Monday, December 18, 2023

Frugal Living, Hidup Hemat Bukan Pelit

6 Tips untuk Mulai Frugal Living, Hidup Hemat Bukan Pelit! Berikut 6 tips mudah untuk memulai frugal living. Cara hidup hemat, tapi bukan pelit. 

Jumat, 11 Agustus 2023

Banyak orang ingin menjadi kaya dan hidup nyaman tanpa kekurangan dari sisi finansial. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah dengan mengikuti pola hidup hemat atau frugal living saat ini agar menuai hasilnya di masa tua.  

Frugal living merupakan sebuah konsep yang mengutamakan efisiensi dalam penggunaan uang. Seorang menerapkan pola hidup hemat akan memiliki banyak pertimbangan pada setiap biaya yang dikeluarkan. 

Hidup hemat bukan berarti pelit kepada diri sendiri. Untuk menerapkan frugal living, Anda tak harus membeli barang-barang yang murah. Bisa jadi, Anda justru akan lebih memilih barang dengan harga yang harga yang sedikit mahal, namun berkualitas baika agar memberikan manfaat yang paling besar untuk jangka waktu lama.  

Anda tertarik untuk menerapkan pola hidup hemat? Berikut 6 tips mudah memulai frugal living seperti dilansir dari India Times, Kamis (10/8/2023).  6 Tips untuk Mulai Frugal Living 

1. Bedakan "Needs vs Wants" 

Anda harus selalu dapat mengenali perbedaan antara pengeluaran yang diperlukan (needs) dan yang tidak perlu (wants).  Kemampuan untuk membedakan perbedaan dalam pengeluaran Anda sangat penting saat anda mulai menabung. 

Hal ini akan berdampak sehingga pada kehidupan sehari-hari anda. Penting untuk memprioritaskan dan mengurus biaya yang diperlukan terlebih dahulu, misalnya biaya sewa, pembayaran otomatis, pinjaman gaji atau pembayaran uang muka, kebutuhan harian anda, misalnya makanan, bensin, utilitas, obat-obatan, dan pengeluaran apa pun yang terkait didalamnya. 

2. Simpan semua struk belanja  

Simpan kuitansi Anda untuk memudahkan melacak pengeluaran secara nyata. Cobalah mulai buat anggaran atau budgeting. Kegiata ini dapat membantu Anda memantau dan mengelola semua biaya Anda di satu tempat. Saat musim pajak tiba, menyimpan catatan tanda terima dengan hati-hati juga dapat membantu Anda menerima pengembalian pajak yang lebih baik. 

3. Do It Yourself (DIY) 

Kembangkan kemampuan hemat uang dengan usaha dan kemauan sendiri. Anda dapat mulailah memperhitungkan hal dasar dan simpel yang sering anda gunakan dan menentukan prioritas biaya yang lebih sedikit secara konsisten. Salah satu contoh yang paling mudah adalah dengan memasak dibandingkan membeli.  Anda juga bisa mencuci baju sendiri dibandingkan menitipkan di laundry pakaian. Coba untuk mengolah barang-barang yang tidak terpakai agar bisa digunakan untuk keperluan lain.  

4. Jangan takut nawar 

Cobalah sekali-kali untuk menawar saat berbelanja di pasar. Meski terasa tak tega dengan pedagang, Anda bisa mencoba menawar ketika membeli sebuah barang. Jika penawaran Anda diterima, hal itu akan membuat Anda merasa senang karena dapat menghemat uang.  

5. Reduce, Reuse, Recycle 

Memanfaatkan benda-benda tua dengan mengolahnya untuk digunakan kembali dengan cara baru dan menarik dengan teknik reduce, reuse, recycle. Anda akan terkejut dengan apa yang dapat Anda lakukan untuk menggunakan kembali barang-barang usang. Alih-alih membuang barang-barang, bangunlah proyek-proyek menarik dengan cara menggunakan kembali barang-barang lama. Kegiatan ini bisa menjadi hal yang menyenangkan apabila dilakukan bersama teman atau keluarga.  

