Sunday, January 5, 2020

Manajemen Finansial yang Bikin Tekor

Jangan Sampai Terulang! Manajemen Finansial Seperti Ini Bikin Kamu Tekor Sepanjang Tahun

Kesalahan manajemen finansial yang sering orang lakukan setiap tahunnya adalah menggabungkan antara uang pribadi dan usaha.

Perihal mengatur manajemen finansial adalah hal yang bisa dikatakan susah-susah gampang untuk dilakukan. Sebab untuk melaksanakannya membutuhkan ketekunan dan tekad yang bulat dari diri sendiri. Kalau gak upaya tersebut akan berbuah sia-sia.

Bagi orang indonesia, kebiasaan untuk mengelola finansial secara benar dan tepat mungkin masih terbilang minim. Itu bisa dilihat dari literasi keuangan yang relatif rendah jika dibandingkan negara lainnya seperti di Singapura dan Jepang.

Gak aneh mangkanya belakangan ini kita sering mendengar kasus pinjaman uang online dimana nasabah gak mampu membayar utangnya. Dimana ujung-ujungnya harus menggunakan debt collector untuk membayar secara paksa.

Bukan cuma mengintimidasi secara fisik, hal itu juga bisa menunda kamu untuk menjadi orang yang sukses kedepannya lho!

Nah daripada berlama-lama lagi mending kita simak langsung aja yuk kesalahan manajemen finansial yang harus kamu hindari di tahun ini, melansir dari Finance Monthly.

1. Selalu menghindari asuransi
Investasi itu ada berbagai jenis gak hanya melulu soal saham, emas dan juga properti. Salah satu jenis lainnya yang gak kalah penting adalah asuransi.

Meski uang yang harus kamu bayarkan jumlahnya banyak bisa sampai jutaan rupiah per bulan, asuransi bisa mengcover biaya gak terduga yang harus dikeluarkan di waktu tertentu seperti saat mengalami kecelakaan ataupun menderita penyakit serius.

Oleh karena itu ada baiknya untuk memperbaiki manajemen finansial mulai dari menggunakan asuransi kesehatan dan jiwa. Sekarang ini udah banyak kok perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai macam polis sesuai dengan kebutuhan pelanggan.


2. Gak menyiapkan dana darurat
Tips atur manajemen finansial berikutnya supaya keuangan tetap stabil adalah dengan menyiapkan dana darurat. Seringkali kita memilih untuk mengalokasikan dana darurat untuk kebutuhan lainnya yang sebetulnya gak penting-penting amat.

Contohnya seperti berbelanja dan menambah anggaran kebutuhan dasar. Padahal dana darurat itu penting jika sewaktu-waktu kamu membutuhkan uang secara mendadak.

Skenario terburuk dari kesalahan ini adalah dengan meminjam uang ke pihak lain yang bisa menimbulkan kerugian lebih besar.


3. Telat bayar kredit dan utang
Siapa dari kamu yang suka telat bayar utang dan kewajiban bulanan? Kalau kebiasaan buruk tersebut masih terjadi sampai sekarang sebaiknya segera diubah karena bisa berdampak buruk ke isi dompet kamu.

Telat membayar kartu kredit biasanya akan menimbulkan bunga yang jumlahnya variatif, begitupun dengan abonemen telepon dan listrik bulanan. Ada biaya tambahan yang harus kamu bayarkan lebih sebagai denda.

Bila terus-terusan dibiarkan kamu bakal mengalami kerugian yang jumlahnya cukup banyak lho! Biasakan untuk membayar kebutuhan tepat pada waktunya agar manajemen finansial bisa sehat.


4. Gaya hidup yang melebihi pendapatan
Permasalahan seperti ini sering dialami oleh masyarakat metropolitan yang sulit mengendalikan arus uang karena bergaul dengan teman yang suka  ‘hedon’.

Alangkah baiknya kamu mengontrol pembelian yang kurang perlu seperti berbelanja dan mengevaluasi ulang biaya-biaya apa yang bisa ditekan setiap bulannya supaya gak membebani pendapatan bulanan.


