Sunday, December 8, 2019

Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro

Pembagian Ilmu Ekonomi Menjadi Teori Mikro dan Makro

Perbedaan ekonomi mikro dan makro – Berbicara mengenai istilah pengertian ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari kegiatan manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa dalam upaya mencapai kemakmuran. Secara umum memang seperti itu, namun perlu diketahui dalam ekonomi itu dikenal dengan pembagian ilmu ekonomi / kajian (cabang), yang dikenal dengan ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Baik teori ekonomi mikro dan makro keduanya tidak bisa disamakan, hal ini dikarenakan memang memiliki banyak perbedaan dalam aspek analisis, situasi hingga penerapannya. Sebelum mempelajarinya sebaiknya anda mencatat dari sudur pandang mana keduanya dibedakan. Ini menyangkut kegiatan ekonomi mana saja yang termasuk mikro dan makro.

Rumah tangga konsumsi / individu (rumah tangga dimana sekarang berada) => mikro.
Rumah tangga produksi (perusahaan) => mikro.
Rumah tangga negara (sangat luas cakupannya) => makro.

Apa Sebenarnya Yang Membedakan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro?

Sebelum mengenal lebih dalam pengertian keduanya secara lebih spesifik, maka sebaiknya anda kenali terlebih dahulu beberapa perbadaannya. Manfaat mengetahui perbedaan teori ekonomi makro dan mikro tentu saja akan mempermudah anda memahami karakteristik keduanya.

Harga dan Nilai Komoditas dari Barang
Pengertian komoditas sendiri adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama, yang biasanya dapat dibeli atau dijual oleh investor melalui bursa berjangka.

Jika anda dibingungkan dengan istilah komoditas, begini saja. Komoditas itu produk yang diperjual belikan dan karakteristiknya harga ditentukan oleh permintaan dan penawaran pasar. Jadi ya komoditas itu = produk, biar tidak bingung dan malas bacanya.

Ekonomi Mikro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas atau barang tertentu saja. Misalnya harga kopi, harga gula, harga komputer.
Ekonomi Makro => Harga adalah nilai dari suatu komoditas secara keseluruhan atau agregat. Misalnya indeks harga konsumen (IHK) sebagai agregat harga dan jasa pada suatu negara.

Unit Analisis dan Apa Saja Cakupannya
Unit analisis adalah batasan apa saja yang dianalisa serta dipelajari pada study dan prakteknya. Dengan mengerti mana saja batasan analisis dari ekonomi makro dan mikro maka anda akan mudah membedakannya.

Ekonomi Mikro => Membahas dan menganalisis kegiatan ekonomi secara individual. Maksud dari individual disini adalah bisa anda sebagai rumah tangga konsumsi dan perusahaan sebagai rumah tangga produksi. Misalnya permintaan dan penawaran, pasar, biaya dan laba atau rugi dari suatu perusahaan
Ekonomi Makro => Membahas dan menganalisis agregat perekonomikian secara keseluruhan dalam suatu negara. Misalnya pendapatan nasional, inflasi, deflasi, investasi, pertumbuhan ekonomi.

Tujuan Analisis Ekonomi Mikro dan Makro
Tujuan analisis dari teori ekonomi mikro dan makro sangat berbeda. Tujuan dari keduanya tentu saja sudah terlihat pada unit analisis apa saja yang dipelajari.

Ekonomi Mikro => Terfokus pada tujuan analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya yang dimiliki agar dapat tercapai kombinasi yang tepat, pengeluaran serendah-rendahnya pendapatan setinggi-tingginya.
Ekonomi Makro => Terfokus pada tujuan analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi yang dilakukan, terhadap perekonomian yang terjadi secara keseluruhan pada suatu negara.


Ekonomi Mikro dan Makro Memiliki Konsep Yang Berbeda
Karena begitu luasnya aspek pada ilmu ekonomi, maka di bagi menjadi dua “cabang” ekonomi mikro dan makro. Keduanya mempunyai konsep dasar yang berbeda. Konsep inilah sebenarnya yang menjadi acuan bagi anda dalam mempelajari baik ekonomi mikro dan ekonomi makro.

Konsep Dasar Ekonomi Mikro
Konsep dasar teori ekonomi mikro sebenarnya apa yang anda alami sehari-hari. Baik dalam rumah tangga konsumsi / individu maupun rumah tangga produksi / perusahaan dimana anda bekerja. Konsep ini hanya terdiri dari tiga saja, diantaranya teori produksi, harga dan distribusi.