6. Jangan belanja barang yang tak perlu  

Jangan menyepelekan hal mendasar seperti furniture rumah, kebutuhan fashion pria dan wanita, makanan, berbelanja di toko bahan makanan, atau bahkan paket keanggotaan di pusat kebugaran yang jarang Anda pakai.  Anda dapat hidup dengan hemat jika Anda mulai merencanakannya dengan benar hal-hal yang dibutuhkan dan tidak diperlukan agar tidak terjadi pemborosan pengeluaran secara berlebihan.


Sumber :

https://finansial.bisnis.com/read/20230811/55/1683945/6-tips-untuk-mulai-frugal-living-hidup-hemat-bukan-pelit.

Thursday, December 14, 2023

Investasi Generasi Sandwich

Apa Bisa Generasi Sandwich Berinvestasi untuk Masa Depan? 

24 Nov 2022

Senior Area Manager Mirae Asset Sekuritas, Linda Homiya menuturkan banyak faktor yang membuat golongan usia produktif berada di generasi ini.

Sandwich Generation (generasi sandwich) atau generasi terjepit dikenal sebagai kondisi seseorang yang menjadi tulang punggung, mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, mulai dari orang tua, diri sendiri dan keluarga jika sudah menikah. 

Dikutip dari Astra Life bersama Katadata Insight Center pada September 2021, sandwich generation berada di angka 48,7 persen, non-sandwich dengan anak 41,5 persen, dan non-sandwich tanpa anak sebesar 9,8 persen. Senior Area Manager Mirae Asset Sekuritas, Linda Homiya menuturkan banyak faktor yang membuat golongan usia produktif berada di generasi ini. 

Pertama, karena generasi sebelumnya kurang memiliki literasi keuangan sehingga tidak ada tabungan untuk menyiapkan dana pensiun. Kedua, terjadi musibah dalam keluarga. Salah satunya tidak bisa mencari penghasilan lagi sehingga generasi saat ini harus bertanggung jawab. Ketiga, lantaran salah mengambil keputusan finansial seperti investasi bodong hingga gagal dalam dunia bisnis. 

Para generasi sandwich memiliki beban hidup yang cukup bahkan sangat berat. Mereka perlu mengatur keuangannya agar memutus rantai generasi sandwich dan berinvestasi untuk masa depan. Lantas bagaimana caranya? 

Mengutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), para generasi terjepit perlu memiliki tabungan rencana, menyiapkan program pensiun. Kemudian memiliki asuransi kesehatan, kurangi gaya hidup konsumtif, menyiapkan dana pendidikan hingga mengajarkan anak untuk menabung dan belajar mandiri secara finansial. 

Sementara itu, Linda menuturkan para generasi sandwich harus bisa mengelola pendapatan dan pengeluaran. Memiliki penghasilan lebih besar dibandingkan pengeluaran. "Kita harus punya sumber income yang banyak sehingga nantinya ada sisa untuk di investasikan," kata Linda dalam saluran YouTube Mirae Asset Sekuritas dikutip Tirto, Kamis (24/11/2022). 

Setelah memiliki penghasilan dan bisa berinvestasi, Linda menyarankan agar para generasi terhimpit memiliki ilmu berinvestasi. Salah satunya menonton tips-tips berinvestasi yang aman. Generasi ini, kata Linda juga harus fokus dalam berinvestasi khususnya investasi dalam jangka panjang. 

"Jadi jangan cuma sebentar. Rutin melakukan setiap bulan, misalnya sudah mendapatkan penghasilan lebih diinvestasikan, belajar," kata Linda. Linda menyarankan agar para generasi roti jepit ini untuk menggunakan saham sebagai instrumen investasi. 

Dia yakin walaupun saham memiliki risiko yang besar bukan berarti tidak bisa berinvestasi. Salah satunya dengan mencari saham yang fundamental. Tidak lupa, sebelum membeli saham perlu memperhatikan laporan keuangan atas saham yang akan dipegang. 

Linda menyarankan agar memilih saham yang rutin membagikan dividen. "Kita bisa lihat secara long term saham ini memiliki kenaikan terus. Bisa cuan capital gain, bisa cuan dividen dari saham tersebut," bebernya. 

Kemudian, Linda menyarankan agar mereka membeli saham saat harga sedang murah. Lalu bisa juga memulainya dengan modal sedikit demi sedikit dan tidak mengharapkan keuntungan tinggi dalam waktu dekat. 

