Wednesday, March 22, 2023

Tren Topik Keuangan

topik keuangan apa yang trend dibahas di youtube?

Tren topik keuangan yang dibahas di YouTube dapat berubah seiring waktu, namun pada saat ini beberapa topik keuangan yang sedang populer di platform ini antara lain:

Investasi saham dan cryptocurrency: Banyak channel di YouTube yang membahas tentang investasi saham dan cryptocurrency, mengulas tren pasar, memberikan tips tentang investasi, dan mengulas kinerja saham atau mata uang digital tertentu.

Pengelolaan keuangan pribadi: Topik ini berkaitan dengan cara mengelola keuangan pribadi, termasuk bagaimana membuat dan mengatur anggaran, menghemat uang, membayar hutang, dan membangun tabungan.

Kewirausahaan dan bisnis: Banyak channel di YouTube yang membahas tentang kewirausahaan dan bisnis, termasuk strategi pemasaran, cara memulai bisnis, bagaimana mengembangkan usaha, dan tips tentang manajemen bisnis.

Perencanaan keuangan: Topik ini meliputi perencanaan pensiun, asuransi, investasi jangka panjang, dan perencanaan keuangan untuk masa depan.

Real estate: Ada banyak channel yang membahas tentang real estate, termasuk tentang cara membeli dan menjual properti, investasi real estate, dan strategi untuk membangun portofolio real estate yang sukses.

Perlu diingat bahwa tren topik di YouTube dapat berubah seiring waktu dan populer di berbagai negara atau wilayah masing-masing. Oleh karena itu, dapat bervariasi tergantung pada audiens dan geografisnya.

Tuesday, March 14, 2023

Silicon Valley Bank

Kronologi Runtuhnya Silicon Valley Bank, Bangkrut dalam Waktu 48 Jam

Selasa, 14 Maret 2023 11:29 WIB

Bank yang mendanai start up di lembah Silikon, AS, Silicon Valley Bank runtuh dalam waktu sekejap pada Jumat pekan lalu. Investor kini gelisah tentang apakah tutupnya Silicon Valley Bank atau SVB dapat memicu krisis keuangan yang lebih luas.

Pemerintah federal AS turun tangan dengan menjamin simpanan pelanggan, tetapi kejatuhan SVB terus bergema di seluruh pasar keuangan global. Pemerintah juga menutup Signature Bank, bank daerah yang tertatih-tatih di ambang kehancuran dan menjamin simpanannya.

Sebagai tanda betapa seriusnya para pejabat menangani kegagalan SVB, Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Senin, 13 Maret 2023, bahwa sistem perbankan AS aman. "Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan di atas semua ini," ujar Joe Biden. 


Sejarah Silicon Valley Bank

Didirikan pada 1983, Silicon Valley Bank, sesaat sebelum runtuh, merupakan bank komersial terbesar ke-16 di Amerika. Bank ini memberikan layanan perbankan ke hampir setengah dari semua perusahaan teknologi dan ilmu kehidupan yang didukung usaha AS. Bank SVB juga beroperasi di Kanada, Cina, Denmark, Jerman, Irlandia, Israel, Swedia dan Inggris.

SVB mendapat manfaat besar dari ledakan pertumbuhan sektor teknologi dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh biaya pinjaman yang sangat rendah dan ledakan permintaan layanan digital yang disebabkan oleh pandemi.

Aset bank, termasuk pinjaman, meningkat lebih dari tiga kali lipat dari US$ 71 miliar pada akhir 2019 menjadi US$ 220 miliar pada akhir Maret 2022, menurut laporan keuangan. Setoran membengkak dari US$ 62 miliar menjadi US$ 198 miliar selama periode itu, karena ribuan perusahaan rintisan teknologi memarkir uang mereka sebagai pemberi pinjaman. Jumlah karyawan globalnya lebih dari dua kali lipat.


Mengapa SVB runtuh?

Runtuhnya SVB datang tiba-tiba, setelah 48 jam yang hingar-bingar di mana pelanggan menarik simpanan secara bersamaan. Tapi akar kehancurannya telah terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Seperti banyak bank lain, SVB menginvestasikan miliaran ke dalam obligasi pemerintah AS selama era suku bunga mendekati nol.

Namun semua berbalik arah ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga secara agresif untuk menjinakkan inflasi. Saat suku bunga naik, harga obligasi turun, sehingga lonjakan suku bunga mengikis nilai portofolio obligasi SVB. Portofolio menghasilkan pengembalian rata-rata 1,79 persen minggu lalu, jauh di bawah hasil Treasury 10-tahun sekitar 3,9 persen.