5. Menggabungkan antara rekening pribadi dan usaha
Sebagian dari kamu mungkin ada yang bekerja sekaligus memiliki usaha sampingan untuk mendapatkan pemasukan lebih. Salah satu kesalahan yang rutin dilakukan adalah menggabungkan antara uang pribadi dan usaha.

Risiko yang bisa terjadi bila kamu gak memisahkan kedua hal ini adalah sulit menabung dan jika ada kebutuhan mendadak susah membedakan mana yang dialokasikan untuk pribadi serta menjalankan usaha.


Nah itulah 5 kesalahan manajemen finansial yang sering dialami oleh masyarakat setiap tahunnya. Sehubungan dengan momen tahun baru yang masih fresh , ada baiknya kamu mengubah kebiasaan buruk di atas ya!


Sumber :
https://www.moneysmart.id/kesalahan-manajemen-finansial-yang-harus-dihindari/

Saturday, January 4, 2020

Menabung Separuh dari Gaji

Supaya Bisa Menabung Separuh dari Gaji, Ikuti 7 Trik Mudah Ini!

Gak sedikit orang beranggapan, kalau ingin menabung tidak perlu mengikuti tips menabung karena hanya sekadar teori. Padahal, nyatanya masih banyak orang yang kerap gagal menyisihkan uang setiap bulan dialokasikan ke tabungan.

Berbagai alasan dilontarkan, mulai dari kebutuhan hidup yang semakin banyak hingga penghasilan yang masih pas-pasan.

Padahal, berapapun pendapatan yang kamu peroleh, kamu tetap harus menyisihkan untuk di tabung. Tujuannya adalah, demi masa depan yang lebih baik dan dapat mencapai kebebasan finansial.

Sayangnya, gaya hidup kerap membuat banyak orang menjadi kesulitan untuk menabung. Bisa menyisihkan uang setiap bulan aja udah bagus, jadi gak muluk-muluk kok bisa menabung setengah dari gaji. Meski terdengar sulit, bukan berarti gak bisa dilakukan.

Penasaran bagaimana tips menabung setengah dari gaji demi hidup nyaman di masa tua? Berikut, tujuh di antaranya:

1. Usai terima uang gaji, jangan langsung merasa kaya
Hayo, siapa di sini yang langsung merasa kaya sehabis gajian? Seperti langsung bergegas pergi ke mal buat beli baju, makan, hingga ngopi. Dalam sehari, bisa-bisa kamu menghabiskan uang hingga Rp 1 juta.

Supaya tujuan menabung setengah gaji berjalan lancar, mulai sekarang hapus perasaan itu dan biasakan langsung memasukkan setengah gaji kamu ke dalam rekening tabungan sebelum tergoda membeli ini itu.


2. Target diri sendiri, cuma boleh keluar uang Rp 200 ribu selama satu minggu
Tips menabung selanjutnya adalah, menargetkan diri sendiri. Gimana maksudnya? Ya, kamu memang perlu memberi target pada diri sendiri untuk mengerem keinginan, terutama dalam hal belanja konsumtif.

Salah satu caranya, dengan mematok pengeluaran hanya sebesar Rp 200 ribu selama satu minggu di luar transportasi ke kantor ya! Jadi, gimana pintar-pintarnya kamu mengelola pengeluaran setiap harinya.


3. Punya rekening khusus tabungan yang gak bisa ditarik
Memiliki dua rekening tabungan yang berbeda itu sebenarnya menjadi salah satu cara mudah untuk mengatur keuangan. Jadi, satu rekening untuk operasional kamu, dan satunya lagi memang dikhususkan untuk menabung.

Agar target menabung tercapai, sebaiknya pilih rekening tabungan yang gak bisa ditarik. Salah satunya, tabungan berjangka yang menjadi program perbankan.

Selain gak terpotong biaya administrasi, kamu justru malah mendapatkan bunga. Jadi, semakin banyak deh uang yang kamu tabung.