Dia pun tidak menampik generasi terimpit ini sulit untuk membeli saham. Karena itu Linda menyarankan agar mereka bisa berinvestasi di instrumen reksadana yang dinilai lebih fleksibel dan risiko rendah. 

Linda optimistis para generasi terjepit bisa memutus rantai dengan berinvestasi. Dengan cara rajin menabung saham dan memiliki mental yang kuat. "Saya yakin generasi sandwich bisa memiliki keinginan untuk hidup lebih baik lagi, sehingga harus sering-sering belajar dan punya mental yang kuat, rajin nabung saham," pungkasnya.


Sumber :

https://tirto.id/apa-bisa-generasi-sandwich-berinvestasi-untuk-masa-depan-gyW6

Friday, December 8, 2023

Unit Link (lagi)

Beberapa waktu lalu banyak orang yang protes terhadap produk asuransi.

Pada saat proses pemasarannya, para agen memberikan iming-iming keuntungan investasi yang besar kepada nasabah, namun pada prakteknya malah banyak nasabah yang mengalami kerugian.

Produk yang dimaksud adalah sebuah proteksi sekaligus investasi, yang dirasa lebih menguntungkan sehingga banyak konsumen yang tertarik membeli.

Tercatat dalam 10 tahun terakhir, produk ini telah tumbuh 10 ribu persen. 

Banyak konsumen yang terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk yang saat dijelaskan oleh marketing mempunyai 1000 manfaat.

Investasi dan asuransi, belakangan berkembang bukan hanya sebagai produk proteksi, tetapi juga mulai dikombinasikan dengan produk investasi. Produk ini dikenal sebagai unit link.

Dari website resmi ojk.go.id, didefinisikan bahwa Asuransi Jiwa Unit Link adalah kontrak asuransi yang memberikan manfaat perlindungan dengan premi rendah sekaligus investasi. Jenis asuransi ini memberikan manfaat perlindungan asuransi kematian dan investasi sekaligus.

Jadi singkatnya, Unit Link merupakan perkawinan antara 2 produk keuangan, yaitu asuransi jiwa berjangka + reksadana. Ditawarkan melalui polis asuransi jiwa, sehingga menjadikan produk ini BUKAN produk investasi, tapi ada TAMBAHAN fitur berinvestasi.

Reksadana dan Unit Link pada dasarnya adalah produk keuangan yang persis sama. Dana dari para investor akan masuk ke dalam suatu wadah dan dikelola oleh seorang Manajer Investasi. 

Jadi, jika berbicara resiko dan potensi keuntungan investasi untuk berbagai jenis dana kelolaan dari mulai pasar uang, campuran, hingga saham, akan memiliki akhir sama saja. 

Namun, suatu produk yang dijual independen dan harus dibandingkan dengan suatu produk lain, tentu saja ada fitur-fitur penting yang akan sangat membedakan dan bisa berdampak terhadap rencana keuangan Anda.

Membeli produk unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung kita raih. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi kita dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset kita.

Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Produk ini memang memiliki minat yang tinggi dari publik lantaran asuransi unit link membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian berkembang, dan memberikan manfaat melalui pembayaran klaim dan dana hasil investasi.

Namun unit link sejatinya tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Kekurangan dari unit link lainnya adalah konsumen tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. 

Karena unit link berbeda dengan produk investasi seperti reksa dana. 

Juga berbeda jika kita mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, karena nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.

Anda harus sadar, meski setoran premi asuransi hanya berdurasi 7 hingga 10 tahun, namun biaya asuransi akan terus terdebit dari rekening hingga polis tidak berlaku. Sehingga, ada kemungkinan investasi Unit Link Anda akan terambil secara otomatis oleh porsi asuransi untuk bayar premi.

Biaya yang tinggi pada polis unit link sehingga kita jangan berharap akan meraih investasi optimal di lima tahun pertama. Pasalnya, di periode tersebut, hasil investasi kita akan dikurangi dengan biaya akusisi. 

Oleh karena sebelum memutuskan membeli produk unit link, pastikan pilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi kita. Misalnya, nasabah konservatif jangan memilih unit link dana saham yang berisiko tinggi, sebaliknya nasabah agresif jangan memilih unit link pendapatan tetap yang memberi imbal hasil rendah.