Pada saat yang sama, kenaikan besar-besaran Fed menyebabkan suku bunga kredit lebih tinggi. Itu berarti perusahaan rintisan di bidang teknologi harus menyalurkan lebih banyak uang untuk membayar utang. Pada saat yang sama, mereka berjuang untuk mendapatkan pendanaan modal ventura baru. Itu memaksa perusahaan untuk menarik simpanan di SVB untuk mendanai operasi dan pertumbuhan.


Apa yang Memicu Penarikan Dana Serentak?

Penarikan dana tiba-tiba dipicu pada hari Rabu ketika pemberi pinjaman mengumumkan bahwa mereka telah menjual banyak sekuritas harga rendah dan akan US$ 2,25 miliar saham baru untuk menutup kerugian. Hal itu itu memicu kepanikan di kalangan nasabah, yang menarik uang mereka dalam jumlah besar.

Saham bank anjlok 60 persen pada Kamis dan menyeret saham bank lain turun secar bersama-sama karena investor mulai takut terulangnya krisis keuangan global satu setengah dekade lalu. Pada Jumat pagi, perdagangan saham SVB dihentikan dan menghentikan upaya untuk mengumpulkan modal atau mencari pembeli. Regulator California campur tangan, menutup bank dan menempatkannya dalam kurator di bawah Federal Deposit Insurance Corporation, yang biasanya berarti melikuidasi aset bank untuk membayar kembali deposan dan kreditur.


Bagaimana Nasib Deposan dan Investor?

Regulator AS mengatakan hari Minggu bahwa mereka akan menjamin semua simpanan nasabah SVB. Langkah ini bertujuan untuk mencegah lebih banyak penarikan uang di bank lain dan membantu perusahaan teknologi untuk terus membayar staf serta mendanai operasi mereka. Intervensi tidak sama dengan talangan pada 2008, yang berarti investor di saham dan obligasi perusahaan tidak akan dilindungi.

https://dunia.tempo.co/read/1702324/kronologi-runtuhnya-silicon-valley-bank-bangkrut-dalam-waktu-48-jam


Silicon Valley Bank (SVB) Bangkrut, Berikut Daftar Perusahaan yang Terkena Dampaknya 

15 Maret 2023

SVB Financial Group atau Silicon Valey Bank, bank yang berfokus pada startup, pekan lalu lalu menjadi bank terbesar yang mengalami kegagalan sejak krisis keuangan 2008. Dilansir Reuters pada Rabu (15/3/2023), kebangkrutan SVB mengguncang sistem keuangan global dan mendorong pihak regulator untuk turun tangan mengatasi dampak tersebut. 

Bangkrutnya SVB juga menimbulkan ketakutan tersendiri pada kenaikan suku bunga yang dapat mengekspos kerentanan pada aspek ekonomi global. SVB sendiri merupakan bank yang fokus kepada startup. 

Berikut beberapa daftar perusahaan di seluruh dunia yang memiliki simpanan di SVB:   

Amerika Serikat 

Perusahaan di Amerika Serikat mengungkapkan ada sekitar US$5 miliar deposito dan berbagai fasilitas kredit dengan bank. 

Roblox 

Roblox, perusahaan game online mengatakan bahwa pada 28 Februari, sekiranya 5 persen dari saldo kas dan sekuritas senilai US$3 miliar, atau sekitar US$150 juta disimpan di bank tersebut. 

Roku 

Produsen perangkat streaming ini mengatakan bahwa mereka memiliki sekitar US$487 juta, atau 26 persen dari kas yang disimpan di SVB. 

Buzzfeed 

Perusahaan yang bergerak di media digital ini mengatakan bahwa mereka memiliki kurang lebih US$56 juta dalam bentuk tunai yang disimpan di SVB. 

Sunlight Financial Holding INC 

Penyedia pembiayaan tenaga surya mengungkapkan bahwa sebagian besar kas perusahaan, yaitu US$64 juta dari US$73,2 juta ada di SVB pada 10 Maret. 

Acuityads Holding INC 

Perusahaan teknologi yang berbasis di Kanada itu mengatakan mempertahankan rekening bank AS dengan SVB yang berjumlah US$55 juta dalam bentuk deposito. 

Astra Space INC 

Perusahaan pembuat roket mengatakan uang tunai disimpan di deposito dengan SVB, dengan jumlah sekitar 15 persen dari uang tunai, setara kas, dan surat berharga perusahaan saat ini, pada 10 Maret. 

Cohu INC 

Perusahaan pembuat produk semikonduktor ini mengatakan memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo kurang lebih US$12,3 juta, yaitu sekitar 3,8 persen dari total kas dan investasi perusahaan. 

