Alternatif Pembiayaan Pendidikan dengan Pinjaman Lunak Jangka Panjang
Mahalnya biaya pendidikan tinggi di negara ini menjadi momok buat para calon mahasiswa maupun orangtua. Sudah menjadi rahasia umum bahwa uang pangkal untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pun kini bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Bagi para siswa berbakat dan berprestasi tersedia skema beasiswa dan program bantuan sekolah dari berbagai pihak. Bagi mereka yang kurang mampu bisa ‘kasak-kusuk’ untuk meminta keringanan biaya pendidikan di PTN. Dan bagi mereka yang orangtuanya sudah sempat menyiapkan investasi dana pendidikan sangat beruntunglah, karena tidak perlu putus sekolah.
Namun, bagi mereka yang kecerdasannya ‘biasa-biasa saja’ namun belum menyiapkan dana pendidikan, bagaimana nasibnya? Bagaimana pula dengan mereka yang sudah hidup mandiri dari orangtua tetapi tidak memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi? Siapa yang akan membiayai sekolah mereka? Apa orang yang ‘biasa-biasa saja’ tidak boleh menempuh pendidikan tinggi? Bukankah menuntut ilmu itu adalah hak semua orang?
Pertanyaannya, dari mana biaya kuliah ini bisa kita peroleh? Banyak yang akhirnya menyerah dan memilih untuk putus sekolah karena merasa tidak mampu untuk membiayai jenjang pendidikan tinggi dan tidak mampu pula untuk bersaing mendapat beasiswa. Jika mereka tetap memaksakan untuk kuliah maka hanya akan menambah beban keluarga.
Benarkah tidak ada alternatif jalan keluar yang lain?
Mungkin di Indonesia istilah student financing atau student loan masih belum populer, tetapi di negara lain ini menjadi salah satu pilihan utama untuk bisa menempuh pendidikan tinggi. Biasanya skema student loan bervariasi, ada yang dikelola oleh pemerintah, bank, universitas, atau perusahaan-perusahaan dan pihak swasta. Apapun programnya, prinsipnya kurang lebih sama yaitu pinjaman pendidikan yang diberikan untuk dilunasi nanti setelah si peminjam lulus dan mendapat pekerjaan. Ada yang pinjamannya tanpa bunga tetapi ada juga yang memberikan bunga yang rendah, tergantung dari institusi pemberi pinjaman.
Ternyata bukan hanya negara maju di Amerika dan Eropa saja yang menawarkan student loan, di negara tetangga yang dekat seperti Malaysia dan Singapura pun skema student financing ini sudah cukup populer. Salah satu alasan utamanya adalah membantu kalangan muda untuk bisa membiayai pendidikan tinggi mereka sendiri adalah bagian dari kepentingan nasional. Alasan kedua adalah pemberian pinjaman pendidikan adalah bagian dari investasi untuk membentuk kelas menengah yang kuat, dan pada akhirnya kelas menengah yang kuatlah yang akan menopang perekonomian bangsa.
Salah satu contoh skema student financing di Indonesia adalah program Dana Siswa Bangsa bagi mereka yang perlu solusi pembiayaan pendidikan di universitas idaman tanpa perlu membebani keluarga. Dana Siswa Bangsa menggunakan sistem Ganti Bantu berupa pinjaman bergulir tanpa bunga, tanpa agunan dan sesuai syariah sehingga sangat membantu siswa mendapatkan akses pendidikan berkualitas di Indonesia maupun di luar negeri. Proses pengembalian pinjaman dilakukan setelah siswa lulus kuliah dan telah mendapatkan pekerjaan, dan dapat diangsur hingga maksimal 14 tahun.
Walau masih tergolong baru, ternyata di Indonesia sudah mulai ada tawaran skema pembiayaan pendidikan. Andaikan ada lebih banyak institusi yang bisa menawarkan student financing atau student loan, tentu semakin banyak rakyat Indonesia yang dapat menempuh jenjang pendidikan tinggi dan semakin sedikit yang putus sekolah karena alasan tidak ada biaya. Semakin banyak rakyat Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi maka semakin kuat pula struktur kelas menengah nasional yang akan menyokong dan memimpin roda perekonomian bangsa.