Jadi, Seperti solusi finansial lainnya, asuransi dapat mendukung kebutuhan Anda sekaligus dapat disesuaikan dengan rencana masa depan Anda. Dalam memilih asuransi, Anda bukan hanya memperhitungkan berapa jangka waktu polis, melainkan Anda perlu memperhatikan manfaat dan risiko-risiko yang mungkin terjadi agar tidak terjadi kesalahpahaman. 

Sebagai contoh, pemahaman atas risiko investasi pada Polis unit link bisa jadi baru Anda pahami ketika Polis sudah lama issued. 

Untuk memahami risiko investasi tersebut dapat ditanyakan dan dikonfirmasikan kembali sebelum Anda menyetujui ilustrasi dan memutuskan untuk membeli Polis.

Sekali lagi, Apapun yang Anda pilih, pastikan sesuai dengan kebutuhan Anda dan Anda memahami seluruh ketentuan dalam Polis sebelum menyetujui untuk membeli produk Asuransi tersebut.

Friday, December 1, 2023

Kenapa Harus Nabung Saham?

Kenapa harus nabung saham?

Kenapa harus nabung saham?

Jika kita mengingat kembali di jaman dulu, harganya dulu gak segini, tapi kenapa sekarang semakin mahal tapi yang didapatkan hanya sedikit?  Coba diingat lagi 5 sampai 10 tahun yang lalu jika kita bawa uang Rp100,000 ke minimarket, kira-kira sudah bisa belanja apa saja? Lalu bandingkan dengan jaman sekarang?

Itu lah akibat dan dampak yang ditimbulkan oleh inflasi.

Inflasi.

Menurut Badan Pusat Statistik, rata rata inflasi Indonesia selama 5 tahun terakhir ini mencapai 3.5% per tahun. Namun di sektor yang lain, inflasi yang terjadi di masyarakat bahkan bisa lebih tinggi, misal biaya pendidikan anak dan biaya kesehatan, setiap tahunnya bisa naik mencapai 10-15%, bahkan lebih. 

Data inflasi Indonesia pada awal bulan Desember 2023 diumumkan mengalami kenaikan secara bulanan dan tahunan. Inflasi Indonesia bulan November 2023 tercatat naik 0,38% secara bulanan dan 2,56% secara tahunan.

Inflasi November tahun ini dikarenakan melonjaknya sejumlah harga bahan pangan. Inflasi naik karena meningkatnya sejumlah harga pangan, terutama gula, cabe rawit merah, bawang putih, dan rokok.

Data inflasi tahun 2023 masih lebih baik dibandingkan tahun 2022 lalu, dimana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat Indeks Harga Konsumen atau IHK Indonesia sepanjang 2022 mengalami inflasi sebesar 5,51%. 

Inflasi tahun 2022 dipicu oleh tarif transportasi sebesar 15,26% dengan andil 1,84%. Kedua, inflasi terjadi pada makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,83% dan andilnya 1,51%. Sepanjang 2022, inflasi disumbang oleh bahan pangan seperti telur ayam ras, beras, daging ayam ras, tomat, cabe, dan minyak goreng. Selain itu, bahan bakar, tarif angkutan udara dan rokok kretek turut memberikan andil yang cukup lumayan.

Laju inflasi 2022 menjadi yang tertinggi sejak 2014, dimana pada tahun tersebut inflasi Indonesia menembus 8,36%.

Pastinya kita tidak mau uang kita tergerus oleh inflasi. Lalu bagaimana caranya?.

Menabung saja tidak cukup, kita mesti lawan inflasi dengan berinvestasi.

Karena jika kita hanya menabung di Bank atau bahkan hanya dengan menabung di celengan, maka uang kita tentunya akan dimakan oleh inflasi. Bahkan bunga yang kita dapatkan dengan menabung di bank tidak berbanding lurus dengan inflasi yang terjadi setiap tahunnya.

Sehingga jika dibandingkan dengan kenaikan harga barang dan jasa, uang yang kita tabung selama ini di bank sebenarnya mengalami penurunan nilai. Salah satu investasi yang cukup baik adalah investasi saham. Agar bertumbuh kita harus mulai rutin  berinvestasi saham secara berkala pada perusahaan blue chip di pasar saham. 