Rocket Lab USA INC 

Pada 31 Desember, perusahaan pembuat roket itu memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo sekitar US$38 juta, atau sekitar 7,9 persen dari total kas dan setara kas perusahaan serta surat berharga. 

Alkami Technology INC 

Penyedia solusi perbankan digital mengungkapkan memiliki rekening deposito di SVB dengan saldo sekitar US$3,3 juta, bersama dengan sekitar US$8,3 juta dalam rekening "sweep" yang digunakan oleh SVB untuk membeli aset eksternal. 

Sewing Repair 

Perusahaan yang bergerak pada layanan penataan gaya online mengatakan pihaknya mengantisipasi batas kredit US$40 juta dengan SVB tidak akan tersedia karena keruntuhan bank.   


Eropa 

Ada beberapa perusahaan teknologi dan ilmu kehidupan di Eropa yang mengungkapkan bahwa ada sekitar $190 juta dampak SVB di Inggris dan Amerika Serikat. 

Trustpilot Group PLCs 

Perusahaan Denmark, yang menjalankan platform tinjauan global, mengatakan SVB UK adalah mitra perbankan utamanya, dengan $36 juta disimpan di bank dan saat ini ada sebesar  $18 juta yang sedang ditransfer SVB UK, tetapi masih menunggu konfirmasi. 

Diaseutics 

Perusahaan teknologi dan solusi untuk industri farmasi ini memiliki sebagian besar dari 22,2 juta pound dalam bentuk tunai di akun SVB dan mencoba memindahkan uangnya sebelum penutupan SVB tetapi transaksinya tertunda. 

Zealand Pharmacy 

Perusahaan pengembang obat Denmark memiliki simpanan sebesar 162,6 juta mahkota Denmark ($23,4 juta) di SVB. 

Pharming Group NV 

Perusahaan biofarmasi mengatakan memiliki simpanan $26 juta di SVB A.S. Mereka berharap tidak menganggung kerugian pada simpanannya. 

Kinnevik AB 

Perusahaan investasi yang berbasis di Swedia mengatakan bagian pro rata deposito SVB berjumlah kurang dari $20 juta. 

Alecta 

Dana pensiun Swedia, pemegang saham SVB sejak 2019, memiliki sekitar 1.200 miliar.   

Asia Pacific Nitro Software 

Pembuat perangkat lunak produktivitas Australia Nitro Software Ltd mengatakan bahwa mereka mempunyai sekitar US$12,18 juta dari cadangan kas globalnya yang disimpan di SVB.

https://ekonomi.bisnis.com/read/20230315/620/1637402/silicon-valley-bank-svb-bangkrut-berikut-daftar-perusahaan-yang-terkena-dampaknya.


Sri Mulyani soal Penyebab Bank Silicon Valley Bangkrut: Startup Anjlok!

Selasa, 14 Mar 2023 18:04 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap penyebab bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB). Menurut Sri Mulyani salah satu pemicu bangkrutnya SVB adalah kinerja perusahaan startup anjlok

Sri Mulyani menjelaskan SVB merupakan bank yang sangat khusus. Pendanaan yang dilakukan SVB hanya diberikan kepada perusahaan rintisan atau startup. Nah anjloknya kinerja startup di 2022 pun menimbulkan ancaman bagi bank tersebut.

"Banyak analisa awal yang muncul hari ini sebagai penyebab bangkrutnya SVB ini, karena ini bank yang khusus danai startup dan banyak sekali startup yang alami penurunan kinerja sangat dalam di 2022," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2023).

Anjloknya kinerja startup membuat ancaman penyaluran dana deposito yang dimiliki SVB untuk kredit ke perusahaan startup berkurang. Padahal dana deposito yang terhimpun sangat besar.

Sri Mulyani menjelaskan SVB mengalami kenaikan deposito yang dihimpun dengan sangat pesat. Jumlahnya meningkat 3 kali lipat dalam waktu kurang dari 2 tahun. Dengan kondisi ini neraca keuangan SVB pun akhirnya tertekan.

"SVB alami kenaikan deposito lebih dari 3 kali lipat dalam waktu kurang 2 tahun, deposito yang banyak dan kemudian penyalurannya tertahan karena kinerja startup menurun signifikan menyebabkan neraca keuangan tertekan," jelas Sri Mulyani.

Masalah bertambah ketika himpunan dana deposito yang tak bisa disalurkan ke perusahaan startup di SVB itu diarahkan untuk membeli surat berharga negara AS. Menurut Sri Mulyani, itu bukan pilihan yang tepat.