4. Bawa bekal makanan biar irit
Biaya uang yang biasa kamu keluarkan untuk makan siang? Kisaran Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu untuk sekali makan. Belum lagi kalau lembur, kamu harus mengeluarkan uang lagi membeli makanan untuk sore hari.

Anggaplah, dalam sehari kamu menghabiskan Rp 50 ribu untuk membeli makanan. Berarti dalam satu tahun kamu akan menggelontorkan uang sekitar Rp 50 ribu x 22 hari yaitu Rp 1,1 juta.

Biar lebih hemat. Kamu bisa membawa bekal ke kantor untuk makan siang dan juga camilan di sore hari. Dengan begitu, uangmu akan aman karena gak tergoda untuk jajan.


5. Beli paket data sedikit aja, selalu manfaatkan WIFI
Berapa uang yang biasa kamu keluarkan untuk membeli paket data internet setiap bulan? Rp 200 ribu dengan kuota 20 hingga 30 GB?

Mulai sekarang, lebih baik kamu mengurangi pembelian paket data dengan memilih yang lebih sedikit. Jadi, belilah kuota yang sewajarnya aja, dan manfaatkan WIFI yang ada terutama untuk melakukan hal yang akan memakan banyak kuota.

Misalnya, untuk update atau download aplikasi hingga menunggah foto di sosial media. Percaya deh, sepele memang, tapi cara itu bisa bikin kamu hemat tiap bulan.


6. Bawa uang tunai dalam pecahan kecil di dompet dan gak usah bawa debit atau credit card
Yang kerap membuat orang kebablasan mengeluarkan uang adalah, karena melihat ada banyak uang di dompet atau aman karena ada debit dan credit card.

Jadi, saat ada promo cicilan 0 persen bisa langsung tergoda tuh menggesek kartu kredit atau beli barang ini itu karena banyak uang cash. Ujung-ujungnya gigit jari, karena uang habis dan tagihan kartu kredit meledak.

Karena itu, sebaiknya biasakan untuk membawa yang yang secukupnya aja di dompet dan tinggalkan kartu debit atau credit card di rumah.

Langkah itu akan membuatmu tak tergoda untuk membeli barang yang gak perlu. Apalagi, jika kamu akan pergi ke tempat-tempat yang akan membuatmu tergoda untuk belanja.


7. Boleh beli camilan, tapi yang bikin kenyang
Di sore hari sekitar jam 15.00 atau 16.00 biasanya perut udah mulai lapar, dan camilan jadi pilihan paling tepat karena kalau makan berat terlalu mengenyangkan.

Boleh aja sih beli camilan, tapi daripada hanya membeli snack seperti Chiki, sebaiknya beli camilan yang benar-benar mengenyangkan seperti biskuit gandum atau crackers. Selain sehat, kamu juga akan lebih hemat.


Itu dia tujuh tips menabung yang bisa kamu lakukan untuk dapat menabung setengah dari gaji.

Mudah banget kan?

Yuk, mulai terapkan hidup sederhana demi hidup enak di masa tua nanti.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/tips-menabung-setengah-gaji/

Tuesday, December 10, 2019

Pertimbangan Pensiun Dini,

Ingin Pensiun Dini, Pertimbangkan Dulu 4 Hal Berikut

Pensiun dini adalah keinginan banyak orang. Namun, kenyataannya meninggalkan pekerjaan terlalu cepat bisa jadi tak seindah yang kita bayangkan.

Berikut empat alasan kenapa orang harus mempertimbangkan masak-masak sebelum memutuskan untuk pensiun dini, mengutip Motley Fool.


1. Perlu tabungan untuk menopang hidup lebih lama
Semakin dini pensiun, semakin cepat Anda harus mulai menarik tabungan pensiun dan semakin besar risiko uang akan habis terlalu cepat. Anda harus sangat berhati-hati tentang berapa banyak menarik uang dari rekening pensiun.