Saham blue chip adalah istilah pasar modal yang mengacu pada saham dari perusahaan besar yang memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah tidak terlalu banyak.


Nabung saham.

Banyak yang beranggapan bahwa membeli saham hanya bisa dilakukan oleh para orang kaya raya. Hal tersebut salah karena saat ini sudah banyak yang menawarkan kemudahan berinvestasi saham. Salah satu konsepnya adalah dengan nabung saham.

Di jaman dulu untuk membeli saham dibutuhkan modal sedikitnya 25 juta rupiah. 

Namun sekarang cukup dengan membeli satu lot atau 100 lembar saham. Satu lembar saham harganya cukup beragam. Ada saham yang mempunyai harga hanya 100 rupiah, sehingga untuk membeli 1 lot cukup merogoh dompet 10.000 rupiah.

Jika satu lembar saham seharga 500 rupiah, maka satu lot atau 100 lembar saham harga totalnya hanya 50.000 rupiah. Hanya dengan 50.000 rupiah seseorang sudah bisa menabung saham.

Jika kita secara konsisten terus menerus setiap bulan menabung saham dengan cara menambah jumlah kepemilikan saham, maka dalam waktu 10 tahun atau 15 tahun berikutnya kita akan mendapatkan hasil yang cukup besar.

Jadi berbeda konsep investasi saham atau nabung saham dengan konsep main saham. Karena banyak orang yang masih berpikiran bahwa kegiatan jual beli saham adalah, pagi beli sore jual. Selama ini kegiatan jual beli saham masih sering disalahartikan.

Sekali lagi investasi saham atau nabung saham dengan main saham.

Sebagai pemula, disarankan untuk memulai dengan investasi kecil. Beli saham dalam jumlah yang sesuai dengan kemampuan keuangan kita sendiri. Dengan cara ini kita dapat mempelajari lebih banyak tentang pasar saham tanpa mengambil terlalu banyak risiko.

Kemudian lakukan pemantauan terhadap saham-saham yang kita miliki. Ikuti perkembangan perusahaan dan perubahan harga saham secara teratur. Lakukan evaluasi portofolio investasi secara berkala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.


Sumber :

https://www.cgs-cimb.co.id/id/id-edukasi-investasi-saat-inflasi-mulai-datang-menyerang-pilih-menabung-atau-berinvestasi.jsp

https://www.cnbcindonesia.com/market/20231201090519-17-493641/inflasi-indonesia-naik-lagi-rupiah-dibuka-melemah

https://www.cnbcindonesia.com/news/20230102100626-4-401980/bps-laju-inflasi-ri-sepanjang-2022-finish-di-551

https://sumbarprov.go.id/home/news/8534-menabung-saham

https://www.bizhare.id/media/investasi/cara-menabung-saham-pemula

Monday, September 25, 2023

Risiko Unit Link

AYO PAHAMI RISIKO UNIT LINK!

Boleh jadi Anda mungkin termasuk kelompok yang kerap menerima tawaran produk-produk keuangan dari tenaga pemasaran suatu lembaga keuangan. Tawaran yang sering kali melalui kanal distribusi telemarketing itu tak lagi hanya menawarkan kartu kredit, tetapi juga produk investasi dan asuransi. Untuk produk yang disebut terakhir, belakangan berkembang bukan hanya sebagai produk proteksi, tetapi juga mulai dikombinasikan dengan produk investasi. Produk ini dikenal sebagai unit link.

Membeli produk unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung kita raih. Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi kita dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset kita.

Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi, tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

“Unit link adalah jenis asuransi yang mengkombinasikan asuransi permanen (whole life) dengan produk investasi,” jelas Aidil Akbar Madjid, seorang perencana keuangan yang juga menjabat Ketua Umum Independent Financial Planner Club (IFPC).

Dengan kelebihannya tersebut, proteksi sekaligus investasi, tak heran banyak konsumen yang tertarik membeli produk unit link ketimbang produk asuransi tradisional yang hanya fokus menjual proteksi. Sebagai catatatan saja, dalam 10 tahun terakhir, produk unit link telah tumbuh 10 ribu persen. Di sisi lain asuransi konvensional hanya tumbuh 380 persen.

