Tuesday, February 11, 2020

Cara Mengatur Gaji Bulanan Supaya Tabungan Selalu Penuh

Gimana ya cara mengatur gaji bulanan supaya selalu tersisa uang buat ditabung? Cukup banyak orang yang hingga saat ini masih sulit memiliki tabungan.

Selalu ada aja alasan kenapa sulit menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan buat ditabung. Padahal, menabung itu faktanya menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi keuangan stabil dan menghindarkan diri dari masalah keuangan.

Usut punya usut, kesulitan banyak orang buat menabung diakibatkan penghasilan bulanan yang telah habis sebelum waktu gajian tiba. Jangankan sebelum waktu gajian tiba, ada lho yang gak sampai dua minggu saldo rekeningnya telah menipis. Apa gak miris tuh?

Itulah kenapa perencanaan keuangan itu penting dan berperan dalam menghindarkan kita dari masalah keuangan, termasuk menghindarkan dari jeratan utang.  Nah, gimana cara mengatur gaji bulanan yang efektif tanpa perlu menggunakan hitung-hitungan yang rumit? Berikut ini cara-caranya.

1. Mulailah dengan menyusun bujet dengan rumus 50/30/20
Cara mengatur gaji bulanan yang tepat dimulai dengan menyusun bujet terlebih dahulu. Sekalipun udah mengetahui betapa pentingnya memiliki bujet, ada aja lho orang-orang yang gak memiliki bujet dengan alasan gak mau ribet dengan hitung-hitungan.

Sebenarnya, ada rumus menyusun bujet yang simpel dan mudah diaplikasikan, yaitu rumus 50/30/20. Apa itu rumus 50/30/20?

Rumus 50/30/20 adalah rumus pembagian penghasilan ke tiga bagian, yaitu 50 persen buat kebutuhan sehari-hari, 30 persen buat diri sendiri (termasuk kredit ataupun hiburan), dan 20 persen buat tabungan dan investasi.

2. Ada utang jangka pendek? Prioritaskan buat segera dilunasi
Dari rumus 50/30/20 di atas, kamu memiliki pos alokasi pengeluaran sebesar 30 persen dari penghasilan buat membayar kredit atau cicilan. Gunakan pos tersebut buat melunasi utang ataupun cicilan yang masih ada.

Tetapkan pembayaran cicilan atau utang sebagai prioritas dalam pengaturan keuangan. Memiliki utang itu pada dasarnya gak salah selama bisa dikelola dengan baik.

Menetapkan pembayaran utang sebagai prioritas menjadi langkah yang tepat dalam cara mengatur keuangan yang baik.

3. Batasi pengeluaran dan tahan diri buat gak menggunakan sisa penghasilan
Penerapan rumus 50/30/20 secara disiplin membuat kamu memiliki sisa penghasilan sebesar 20 persen tiap bulannya. Sisa penghasilan 20 persen ini seperti dikemukakan di atas berfungsi sebagai dana tabungan ataupun investasi.

Nah, tiap bulannya kamu punya dana tabungan, bukan? Gak cukup sampai di situ lho. Godaan belanja kadang bisa bikin kamu khilaf lalu memakai dana tabungan yang ada.

Di sinilah kamu harus bisa menahan diri dengan mengatakan, “‘Kalau gak menabung, nantinya bisa jatuh miskin.” Pokoknya, tanamkan dalam pikiranmu kata-kata menakutkan sehingga kamu enggan membelanjakan dana tabungan.

4. Lacaklah pengeluaran dengan memasukkannya ke daftar pengeluaran
Uang yang kamu habiskan sebagai pengeluaran sebaiknya dicatat dalam daftar pengeluaran agar nantinya bisa dilacak. Kamu bakal bingung dalam menentukan sampai di mana batas pengeluaranmu kalau gak punya daftar pengeluaran.

Perbarui selalu daftar pengeluaran tersebut tiap kali kamu belanja. Lebih baik lagi kalau kamu menyertakan pula bukti belanja.

5. Kalau pun harus kredit, hindari membayar cicilan lebih dari 30 persen tiap bulannya
Membayar dengan cara kredit gak melulu harus dihindari. Ada kalanya kamu mau gak mau membayar apa yang kamu belanjakan secara kredit. Namun, pastikan pembayaran kredit tiap bulannya gak melebihi batas.