Sumber :
http://mywealth.co.id
Friday, October 3, 2014
Sunday, September 14, 2014
Mengatur Gaji dalam Satu Bulan
Kerja kurang lebih 22 hari, lalu gaji habis dalam waktu tujuh hari. Akhirnya, selama 15 hari ke depan, Anda hidup dengan langkah berat, senyum getir, dan tatapan mata nanar. Tak dimungkiri, kondisi ini benar-benar buat kepala terasa berat dan nafas pun seolah tertahan.
Jika setiap bulan Anda selalu berhadapan dengan situasi yang demikian. Selain tak sehat, juga bisa membuat konsentrasi kerja menurun. Percayakah Anda bahwa mencari kerja dengan gaji yang lebih besar bukan solusi terbaik. Sebab, persoalannya bukan pada nominal penghasilan, melainkan pada bagaimana Anda mengelola keuangan bulanan.
Dahulukan pengeluaran untuk kebutuhan primer
Saat menerima gaji bulanan, segera pisahkan dana prioritas untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari tagihan kartu kredit, kebutuhan rumahtangga, biaya transportasi, dan cicilan rutin.
Mungkin masukan di atas terdengar basi, tetapi kenyataannya banyak orang yang sulit untuk menerapkan teori sederhana tersebut. Jangankan untuk merencanakan anggaran, menyisihkan penghasilan untuk ditabung saja, selalu gagal. Maka dari itu, Anda harus melatih dan menahan diri untuk tidak langsung foya-foya usai menerima gaji.
Anggaran realistis
Waktu terbaik menganggarkan rencana adalah sebelum gajian. Cara ini memudahkan Anda untuk menjalankan dan mengimplementasikan rencana serta anggaran saat gaji sudah ada dalam rekening Anda. Dengan demikian, Anda bisa tahu mana pos-pos yang harus dihemat atau dihilangkan sama sekali.
Selanjutnya, lakukanlah peninjauan setiap tiga bulan sekali. Tujuannya, untuk mengetahui pos anggaran mana yang sering membuat Anda defisit di tengah bulan. Misalnya Anda lebih banyak mengeluarkan biaya hiburan dan bersenang-senang, berarti untuk menghindari kondisi bangkrut menjelang hari gajian, cobalah untuk berkompromi untuk mengurangi berpergian dan berbelanja.
Anda tak harus menghilangkannya sama sekali. Anda hanya perlu mengontrol dan mengurangi frekuensinya.
Siapkan biaya tak terduga
Jangan lupa untuk menyiapkan biaya tidak terduga atau dana candangan. Pisahkanlah dari tabungan dan rekening harian. Tujuannya tentu saja untuk membiayai kebutuhan mendadak, seperti biaya dokter, ke bengkel, dan sebagainya.
Alternatif lain untuk menyediakan dana candangan adalah dengan memiliki asuransi. Asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, hingga asuransi jiwa berjangka adalah produk-produk keuangan yang bisa Anda pilih untuk dana cadangan Anda. Dengan memiliki asuransi, berarti Anda sudah menyadari betapa pentingnya mengantisipasi setiap kejadian yang tak terduga di masa depan.
Sumber :
Readers Digest
http://female.kompas.com
Wednesday, June 25, 2014
Memisahkan Keuangan Bisnis dengan Pribadi
Bisnis Usaha kecil terkadang merupakan bisnis yang dilakukan secara tradisional, mengalir begitu saja sesuai dengan kebiasaan dan naluri pelakunya. Tetapi sesunggunya menjalankan bisnis Usaha Kecil tidak bisa dielakkan dari sebuah perencanaan bisnis yang matang. Salah satu perencanaan yan penting bagi kelangsungan bisnis Usaha kecil adalah Merencanakan Keuangan Bisnis Usaha Kecil.
Biasanya pada usaha kecil keuangan pribadi dan keuangan perusahaan bercampur menjadi satu, pengeluaran untuk usaha sulit dibedakan dengan pengeluaran untuk keperluan pribadi. Karena Usaha kecil adalah sebuah bisnis pribadi tentu saja menjadi hak dan tanggung jawab penuh pelaku bisnis untuk menggunakan keuangan. Hal inilah yang seringkali membuat bisnis usaha kecil menjadi tidak maju dan bahkan gulung tikar.