Teori Produksi => Barang dan jasa ada karena diproduksi terlebih dahulu. Pada produksinya memerlukan input sumber daya yang dibutuhkan untuk menghasilkannya. Teori produksi ini tidak lain merupakan pemahaman tentang teori produksi yang berkaitan dengan kuantitas dan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, biaya produksi, dan lain sebagainya.
Teori Harga => Harga adalah penentu nilai suatu barang atau jasa. Selain itu, harga berkaitan erat dengan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Jadi, penentuan harga suatu barang atau jasa dipengaruhi oleh tingkat permintaan konsumen dan penawaran oleh produsen terhadap barang atau jasa tersebut. Harga bersifat fluktuatif, pada teori ini berlaku hukum permintaan dan penawaran.
Teori Distribusi => Produksi barang tidak bisa dilakukan tanpa adanya pendistribusian bahan baku. Pengaplikasian modal untuk distribusi, termasuk juga untuk upah pekerjanya. Selain itu, distribusi juga dimaksudkan sebagai bagian dari kegiatan pemasaran (marketing) atau penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Pada proses ini muncul rantai distribusi yang melibatkan peran dari distributor, pedagang grosir, dan juga retail termasuk reseller dan dropshiper.

Konsep Dasar Ekonomi Makro
Berbeda dengan teori ekonomi mikro, pada makro tidak lagi membahas kepentingan pribadi dan individu termasuk kepentingan perusahaan. Pada bahasan teori ekonomi makro lebih mengarah kepada kepentingan roda perekonomian secara umum pada suatu negara.

Pengeluaran (Output) dan Pendapatan (Income) => Ukuran output secara makro adalah Produk Domestik Bruto (PDB). Tinggi rendahnya PDB suatu negara dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, akumulasi modal, dan kualitas sumber daya manusia. Jika suatu negara mampu mengadopsi teknologi canggih, memiliki akumulasi modal yang tinggi, dan tingkat pendidikan yang menunjukkan kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka akan memiliki PDB yang tinggi pula. Hal ini berlaku sebaliknya.
Tingkat Pengangguran => Akibat tingkat pengangguran tinggi, maka beban negara semakin berat dan pertumbuhan ekonomi menjadi lambat dikarenakan produksi nasional rendah. Selain itu, pengangguran juga berdampak pada tingkat daya beli masyarakat yang rendah sehingga mengakibatkan lesunya perekonomian suatu negara.
Inflasi dan Deflasi => Inflasi dan deflasi berkaitan dengan moneter. Inflasi merupakan kenaikan harga umum, sedangkan deflasi kebalikannya, yakni penurunan harga. Perubahan harga yang begitu drastis baik inflasi maupun deflasi berisiko pada terjadinya krisis perekonomian negara secara menyeluruh. Pada kondisi seperti ini maka pemerintah perlu ikut campur tangan dengan menerapkan kebijakan fiskal dan moneter.


Sumber :
https://thidiweb.com/perbedaan-ekonomi-mikro-dan-makro/

Friday, November 15, 2019

5 Hal Saat Mengatur Keuangan

5 Hal yang Wajib Diketahui Saat Mengatur Keuangan, Tentukan Tujuannya Lebih Dahulu

Saat ini masih banyak orang yang merasa kesulitan setiap kali harus mengatur keuangan mereka. Padahal harusnya hal ini tidak menjadi sulit, apalagi beban jika bisa ditangani dengan benar.

Kondisi keuangan sangat berpengaruh pada kesejahteraan pribadi seseorang. Gak heran kalau saat ini banyak dari mereka yang memilih mengatur keuangan melalui perencana keuangan atau pakar ketimbang mengaturnya sendiri.

Nah berikut ini beberapa pilihan keuangan yang harus dibuat demi mendapatkan kesuksesan finansial di masa mendatang, mengutip laman Liputan6.

1. Tentukan tujuan
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat perencanaan keuangan yang baik, kamu wajib menentukan tujuannya apa. Ada beberapa alasan mengapa kamu perlu membuat tujuan ini.

Pertama, kamu akan tahu arus kas baik pemasukan maupun pengeluaran keuanganmu. Apa yang akan kamu capai dengan uang tersebut, apakah untuk memperkaya diri atau digunakan untuk keperluan lain. Dengan memiliki tujuan keuangan dapat membantu individu mengikuti tindakan yang sesuai dan memotivasi.

2. Segera buat anggaran
Setelah memantapkan tujuan, kamu harus segera membuat anggaran. Agar semakin jelas kemana saja tujuan uangmu itu. Banyak pakar mengatakan bahwa sebagian besar seseorang tidak bisa mengendalikan keuangan mereka tanpa anggaran.

Untuk itu, mulai sekarang catat setiap transaksi keluar masuk. Ini bisa menjadi panduan informasi keuanganmu selama hal itu terjadi. Meski sederhana, tapi tolong jangan meremehkan keberhasilan catatan anggaran ini ya.