Jika tabungan pensiun besar, mungkin Anda bisa mempertahankan saldo pokoknya dan mendapatkan pendapatan bunga yang cukup untuk hidup. Sementara para ahli biasa menyarankan agar Anda bisa menarik 4 persen tabungan dengan aman setiap tahun, tapi ada bahaya besar bisa kehabisan uang jika melakukan ini. Pensiun dini akan memaksa Anda lebih berhemat karena mungkin tidak mudah mendapatkan pemasukan baru untuk menambah saldo di rekening.


2. Pensiun dini mengurangi tabungan jaminan sosial
Kebanyakan orang yang pensiun mengklaim jaminan sosial untuk menambah tabungan. Tetapi, semakin cepat Anda pensiun maka uang jaminan sosial yang diterima akan semakin kecil, terlebih jika dibandingkan dengan mereka yang pensiun pada waktunya.


3. Pengeluaran untuk biaya kesehatan
Sebagian besar perusahaan memberikan jaminan perawatan kesehatan hingga karyawan pensiun. Jadi, jika pensiun lebih cepat Anda akan kehilangan jaminan kesehatan dari perusahaan. Oleh karena itu, Anda perlu menyisihkan uang sendiri untuk asuransi kesehatan atau biaya perawatan ketika membutuhkan. Dan bila tidak punya pemasukan baru maka itu akan menguras uang pensiun juga. Sementara pada umumnya, kesehatan seseorang semakin menurun dan biaya perawatan meningkat seiring bertambahnya usia kita.


4. Anda bisa bosan
Bagi banyak orang, pekerjaan memberikan interaksi sosial dan tantangan mental. Jika meninggalkan pekerjaan lebih awal, Anda akan bosan karena tidak banyak beraktivitas seperti ketika masih bekerja kecuali jika memiliki gagasan yang jelas tentang bagaimana ingin menghabiskan waktu pensiun. Tanpa rencana yang jelas dan kadang rencana juga tak seperti yang diharapkan dalam implementasi, bisa membuat bosan serta tertekan.


Sumber :
https://gaya.tempo.co/read/1280689/ingin-pensiun-dini-pertimbangkan-dulu-4-hal-berikut/full&view=ok

Tips Beli Rumah dengan Gaji Rp 5 Juta

Gaji Rp 5 Juta Mau Beli Rumah? Begini Caranya

Rumah menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa dihindari. Namun, tak mudah untuk memiliki hunian idaman apalagi dengan pendapatan yang terbilang pas-pasan.

Meski sulit, bukan berarti memiliki rumah adalah hal yang mustahil bagi mereka yang berpendapatan pas-pasan. Dengan gaji Rp 5 juta per bulan pun ternyata membeli rumah bisa dilakukan.

Perencana Keuangan dari Financial Consulting Eko Endarto mengatakan pada dasarnya membeli sebuah properti seperti rumah harus disesuaikan dengan pendapatan yang dimiliki. Gaji, Rp 5 juta per bulan bisa memiliki rumah namun dengan sedikit catatan.

"Jadi nggak mungkin dengan gaji Rp 5 juta terus rumah dia harus dekat kantor, pusat kota, nggak bisa. Jadi akan lebih menjauh dari harapan dia. Tapi bukan berarti nggak bisa," kata Eko kepada detikcom, Jumat (22/11/2019).

Eko menjelaskan, dalam membeli rumah, hal pertama yang harus dilihat adalah besaran cicilan atau KPR. Dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan, maka cicilan maksimal yang bisa diajukan ialah sekitar Rp 2 jutaan atau 20% dari gaji.

"Nah Rp 2 jutaan pasti masih ada untuk rumah Rp 100 jutaan. Cuma memang lokasi nggak akan dekat-dekat kantor, udah pasti. Tapi kalau hanya mencari akses kereta misalnya, itu pasti masih dapat," katanya.

"Apalagi kalau mereka masih muda. Ambil saja yang tenornya 20 tahun, 25 tahun. Nggak masalah. Kan masih muda, apalagi rumah pertama. Rumah pertama itu harus sepanjang-panjangnya, jangan pendek-pendek. Karena nggak diapa-apain, kan mau dipake sendiri kan rumahnya," katanya.