Berdasarkan rumus 50/30/20, alokasi buat pembayaran kredit sebesar 30 persen dari gaji. Itu berarti batas kamu dalam membayar cicilan sebesar 30 persen dari gaji. Lebih dari itu bisa membahayakan kondisi keuangan.

Cara mengatur gaji bulanan yang telah dijelaskan di atas bisa aja gak berguna kalau gak dijalankan dengan disiplin. Kunci keberhasilan perencanaan keuangan adalah kedisiplinan. Dengan disiplin, tujuan-tujuan keuangan yang kamu buat bisa terwujud.


Sumber :
https://lifepal.co.id/media/deretan-cara-mengatur-gaji-bulanan-supaya-tabungan-selalu-penuh/

7 Cara Mengatur Keuangan Agar Hidup Bebas Was-Was

Anda pasti tidak mau dikatakan besar pasak daripada tiang. Namun kenyataannya, mengapa akhir bulan terasa berat karena kantong makin tipis? Bisa jadi masalahnya bukan pada gaji Anda, tetapi apakah cara Anda mengatur keuangan sudah tepat?

Agar bulan depan Anda tidak keteteran dan bebas was-was, mari simak 7 tips mengatur keuangan yang meliputi: budgeting, menabung, membayar tagihan tepat waktu, bijak menggunakan kartu kredit, merencanakan belanja bulanan, membuat dua rekening tabungan dan memanfaatkan promo.

Cara Mengatur Keuangan
Demi keuangan yang lebih terkontrol, Anda bisa mengatur keuangan Anda dengan 4 langkah berikut:

Budgeting
Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah dengan budgeting atau membuat perencanaan anggaran yang matang untuk mengetahui apakah lalu lintas keuangan Anda selama ini sehat atau tidak. Anda bisa mencatatnya secara manual di buku, atau dengan bantuan aplikasi pengatur keuangan, atau menggunakan budget calculator seperti yang tertera pada mappingyourfuture.org berikut.

Pertama, pahami dulu berapa jumlah pendapatan Anda setiap bulannya. Setelah itu, catat pengeluaran rutin Anda seperti cicilan mobil, cicilan rumah, bayaran sekolah, listrik, air, transportasi, asuransi dan sebagainya. Jika sudah, tetapkan pula budget konsumsi dan hiburan per bulan.

Lihatlah berapa jumlah uang sisa per bulan. Kalikan selama 1 tahun. Apakah jumlahnya cukup memuaskan? Bila belum, atur kembali anggaran Anda. Apakah ada anggaran yang bisa dipotong dan diminimalkan jumlahnya? Pertimbangkan pula untuk mencari celah menambah pendapatan dengan usaha lain.


Jangan lupa menabung!
Berapa pun gaji Anda, sisihkan minimal 10% untuk ditabung. Bila sulit mencapai presentase tersebut, pertimbangkan untuk mengurangi budget hiburan seperti menghemat jatah jajan di mal, mengganti paket televisi berlangganan dengan harga yang lebih murah, mengurangi belanja baju atau alih-alih memesan makanan di luar, Anda bisa berhemat dengan memasak makanan sendiri di rumah. Lebih sehat dan ekonomis juga, ya.

Sebab, tabungan ini tak hanya berguna sebagai dana talangan untuk kebutuhan mendesak, lebih dari itu dapat digunakan sebagai tabungan jangka panjang seperti dana pensiun. Banyak jenis tabungan atau investasi yang ditawarkan seperti menabung dalam bentuk logam mulia, reksa dana, saham dan lainnya. Pilihlah yang paling sesuai dan nyaman untuk Anda.

Bayar tagihan tepat waktu
Jangan berlama-lama menunda pembayaran tagihan Anda. Bayarlah sesaat setelah tagihan datang atau jangan sampai waktu jatuh tempo. Membayar tepat waktu tentu memberi keuntungan, diantaranya Anda terbebas dari biaya denda telat bayar.

Selain itu, hidup pun jadi lebih tenang karena bebas dari drama penagih hutang. Yang paling penting, Anda tidak masuk blacklist Bank Indonesia karena kredit macet. Dan bila di kemudian hari Anda mengajukan kredit lagi, prosesnya pun akan selalu mudah.