Namun sebaiknya konsumen jangan buru-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk seperti yang ditawarkan unit link. Sebab, sama dengan produk investasi lainnya, unit link juga tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Di samping itu, kita sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah, produk proteksi sendiri, dan produk investasi juga sendiri.

Salah satu kekurangan unit link, kata perencana keuangan Aidil Akbar Madjid, konsumen tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Inilah yang membedakan unit link dengan reksa dana. Selain itu, “Produk unit link juga kurang memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk menghentikan investasinya ketika mengalami kesulitan finansial,” papar penulis buku Shocking Unit Link ini.

Sebaliknya, dengan mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.

Pernyataan senada juga diungkapkan Taufik Gumulya. CEO TGRM Financial Planning Services ini memberikan gambaran bahwa investasi dalam unit link tidak menghasilkan pertumbuhan yang optimal jika kita bandingkan dengan produk investasi terpisah, misalnya reksa dana.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Biaya yang tinggi adalah jawabannya. Singkat cerita, jika kita membeli polis unit link, jangan berharap akan meraih investasi optimal di lima tahun pertama. Pasalnya, di periode tersebut, hasil investasi kita akan dikurangi dengan biaya akusisi. Bahkan, ada produk asuransi link unit yang membebankan biaya akuisisi kepada nasabah hingga 41 persen dari setoran premi asuransi untuk lima tahun pertama.

Sayangnya informasi penting tentang risiko investasi maupun biaya-biaya yang timbul dari pembelian unit link ini sering kali tidak diketahui oleh konsumen. Mengata hal ini terjadi? Ditenggarai hal ini kerap karena faktor agen yang kurang jelas memberikan informasi penting tersebut kepada konsumen.

Nah, agar kita tidak merasa ‘terjebak’ketika memutuskan membeli produk unit link, Devi Dimitra Maksum dari Manulife Financial memberikan sejumlah tips. Pertama, pilih jenis unit link yang sesuai dengan profil pribadi kita. Misalnya, nasabah konservatif jangan memilih unit link dana saham yang berisiko tinggi, sebaliknya nasabah agresif jangan memilih unit link pendapatan tetap yang memberi imbal hasil rendah.

Kedua, membeli unit link dari perusahaan asuransi yang sehat, besar, dan terpercaya. Selain itu pelajari juga track record perusahaan tersebut dalam membayar klaim nasabah apakah mudah atau sulit.

Ketiga, pelajari dengan seksama ilustrasi produk unit link yang dibuat oleh agen. Jangan ragu sedikit pun untuk menanyakan jika merasa kurang jelas atau tidak paham. Di samping itu, pastikan agen memiliki lisensi atau sertifikat sebagai agen penjual unit link yang dikeluarkan oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Hanya agen yang memiliki sertifikat ini yang berhak menawarkan produk unit link kepada konsumen.

Keempat, cermati komponen biaya yang diberlakukan perusahaan asuransi penerbit unit link. Sebagai gambaran, jika kita membeli reksa dana langsung ke manajer investasi akan dikutip fee pengelolaan dana sekitar 2%, maka ketika kita membeli unit link dari perusahaan asuransi, logikanya kita akan dikenakan fee dua kali: untuk membayar perusahaan asuransi dan membayar si manajer investasi. /Tim EPK


JENIS-JENIS UNIT LINK

Sebelum berinvestasi di produk unit link, ada baiknya kita mengenali lebih jenis-jenis unit link yang ada di pasar. Dengan mengetahui perbedaan karakteristik antara unit link, kita bisa menyesuaikan produk unit link mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil pribadi kita. Mohammad B. Teguh, perencana keuangan dari Quantum Magna Financial menyebut ada empat jenis unit link sebagai berikut ini.

Cash Fund Unit Link atau unit link pasar uang. Biasanya, perusahaan asuransi penerbit unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi nasabahnya 100% pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek. Jika kita tergolong investor yang konservatif dan tidak berani mengambil risiko besar, produk unit link jenis ini bisa jadi pilihan, sebab selain berjangka waktu pendek, risikonya paling rendah.

Fixed Income Unit Link atau unit link pendapatan tetap. Lazimnya, komposisi dana investasi nasabah akan difokuskan minimal 80% di instrumen obligasi. Jika kita yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten, bisa mempertimbangkan untuk mengambil unit link tipe ini.

Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran, yang biasanya menempatkan portfolio pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu. Banyak orang yang berpendapat, jenis unit link ini sesuai bagi para nasabah yang ingin memperoleh pendapatan memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.

Equity Unit Link atau unit link dana saham, yang menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80%. Jika kita ingin mendapatkan keuntungan berinvestasi secara maksimal bisa mempertimbangkan unit link ini. Syaratnya, kita harus berani mengambil risiko tinggi. Sebab, nilai investasi yang kita benamkan di unit link jenis ini sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.


Sumber :

https://sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/10

Unit Link Asuransi Untung atau Rugi?

Nasabah Unit Link Asuransi Menjerit, Apa Memang Bikin Rugi?

21 January 2022 11:19

Beberapa waktu terakhir, publik diramaikan dengan banyaknya keluhan nasabah akibat produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), seperti unit link. Dalam pemasarannya, para agen memberikan iming-iming keuntungan investasi yang besar kepada nasabah, namun pada prakteknya malah banyak nasabah yang mengalami kerugian.

Terbaru, sejumlah nasabah asuransi menuntut untuk dikembalikan haknya ini dengan kisaran kerugian mencapai Rp 5 miliar-Rp 6 miliar.

Ini akibat agen menjanjikan bahwa para nasabah akan mendapatkan pengembalian dana 100% plus proteksi selama 99 tahun setelah membayarkan premi selama 10 tahun.

Namun, bukan untung malah buntung. Di tahun ke-10 nasabah hanya mendapatkan pengembalian dana sebesar 30% dan masih harus membayarkan premi seumur hidup.

Lalu sebenarnya apa sih produk unit link ini?

Sederhananya, asuransi unit link bisa yakni produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi dan memberikan dua manfaat dalam satu polis: manfaat perlindungan serta investasi. Manfaat investasi yang ditawarkan produk ini memiliki risiko sesuai dengan jenis investasi yang dipilih.

Layaknya produk asuransi, peserta asuransi diwajibkan membayar premi tiap bulan. Lalu, premi ini nanti akan dialokasikan beberapa dana untuk biaya akuisisi, biaya asuransi, administrasi untuk membayar perlindungan tiap bulannya, dan biaya-biaya lain. Premi ini juga digunakan untuk investasi berbentuk unit.

Produk ini memang memiliki minat yang tinggi dari publik lantaran asuransi unit link membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang kian berkembang, dan memberikan manfaat melalui pembayaran klaim dan dana hasil investasi.

Meski ada unsur proteksi dan investasi, namun perlu dicatat bahwa nilai investasi tersebut tidak dijamin dan dapat berubah tergantung perkembangan pasar modal.

Hasil investasi yang dihasilkan pada produk unit link ini juga dapat dimanfaatkan nasabah untuk membayar biaya pemeliharaan polis asuransi jiwa dan kesehatan.

Meski begitu, nilai investasi tersebut bisa berubah tergantung dari pergerakan pasar modal. Sehingga, ketentuan dan persyaratan produk asuransi ini sedikit lebih rumit dibandingkan Produk Asuransi Perlindungan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mengeluarkan aturan baru terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI), salah satunya adalah unit link. Aturan baru ini akan memperketat proses penjualan produk hingga pelaporan kinerja produk kepada nasabahnya.

Dalam aturan ini, OJK menitikberatkan pada transparansi dalam penjualan unit link, termasuk masa setelah penjualannya.

Di situs OJK sendiri, disebutkan konsumen jangan buru-buru terbuai dengan iming-iming kombinasi investasi dan proteksi dalam satu produk seperti yang ditawarkan unit link. Sebab, sama dengan produk investasi lainnya, unit link juga tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Di samping itu, sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah, produk proteksi sendiri, dan produk investasi juga sendiri.

Salah satu kekurangan unit link, konsumen tak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Inilah yang membedakan unit link dengan reksa dana.

Sebaliknya, dengan mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20220121104042-17-309304/nasabah-unit-link-asuransi-menjerit-apa-memang-bikin-rugi

Saturday, July 8, 2023

Mengapa Harus Investasi Dari Sekarang?