3. Prioritas
Setelah membuat tujuan, mencatatnya di jurnal anggaran, kamu jadi makin tahu mana yang menjadi prioritas dan tidak. Banyak orang keliru menetapkan mana yang menjadi prioritas dan yang bukan. Seringkali banyak juga terjadi kebutuhan dadakan yang hanya merusak jurnal anggaranmu saja.

Maka, sebelum terjadi penyesalan di kemudian hari, ada baiknya kamu tahu mana prioritas dan kebutuhan sesaat. Bedakan keduanya, jangan mudah terpengaruh dengan promosi-promosi di luar sana. Dengan demikian proses pengaturan keuangan menjadi lebih sederhana dan mudah.

4. Jangan habiskan uang dengan percuma
Jangan berpikir bahwa kartu kredit atau produk keuangan lain adalah uang gratis yang bisa kapanpun digunakan. Pikirkan bahwa ke depannya kamu akan membayar semua tagihan-tagihan tersebut.

Belum lagi dengan bunga dikaitkan atas setiap transaksi yang kamu lakukan. Bisa jadi malah hanya akan menghabiskan saldo tabunganmu saja. Pikirkan baik-baik sebelum menggunakan kartu kredit.

5. Tabungan
Hal lebih baik dalam memperlakukan uang adalah dengan menyimpan atau menabungnya. Hal ini tentu baik untuk jangka waktu ke depannya. Jika saat ini kamu merasa belum memiliki pengeluaran berarti, jangan senang dulu. Bisa saja esok, atau beberapa hari ke depan ada terjadi sesuatu, sehingga kamu harus mengeluarkan tabungan tersebut.

Dengan menabung, kamu akan terselamatkan dari masalah keuangan di masa mendatang. Karena tidak ada yang bisa memastikan hidup ini akan terus baik-baik saja bukan?

Nah itu tadi beberapa cara mengatur keuangan yang bisa menyelamatkan kamu dari kebangkrutan. Meski terdengar sepele, namun manfaatnya cukup berpengaruh pada kehidupan finansialmu.

Semoga bermanfaat ya!


Sumber :
https://www3.moneysmart.id/mengatur-keuangan-untuk-hidup-lebih-baik

Monday, October 7, 2019

Waktu yang Tepat Beli Emas

Jangan Tunda Investasi Emas! Ini Waktu yang Tepat Beli Emas

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Emas merupakan salah satu instrumen investasi yang populer di masyarakat. Namun seringkali, ketika hendak memulai investasi emas banyak yang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat membeli emas.

Harga emas sendiri bergerak fluktuatif setiap harinya. Harga emas dapat sewaktu-waktu menguat ataupun melemah karena banyak faktor yang mempengaruhinya.

Zaenal Muttaqin, Senior Manager bagian Penjualan PT Pegadaian (Persero) Kantor Area Senen, mengatakan bahwa tren pembelian emas di Pegadaian meningkat ketika harga emas naik.

"Ada keunikan, masyarakat beli emas ketika emas naik. Biasanya masyarakat berpendapat ketika emas naik, ke depan kemungkinan akan terus naik," ujar Zaenal dalam acara Jewellery Show Galeri24 di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Namun demikian, menurutnya, waktu yang tepat memulai investasi emas tidak perlu menunggu momentum harga emas naik atau turun. Dia menilai memulai investasi emas dapat dilakukan kapanpun sepanjang memiliki dana untuk membeli emas.

"Teorinya waktu yang tepat beli emas adalah saat kita punya uang. Jangan ditunda-tunda. Karena godaannya banyak jadi kalau punya uang langsung belikan emas," katanya.

Sementara itu, CEO Pegadaian Galeri24 Arifmon mengatakan dalam beberapa bulan terakhir harga emas mengalami kenaikan di atas rata-rata. Pemicunya adalah ketidakstabilan global.

Menurutnya, ketidakstabilan global saat ini tak lepas dari kebijakan-kebijakan provokatif para pemimpin negara superpower, seperti kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memicu perang dagang antara Amerika Serikat-China.

"Kebijakan Trump membuat dunia tidak stabil. Sejak Trump dilantik harga emas terus naik," kata Arifmon.

Dia menuturkan kenaikan harga emas tidak dapat dipastikan berlangsung sampai kapan. Sepanjang dunia tidak stabil, harga emas diprediksi akan terus naik sebab orang akan mencari instrumen investasi yang bersifat safe heaven.

"Kenaikan harga emas berkolerasi dengan berbagai ketidakstabilan dunia yang dipicu kebijakan para pemimpin negara superpower yang provokatif," katanya.