Sementara untuk uang muka atau down payment (DP), calon pembeli juga bisa mencicilnya bila dirasa berat. Dia bilang, calon pembeli harus pintar-pintar berburu rumah yang menawarkan cicilan DP dengan ringan.

"Memang beratnya itu di DP. Mau nggak mau mereka bisa nego dengan pengembangnya. Sekarang kan udah banyak dp bisa diangsur. Ya mau-nggak mau mereka harus nabung untuk dp-nya," tuturnya.


Sumber :
https://finance.detik.com/properti/d-4794180/gaji-rp-5-juta-mau-beli-rumah-begini-caranya

Sunday, December 8, 2019

Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Pembagian Ilmu Ekonomi Menjadi Teori Mikro dan Makro

Perbedaan ekonomi mikro dan makro – Berbicara mengenai istilah pengertian ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari kegiatan manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa dalam upaya mencapai kemakmuran. Secara umum memang seperti itu, namun perlu diketahui dalam ekonomi itu dikenal dengan pembagian ilmu ekonomi / kajian (cabang), yang dikenal dengan ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Baik teori ekonomi mikro dan makro keduanya tidak bisa disamakan, hal ini dikarenakan memang memiliki banyak perbedaan dalam aspek analisis, situasi hingga penerapannya. Sebelum mempelajarinya sebaiknya anda mencatat dari sudur pandang mana keduanya dibedakan. Ini menyangkut kegiatan ekonomi mana saja yang termasuk mikro dan makro.

Rumah tangga konsumsi / individu (rumah tangga dimana sekarang berada) => mikro.
Rumah tangga produksi (perusahaan) => mikro.
Rumah tangga negara (sangat luas cakupannya) => makro.

Apa Sebenarnya Yang Membedakan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro?

Sebelum mengenal lebih dalam pengertian keduanya secara lebih spesifik, maka sebaiknya anda kenali terlebih dahulu beberapa perbadaannya. Manfaat mengetahui perbedaan teori ekonomi makro dan mikro tentu saja akan mempermudah anda memahami karakteristik keduanya.

Harga dan Nilai Komoditas dari Barang
Pengertian komoditas sendiri adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

Jika anda dibingungkan dengan istilah komoditas, begini saja. Komoditas itu produk yang diperjual belikan dan karakteristiknya harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Jadi ya komoditas itu = produk, biar tidak bingung dan malas bacanya.

Ekonomi Mikro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas atau barang tertentu saja. Misalnya harga kopi, harga gula, harga komputer.
Ekonomi Makro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas secara keseluruhan atau agregat. Misalnya indeks harga konsumen (IHK) sebagai agregat harga dan jasa pada suatu negara.

Unit Analisis dan Apa Saja Cakupannya
Unit analisis adalah batasan apa saja yang dianalisa serta dipelajari pada study dan prakteknya. Dengan mengerti mana saja batasan analisis dari ekonomi makro dan mikro maka anda akan mudah membedakannya.

Ekonomi Mikro => Membahas dan menganalisis kegiatan ekonomi secara individual. Maksud dari individual disini adalah bisa anda sebagai rumah tangga konsumsi dan perusahaan sebagai rumah tangga produksi. Misalnya permintaan dan penawaran, pasar, biaya dan laba atau rugi dari suatu perusahaan
Ekonomi Makro => Membahas dan menganalisis agregat perekonomikian secara keseluruhan dalam suatu negara. Misalnya pendapatan nasional, inflasi, deflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro dan Makro
Tujuan analisis dari teori ekonomi mikro dan makro sangat berbeda. Tujuan dari keduanya tentu saja sudah terlihat pada unit analisis apa saja yang dipelajari.

Ekonomi Mikro => Terfokus pada tujuan analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya yang dimiliki agar dapat tercapai kombinasi yang tepat, pengeluaran serendah-rendahnya pendapatan setinggi-tingginya.
Ekonomi Makro => Terfokus pada tujuan analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi yang dilakukan, terhadap perekonomian yang terjadi secara keseluruhan pada suatu negara.