Bijak Menggunakan Kartu Kredit
Bila diperlukan, sah-sah saja menggunakan kartu kredit tapi Anda harus bijak menggunakannya. Anda bisa memanfaatkannya saat ada promo yang menguntungkan, namun jangan berlebihan. Ukurlah dengan kemampuan Anda membayar di bulan berikutnya. Bila terasa memberatkan, ada baiknya jangan berbelanja karena tergoda promo.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah saat tagihan kartu kredit Anda datang setiap bulan, ada baiknya Anda membayar lunas dan bukan jumlah minimal. Dengan begitu, Anda tidak perlu membayar bunganya. Hindari pula mengambil uang tunai menggunakan kartu kredit Anda, karena setiap kartu kredit menetapkan suku bunga yang tinggi sekitar 2.25% per bulan.

Belum lagi, Anda dibebankan biaya penarikan tunai sebesar minimal Rp40.000 sampai Rp50.000 atau 4% dari jumlah penarikan. Dan bila Anda tak segera melunasinya di bulan pertama, jumlah hutang Anda akan semakin bertambah dengan bunga yang dibebankan.

Mengatur keuangan rumah tangga memang cukup menantang. Seringkali Anda sudah menetapkan budget untuk kebutuhan rumah tangga di awal bulan. Namun sebulan belum berakhir, uang sudah menipis. Salahnya dimana ya? Rasanya hanya membeli sayur-sayuran dan bahan makanan lain, kok habis ya?

Rencanakan Belanja Bulanan Dan Catat Setiap Pengeluaran
Di awal bulan, Anda bisa mencatat keperluan apa saja yang harus Anda beli. Buat estimasi anggaran yang akan dikeluarkan. Setelah semua kebutuhan dibeli, hitung ulang total pengeluaran dan catat dalam buku atau aplikasi pengatur keuangan yang Anda gunakan.

Bila di tengah bulan Anda perlu membeli keperluan tambahan, jangan lupa untuk selalu mencatatnya. Cara sederhana ini bisa mengontrol pengeluaran dan mengerem keinginan untuk berbelanja berlebihan, terutama bila jumlah saldo semakin menipis. Selain itu, dengan mencatat setiap pengeluaran pun Anda tidak penasaran lagi kemana saja uang menguap selama ini.

Membuat 2 rekening tabungan
Penting pula untuk membedakan antara rekening belanja dan rekening tabungan. Karena bila dijadikan satu, seringkali tidak sengaja kita membelanjakan uang tabungan. Begitu akhir bulan tiba, Anda sudah tidak memiliki uang untuk ditabung.

Untuk itu, di awal bulan selalu transfer uang tabungan ke rekening tabungan dan jangan diganggu gugat lagi. Untuk keperluan sehari-hari, gunakan rekening belanja Anda. Kalau pun uang dalam rekening ini habis, Anda tidak was-was karena Anda sudah berhasil menabung di awal bulan.

Manfaatkan Promo
Siapa yang tak suka promo? Bila memang menguntungkan, Anda bisa memanfaatkan promo dan voucher potongan harga agar belanja bulanan Anda lebih hemat. Cek supermarket tempat Anda biasa berbelanja, kartu apa saja yang memberi potongan dan pelajari promo menarik apa saja yang ditawarkan.

Bila perlu, Anda bisa menggunakan uang elektronik yang memberikan penawaran cashback. Dengan bijak memanfaatkan promo, Anda bisa berhemat saat berbelanja. Namun, ini bukan berarti Anda bisa berbelanja lebih banyak, ya. Disiplinlah dengan membeli apa yang Anda butuhkan dan sudah direncanakan saja. Sisa uang belanjanya, bisa langsung Anda masukan ke rekening tabungan.

Nah, dengan bijak mengatur keuangan, Anda jadi tak was-was lagi kehabisan uang di akhir bulan dan bisa tidur nyenyak karena memiliki dana darurat untuk masa-masa genting.


Sumber :
https://www.rumah.com/panduan-properti/7-cara-mengatur-keuangan-agar-hidup-bebas-was-was-17080

Monday, January 6, 2020

Rekor Harga Emas Rp 783.000/Gram

Harga Emas Sentuh Rekor Lagi, Dijual Rp 783.000/Gram

Logam mulia atau emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dijual Rp 783.000/gram. Harga itu naik Rp 9.000 dari posisi sebelumnya.

Demikian dikutip detikcom dari situs perdagangan Logam Mulia Antam, Senin (6/1/2020). Harga tersebut tercatat yang paling tinggi sejak awal tahun.