Sumber :
https://finansial.bisnis.com/read/20191003/55/1155170/jangan-tunda-investasi-emas-ini-waktu-yang-tepat-beli-emas

Thursday, September 19, 2019

Latte Effect

GAYA hidup merupakan sebuah kebutuhan sekunder manusia. Dapat berubah kapan saja sesuai tren. Kotler, ahli manajemen pemasaran mengungkapkan bahwa gaya hidup atau lifestyle menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam beraksi dan berinteraksi.

Hal inilah yang kemudian benar-benar dimanfaatkan pasar. Mereka seakan tahu mengenai kebiasaan yang tengah menjadi tren saat ini. Ya, melepas penat dengan diselingi obrolan ringan seusai jam bekerja selesai di sebuah coffee cafe menjadi pilihan yang sedang diminati saat ini. Kebiasaan untuk duduk dan menikmati waktu luang di cafe kopi dengan ditemani secangkir kopi terus berkembang dengan diiringi pula bertambahnya jumlah kafe kopi di manapun, termasuk di Yogyakarta.

Di Amerika, kebiasaan ini disebut dengan latte effect. Sebuah istilah tentang keborosan kelompok kelas menengah Amerika yang menghabiskan uangnya rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari hanya untuk membeli secangkir kopi daripada menyisakan uang tersebut untuk ditabung (Indonesian Finance Today, 2016). Latte effect berbeda dengan kebutuhan konsumsi anda sehari-hari (makan pagi, siang, atau malam). Bagaimana dengan di Indonesia?

https://krjogja.com/web/news/read/23521/Latte_Effect


Dunia keuangan dan gaya hidup memunculkan istilah baru akhir-akhir ini, istilah yang muncul karena gaya hidup yang berimbas kepada keuangan si pelaku.

Latte effect adalah sebuah kondisi dimana seseorang melakukan pengeluaran (biasanya untuk ngopi) atau pengeluaran untuk cemilan yang dilakukan hampir setiap hari.

Latte effect populer belakangan, karena ada yang terjerat beban hutang atau tidak mampu menabung bukan karena tidak bisa, namun kartu kredit penuh dengan billing tagihan ngopi dan terakumulasi dalam jumlah yang cukup fantastic akhirnya.

https://datapolis.id/the-latte-effect/


Di Amerika Serikat, kebiasaan meminum kopi di kedai-kedai seperti Starbucks melahirkan sebuah istilah ekonomi “The Latte Effect” atau kadang-kadang disebut “Starbucks Effect”. Sebuah istilah tentang keborosan kelompok kelas menengah Amerika yang menghabiskan uangnya rata-rata sebesar US$ 3 setiap hari hanya untuk membeli secangkir kopi ketimbang menabung. Itu belum termasuk uang yang dikeluarkan untuk membeli makanan kecil teman meminum kopi.

Kebiasaan tersebut membuat khawatir sejumlah perencana keuangan di Amerika bahwa jika uang US$ 3 tersebut dapat diinvestasikan maka bisa memberikan jaminan masa pensiun. Dalam kalkulasi sederhana, tanpa membeli kopi selama sebulan bisa hemat US$ 90 dan setahun US$ 1.080. Bayangkan berapa angka yang bisa diungkit (leverage) dari dana sebesar itu, dengan imbal hasil 8% selama 10 tahun?

https://kauadalahkata.wordpress.com/2011/05/19/the-latte-effect-2/


Latte factor tak hanya berwujud kopi, ia bisa macam-macam, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, hingga biaya transfer antar bank. Setiap orang memiliki latte factor-nya masing-masing.

Survei internal yang dilakukan Bank Permata menunjukkan 9 dari 10 orang menggelontorkan lebih dari Rp900 ribu untuk latte factor setiap bulannya. Pengeluaran latte factor terbesar adalah pada kebutuhan sandang yang sekunder, seperti lipstik, sepatu dan baju—hanya untuk menambah koleksi, tas, syal, aksesori, dan lainnya. Angkanya mencapai 58 persen.

Pengeluaran terbesar kedua tercatat pada taksi atau transportasi online yang mencapai 15 persen. Ini adalah jenis pengeluaran yang bisa dihemat jika menggunakan kendaraan umum massa seperti kereta atau bus.