Pasalnya, investasi surat berharga negara tidak menguntungkan karena suku bunga bank sentral mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Akhirnya, surat berharga negara yang diambil atas nama SVB justru merugikan karena menurun harganya.

"Di sisi lain, deposito yang sangat tinggi itu dibelikan surat berharga negara di AS yang jangka waktunya panjang dan surat berharga negara alami penurunan nilai karena interest rate fed naik, maka harga surat berharganya malah mengalami koreksi," papar Sri Mulyani.

https://finance.detik.com/moneter/d-6618927/sri-mulyani-soal-penyebab-bank-silicon-valley-bangkrut-startup-anjlok.

Monday, February 27, 2023

Saham Bluechips Berguguran

IHSG Merah, Saham Bluechips Berguguran Nih

27 February 2023 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini (27/2/23) berakhir di 6.834,38 atau terkoreksi 0,31% secara harian.

IHSG dibuka melemah kemudian bergerak di di wilayah positif namun berbalik arah lagi hingga ditutup di zona merah. Perdagangan menunjukkan sebanyak 290 saham turun, 212 saham naik dan 200 lainnya tidak berubah.

Hingga istirahat siang, terdapat sekitar 14,88 miliar saham terlibat dan berpindah tangan sebanyak 621 ribu kali serta nilai transaksi sekitar Rp 7,53 triliun.

Mayoritas saham blue chip melemah. Saham emiten kesehatan, Kalbe Farma tenggelam 5,29% disusul Gudang Garam anjlok 3,93%. Di Posisi ketiga diisi XL Axiata yang jatuh 3,07% dan Mitra Keluarga Karyasehat turun 2,95%. Saham Telkom Indonesia juga terpantau melandai sebesar 2,72%.

Hingga kini, investor masih cenderung belum bersemangat untuk kembali berinvestasi di pasar saham RI, karena pasar melihat bahwa kondisi global masih belum memungkinkan untuk kembali memburu aset berisiko.

Salah satu sentimen negatif berasal dari bursa Acuan Amerika Serikat (AS), Wall Street yang ditutup lesu pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Indeks S&P 500 ditutup ambrol 1,05%, Nasdaq Composite ambruk 1,69%, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) ambles 1,02%.

Pasar global kembali waspada akan kenaikan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang masih cenderung hawkish.

Para pejabat The Fed berharap untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase dalam pertemuan mendatang karena inflasi sulit dikendalikan dengan laju kenaikan suku bunga saat ini.

Apalagi, ekonomi AS yang kembali positif dapat membawa alasan The Fed untuk mempertahankan sikap hawkish-nya.

Namun, dengan ekonomi terbukti lebih tahan lama dalam menghadapi suku bunga yang lebih tinggi dari yang diperkirakan banyak orang, beberapa investor menjadi lebih berharap bahwa The Fed dapat menjinakkan inflasi tanpa terlalu banyak menimbulkan penderitaan ekonomi.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/market/20230227114506-17-417237/ihsg-merah-saham-bluechips-berguguran-nih

Wednesday, February 1, 2023

20 Saham dengan Dividen Tertinggi 2023

20 Saham dengan Dividen Tertinggi 2023, Bisa Jadi Pilihan Investasi
01/02/2023 12:09 WIB


Ada sejumlah saham dengan dividen tertinggi 2023 yang baru masuk dalam indeks High Dividend 20 terbaru. Ada sejumlah saham dengan dividen tertinggi 2023 yang baru masuk dalam indeks High Dividend 20 terbaru.

Indeks High Dividend 20 merupakan indeks yang mengukur kinerja dari 20 saham yang membagikan dividen yield tertinggi dalam 3 tahun terakhir. BEI baru saja melakukan evaluasi mayor dan melakukan perubahan terhadap daftar emiten yang masuk dalam indeks ini. 

Dari perubahan tersebut, ada lima saham baru yang masuk dalam daftar saham dengan yield pembayaran dividen tertinggi. 

Ada apa saja? IDXChannel merangkum daftarnya sebagai berikut. 

Daftar Saham dengan Dividen Tertinggi 2023

Dalam evaluasi mayor yang dilakukan BEI pada 27 Januari 2023 dan berlaku efektif 3 Februari 2023, BEI mengubah sejumlah daftar emiten yang masuk dalam indeks saham dengan dividen tertinggi ini. Terdapat pergantian lima emiten yang menduduki indeks tersebut. 

Lima saham yang baru bergabung di indeks ini antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Bank Cimb Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), dan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BBSR).

Kelima saham baru tersebut menggantikan lima konstituen yang harus keluar dari daftar ini yakni PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Berikut ini rincian daftar 20 saham dengan dividen tertinggi terbaru yang berlaku efektif 3 Februari 2023 sampai 2 Februari 2024 mendatang. 