Sementara harga buyback atau pembelian kembali emas Antam hari ini naik Rp 7.000 ke level Rp 700.000/gram. Harga buyback ini berarti, jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya dengan harga tersebut.

Harga emas batangan tersebut sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9%. Bila ingin mendapatkan potongan pajak lebih rendah, yaitu sebesar 0,45% maka bawa NPWP saat transaksi.

Berikut rincian harga emas Antam hari ini:
Pecahan 1 gram Rp 783.000
Pecahan 5 gram Rp 3.650.000
Pecahan 10 gram Rp 7.315.000
Pecahan 25 gram Rp 18.180.000
Pecahan 50 gram Rp 36.285.000
Pecahan 100 gram Rp 71.700.000
Pecahan 250 gram Rp 175.250.000
Pecahan 500 gram Rp 366.300.000


Sumber :
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4847751/harga-emas-sentuh-rekor-lagi-dijual-rp-783000gram

Sunday, January 5, 2020

Manajemen Finansial yang Bikin Tekor

Jangan Sampai Terulang! Manajemen Finansial Seperti Ini Bikin Kamu Tekor Sepanjang Tahun

Kesalahan manajemen finansial yang sering orang lakukan setiap tahunnya adalah menggabungkan antara uang pribadi dan usaha.

Perihal mengatur manajemen finansial adalah hal yang bisa dikatakan susah-susah gampang untuk dilakukan. Sebab untuk melaksanakannya membutuhkan ketekunan dan tekad yang bulat dari diri sendiri. Kalau gak upaya tersebut akan berbuah sia-sia.

Bagi orang indonesia, kebiasaan untuk mengelola finansial secara benar dan tepat mungkin masih terbilang minim. Itu bisa dilihat dari literasi keuangan yang relatif rendah jika dibandingkan negara lainnya seperti di Singapura dan Jepang.

Gak aneh mangkanya belakangan ini kita sering mendengar kasus pinjaman uang online dimana nasabah gak mampu membayar utangnya. Dimana ujung-ujungnya harus menggunakan debt collector untuk membayar secara paksa.

Bukan cuma mengintimidasi secara fisik, hal itu juga bisa menunda kamu untuk menjadi orang yang sukses kedepannya lho!

Nah daripada berlama-lama lagi mending kita simak langsung aja yuk kesalahan manajemen finansial yang harus kamu hindari di tahun ini, melansir dari Finance Monthly.

1. Selalu menghindari asuransi
Investasi itu ada berbagai jenis gak hanya melulu soal saham, emas dan juga properti. Salah satu jenis lainnya yang gak kalah penting adalah asuransi.

Meski uang yang harus kamu bayarkan jumlahnya banyak bisa sampai jutaan rupiah per bulan, asuransi bisa mengcover biaya gak terduga yang harus dikeluarkan di waktu tertentu seperti saat mengalami kecelakaan ataupun menderita penyakit serius.

Oleh karena itu ada baiknya untuk memperbaiki manajemen finansial mulai dari menggunakan asuransi kesehatan dan jiwa. Sekarang ini udah banyak kok perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai macam polis sesuai dengan kebutuhan pelanggan.


2. Gak menyiapkan dana darurat
Tips atur manajemen finansial berikutnya supaya keuangan tetap stabil adalah dengan menyiapkan dana darurat. Seringkali kita memilih untuk mengalokasikan dana darurat untuk kebutuhan lainnya yang sebetulnya gak penting-penting amat.

Contohnya seperti berbelanja dan menambah anggaran kebutuhan dasar. Padahal dana darurat itu penting jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan uang secara mendadak.

Skenario terburuk dari kesalahan ini adalah dengan meminjam uang ke pihak lain yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar.


3. Telat bayar kredit dan utang
Siapa dari kamu yang suka telat bayar utang dan kewajiban bulanan? Kalau kebiasaan buruk tersebut masih terjadi sampai sekarang sebaiknya segera diubah karena bisa berdampak buruk ke isi dompet kamu.

Telat membayar kartu kredit biasanya akan menimbulkan bunga yang jumlahnya variatif, begitupun dengan abonemen telepon dan listrik bulanan. Ada biaya tambahan yang harus kamu bayarkan lebih sebagai denda.