Lalu ada biaya membeli makanan dan minuman ringan yang mencapai 11 persen. Sementara untuk kopi setiap pagi menghabiskan 9 persen dari total pengeluaran latte factor masing-masing responden. Ada pula biaya untuk membeli air mineral, rokok, hingga biaya administrasi bank.

https://tirto.id/latte-factor-pengeluaran-kecil-yang-membuat-bokek-cilW


The Latte Factor: Why You Don't Have to Be Rich to Live Rich
You are richer than you think!
Learn my three secrets to financial freedom.
The Latte Factor, a fast, easy read reveals how anyone—from millennials to baby boomers—can still make their dreams come true.

https://www.thelattefactor.com/

Thursday, August 22, 2019

Perencanaan Keuangan Keluarga

Sejak awal menikah, suami dan istri yang usianya sudah mendekati 40 tahun harus segera melakukan perencanaan keuangan keluarga. Ada satu pos pengeluaran yang mesti dipersiapkan dengan matang segera setelah kelahiran buah hati, yakni dana pendidikan anak. "Pasutri sudah harus memikirkan sisa masa produktifnya dengan menghitung selisih waktu bekerja dengan masa pensiunnya," kata Mike Rini Sutikno, financial planner dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Business and Advisory.

Kalau saat menikah sang istri berusia 35 tahun dan suaminya 38 tahun, lalu setahun kemudian mereka memiliki keturunan, sisa waktu bekerja 15 sampai 20 tahun akan menjadi terasa sempit untuk mempersiapkan dana pendidikan anak. Untuk mengakali keadaan tersebut, pasutri sebaiknya memilih investasi yang dapat menghasilkan nilai tambah. Dana pendidikan jangka pendek bisa ditempatkan di reksa dana syariah.

Jatuh tempo reksa dana minimal lima tahun sejak mulai berinvestasi. Reksa dana cocok untuk tabungan investasi karena memiliki risiko negatif yang lebih minim. Proses pencairannya juga lebih mudah dan aman. "Ketika orang tua membutuhkan biaya pendidikan anak, tabungan investasi sudah bisa cair sesuai tempo perjanjian," tutur Mike.

Pos berikutnya yang harus disiapkan dengan cermat ialah dana pensiun. Saat sudah berkeluarga, alokasi bujet untuk pos ini menjadi lebih besar karena akan mencakup uang penjamin masa pensiun suami dan istri. Sesuaikan produk investasi agar dapat mendukung kondisi keuangan keluarga. Contohnya, dengan memilih investasi saham jangka panjang yang temponya antara 10 hingga 15 tahun. "Investasi dalam bentuk properti, seperti tanah atau bangunan, bisa menjadi pilihan bentuk investasi untuk dana pensiun," jelas Mike.

Dana pensiun teramat penting keberadaannya mengingat orang tua yang terlambat menikah memasuki akhir masa produktifnya saat usia anaknya masih remaja. Dengan memiliki dana pensiun, orang tua tak akan kebingungan membiayai keperluan pribadi dan dana pendidikan anaknya. "Pisahkan investasi dana pensiun dengan dana pendidikan anak," ucap Mike memberi saran.

Untuk menunjang kemapanan keuangan di masa depan, pasutri yang telat menikah mesti cepat mengubah pola hidup. Segeralah beradaptasi dengan kehidupan berkeluarga. Jika semasa lajang Anda sering jajan ke kafe atau belanja, ada baiknya porsinya dikurangi dan dananya dialokasikan untuk keperluan rumah tangga.

Disiplin keuangan pun perlu ditingkatkan. Orang tua harus segera mulai menyiapkan uang kas keluarga. Selain itu, dana darurat juga perlu dihitung besarannya.

Di lain sisi, menikah di usia tak lagi muda juga memiliki kelebihan kalau semasa melajang pasutri mampu merencanakan keuangan dengan disiplin tinggi. Andaikan, sebelum menikah mereka sudah memiliki tabungan dan investasi yang cukup, dananya bisa langsung dialokasikan untuk keuangan keluarga.

Masa lajang idealnya memang menjadi waktu untuk menabung lebih besar. Hal itu sangat mungkin mengingat orang belum memiliki keluarga yang mesti ditanggung kehidupannya. Dengan kondisi finansial yang mapan, begitu menikah ia tidak akan terlalu pusing mengenai keuangan rumah tangganya.


Sumber :
https://republika.co.id/berita/njjqx810/perencanaan-keuangan-keluarga

Tuesday, August 6, 2019

5 Perencanaan Keuangan untuk Karyawan

5 Cara Mengatur Keuangan Efektif untuk Karyawan, Gak Bakal Bokek Pas Tanggal Tua!

Ada beragam cara mengatur keuangan pribadi yang dinilai cukup efektif. Namun, gak semuanya mampu mengaplikasikan cara ini karena satu dan lain hal.

Setiap orang tentu punya pengeluaran berbeda-beda. Ada yang harus menafkahi keluarga, bayar cicilan utang, dan ada juga yang 100 persen terbebas dari utang sekaligus gak punya tanggungan.