Ini 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Mulai Investasi Mulai Dari Sekarang


Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk penanaman modal dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Investasi mempunyai berbagai cara dan instrumen yang berbeda-beda, tentunya dengan risiko dan imbal balik yang dapat disesuaikan dengan kemampuan kita. Tapi apakah kita perlu berinvestasi? Setiap orang pasti ingin mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa depan, hal itu bisa menjadi salah satu tujuan perencanaan keuangan kita, seperti menikah, membangun rumah, dan lainnya. Setelah kamu punya tujuan, barulah kamu dapat memulai untuk berinvestasi. Berikut beberapa alasan mengapa kamu harus berinvestasi.


1. Mengatasi Inflasi

Perbedaan antara berinvestasi dan menabung salah satunya adalah nilai uang yang kita punya. Dengan menabung uang kita lama kelamaan akan tergerus oleh inflasi. Inflasi membuat nilai uang kita menyusut. Namun berbeda halnya dengan investasi. Dengan berinvestasi setidaknya akan menjaga nilai uang kita terhadap barang tetap terjaga.


2. Penambah Penghasilan

Salah satu alasan utama untuk berinvestasi adalah menambah passive income, yaitu penghasilan yang tidak kamu dapatkan secara langsung. Artinya kamu masih bisa mendapatkan penghasilan walaupun kamu sedang tidak aktif bekerja. Tentunya imbal hasil yang diterima akan berbeda tergantung instrumen investasi apa yang dipilih dan jangka waktu dari produk investasi tersebut.


3. Membantu Mencapai Tujuan Finansial

Dalam merencanakan keuanganmu, tentunya kamu memiliki tujuan, seperti ingin mempunyai rumah, menikah, membeli mobil dan lain sebagainya. Jika hanya mengandalkan dari gaji bulanan, tujuan finansialmu mungkin akan sedikit berat atau membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicapai. Dengan berinvestasi, setidaknya akan membantumu dalam mempercepat mencapai tujuanmu.


4. Menjaga Kesehatan Mental

Ketika keadaan finansial sedang tidak baik-baik saja, kita akan rentan terkena depresi. Hal itu bisa diminimalisir apabila finansial kita sehat. Dengan merencanakan kebutuhan finansialmu, kamu akan lebih siap memenuhi kebutuhanmu. Investasi memiliki jangka waktu yang berbeda-beda, mulai dengan jangka pendek, menengah, serta panjang. Dengan begitu kamu bisa menyesuaikan investasimu dengan kebutuhan finansialmu di masa yang akan datang. Selain itu, dengan investasi yang terukur akan memperkecil kita dari risiko berhutang dan lebih siap menghadapi situasi yang tak terduga.


5. Modal yang Bisa Disesuaikan

Investasi mempunyai beragam instrumen dan jenis yang berbeda-beda. Kita bisa menyesuaikan instrumen apa yang akan kita pilih, setiap instrumen membutuhkan modal yang berbeda-beda, mulai dari puluhan ribu sampai ratusan juta. Kamu bisa memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan finansialmu.


6. Finansial Freedom

Salah satu alasan berinvestasi adalah pada akhirnya kita mencapai finansial freedom, yaitu kondisi dimana kita tidak perlu lagi bekerja karena telah memiliki harta yang cukup untuk memenuhi semua kebutuhan hidup, baik dimasa sekarang maupun masa yang akan datang. Hal ini bisa tercapai jika investasi yang dilakukan dikelola dengan baik.


Investasi itu penting untuk masa depan, namun bukan untuk sekadar bergaya. Melakukan investasi berarti memahami semua risiko, jenis instrumennya, serta tujuan investasi yang kamu pilih. Jangan lupa untuk mendiversifikasi aset dan selalu lakukan evaluasi berkala pada investasimu. Namun sebelum melakukan investasi, kita harus memastikan kesehatan finansial kita terlebih dahulu, pastikan tidak mengorbankan kebutuhan lain yang lebih utama. Jika finansialmu sehat, jangan ragu untuk berinvestasi sekarang!


Sumber :

https://mediakeuangan.kemenkeu.go.id/article/show/ini-6-alasan-kenapa-kamu-harus-mulai-investasi-mulai-dari-sekarang


Related Posts