Secara sederhana sebuah bisnis yang sehat bisa dilihat dari aliran kas keuangan masuk dan keluarnya, idealnya arus uang masuk harus lebih besar dibandingkan arus kas keluar. Merencanakan Keuangan Bisnis penting untuk membuat arus kas berjalan dengan baik dan benar. Dengan perencanaan keuangan bisnis yang baik aliran dana dapat terkontrol dan dapat dievaluasi secara mudah dan terukur. Selanjutnya dapat diambil tindakan-tindakan dengan segera jika terjadi kekeliruan atau penyimpangan. Setelah memiliki Rencana Keuangan Bisnis yang baik tinggal proses manajemen keuangan. Manajemen Keuangan adalah aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana memperoleh dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai dengan tujuan perusahaaan secara menyeluruh
Sebelum Merencakan Keuangan Bisnis, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan identifikasi rencana alokasi pendapatan. Dengan membuat identifikasi awal akan membantu kita membuat rencana keuangan yang cukup realistis dan mungkin untuk dilaksanakan.
Berikut adalah langkah-langkah yang harus anda lakukan untuk Merencanakan Keuangan Bisnis :
1. Buat perhitungan cermat mengenai pengeluaran anda selama sebulan, disini anda harus memisahkan antara pengeluaran pribadi dan bisnis anda
2. Hitung seluruh penghasilan anda, disini untuk pembiayaan keuangan pribadi anda dan keluarga anda dapat menggaji diri anda sendiri dan dari gaji itu anda dapat membiayai pengeluaran pribadi
3. Tulis dengan cermat selisih diantara keduanya
Beberapa saran untuk membuat Rencana Keuangan yang baik
1. Hitung ulang seluruh hutang anda dan pisahkan antara hutang untuk konsumsi pribadi dan bisnis. Apabila jumlah hutang anda diatas 30% dari total penghasilan, hal ini mengindikasikan bahwa keuangan anda tidak sehat
2. catat seluruh penghasilan yang anda terima dan pengeluaran anda selama beberapa bulan dan cermati hasilnya. Disini anda dapat melihat pengeluaran apa saja yang memang menjadi kewajiban seperti transportasi, belanja bulanan, makan dll dan yang sifatnya hanya terjadi sewaktu-waktu.
3. Targetkan seberapa besar pengeluaran dan jangan melebihinya
4. Mulailah untuk memisahkan sejumlah uang untuk ditabung, dalam hal ini anda juga harus memisahkan antara tabungan pribadi tentunya untuk tujuan pribadi dan profit bisnis.
5. Anda harus menetapkan tujuan keuangan anda baik untuk pribadi maupun untuk bisnis misalnya saja anda berencana untuk menikmati liburan di Bahama 3 tahun lalu dan untuk bisnis , anda berencana untuk membuka 10 outlet tambahan dalam jangka waktu 3 tahun.
6. Pisahkan antara tabungan pribadi dan tabungan bisnis, buatlah rekening bank berbeda. Bahka anda dapat membuat beberapa rekening bank untuk beberapa tujuan misalnya rekening A untuk rencana liburan, rekening B untuk profit bisnis, rekening C untuk dana pendidikan anaka, rekening D untuk dana pensiun dll.
7. Jangan lupakan investasi untuk dana pensiun anda. Buatlah perencanaan kapan anda ingin pensiun dan hitung berapa biaya hidup nantinya serta seberapa besar yang harus anda sisihkan untuk dana pensiun.
8. Bijaklah terhadap hutang dan pengeluaran tak perlu. Apabila anda berhutang untuk menambah modal maka anda harus menghitung risiko serta keuntungan yang anda terima apabila anda meminjam uang untuk modal.
9. Disiplin terhadap apa yang anda targetkan dan tertulis di perencanaan keuangan anda.
Sumber :
http://finplanner-jauhari.blogspot.com
http://edwardmushalli.wordpress.com
Saturday, May 24, 2014
Cara Mengelola Uang
Mengelola uang tidak hanya soal menabung. tetapi juga bagaimana attitude dan habit kita memperlakukan uang. Simak tip langkah dewasa mengelola uang dari perencana keuangan, Ligwina Hananto.