Kata “mengatur keuangan” sering kita tafsirkan sebagai aktivitas yang menekan gaya hidup. Bisa jadi jawabannya memang benar, tapi bukan berarti sama sekali kamu gak boleh piknik atau membeli sesuatu yang kamu inginkan lho.

Pada kesempatan kali ini, MoneySmart bakal membocorkan deretan cara mengatur keuangan bulanan yang pas untuk karyawan kantoran atau yang baru menerima gaji pertama.


1. Sistem amplop

Strategi mengatur keuangan menggunakan amplop sebagai media pengaturannya kalau dibilang jadul, ada benarnya juga sih. Tapi, biar kata jadul, ini merupakan cara paling gampang di antara yang lain.
Yang pertama kali perlu kamu lakukan adalah, membuat budgeting rutin tiap bulan. Bikin kategori, seperti halnya pengeluaran makan, transportasi, dan belanja mingguan.

Kemudian, pisahkan uang pada masing-masing amplop dengan label pengeluaran yang udah dibuat. Metode ini bikin kamu “dipaksa” irit-irit uang yang sudah dialokasikan.


2. Sistem 50/20/30

Cara mengatur keuangan ini berasal dari salah satu Senator di DPR Amerika Serikat. Di adalah Elizabeth Warren.

Metode ini juga terbilang cukup ringkas dan sederhana. Kamu hanya perlu menyediakan tiga pos keuangan saja. So, gak perlu pusing-pusing.

50 diartikan sebagai 50 persen dari penghasilan bulananmu dialokasikan untuk kebutuhan pokok. Sebut saja seperti biaya makan, sewa kos-kosan, belanja bulanan, dan lainnya.

Sementara itu, 20 persen untuk tabungan dan investasi. Jangan pernah ganggu gugat 20 persen yang ini, kalau memang ingin banyak duit di masa depan.

Dan 30 persen sisanya digunakan untuk hiburan. Gimana menurutmu? Apakah cara ini cukup pas untuk kamu terapkan?

Tapi, ingat lho, porsi menabung dan investasimu tergolong kecil di metode ini. Aman sih, tapi kalau bisa lebih besar tentu lebih baik.


3. Sistem 60/20/20

Metode ini juga bisa menyelamatkan kantongmu dari wabah hilangnya uang di dompet dan rekening secara misterius. Tapi kenapa kok di depannya 60 ya?

Serupa tapi gak sama, metode atur uang dengan bujet 60/20/20 membagi pengeluaran menjadi 60 persen biaya sehari-hari, 20 persen tabungan atau investasi, dan 20 persen untuk hiburan. 

60 persen di metode ini memang ditujukan untuk kebutuhan yang sifatnya adalah pengeluaran wajib. Tentunya gak jauh beda dengan yang disebutkan di atas.

Sejatinya, metode 60/20/20 ini memang sangat pas untuk diterapkan bagi mereka yang sedang punya cicilan atau utang. Jelas saja, porsi jatah bujet lifestyle dan hiburan harus dipotong dan sisanya dialokasikan untuk pengeluaran yang sifatnya wajib.

Selain itu, metode mengatur keuangan ini juga pas banget diterapkan bagi mereka yang sudah berkeluarga dan punya anak.

Berhubung banyak pengeluaran tak terduga, maka gak salah kok untuk mengurangi bujet lifestyle demi keuangan yang sehat.


4. Sistem 50/30/20

Metode satu ini memang jarang sekali disebut. Beberapa media menyebut metode ini sama dengan yang nomor dua, hanya saja angka 30-nya di balik ke belakang.

Namun, di artikel ini 30 yang di tengah artinya menggunakan 30 persen dari gajimu untuk investasi dan menabung. Soal urusan lifestyle mah belakangan aja deh.

Kalau dipikir-pikir, metode ini memang pas buat mereka yang masih lajang dan memiliki gaji kecil alias gak beda jauh sama UMR.

Ketimbang duitnya habis buat operasional sehari-hari atau nongkrong, maka prioritaskan 30 persen dari total penghasilan untuk menabung dan investasi. 20 persen investasi dan 10 persen dana darurat.

Tentu saja, cara mengatur keuangan yang satu ini hasilnya bisa terasa satu atau dua tahun ke depan. Biar gak penasaran, silakan dicoba saja.

Coba ingat apa kata orangtuamu dulu. Kebutuhan pokok itu ya sandang, pangan, dan papan. Sederhana kan? Ketika sandang dan pangan sudah terpenuhi, tapi papannya masih nyewa, maka kewajibanmu selanjutnya adalah nabung biar bisa beli papan.

Yang sering salah kaprah di sini adalah, gak sedikit orang yang merasa sandangnya masih belum cukup. Padahal pakaian sudah penuh satu lemari.

