%. 

Inflasi tahun 2022 dipicu oleh tarif transportasi sebesar 15,26% dengan andil 1,84%. Kedua, inflasi terjadi pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83% dan andilnya 1,51%. Sepanjang 2022, inflasi disumbang oleh bahan pangan seperti telur ayam ras, beras, daging ayam ras, tomat, cabe, dan minyak goreng. Selain itu, bahan bakar, tarif angkutan udara dan rokok kretek turut memberikan andil yang cukup lumayan.

Laju inflasi 2022 menjadi yang tertinggi sejak 2014, dimana pada tahun tersebut inflasi Indonesia menembus 8,36%.

Pastinya kita tidak mau uang kita tergerus oleh inflasi. Lalu bagaimana caranya?.

Menabung saja tidak cukup, kita mesti lawan inflasi dengan berinvestasi.

Karena jika kita hanya menabung di Bank atau bahkan hanya dengan menabung di celengan, maka uang kita tentunya akan dimakan oleh inflasi. Bahkan bunga yang kita dapatkan dengan menabung di bank tidak berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.

Sehingga jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa, uang yang kita tabung selama ini di bank sebenarnya mengalami penurunan nilai. Salah satu investasi yang cukup baik adalah investasi saham. Agar bertumbuh kita harus mulai rutin  berinvestasi saham secara berkala pada perusahaan blue chip di pasar saham. 

Saham blue chip adalah istilah pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah tidak terlalu banyak.


Nabung saham.

Banyak yang beranggapan bahwa membeli saham hanya bisa dilakukan oleh para orang kaya raya. Hal tersebut salah karena saat ini sudah banyak yang menawarkan kemudahan berinvestasi saham. Salah satu konsepnya adalah dengan nabung saham.

Di jaman dulu untuk membeli saham dibutuhkan modal sedikitnya 25 juta rupiah. 

Namun sekarang cukup dengan membeli satu lot atau 100 lembar saham. Satu lembar saham harganya cukup beragam. Ada saham yang mempunyai harga hanya 100 rupiah, sehingga untuk membeli 1 lot cukup merogoh dompet 10.000 rupiah.

Jika satu lembar saham seharga 500 rupiah, maka satu lot atau 100 lembar saham harga totalnya hanya 50.000 rupiah. Hanya dengan 50.000 rupiah seseorang sudah bisa menabung saham.

Jika kita secara konsisten terus menerus setiap bulan menabung saham dengan cara menambah jumlah kepemilikan saham, maka dalam waktu 10 tahun atau 15 tahun berikutnya kita akan mendapatkan hasil yang cukup besar.

Jadi berbeda konsep investasi saham atau nabung saham dengan konsep main saham. Karena banyak orang yang masih berpikiran bahwa kegiatan jual beli saham adalah, pagi beli sore jual. Selama ini kegiatan jual beli saham masih sering disalahartikan.

Sekali lagi investasi saham atau nabung saham dengan main saham.

Sebagai pemula, disarankan untuk memulai dengan investasi kecil. Beli saham dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan keuangan kita sendiri. Dengan cara ini kita dapat mempelajari lebih banyak tentang pasar saham tanpa mengambil terlalu banyak risiko.

Kemudian lakukan pemantauan terhadap saham-saham yang kita miliki. Ikuti perkembangan perusahaan dan perubahan harga saham secara teratur. Lakukan evaluasi portofolio investasi secara berkala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.


Sumber :

https://www.cgs-cimb.co.id/id/id-edukasi-investasi-saat-inflasi-mulai-datang-menyerang-pilih-menabung-atau-berinvestasi.jsp

https://www.cnbcindonesia.com/market/20231201090519-17-493641/inflasi-indonesia-naik-lagi-rupiah-dibuka-melemah

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230102100626-4-401980/bps-laju-inflasi-ri-sepanjang-2022-finish-di-551

https://sumbarprov.go.id/home/news/8534-menabung-saham

https://www.bizhare.id/media/investasi/cara-menabung-saham-pemula

Related Posts