Bila terus-terusan dibiarkan kamu bakal mengalami kerugian yang jumlahnya cukup banyak lho! Biasakan untuk membayar kebutuhan tepat pada waktunya agar manajemen finansial bisa sehat.


4. Gaya hidup yang melebihi pendapatan
Permasalahan seperti ini sering dialami oleh masyarakat metropolitan yang sulit mengendalikan arus uang karena bergaul dengan teman yang suka  ‘hedon’.

Alangkah baiknya kamu mengontrol pembelian yang kurang perlu seperti berbelanja dan mengevaluasi ulang biaya-biaya apa yang bisa ditekan setiap bulannya supaya gak membebani pendapatan bulanan.


5. Menggabungkan antara rekening pribadi dan usaha
Sebagian dari kamu mungkin ada yang bekerja sekaligus memiliki usaha sampingan untuk mendapatkan pemasukan lebih. Salah satu kesalahan yang rutin dilakukan adalah menggabungkan antara uang pribadi dan usaha.

Risiko yang bisa terjadi bila kamu gak memisahkan kedua hal ini adalah sulit menabung dan jika ada kebutuhan mendadak susah membedakan mana yang dialokasikan untuk pribadi serta menjalankan usaha.


Nah itulah 5 kesalahan manajemen finansial yang sering dialami oleh masyarakat setiap tahunnya. Sehubungan dengan momen tahun baru yang masih fresh , ada baiknya kamu mengubah kebiasaan buruk di atas ya!


Sumber :
https://www.moneysmart.id/kesalahan-manajemen-finansial-yang-harus-dihindari/

Saturday, January 4, 2020

Menabung Separuh dari Gaji

Supaya Bisa Menabung Separuh dari Gaji, Ikuti 7 Trik Mudah Ini!

Gak sedikit orang beranggapan, kalau ingin menabung tidak perlu mengikuti tips menabung karena hanya sekadar teori. Padahal, nyatanya masih banyak orang yang kerap gagal menyisihkan uang setiap bulan dialokasikan ke tabungan.

Berbagai alasan dilontarkan, mulai dari kebutuhan hidup yang semakin banyak hingga penghasilan yang masih pas-pasan.

Padahal, berapapun pendapatan yang kamu peroleh, kamu tetap harus menyisihkan untuk di tabung. Tujuannya adalah, demi masa depan yang lebih baik dan dapat mencapai kebebasan finansial.

Sayangnya, gaya hidup kerap membuat banyak orang menjadi kesulitan untuk menabung. Bisa menyisihkan uang setiap bulan aja udah bagus, jadi gak muluk-muluk kok bisa menabung setengah dari gaji. Meski terdengar sulit, bukan berarti gak bisa dilakukan.

Penasaran bagaimana tips menabung setengah dari gaji demi hidup nyaman di masa tua? Berikut, tujuh di antaranya:

1. Usai terima uang gaji, jangan langsung merasa kaya
Hayo, siapa di sini yang langsung merasa kaya sehabis gajian? Seperti langsung bergegas pergi ke mal buat beli baju, makan, hingga ngopi. Dalam sehari, bisa-bisa kamu menghabiskan uang hingga Rp 1 juta.

Supaya tujuan menabung setengah gaji berjalan lancar, mulai sekarang hapus perasaan itu dan biasakan langsung memasukkan setengah gaji kamu ke dalam rekening tabungan sebelum tergoda membeli ini itu.


2. Target diri sendiri, cuma boleh keluar uang Rp 200 ribu selama satu minggu
Tips menabung selanjutnya adalah, menargetkan diri sendiri. Gimana maksudnya? Ya, kamu memang perlu memberi target pada diri sendiri untuk mengerem keinginan, terutama dalam hal belanja konsumtif.

Salah satu caranya, dengan mematok pengeluaran hanya sebesar Rp 200 ribu selama satu minggu di luar transportasi ke kantor ya! Jadi, gimana pintar-pintarnya kamu mengelola pengeluaran setiap harinya.


3. Punya rekening khusus tabungan yang gak bisa ditarik
Memiliki dua rekening tabungan yang berbeda itu sebenarnya menjadi salah satu cara mudah untuk mengatur keuangan. Jadi, satu rekening untuk operasional kamu, dan satunya lagi memang dikhususkan untuk menabung.

Agar target menabung tercapai, sebaiknya pilih rekening tabungan yang gak bisa ditarik. Salah satunya, tabungan berjangka yang menjadi program perbankan.