Yang selanjutnya adalah, banyak orang yang memang sudah keranjingan dengan hobinya. Meski gaji pas-pasan, nurutin hobi sampai bokek pun jadi.


5. Sistem zero bujeting

Cara mengatur keuangan dengan sistem zero bujeting memang terdengar cukup aneh. Intinya, ketika kamu menerima gaji bulananmu, kamu harus “menghabiskannya.” Lho, dihabiskan buat apa ya?

Pertama, jumlahkan pengeluaran rutinmu setiap bulan. Biaya makan, sewa kos, cicilan motor, bayar asuransi, transfer orangtua, dan lainnya, termasuk di antaranya adalah bujet nonton, traveling, dan biaya lifestyle lainnya.

Setelah semuanya ditotal, coba hitung selisih total pendapatan dan pengeluaranmu. Jika ada sisanya, segera “habiskan” saat itu juga.

Gimana cara menghabiskannya? Jawabannya adalah tabung di rekening terpisah untuk dana darurat, belikan saham, atau top-up reksadana.

Intinya adalah, uang yang kamu terima dalam sebulan harus habis untuk sektor yang produktif. Metode ini tentunya pas banget untuk diterapkan bagi mereka yang jumlah pendapatan perbulannya gak menentu, freelancer contohnya.


Sumber :
https://www.moneysmart.id/cara-mengatur-keuangan-untuk-karyawan/

7 Cara Mengatur Keuangan


7 Cara Mengatur Keuangan Agar Hidup Bebas Was-Was

Anda pasti tidak mau dikatakan besar pasak daripada tiang. Namun kenyataannya, mengapa akhir bulan terasa berat karena kantong makin tipis? Bisa jadi masalahnya bukan pada gaji Anda, tetapi apakah cara Anda mengatur keuangan sudah tepat?

Agar bulan depan Anda tidak keteteran dan bebas was-was, mari simak 7 tips mengatur keuangan yang meliputi: budgeting, menabung, membayar tagihan tepat waktu, bijak menggunakan kartu kredit, merencanakan belanja bulanan, membuat dua rekening tabungan dan memanfaatkan promo.

Demi keuangan yang lebih terkontrol, Anda bisa mengatur keuangan Anda dengan 4 langkah berikut:


Budgeting

Langkah pertama untuk mengatur keuangan adalah dengan budgeting atau membuat perencanaan anggaran yang matang untuk mengetahui apakah lalu lintas keuangan Anda selama ini sehat atau tidak. Anda bisa mencatatnya secara manual di buku, atau dengan bantuan aplikasi pengatur keuangan, atau menggunakan budget calculator seperti yang tertera pada mappingyourfuture.org berikut.

Pertama, pahami dulu berapa jumlah pendapatan Anda setiap bulannya. Setelah itu, catat pengeluaran rutin Anda seperti cicilan mobil, cicilan rumah, bayaran sekolah, listrik, air, transportasi, asuransi dan sebagainya. Jika sudah, tetapkan pula budget konsumsi dan hiburan per bulan.

Lihatlah berapa jumlah uang sisa per bulan. Kalikan selama 1 tahun. Apakah jumlahnya cukup memuaskan? Bila belum, atur kembali anggaran Anda. Apakah ada anggaran yang bisa dipotong dan diminimalkan jumlahnya? Pertimbangkan pula untuk mencari celah menambah pendapatan dengan usaha lain.


Jangan Lupa Menabung!

Berapa pun gaji Anda, sisihkan minimal 10% untuk ditabung. Bila sulit mencapai presentase tersebut, pertimbangkan untuk mengurangi budget hiburan seperti menghemat jatah jajan di mal, mengganti paket televisi berlangganan dengan harga yang lebih murah, mengurangi belanja baju atau alih-alih memesan makanan di luar, Anda bisa berhemat dengan memasak makanan sendiri di rumah. Lebih sehat dan ekonomis juga, ya.

Sebab, tabungan ini tak hanya berguna sebagai dana talangan untuk kebutuhan mendesak, lebih dari itu dapat digunakan sebagai tabungan jangka panjang seperti dana pensiun. Banyak jenis tabungan atau investasi yang ditawarkan seperti menabung dalam bentuk logam mulia, reksa dana, saham dan lainnya. Pilihlah yang paling sesuai dan nyaman untuk Anda.


Bayar Tagihan Tepat Waktu

Jangan berlama-lama menunda pembayaran tagihan Anda. Bayarlah sesaat setelah tagihan datang atau jangan sampai waktu jatuh tempo. Membayar tepat waktu tentu memberi keuntungan, diantaranya Anda terbebas dari biaya denda telat bayar.