  1. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
  2. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
  3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  4. PT Astra International Tbk (ASII)
  5. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
  6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).
  7. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
  8. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR)
  9. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM)
  10. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
  11. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA)
  12. PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)
  13. PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA).
  14. PT H.M. Sampoerna Tbk (HMSP)
  15. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
  16. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
  17. PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX).
  18. PT Bukit Asam Tbk (PTBA)
  19. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
  20. PT United Tractors Tbk (UNTR)
Itulah daftar saham dengan dividen tertinggi 2023 yang bisa menjadi pilihan Anda dalam berinvestasi. Saham dengan dividen tertinggi ini kerap menjadi incaran karena dinilai menguntungkan. Sebab, semakin tinggi yield pembayaran dividen, maka akan semakin besar pula keuntungan yang didapatkan investor. 

Sumber :
https://www.idxchannel.com/market-news/20-saham-dengan-dividen-tertinggi-2023-bisa-jadi-pilihan-investasi

Sunday, January 29, 2023

Kakeibo, Cara Nabung ala Jepang

6 Tips Nabung Pakai Metode Kakeibo Jepang, Bisa Cepat Kaya!

Menabung adalah salah satu kebiasaan yang perlu dilatih. Memiliki tabungan sangat penting agar siap menghadapi berbagai kemungkinan finansial yang terjadi di kemudian hari. Namun, meskipun sudah mengetahui teorinya, masih banyak orang yang sulit untuk mempraktikkan kebiasaan ini.

Bila Anda masuk ke dalam golongan orang yang susah menabung, Kakeibo mungkin cocok untuk diterapkan. Kakeibo adalah metode menabung ala orang Jepang yang banyak dilakukan oleh para ibu rumah tangga di Jepang. Metode yang memiliki arti 'buku besar keuangan rumah tangga' ini pertama kali diperkenalkan oleh Motoko Hani pada 1904.

Dilansir dari CNBC Make It, hal yang menjadi ciri khas Kakeibo adalah tidak menggunakan teknologi, seperti perangkat lunak anggaran, aplikasi, atau bahkan perangkat lunak Excel. Sebagai gantinya, Kakeibo menggunakan buku dan pulpen alias dicatat secara manual. Hal itu bertujuan agar seseorang dapat memproses dan mengamati kebiasaan pengeluaran keuangannya.

Menurut metode Kakeibo, ketika mencatat keuangan seseorang harus mempertimbangkan beberapa hal sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang, seperti kondisi keuangan, skala kebutuhan, fungsi barang, kondisi hati untuk menghindari pembelian impulsif, dan bagaimana perasaan yang mungkin ada setelah membeli barang.

Lantas, bagaimana cara menabung ala orang Jepang yang efektif?


1. Pertimbangkan dengan cermat sebelum membeli barang

Orang Jepang biasanya melakukan pertimbangan yang cukup lama sebelum memutuskan untuk membeli barang. Cobalah untuk tidak membiasakan diri langsung membeli barang yang disukai setelah melihatnya.

Pikirkan terlebih dahulu setidaknya satu hari untuk melihat apakah barang itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Bila Anda masih berpikir tentang barang itu setelah satu hari, barang memang sesuai kebutuhan, dan keuangan mencukupi, belilah barang tersebut.


2. Jangan tergoda diskon

Barang diskon memang menjadi salah satu godaan terbesar ketika menabung, terlebih bila diskon tersebut jarang ditemukan. Maka dari itu, pikirkan secara cermat dan lihat apakah barang diskon itu hanya sebatas keinginan atau benar-benar kebutuhan. Selain itu, tanyakan kepada diri sendiri apakah barang itu akan benar dibeli bahkan jika tidak diskon.


3. Sering-sering cek saldo rekening

Sering memeriksa sisa saldo rekening yang tersisa dapat membantu Anda untuk mengontrol keuangan. Sebab, hal itu akan membantu Anda untuk fokus dalam mengatur jumlah uang yang harus dikeluarkan.


4. Bertransaksi pakai uang tunai

Bertransaksi menggunakan kartu debit atau kredit sering kali membuat seseorang tidak sadar dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Maka dari itu, cobalah untuk bertransaksi dengan uang tunai agar Anda bisa lebih sadar tentang berapa nominal yang sudah dikeluarkan untuk berbelanja.


5. Tulis pengingat di dompet

Salah satu trik menarik yang bisa dilakukan untuk menabung adalah menyisipkan catatan pengingat di dompet dengan tulisan "Apakah kamu BENAR-BENAR membutuhkan barang ini?"