Selain gak terpotong biaya administrasi, kamu justru malah mendapatkan bunga. Jadi, semakin banyak deh uang yang kamu tabung.


4. Bawa bekal makanan biar irit
Biaya uang yang biasa kamu keluarkan untuk makan siang? Kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu untuk sekali makan. Belum lagi kalau lembur, kamu harus mengeluarkan uang lagi membeli makanan untuk sore hari.

Anggaplah, dalam sehari kamu menghabiskan Rp 50 ribu untuk membeli makanan. Berarti dalam satu tahun kamu akan menggelontorkan uang sekitar Rp 50 ribu x 22 hari yaitu Rp 1,1 juta.

Biar lebih hemat. Kamu bisa membawa bekal ke kantor untuk makan siang dan juga camilan di sore hari. Dengan begitu, uangmu akan aman karena gak tergoda untuk jajan.


5. Beli paket data sedikit aja, selalu manfaatkan WIFI
Berapa uang yang biasa kamu keluarkan untuk membeli paket data internet setiap bulan? Rp 200 ribu dengan kuota 20 hingga 30 GB?

Mulai sekarang, lebih baik kamu mengurangi pembelian paket data dengan memilih yang lebih sedikit. Jadi, belilah kuota yang sewajarnya aja, dan manfaatkan WIFI yang ada terutama untuk melakukan hal yang akan memakan banyak kuota.

Misalnya, untuk update atau download aplikasi hingga menunggah foto di sosial media. Percaya deh, sepele memang, tapi cara itu bisa bikin kamu hemat tiap bulan.


6. Bawa uang tunai dalam pecahan kecil di dompet dan gak usah bawa debit atau credit card
Yang kerap membuat orang kebablasan mengeluarkan uang adalah, karena melihat ada banyak uang di dompet atau aman karena ada debit dan credit card.

Jadi, saat ada promo cicilan 0 persen bisa langsung tergoda tuh menggesek kartu kredit atau beli barang ini itu karena banyak uang cash. Ujung-ujungnya gigit jari, karena uang habis dan tagihan kartu kredit meledak.

Karena itu, sebaiknya biasakan untuk membawa yang yang secukupnya aja di dompet dan tinggalkan kartu debit atau credit card di rumah.

Langkah itu akan membuatmu tak tergoda untuk membeli barang yang gak perlu. Apalagi, jika kamu akan pergi ke tempat-tempat yang akan membuatmu tergoda untuk belanja.


7. Boleh beli camilan, tapi yang bikin kenyang
Di sore hari sekitar jam 15.00 atau 16.00 biasanya perut udah mulai lapar, dan camilan jadi pilihan paling tepat karena kalau makan berat terlalu mengenyangkan.

Boleh aja sih beli camilan, tapi daripada hanya membeli snack seperti Chiki, sebaiknya beli camilan yang benar-benar mengenyangkan seperti biskuit gandum atau crackers. Selain sehat, kamu juga akan lebih hemat.


Itu dia tujuh tips menabung yang bisa kamu lakukan untuk dapat menabung setengah dari gaji.

Mudah banget kan?

Yuk, mulai terapkan hidup sederhana demi hidup enak di masa tua nanti.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/tips-menabung-setengah-gaji/

Tuesday, December 10, 2019

Pertimbangan Pensiun Dini,

Ingin Pensiun Dini, Pertimbangkan Dulu 4 Hal Berikut

Pensiun dini adalah keinginan banyak orang. Namun, kenyataannya meninggalkan pekerjaan terlalu cepat bisa jadi tak seindah yang kita bayangkan.

Berikut empat alasan kenapa orang harus mempertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk pensiun dini, mengutip Motley Fool.


1. Perlu tabungan untuk menopang hidup lebih lama
Semakin dini pensiun, semakin cepat Anda harus mulai menarik tabungan pensiun dan semakin besar risiko uang akan habis terlalu cepat. Anda harus sangat berhati-hati tentang berapa banyak menarik uang dari rekening pensiun.

Jika tabungan pensiun besar, mungkin Anda bisa mempertahankan saldo pokoknya dan mendapatkan pendapatan bunga yang cukup untuk hidup. Sementara para ahli biasa menyarankan agar Anda bisa menarik 4 persen tabungan dengan aman setiap tahun, tapi ada bahaya besar bisa kehabisan uang jika melakukan ini. Pensiun dini akan memaksa Anda lebih berhemat karena mungkin tidak mudah mendapatkan pemasukan baru untuk menambah saldo di rekening.