Ekonomi Mikro dan Makro Memiliki Konsep Yang Berbeda
Karena begitu luasnya aspek pada ilmu ekonomi, maka di bagi menjadi dua “cabang” ekonomi mikro dan makro. Keduanya mempunyai konsep dasar yang berbeda. Konsep inilah sebenarnya yang menjadi acuan bagi anda dalam mempelajari baik ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro
Konsep dasar teori ekonomi mikro sebenarnya apa yang anda alami sehari-hari. Baik dalam rumah tangga konsumsi / individu maupun rumah tangga produksi / perusahaan dimana anda bekerja. Konsep ini hanya terdiri dari tiga saja, diantaranya teori produksi, harga dan distribusi.

Teori Produksi => Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
Teori Harga => Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut. Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.
Teori Distribusi => Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya. Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshiper.

Konsep Dasar Ekonomi Makro
Berbeda dengan teori ekonomi mikro, pada makro tidak lagi membahas kepentingan pribadi dan individu termasuk kepentingan perusahaan. Pada bahasan teori ekonomi makro lebih mengarah kepada kepentingan roda perekonomian secara umum pada suatu negara.

Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income) => Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia. Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula. Hal ini berlaku sebaliknya.
Tingkat Pengangguran => Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah. Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.
Inflasi dan Deflasi => Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter. Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga. Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh. Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.


Sumber :
https://thidiweb.com/perbedaan-ekonomi-mikro-dan-makro/

Friday, November 15, 2019

5 Hal Saat Mengatur Keuangan

5 Hal yang Wajib Diketahui Saat Mengatur Keuangan, Tentukan Tujuannya Lebih Dahulu

Saat ini masih banyak orang yang merasa kesulitan setiap kali harus mengatur keuangan mereka. Padahal harusnya hal ini tidak menjadi sulit, apalagi beban jika bisa ditangani dengan benar.

Kondisi keuangan sangat berpengaruh pada kesejahteraan pribadi seseorang. Gak heran kalau saat ini banyak dari mereka yang memilih mengatur keuangan melalui perencana keuangan atau pakar ketimbang mengaturnya sendiri.

Nah berikut ini beberapa pilihan keuangan yang harus dibuat demi mendapatkan kesuksesan finansial di masa mendatang, mengutip laman Liputan6.

1. Tentukan tujuan
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat perencanaan keuangan yang baik, kamu wajib menentukan tujuannya apa. Ada beberapa alasan mengapa kamu perlu membuat tujuan ini.

Pertama, kamu akan tahu arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran keuanganmu. Apa yang akan kamu capai dengan uang tersebut, apakah untuk memperkaya diri atau digunakan untuk keperluan lain. Dengan memiliki tujuan keuangan dapat membantu individu mengikuti tindakan yang sesuai dan memotivasi.

2. Segera buat anggaran
Setelah memantapkan tujuan, kamu harus segera membuat anggaran. Agar semakin jelas kemana saja tujuan uangmu itu. Banyak pakar mengatakan bahwa sebagian besar seseorang tidak bisa mengendalikan keuangan mereka tanpa anggaran.

Untuk itu, mulai sekarang catat setiap transaksi keluar masuk. Ini bisa menjadi panduan informasi keuanganmu selama hal itu terjadi. Meski sederhana, tapi tolong jangan meremehkan keberhasilan catatan anggaran ini ya.

3. Prioritas
Setelah membuat tujuan, mencatatnya di jurnal anggaran, kamu jadi makin tahu mana yang menjadi prioritas dan tidak. Banyak orang keliru menetapkan mana yang menjadi prioritas dan yang bukan. Seringkali banyak juga terjadi kebutuhan dadakan yang hanya merusak jurnal anggaranmu saja.