Dengan demikian, Anda akan terus ingat untuk selalu melakukan pertimbangan sebelum melakukan transaksi belanja.


6. Hindari lingkungan yang membuat boros

Lingkungan sekitar adalah salah satu pemicu utama keborosan seseorang, seperti media sosial, surel promosi dari berbagai merek, hingga pertemanan. Maka dari itu, cobalah untuk mengurangi kebiasaan melihat postingan barang-barang tidak penting di media sosial hingga membatalkan langganan surel promosi merek.


Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20230126173749-33-408572/6-tips-nabung-pakai-metode-kakeibo-jepang-bisa-cepat-kaya

Thursday, January 19, 2023

10 Dividen Saham Terbesar Tahun 2022

Pembayaran Dividen Bakal Ramai, Ini Daftar 10 Dividen Saham Terbesar Tahun 2022
Kamis, 19 Januari 2023 / 08:22 WIB


Siap-siap berburu dividen saham. Tahun 2023 ini diperkirakan banyak emiten yang akan melakukan pembayaran dividen hasil kerja tahun 2022 dengan jumlah besar. Sepanjang tahun 2022, banyak perusahaan meraih untung besar. Terutama perusahaan di sektor pertambangan batubara, kelapa sawit, dan energi.

Lonjakan harga minyak mentah dunia, batubara, dan CPO mendatangkan keuntungan besar. Walhasil, ada potensi pembayaran dividen yang semakin besar tahun 2023 ini.

Sebagai gambaran, sepanjang tahun 2022 juga banyak perusahaan yang meraih untung besar dan melakukan pembayaran dividen jumbo. Rasio pembayaran dividen saham tersebut mencapai di atas 10% dari harga saham saat kebijakan diumumkan.

Berikut daftar 10 emiten saham yang melakukan pembayaran dividen terbesar tahun 2022:


PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR)

BSSR melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,13 triliun. Yield dividen saham BSSR tahun 2022 adalah 33,59% dengan nilai dividen Rp 972,52 per saham.


PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)

MBAP melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 sebanyak Rp 556,60 miliar. Yield dividen saham MBAP mencapai 21,2%. Lalu nilai dividen per saham MBAP Rp 861,00.


PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)

GEMS melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 4,28 triliun. Yield dividen saham GEMS mencapai 19,81%. Nilai dividen per saham GEMS adalah Rp 805,82.


PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 9,49 triliun. Yield dividen saham ISAT sebesar 19,55%. Nilai dividen saham ISAT Rp 248,06.


PT Bukit Asam Tbk (PTBA)

PTBA melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 835,38 miliar. Yield dividen saham PTBA sebesar 18,41%. Nilai dividen saham PTBA Rp688,52 per saham.


PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

ITMG melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,52 triliun. Yield dividen saham ITMG sebesar 17,56%. Nilai pembayaran dividen saham PTBA Rp 4.258,00 per saham.


PT Indorama Synthetics (INDR)

INDR melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 sebesar Rp 940 per saham. Yield dividen saham INDR adalah 16,21%.


PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX)

MPMX melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 496,30 miliar. Yield dividen saham MPMX sebesar 15,79%. Nilai pembayaran dividen saham MPMX sebesar Rp 180 per saham.


PT Hexindo Adiperkasa (HEXA)

HEXA melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 1,01 triliun. Nilai pembayaran dividen saham HEXA mencapai Rp 799,07 per lembar. Yield dividen saham HEXA sebesar 15,15% per saham.


PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG)

AMAG melakukan pembayaran dividen saham tahun 2022 dengan total dana Rp 250,07 miliar. Nilai pembayaran dividen saham AMAG Rp 50,00 per saham. Dividen yield saham AMAG sebesar 13,81% per saham


Tips investor pemburu dividen saham

Investor mesti cermat dalam mencuil cuan pembayaran dividen saham. Salah satu risiko dari dividen adalah perangkap dividen alias dividend trap.

Dividend trap terjadi ketika harga saham suatu emiten turun karena pembagian dividennya. Seringkali, harga saham akan jatuh pada tanggal ex date dividend.

Analis Mirae Asset Sekuritas Handiman Soetoyo menilai, membeli saham hanya karena melihat besaran aspek dividend yield yang tinggi dapat membuat investor terjebak dalam perangkap dividen. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk menggunakan strategi yang tepat ketika memilih saham yang membagikan dividen.

Pertama, jangan hanya terpaku pada dividend yield tinggi. Saat mencari saham pembagi dividen, seringkali investor tergoda untuk memilih saham dengan yield tinggi. Menurut Handiman, pola ini tidak selalu menjadi strategi yang terbaik. 