Attitude
Banyak orang yang merasa tidak punya uang. Ternyata, masalahnya bukan soal tidak bisa menghasilkan uang, tetapi tidak bisa mengapresiasi nilai uang dalam hidupnya. Sejauh mana kita mau bersyukur atas apa yang sudah kita miliki?
Habit
Segala sesuatu jadi biasa jika menjadi sebuah habit atau kebiasaan. Good money habit bisa kita bentuk dengan memperhatikan cara kita hidup. Misalnya, dengan memiliki kebiasaan menabung secara rutin. Juga dengan memberlakukan aturan hemat energi di rumah dan kantor. Hal-hal kecil yang kita lakukan sehari-hari akan sangat membantu kita membentuk kebiasaan finansial yang baik.
Purpose
Perhatikan cara kita memperlakukan uang. Apakah uang yang menjadi ‘tuan’? Atau kita sudah berhasil menaklukkannya dengan menjadikan uang sesuai fungsi sebagai alat pembayaran? Dengan cara ini kita pun lebih fokus pada pentingnya memperbaiki kualitas hidup dibandingkan mengejar-ngejar kekayaan. Karena, ada saja orang yang tidak bisa mensyukuri apa yang ia miliki karena menggunakan uang sebagai tujuan.
Learning
Nikmati proses belajar. Ilmu soal keuangan begitu luas dan membutuhkan keingintahuan yang besar agar kita tidak berhenti pada satu titik saja. Anda sudah memulai proses belajar dengan selalu mengikuti kolom ini. Tapi, tentu saja ada banyak lagi cara untuk belajar, mulai dari talkshow di radio dan televisi, membaca buku, hingga mengikuti training dan seminar. Tentu saja itu semua baru di level menambah ilmu. Berikutnya, yuk, kita mempraktikkan semua ilmu tadi!
Sumber :
http://www.femina.co.id
Sukses Mengatur Keuangan Keluarga
Manajemen keuangan adalah hal yang tidak kalah penting dalam sebuah keluarga. Bila tidak pandai-pandai mengaturnya maka berapapun pemasukan yang didapatkan akan tidak pernah cukup untuk kehidupan keluarga selama sebulan penuh. Berikut ini adalah tips mengatur keuangan keluarga agar mencukupi kebutuhan hidup seluruh anggota keluarga.
Mulailah dengan membuat rencana pemasukan dan pengeluaran. Catatlah berapa pemasukan yang diterima selama satu bulan penuh.
Sebelum mulai mencatat rencana pengeluaran, mulailah dengan pembayaran zakat atau pajak penghasilan. Setelah itu dahulukan untuk membayar hutang yang ada. Jangan pernah menunda untuk membayar hutang ke bank atau badan keuangan lainnya.
Sisihkan 10% dari total penghasilan untuk tabungan. Hal ini harus dilakukan sebelum membelanjakan penghasilan untuk hal-hal lain. Bila menunggu sampai akhir bulan utuk menabung sisa uang yang ada maka dapat dipastikan bahwa tidak akan ada uang yang tersisa.
Setelah itu baru buatlah daftar perkiraan pengeluaran selama sebulan penuh. Mulailah dengan pengeluaran bulanan yang sudah pasti seperti pembayaran listrik, air, gas, dan SPP anak perbulan.
Catat juga rencana pengeluaran sehari-hari misalnya untuk belanja bulanan, keperluan makan dan lain-lain. Jangan lupa sisihkan sebagian untuk hal-hal tidak terduga.
Setelah selesai membuat rencana pengeluaran, jangan lupa untuk mencatat setiap pengeluaran yang ada. Bandingkan antara rencana pengeluaran dan kenyataan sebagai bahan evaluasi kedepannya, sehingga tidak ada ketimpangan antara pemasukan dan pengeluaran.
Sumber :
http://keluargasakina.com
Rekening Keuangan Keluarga
Perencanaan keuangan sangat penting untuk zaman sekarang, karena tuntutan kebutuhan yang tinggi mengharuskan wanita Indonesia pintar-pintar untuk mengatur keuangan keluarga. Alangkah baiknya perencanaan ini didiskusikan bersama pasangan Anda, agar tidak ada kesalahpahaman terjadi di dalam keluarga.
Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan bersama pasangan Anda untuk perencanaan keuangan keluarga Anda.
1. Tentukan Yang Membayar Tagihan Bulanan
Hal ini sangat membantu Anda dalam mengatur uang yang keluar, dengan menentukan siapa yang membayar maka akan mudah untuk memantau. Buat daftar pengeluaran untuk mempermudah di dalam pencatatan keuangan, sehingga pada akhir bulan Anda bisa lebih jelas dan bisa menjadi bahan untuk evaluasi Anda bersama pasangan.
2. Buat Rekening Bersama
Buatlah rekening yang bersama, yang dimaksud adalah benar-benar rekening sendiri dan bukan rekening suami atau istri. Sisihkan sebagian dari dari gaji ke dalam rekening bersama ini, untuk jumlahnya terserah Anda akan tetapi usahakan setiap bulan rekening ini terisi. Adanya rekening bersama ini dimaksudkan untuk investasi keluarga Anda serta untuk mengantisipasi dana dadakan yang harus Anda keluarkan.
3. Bicarakan Saat Menggunakan Uang Dalam Jumlah Banyak
Buatlah perjanjian dengan pasangan Anda, jika salah satu dari Anda ingin menggunakan uang dengan jumlah yang banyak agar bisa didiskusikan terlebih dahulu secara bersama. Hal ini akan membuat Anda dan pasangan Anda terhindar dari keuangan yang tiba-tiba susut dikarenakan penggunaan uang yang tidak tepat dalam jumlah yang banyak.
Selalu berkomunikasi dengan pasangan Anda merupakan hal terpenting di dalam perencanaan keuangan keluarga. Pastikan pasangan Anda mengetahui setiap pengeluaran yang Anda lakukan dan sebaliknya. Daftar pengeluaran sangat membantu dalam hal ini, jadi pastikan Anda membuatnya dan catat semua pengeluaran jangan sampai Anda lewatkan. Semoga artikel tentang perencanaan keuangan yang sudah disusun redaksi Dibalik Wanita bisa membantu Anda dalam perencanaan keuangan keluarga Anda.
Sumber :
http://www.dibalikwanita.com
Wednesday, May 14, 2014
Cara Berhemat ala Selebritas
Tak bisa dipungkiri kalau sejumlah seleb dan figur publik memiliki kekayaan cukup banyak. Dari punya private jet, mobil mewah, rumah megah, dan hidup yang nyaman. Namun, mereka masih mengatur keuangan dengan baik.
Menurut life coach dan presenter Georgina Burnett, mereka semua percaya akan pentingnya mengatur keuangan yang akan membuat hidup menjadi lebih baik. Selain mengontrol pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan, mengatur keuangan juga bisa menjadi salah satu cara mengurangi stres dan menikmati hidup.
Berikut lima cara berhemat ala selebritas yang bisa diterapkan:
1. Punya rencana keuangan
Aktris Gwyneth Paltrow dan suaminya, Chris Martin, bisa jadi punya kekayaan hingga 100 juta dollar, tapi mereka masih tetap mengatur keuangan dengan baik. Gwyneth mengaku dirinya mengatur keuangan dengan cara membuat anggaran jangka pendek dan jangka panjang. Mulai dari anggaran untuk membeli rumah, memiliki anak, hingga anggaran untuk traveling. Penetapan rencana anggaran ini menentukan berapa total biaya yang harus dihabiskan.
Anda bisa meniru model Gwyneth ini dengan membuat road map atau pemetaan anggaran. Bisa mingguan, bulanan, atau tahunan. Sebagai contoh, deposit untuk investasi properti untuk masa lima tahun atau menyisihkan uang setiap bulan untuk mewujudkan keinginan di kemudian hari seperti berlibur dan lain sebagainya.
Penetapan rencana anggaran memberikan Anda waktu untuk memikir ulang mana yang benar-benar dibutuhkan dan tahu berapa yang harus ditabung dan dihabiskan.