Selain itu, hidup pun jadi lebih tenang karena bebas dari drama penagih hutang. Yang paling penting, Anda tidak masuk blacklist Bank Indonesia karena kredit macet. Dan bila di kemudian hari Anda mengajukan kredit lagi, prosesnya pun akan selalu mudah.


Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Bila diperlukan, sah-sah saja menggunakan kartu kredit tapi Anda harus bijak menggunakannya. Anda bisa memanfaatkannya saat ada promo yang menguntungkan, namun jangan berlebihan. Ukurlah dengan kemampuan Anda membayar di bulan berikutnya. Bila terasa memberatkan, ada baiknya jangan berbelanja karena tergoda promo.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah saat tagihan kartu kredit Anda datang setiap bulan, ada baiknya Anda membayar lunas dan bukan jumlah minimal. Dengan begitu, Anda tidak perlu membayar bunganya. Hindari pula mengambil uang tunai menggunakan kartu kredit Anda, karena setiap kartu kredit menetapkan suku bunga yang tinggi sekitar 2.25% per bulan.

Belum lagi, Anda dibebankan biaya penarikan tunai sebesar minimal Rp40.000 sampai Rp50.000 atau 4% dari jumlah penarikan. Dan bila Anda tak segera melunasinya di bulan pertama, jumlah hutang Anda akan semakin bertambah dengan bunga yang dibebankan.


Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Mengatur keuangan rumah tangga memang cukup menantang. Seringkali Anda sudah menetapkan budget untuk kebutuhan rumah tangga di awal bulan. Namun sebulan belum berakhir, uang sudah menipis. Salahnya dimana ya? Rasanya hanya membeli sayur-sayuran dan bahan makanan lain, kok habis ya?

Rencanakan Belanja Bulanan Dan Catat Setiap Pengeluaran

Di awal bulan, Anda bisa mencatat keperluan apa saja yang harus Anda beli. Buat estimasi anggaran yang akan dikeluarkan. Setelah semua kebutuhan dibeli, hitung ulang total pengeluaran dan catat dalam buku atau aplikasi pengatur keuangan yang Anda gunakan.

Bila di tengah bulan Anda perlu membeli keperluan tambahan, jangan lupa untuk selalu mencatatnya. Cara sederhana ini bisa mengontrol pengeluaran dan mengerem keinginan untuk berbelanja berlebihan, terutama bila jumlah saldo semakin menipis. Selain itu, dengan mencatat setiap pengeluaran pun Anda tidak penasaran lagi kemana saja uang menguap selama ini.


Membuat 2 Rekening Tabungan

Penting pula untuk membedakan antara rekening belanja dan rekening tabungan. Karena bila dijadikan satu, seringkali tidak sengaja kita membelanjakan uang tabungan. Begitu akhir bulan tiba, Anda sudah tidak memiliki uang untuk ditabung.

Untuk itu, di awal bulan selalu transfer uang tabungan ke rekening tabungan dan jangan diganggu gugat lagi. Untuk keperluan sehari-hari, gunakan rekening belanja Anda. Kalau pun uang dalam rekening ini habis, Anda tidak was-was karena Anda sudah berhasil menabung di awal bulan.

Saat memilih bank, pertimbangkan bank yang memiliki aplikasi mobile dengan fitur yang lengkap dan sesuai dengan habit Anda. Saat ini sejumlah bank bahkan sudah memiliki aplikasi yang memungkinkan Anda mengalokasikan dana untuk kebutuhan bulanan.


Manfaatkan Promo

Siapa yang tak suka promo? Bila memang menguntungkan, Anda bisa memanfaatkan promo dan voucher potongan harga agar belanja bulanan Anda lebih hemat. Cek supermarket tempat Anda biasa berbelanja, kartu apa saja yang memberi potongan dan pelajari promo menarik apa saja yang ditawarkan.

Bila perlu, Anda bisa menggunakan uang elektronik yang memberikan penawaran cashback. Dengan bijak memanfaatkan promo, Anda bisa berhemat saat berbelanja. Namun, ini bukan berarti Anda bisa berbelanja lebih banyak, ya. Disiplinlah dengan membeli apa yang Anda butuhkan dan sudah direncanakan saja. Sisa uang belanjanya, bisa langsung Anda masukan ke rekening tabungan.


Sumber :
https://www.rumah.com/panduan-dan-referensi/tips-rumah-dan-apartemen/7-cara-mengatur-keuangan-agar-hidup-bebas-was-was-17080?utm_source=facebook&utm_medium=social&utm_content=panduan-tipsrumah&utm_campaign=ID-FB-PostEngagement&fbclid=IwAR2Rlq-UPI8eJTOPuJm9x1G-Xq7PcdmpFCIXrGnIvz8jTbI2r2soCMPZEBY

Related Posts