Sebab, emiten dapat menawarkan dividend yield yang tinggi hanya karena perusahaan tersebut berada dalam siklus bisnis yang menguntungkan, seperti yang terjadi pada emiten di sektor energi saat ini. 

Di sisi lain, ada juga perusahaan yang  mungkin menawarkan dividend yield yang sangat tinggi karena baru saja mendapatkan laba yang luar biasa, yang bisa saja tidak berulang kembali ke depan.

Dividend yield yang tinggi juga dapat tercipta dari penurunan harga saham, seiring dengan prospek perusahaan yang meredup. Dengan demikian, penting bagi investor untuk memahami alasan di balik tingginya dividend yield.

Kedua, cermati rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio (DPR). Rasio pembayaran dividen lebih dari 100% tidak selalu menjadi indikator yang baik, karena rasio ini tidak akan berkelanjutan dalam jangka panjang. 

Handiman menilai, tidak ada patokan rasio pembayaran dividen karena besaran dividen akan sangat bervariasi antar sektor. Hanya, saja dividend payout ratio antara 30% sampai 70% dianggap cukup menarik  bagi pemegang saham dan cukup kondusif dalam mendukung pertumbuhan organik/anorganik suatu emiten.

Ketiga, membedah kinerja keuangan emiten, seperti laba, arus kas, utang, ekuitas, dan potensi pertumbuhan. Misalkan, dividen yang sehat akan dibayarkan dari laba perusahaan saat ini, bukan dari laba ditahan. Contoh lainnya adalah sebuah perusahaan akan dapat membayar dividen jika memiliki kas yang cukup dan arus kas yang positif.

Keempat, mencermati konsistensi emiten dalam membagikan dividen. Emiten dengan pertumbuhan laba bersih yang stabil dan/atau rutin dalam kebijakan dividen memiliki potensi pembagian yang lebih jelas.

Kelima, senantiasa berhati-hati saat mengejar saham hanya karena pembagian dividennya. Menurut Handiman, waktu paling berisiko untuk membeli saham adalah ketika perusahaan sudah mengumumkan dividennya. Seringkali, dividend hunter jangka pendek jatuh ke dividend trap karena mereka membeli saham setelah perusahaan mengumumkan dividennya.

Meskipun mungkin tidak menghilangkan risiko dividend trap sepenuhnya, secara umum akan lebih baik bagi investor membeli saham jauh sebelum pengumuman pembagian dividen. 

“Investor harus hati-hati mempelajari potensi dividen saham berdasarkan posisi laba bersih saat ini, kondisi keuangan, dan riwayat pembagian dividen. Namun, jauh lebih bijaksana untuk membeli saham karena potensi dividen jangka panjangnya,” kata Handiman.

Handiman juga menyarankan investor untuk memiliki portofolio yang terdiversifikasi, yang terdiri dari saham berbagai sektor dan karakteristik bisnis. Saham growth stock bisa menjadi inti dari portofolio. Sementara itu, saham dengan yield dividend tinggi dapat melengkapi susunan portofolio.

Adapun saham pembagi dividen ala Mirae Asset Sekuritas yang bisa untuk investasi jangka panjang diantaranya saham growth stock meliputi ACES, ADMF, AKRA, ARNA, ASGR, BBCA, BBRI, BJBR, BJTM, BMRI, BNGA, CLPI, DLTA, DVLA , EKAD, FISH, ICBP, IFII, INDF, KLBF, LPGI, MEGA, MERK, MFIN, MTDL, MYOR, PBID, POWR, PRDA, SCCO, SIDO, SMSM, TGKA, TLKM, TSPC, dan TOWR.

Lalu saham dengan yield dividend tinggi yakni ADRO, BSSR, GEMS, HEXA, ITMG, MBAP, MPMX, NRCA, PTBA, TOTL, dan UNTR.


Sumber :
https://investasi.kontan.co.id/news/pembayaran-dividen-bakal-ramai-ini-daftar-10-dividen-saham-terbesar-tahun-2022

Tuesday, November 1, 2022

Rekomendasi Saham MNCN

Media Citra Nusantara Menggenjot Bisnis Layanan OTT, Begini Rekomendasi Saham MNCN

Selasa, 01 November 2022 / 05:35 WIB

PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) masih menjadi jawara di kelasnya. Emiten grup Hary Tanoe ini menggenjot bisnis layanan over the top (OTT) agar tetap menjadi pilihan.

Christine Natasya dalam riset tanggal 3 Oktober mengungkapkan, MNCN mengandalkan lini bisnis televisi free to air (FTA) yang didukung penuh oleh tiga saluran TV utama yaitu RCTI, Global TV (GTV), dan MNCTV. 