Maka, sebelum terjadi penyesalan di kemudian hari, ada baiknya kamu tahu mana prioritas dan kebutuhan sesaat. Bedakan keduanya, jangan mudah terpengaruh dengan promosi-promosi di luar sana. Dengan demikian proses pengaturan keuangan menjadi lebih sederhana dan mudah.

4. Jangan habiskan uang dengan percuma
Jangan berpikir bahwa kartu kredit atau produk keuangan lain adalah uang gratis yang bisa kapanpun digunakan. Pikirkan bahwa ke depannya kamu akan membayar semua tagihan-tagihan tersebut.

Belum lagi dengan bunga dikaitkan atas setiap transaksi yang kamu lakukan. Bisa jadi malah hanya akan menghabiskan saldo tabunganmu saja. Pikirkan baik-baik sebelum menggunakan kartu kredit.

5. Tabungan
Hal lebih baik dalam memperlakukan uang adalah dengan menyimpan atau menabungnya. Hal ini tentu baik untuk jangka waktu ke depannya. Jika saat ini kamu merasa belum memiliki pengeluaran berarti, jangan senang dulu. Bisa saja esok, atau beberapa hari ke depan ada terjadi sesuatu, sehingga kamu harus mengeluarkan tabungan tersebut.

Dengan menabung, kamu akan terselamatkan dari masalah keuangan di masa mendatang. Karena tidak ada yang bisa memastikan hidup ini akan terus baik-baik saja bukan?

Nah itu tadi beberapa cara mengatur keuangan yang bisa menyelamatkan kamu dari kebangkrutan. Meski terdengar sepele, namun manfaatnya cukup berpengaruh pada kehidupan finansialmu.

Semoga bermanfaat ya!


Sumber :
https://www3.moneysmart.id/mengatur-keuangan-untuk-hidup-lebih-baik

Monday, October 7, 2019

Waktu yang Tepat Beli Emas

Jangan Tunda Investasi Emas! Ini Waktu yang Tepat Beli Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Harga emas sendiri bergerak fluktuatif setiap harinya. Harga emas dapat sewaktu-waktu menguat ataupun melemah karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Zaenal Muttaqin, Senior Manager bagian Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Senen, mengatakan bahwa tren pembelian emas di Pegadaian meningkat ketika harga emas naik.

"Ada keunikan, masyarakat beli emas ketika emas naik. Biasanya masyarakat berpendapat ketika emas naik, ke depan kemungkinan akan terus naik," ujar Zaenal dalam acara Jewellery Show Galeri24 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Namun demikian, menurutnya, waktu yang tepat memulai investasi emas tidak perlu menunggu momentum harga emas naik atau turun. Dia menilai memulai investasi emas dapat dilakukan kapanpun sepanjang memiliki dana untuk membeli emas.

"Teorinya waktu yang tepat beli emas adalah saat kita punya uang. Jangan ditunda-tunda. Karena godaannya banyak jadi kalau punya uang langsung belikan emas," katanya.

Sementara itu, CEO Pegadaian Galeri24 Arifmon mengatakan dalam beberapa bulan terakhir harga emas mengalami kenaikan di atas rata-rata. Pemicunya adalah ketidakstabilan global.

Menurutnya, ketidakstabilan global saat ini tak lepas dari kebijakan-kebijakan provokatif para pemimpin negara superpower, seperti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu perang dagang antara Amerika Serikat-China.

"Kebijakan Trump membuat dunia tidak stabil. Sejak Trump dilantik harga emas terus naik," kata Arifmon.

Dia menuturkan kenaikan harga emas tidak dapat dipastikan berlangsung sampai kapan. Sepanjang dunia tidak stabil, harga emas diprediksi akan terus naik sebab orang akan mencari instrumen investasi yang bersifat safe heaven.

"Kenaikan harga emas berkolerasi dengan berbagai ketidakstabilan dunia yang dipicu kebijakan para pemimpin negara superpower yang provokatif," katanya.


Sumber :
https://finansial.bisnis.com/read/20191003/55/1155170/jangan-tunda-investasi-emas-ini-waktu-yang-tepat-beli-emas

Related Posts