2. Pensiun dini mengurangi tabungan jaminan sosial
Kebanyakan orang yang pensiun mengklaim jaminan sosial untuk menambah tabungan. Tetapi, semakin cepat Anda pensiun maka uang jaminan sosial yang diterima akan semakin kecil, terlebih jika dibandingkan dengan mereka yang pensiun pada waktunya.


3. Pengeluaran untuk biaya kesehatan
Sebagian besar perusahaan memberikan jaminan perawatan kesehatan hingga karyawan pensiun. Jadi, jika pensiun lebih cepat Anda akan kehilangan jaminan kesehatan dari perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan uang sendiri untuk asuransi kesehatan atau biaya perawatan ketika membutuhkan. Dan bila tidak punya pemasukan baru maka itu akan menguras uang pensiun juga. Sementara pada umumnya, kesehatan seseorang semakin menurun dan biaya perawatan meningkat seiring bertambahnya usia kita.


4. Anda bisa bosan
Bagi banyak orang, pekerjaan memberikan interaksi sosial dan tantangan mental. Jika meninggalkan pekerjaan lebih awal, Anda akan bosan karena tidak banyak beraktivitas seperti ketika masih bekerja kecuali jika memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana ingin menghabiskan waktu pensiun. Tanpa rencana yang jelas dan kadang rencana juga tak seperti yang diharapkan dalam implementasi, bisa membuat bosan serta tertekan.


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1280689/ingin-pensiun-dini-pertimbangkan-dulu-4-hal-berikut/full&view=ok

Tips Beli Rumah dengan Gaji Rp 5 Juta

Gaji Rp 5 Juta Mau Beli Rumah? Begini Caranya

Rumah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dihindari. Namun, tak mudah untuk memiliki hunian idaman apalagi dengan pendapatan yang terbilang pas-pasan.

Meski sulit, bukan berarti memiliki rumah adalah hal yang mustahil bagi mereka yang berpendapatan pas-pasan. Dengan gaji Rp 5 juta per bulan pun ternyata membeli rumah bisa dilakukan.

Perencana Keuangan dari Financial Consulting Eko Endarto mengatakan pada dasarnya membeli sebuah properti seperti rumah harus disesuaikan dengan pendapatan yang dimiliki. Gaji, Rp 5 juta per bulan bisa memiliki rumah namun dengan sedikit catatan.

"Jadi nggak mungkin dengan gaji Rp 5 juta terus rumah dia harus dekat kantor, pusat kota, nggak bisa. Jadi akan lebih menjauh dari harapan dia. Tapi bukan berarti nggak bisa," kata Eko kepada detikcom, Jumat (22/11/2019).

Eko menjelaskan, dalam membeli rumah, hal pertama yang harus dilihat adalah besaran cicilan atau KPR. Dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diajukan ialah sekitar Rp 2 jutaan atau 20% dari gaji.

"Nah Rp 2 jutaan pasti masih ada untuk rumah Rp 100 jutaan. Cuma memang lokasi nggak akan dekat-dekat kantor, udah pasti. Tapi kalau hanya mencari akses kereta misalnya, itu pasti masih dapat," katanya.

"Apalagi kalau mereka masih muda. Ambil saja yang tenornya 20 tahun, 25 tahun. Nggak masalah. Kan masih muda, apalagi rumah pertama. Rumah pertama itu harus sepanjang-panjangnya, jangan pendek-pendek. Karena nggak diapa-apain, kan mau dipake sendiri kan rumahnya," katanya.

Sementara untuk uang muka atau down payment (DP), calon pembeli juga bisa mencicilnya bila dirasa berat. Dia bilang, calon pembeli harus pintar-pintar berburu rumah yang menawarkan cicilan DP dengan ringan.

"Memang beratnya itu di DP. Mau nggak mau mereka bisa nego dengan pengembangnya. Sekarang kan udah banyak dp bisa diangsur. Ya mau-nggak mau mereka harus nabung untuk dp-nya," tuturnya.


Sumber :
https://finance.detik.com/properti/d-4794180/gaji-rp-5-juta-mau-beli-rumah-begini-caranya

Related Posts