Emiten media ini berhasil membukukan rekor tertinggi sepanjang masa untuk pangsa pemirsa selama bulan September sebesar 36,8%. Diikuti rival terdekatnya yakni PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menggenggam sebesar 35,8%. Keduanya meninggalkan beberapa saluran TV lainnya yang mengalami penurunan penayangan.

Pemirsa RCTI sebagai saluran TV andalan MNCN sukses naik signifikan sebesar 380 basis poin (bps) secara bulanan atawa month on month (MoM) menjadi 22,8% pada September. 

MNCN memikat pemirsa lewat program Ikatan Cinta. Saluran TV non-unggulan MNCN lainnya yakni Global TV dan MNCTV mendukung keseluruhan naiknya pangsa pemirsa non prime time MNCN di bulan September. Pangsa pemirsa non prime time kedua saluran ini, masing-masing telah bertumbuh sebesar 140 bps dan 170 bps MoM.

Pada bulan September, MNCN membukukan peningkatan besar dalam pangsa pemirsa non-prime time sejumlah 300 bps menjadi 37,6%, dari 34,6% pada Agustus 2022.

"Kami percaya pencapaian tersebut didukung oleh pemirsa MNCN baik prime time dan non-prime time, di tengah kehilangan pemirsa prime time dari SCMA," tulis Christine.

Analis Sucor Sekuritas Jimmy Paulus mencermati adanya potensi penurunan pendapatan di FTA karena dampak inflasi. Risiko yang saat ini dihadapi oleh perusahaan media seperti MNC adalah turunnya anggaran pengiklan untuk mempromosikan produknya di TV karena terdampak inflasi.

Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi pendapatan MNCN. Iklan masih menjadi sumber pendapatan utama. MNCN membukukan pendapatan iklan sebesar Rp 4,76 triliun, dari total pendapatan sebesar Rp 5,27 triliun pada semester pertama 2022.

Namun, dampak penurunan iklan di televisi tersebut sudah bisa diatasi karena adanya peralihan ke iklan berbasis digital. "Tantangan sebenarnya bagi MNCN adalah persaingan di industri media terutama segmen FTA," kata Jimmy kepada Kontan.co.id, Senin (31/10).

Jimmy menilai ada kecenderungan penurunan market share MNCN di semester kedua tahun ini karena ada ajang piala dunia yang menyedot perhatian pemirsa televisi. Dimana, hak siar piala dunia dipegang oleh kompetitornya yakni SCMA.

Kendati demikian, kondisi tersebut dimaknai hanya sebagai penurunan pangsa pasar. Sehingga, MNCN belum tentu tergusur sebagai market leader di industri media.

Secara keseluruhan, Jimmy melihat kinerja MNCN di semester kedua seharusnya masih bisa terus bertumbuh dengan baik. Selain mengandalkan bisnis FTA, MNCN juga peka terhadap permintaan bisnis digital yakni layanan OTT.

Analis Samuel Sekuritas Farras Farhan mengatakan bahwa aset digital akan menjadi katalis pertumbuhan bagi MNCN. Seperti diketahui bahwa MNCN telah mengonsolidasikan salah satu platform OTT yaitu Vision+ ke dalam struktur bisnisnya.

"Samuel Sekuritas meyakini inisiatif digital seperti Vision+ dan RCTI+ akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan perusahaan dengan adanya peningkatan popularitas dari platform OTT," tulis Farras dalam riset 14 Juni lalu.

Di sisi lain, Jimmy mencermati bahwa dampak pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan berpengaruh banyak karena MNCN telah mengurangi porsi utang dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir.

Karena itu, Sucor Sekuritas memproyeksikan pendapatan MNCN sekitar Rp 11,4 trilliun hingga tutup tahun 2022. Investor dapat membeli saham MNCN dengan target harga di angka Rp 1.450 per saham.

Sementara Mirae Asset Sekuritas memperkirakan pendapatan MNCN di tahun ini akan mencapai Rp 10,16 triliun dengan laba bersih Rp 2,71 triliun. Rekomendasi saham MNCN adalah buy dengan target harga Rp 1.350 per saham.

Sedangkan, Samuel Sekuritas memasang target pendapatan MNCN sebesar Rp 10,4 triliun dengan capaian laba bersih Rp 2,9 triliun. Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MNCN dengan target harga Rp 1.400 per saham.


Sumber :

https://investasi.kontan.co.id/news/media-citra-nusantara-menggenjot-bisnis-layanan-ott-begini-rekomendasi-saham-mncn

Related Posts