2. Gunakan voucher belanja
Percaya atau tidak, sejumlah selebritas juga masih menggunakan voucher saat berbelanja, terutama untuk harga barang yang tinggi seperti yang dilakoni Nicole Schrzinger dan Kourtney Kardashian. Kourtney, ibu dari dua anak ini pernah menggunting kupon berbelanja dari sebuah majalah.
Menurut Georgina tidak ada salahnya mendapatkan penawaran terbaik dari barang yang diinginkan. jadi kenapa tidak menggunakan voucher atau potongan belanja yang entah di toko ataupun via online shop. Rasanya hampir semua toko baik online maupun offline yang hari ini memberikan potongan harga atau diskon, tinggal mau dimanfaatkan atau tidak.
3. Belanja sesuai kebutuhan
Anggota band McFly, Harry Judd, menghindari berbelanja dengan kartu kredit. Katanya ia ingin hidup sesuai dengan kebutuhan dan tidak mau menggunakan uang yang tidak ada di rekening bank miliknya sendiri.
Pada moneywise.co.uk, ia mengatakan lebih memilih menggunakan kartu debit daripada kartu kredit karena berbahaya begitu menggunakannya sekali, walau tergantung pada situasi mendesak sekalipun. Dengan kartu kredit dia takut lupa telah berbelanja apa saja dan mendapat masalah karenanya.
Georgina sepakat dengan itu. Kata dia, beberapa orang yang menggunakan kartu kredit kerap lupa telah memebelanjakan uangnya untuk apa tanpa pertimbangan yang matang. Kadang tidak sesuai kebutuhan, tapi masih berbelanja.
4. Daripada menghamburkan uang, lebih baik daur ulang
Ini berurusan dengan busana yang Anda kenakan. Mari lihat Michelle Obama dan Kate Middleton. Keduanya masih tetap modis, tapi tidak dengan busana dari top desainer, tapi bagaimana memadupadankan busana yang mereka miliki. Bahkan dari busana yang tidak harus mahal sekaipun.
Kate, misalnya, sudah dikenal dengan gaya berbusana yang modis dan tahu sekali cara padu padan yang baik. Daripada menghabiskan uang utuk beli busana terbaru, lebih baik siasati dengan cara lain. Misalnya cukup beli tas tangan, jaket, atau ikat pinggang baru lalu padu padan dengan busana yang sudah ada. Ini lebih menghemat anggaran.
Georgina menyampaikan, sering kali berbelanja busana hanya kenikmatan semata yang momennya cuma sebentar. Yang menarik ialah ketika Anda bisa menjadi kreatif dengan apa yang dimiliki, selain menghemat juga menyenangkan bila bisa dinikmati.
5. Baju turunan dari sulung ke bungsu
Punya anak bukan berarti menghabiskan banyak uang dan memanjakannya dengan hal-hal yang baru. Angelina Jolie justru memberikan baju yang masih layak pakai dari anak tertuanya ke anak bungsu. Begitu juga Jessica Alba memberikan apa yang pernah dibelikan untuk anaknya yang berumur empat tahun kepada Haven yang masih 18 bulan.
Selain berhemat, ini juga menjadi salah satu cara mendidik anak untuk menghargai apa yang mereka miliki, tidak memanjakan mereka dengan barang-barang mewah.
Sumber :
http://female.kompas.com
Subscribe to:
Posts (Atom)
Related Posts
-
Psikologi di Balik Cara Kita Mengelola Uang Tipe Psikologi Keuangan: Money Avoiders, Money Vigilance, Money Status, dan Money Focus Kenapa O...
-
Kegiatan mudik tidak hanya sekedar perjalanan, jika tidak ada perencanaan yang matang, mudik bisa menjadi ajang yang mengecewakan. Semua ...
-
Perencanaan Keuangan dalam Investasi: Dari Risiko Terendah hingga Tertinggi Secara garis besar, kita bisa bagi menjadi 3 tujuan dan level in...
-
Pengelolaan keuangan pribadi adalah salah satu keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Tanpa kemampuan untuk m...
-
Memahami Perkataan Charlie Munger: “The Big Money Is Not in the Buying or Selling, but in the Waiting” Charlie Munger, partner lama Warren B...





